Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

16 Oktober 2017

Inovator Pengubah Tanah Gambut Jadi Pupuk Organik

Saya ajak Anda ke Rawa Pening. Dari kejauhan Rawa Pening seperti telaga biru. Letaknya tidak jauh dari kota Semarang, sekitar 48 menit waktu tempuhnya atau jaraknya sekitar 39,4 km. Rawa ini merupakan cekungan terendah dari lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, seperti danau dengan luas 2,670 hektare. Disebut Pening karena awalnya airnya membiru dan sangat bening dimana para penangkap ikan dengan mudah memancing ikan di danau itu sebagai mata pencahariannya. 

mata pencarian sebagai pengangkut tanah gambut
 Sayangnya, danau yang sangat bening ini lama-kelamaan mengalami pendangkalan karena penuh dengan enceng gondok. Untuk mengatasi populasi gulma yang sangat masif tumbuhnya, sudah banyak cara dilakukannya, misalnya para nelayan melakukan pembersihan enceng gondok lalu menyerahkan dan menjual kepada pengrajin untuk dibuat kerajinan. Penjualan enceng gondok sangat murah dan tidak sepadan dengan hasil kerja keras . Peluh dan keringat mereka untuk mengangkat enceng gondok namun upah yang diterima tidak memadai. Timbul ide untuk memproses enceng gondok jadi tanah gambut.
tanah gambut yang mereka kumpulkan
Pada tahun sekitar 1987, komunitas nelayan yang dulunya pengumpul dan pengangkut enceng gondok harus banting setir untuk jadi penghasil tanah gambut. Pengambilan dan pengangkutan tanah gambut dilakukan oleh 2 UKM yang tergabung dari Paguyuban Sedyo Rukun. 

Cara mengolah tanah gambut dengan cara yang sangat sederhana. Mencampurkan bahan baru yang tersedia di danau Rawa Pening yaitu tanah gambut yang diambil dari dasar atau dari permukaan Rawa Pening , bersama dengan eceng gondok yang menjadi gulma bagi badan permukaan perairan dana Rawa Pening. Selain itu dicampurkan dengan bahan lain, kotoran ternak (sapi) dedaunan, kapur pertanian, bekatul dan juga decomposer.

 Paguyuban Sedyo Rukun merasa tidak puas dengan hasil pengolahan tanah gambut yang langsung dijual dan disetorkan kepada perusahaan besar dalam bentuk mentah. Upah dan hasil kerja mereka yang terima itu ternyata tidak sebanding dengan pekerjaan berat yang dilakukannya. Mereka berpikir bagaimana cara mendapatkan tambahan uang . Lalu, terpikir oleh mereka untuk menambah nilai dari produk yang selama ini mereka jual yaitu tanah gambut jadi pupuk organik . Pupuk organik selain dibutuhkan oleh banyak industri pertanian juga punya nilai tinggi dibandingkan dengan tanah gambut. 

 Pengolahan tanah gambut jadi pupuk organik memerlukan proses panjang dan sumber daya manusia yang lebih besar. Mereka membaginya dalam dua bagian yaitu UMKM Penyuplai bahan baku dan UMKM Pengolah Pupuk Organik. Ketua Paguyuban Sedyo Rukun adalah Bapak Widodo. Lokasi komunitas ini sangat dekat dengan tempat produksinya yaitu di pinggir danau Rawa Pening bagian Utara (Pinggiran Daerah Aliran Sungai Tuntang), tepatnya di Desa Sumurup, Ds. Asinan, Kec.Bawen, Kab Semarang. 


Memproses tanah gambut menjadi pupuk organik memang tak mudah seperti membalikkan tangan . Perlu pengetahuan dan cara yang tepat agar pupuk organik ini dapat menghasilkan pupuk yang dapat dijual dengan kualitas organik yang standar . Namun, para nelayan yang telah beralih fungsi jadi pengahsil gambut dan akhirnya jadi petani pupuk organik tak mau menyerah begitu saja.  Keahlian awal hanya mengangkut gambut ,sekarang mereka harus banyak belajar bagaima cara memproses pupuk organik.

Bak Gayung bersambut, komputas Pengolah Pupuk Organik Paguyuban Sedyo Rukun ini mendaftarkan diri sebagai UMKM PUpuk Organik Di Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) . Mereka mendapatkan pelatihan dan ketrampilan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Semarang dengan  Bapak Isa Anzori sebagai Fasilitator dan Dimas Sebagai staf . Sejak Oktober 2016 dibawah bendera LPB Semarang yang merupakan cabang dari YDBA terus mendampingi mereka dalam kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

Mereka dibekali dengan pengetahuan mendasar tentang Mentalitas kewirausahaan, sangat bermanfaat karena tanpa mentalitas kewirausahaan yang kuat, usaha mereka tidak akan berkembang dan mereka cepat putus asa jika tidak berhasil.

Pelatihan LPB Semarang ke Pengolah Pupuk Organik
Pelatihan LPB Semarang ke Pengolah Pupuk Organik

Pelatihan dan pendampingan pupuk organik diberikan oleh LPB Semarang kepada UMKM Pengolah Pupuk Organik Widodo Sedyo Rukun sebelum mereka terjun langsung dalam produksi pupuk organik. 

Berikut ini adalah tahap-tahap pemrosesan pupuk organik: 
Bahan : 
  •  Enceng Gondok Timbunan (Sudah di tumpuk 2-4 minggu sebelumnya – disemprot EM4) – 50 Kg 
  •  Tanah Gambut 25 Kg
  •  Kotoran Ternak (sapi / kambing) – 25 Kg 
  •  Probiotik (EM4) – 1 botol 
  •  Orgadek – 1 Kg
  •   Bekatul – 5 kg
  •   Kapur Pertanian – 2 Kg
  •  Cacahan Dedaunan (2 Kg)
  •  Pupuk Hayati (Trichroderma) – 1/2 Ons 

Catatan : 1. Bahan diatas merupakan bahan jika akan memproduksi 100 Kg 

Proses : 
  • a. Campurkan Bahan A dan B lalu digiling
  • b. Tambahkan bahan D, E dan F lalu digiling lagi
  • c. Campurkan C dan G lalu digiling 
  • d. Campurkan H dan I lalu digiling dan ditutup dengan terpal
  • e. Ditutup selama 25 hari 
  • f. Setiap satu minggu sekali, adonan dibuka dan diolah / digiling lagi
  • g. Setelah 25 hari, lalu pupuk diayak dan siap dikemas 



C& G  digiling

Tidak mudah untuk mencapai keberhasilan memproduksi pupuk organik.Tetapi mereka pantang menyerah. Selalu ada jatuh bangun dalam proses produksi pupuk organik karena mereka belum menemukan kuncinya. Ketika mereka menemukan kesulitan dalam produksi puuk organik, LPB Semarang pun mengadakan pelatihan dengan mengundang pakar-pakar dari sektor pertanian.

Ternyata para nelayan yang terlah berubah fungsi jadi petani juga masih mengalami masalah besar dalm mentalitas jadi pengusaha. Sehari-hari pekerjaan mereka hanya berkutat dengan pupuk maupun bahan bakunya.Tak mengenal apa ygn disebut dengan mentalitas dasar dari kewirausahaan.

Inisiatif diberikan oleh IPB Semarang dengna mengadakan pelatihan mentalitas Dasar dan Kewirausahaan bagi UMKM di sekitar Rawa Penign termasuk Paguyuban Sedyo Rukun.Selama dua hari mereka harsu belajar tentang pengertian kualitas, manajemen, siklus PDCA,manajemen data, fakta, targeting dan prinsip prioritas dan basic mentalitas bagi UMKM.

Mengenai potensi diri sendir melalui pengisian pengisian penilaian evaluasi diri, lalu peserta diajak untuk diskusi mengenai simulasi kecelakaan pesawat yang terdampar di gurun pasir.Tujuan dari pelatihan ini agar peserta dapat meningkatkan mental dan sikap bekerjanya. Semua ini demi kesuksesan usaha mereka.

Alhasil,sediki demi sedikit, usaha yang dulunya belum kelihatan hasilnya, sekarang telah menjadi usaha pupuk organik yang dikenal orang,klien, maupun perusahaan.

 Pemasaran dilakukan dengan menitipkan penjualan pupuk organik ke toko pertanian, di pinggir jalan jalan perkampungan desa mereka tinggal, dikirim di beberapa kota sebagai bahan baku campuran, di jual perusahaan yang membutuhkan seperti :
 a) PT Widyamitha Subkon PT Trans Marga Jateng (pembuat jalan Tol)
 b) Ud. Wiji Subur, Muntilan 
 c) Ud. Tani Unggul, Ambarawa
 d) Cv. Inra Ambarawa
 e) PT Humatani Agro Lestari
 f) UD. Omah Tani Wonosobo 

Salah satu berkah yang mereka terima dari hasil kerja keras itu ternyata membuahkan hasil yang besar karena PT. Widyamitha yang merupakan subkon PT. Trans Marga jateng itu membutuhkan pupuk organik dalam rangka pemadatan jalan-jalan yang mereka buat

.Rasanya ikut senang melihat wajah-wajah yang puas, bangga dari kerja keras yang mereka capai untuk mengubah produksi gambut menjadi pupuk organik sudah tampak hasilnya .

Malam Kick off "UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik"
 Atas hasil kerja keras itu , mereka memperoleh predikat “UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik” di Kick Off Unggulan Pupuk Organik 25 Agustus 2017. Sebuah komitmen bersama antara Paguyuban Sedyo Rukun dengan LPB Semarang sebagai cabang Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk selalu memperbaiki atau “Improve” proses produksi dan belajar tentang 5R ( Produksi , HRD, Keuangan, Pemasaran, EHS, CSR) terus selama 2 tahun ke depan hingga Agustus 2019 sehingga akhirnya dapat naik kelas menjadi UMKM Mandiri bahkan jadi anak angkat Grup Perusahaan Astra. 

Suatu Prestasi besar "UMKM Program Sektor Unggulan Pupuk Organik"
Paguyuban Sedyo Rukun meletakkan harapan yang besar untuk jadi UMKM Pupuk Organik yang mandiri dan bisa menyuplai permintaan pupuk organik di beberapa tempat/perusahaan swasta maupun negeri secara kontinyu dan memiliki kapasitas produksi yang besar. 

 Cita-cita tinggi pun dilayangkan oleh Paguyuban Sedyo Rukun untuk menjadi salah satu role model tonggak lahirnya Desa Berdikari di Kab. Semarang/Jawa Tengah.

60 tahun perjalanan Astra penuh dengan warna dan inspirasi. Kisah inspiratif dari Paguyuban Sdoyo Rukun yang jatuh bangun dalam meniti mata pencahariannya. Berkat dukungan , pelatihan Mentalitas Dasar Kewirausahaan   dari LPB Semarang, Paguyuban Sedyo Rukun  membuktikan dirinya  bekerja sebagai UMKM Unggulan di sektor Pupuk Orangik dan jadi UMKM yang berkelanjutan.
Read More

15 Oktober 2017

"Menatap Langit Biru, Menatap Masa Depan Generasi Langit Biru yang Cerah” #GenLangitBiru


“Water, air, and cleanness are the chief articles in my pharmacy” - Napoleon Bonaparte

 Kenapa kita tak mampu mempertahankan udara bersih yang diberikan PenciptaNya dengan sangat baik pada awal mulanya. Adakah kemustahilan bagi kita semua untuk merawat, mempertahankan udara bersih dari  polusi udara dimana tempat kita tinggal?

 Ketika aku belajar di negara Kangguru, aku merasakan kesegaran jiwa dan badanku. Setiap kali aku ke luar dari apartemenku, aku tak perlu khawatir untuk membawa inhalerku. Udara bersih, segar, nyaman untuk pernafasanku adalah sesuatu yang  berharga di dalam hidupku. 

 Sejak kecil udara bersih itu menjadi bagian penting dalam hidupku. Vonis dari dokter yang mengatakan bahwa aku terkena asma kronis membuat diriku seolah bergantung kepada udara yang segar yang kuhirup. Aku seolah bertanya kepada PenciptaKU: “Udara bersih ini begitu mahal bagiku, apakah aku tak bisa menikmatinya karena masih banyak orang yang tak peduli dengan masalah udara bersih ini?” Apakah udara bersih ini hanya berlaku untuk diriku semata karena vonis penyakitku?” 

Sejak SD sampai SMA, aku bergantung dengan inhaler itu, penyelamat nafasku. Sejak aku kembali dari negara Kangguru, kembali nafasku begitu sesak dan tak mampu bertahan lama untuk tidak mencabut obat “inhaler” yang setiap kali aku bawa ke mana saja. 

 Begitu aku harus ke luar rumah, terlihat kepulan-kepulan asap yang hitam, dari suara knalpot yang bising itu seolah ingin mengatakan kepadaku untuk kembali pulang  ke rumah saja. Apakah aku harus tinggal di rumah menyepi tanpa produktivitas?

 Aku seorang milineal muda yang baru saja lulus dari perguruan tinggi dan sedang menggebu kreativitas, produktivitas untuk bekerja demi menggapai cita-citaku yang tinggi. Apakah aku harus melepaskan semua apa yang kuimpikan ini hanya karena aku harus mengingat terus bahwa maut selalu menguntitku ketika aku ke luar dari tempat tinggalku. Aku tak mampu lagi menghirup udara kotor , debu-debu yang bertebaran di udara. Polusi udara yang disebabkan oleh banyaknya CO2 yang dikeluarkan oleh kendaraan motor, mobil yang berkeliaran di jalan raya. 

Di jalan raya yang begitu padat dengan kendaraan motor dan mobil itu seperti tak ramah terhadap lingkungannnya. Pemilik kendaraan hanya peduli agar motor atau mobilnya bisa berjalan dengan lancar . Sebodoh dengan apakah polusi dari bensin yang dikonsumsi di dalam tanki mobil atau motor itu ramah lingkungan atau tidak. 

 Apalagi mereka juga tak paham dengan penggunaan bahan bakar mana yang akan dapat merawat kendaraan mereka. 

Seorang pemilik mobil yang kuajak bicara banyak tentang bensin yang mereka konsumsi untuk mobilnya mengatakan dia membeli bensin yang murah BBM Pertamina dari Premium (RON 88) karena alasan dia harus mengirit biaya karena dia bekerja sebagai driver dari online taxi. “

Apakah Bapak Rudi peduli untuk merawat mobil Bapak dan merawat lingkungan ?” 
“Sebenarnya sich, saya mau saja untuk mengkonversi dari Premium (RON 88) ke Pertamax (RON 92) tetapi saya tak punya kemampuan finansial untuk mengganti itu”, jawabnya. 

 Rupanya pertanyaan saja tak terjawab dengan baik karena Bapak Rudi belum memahami bahwa biaya untuk merawat lingkungan dan merawat mobil jauh lebih mahal ketimbang hanya soal mengirit biaya sebesar Rp.1,300/per liter . 

Seandainya sehari dia menghabiskan 100 liter Premium untuk mobilnya, artinya 100 liter x Rp.8,050 = Rp.805,000 Sebaliknya jika Pak Rudi harus menggantikan Premium (RON 88) ke Pertamax (Ron 92) , dia harus mengeluarkan dana sebesar RP.935,000 (harga pertamax asumsinya RP.9,350/per liter). Artinya dia menganggap mengirit RP.130,000 per hari jauh lebih baik bagi dirinya.

 Setelah berhitung dengan matematika, saya pun melanjutkan pembicaraan dengan Bapak Rudi. 

“Apakah Pak Rudi ingin kendaraannya terawat dengan baik , mesin tidak cepat kropos dan berkarat?” tanya saya.
 “O, tentu ingin dong!” jawabnya dengan antusiasnya .
 “Bagaimana caranya supaya mobil saya terawat dengan baik?” 

Saat ini Bapak Rudi menggunakan bahan bakar Premium (RON 88) untuk mobilnya. Sifat dan spefiikasi dari Premium (RON 88) adalah sebagai berikut ini: 
pertamina.com

Dengan metode uju D2699, Premium ternyata memiliki RON 88. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang besar. Premiun yang dihasilkan dari campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagain besar tersusun dari hidrokabron digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Dengan adanya campuran berbagai bahan, maka daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat terlihat dari bilangkan oktan setiap campuran.

 Di Indonesia diperdagangakan dalam dua kelompok besar campuran standar , disebut premium dan bensin super. Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. 

Jadi, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Pembakaran spontan ini menimbulkan ketukan di dalam mesin yang biasa disebut gejala ngelitik atau knocking. Pembakaran spontan ini sebisa mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi.

 Jika masih menggunakan premium yang beroktan 88, maka mesin akan ngelitik atau knocking.

 Sebaliknya spefikasi dari Pertamax adalah sebagai berikut:

pertamina.com

 Dengan metode uji D2699, Pertamax ternyata memiliki Ron 92. Bensin oktan 92 dikenal dengan nama Pertamax (produksi Pertamina). Biasanya angka oktan rekomendasi pabrik ini dicantumkan dalam buku manual maupun di dekat tutup tangki bensin mobil.

 Struktur bensin yang baik adalah dengan komposisi n-heptana 0% dan iso-oktana 100%, n-heptana adalah rantai karbon lurus sedangakn iso-oktana adalah rantai karbon bercabang. Apabila struktur suatu BBM lebih banyak rantai bercabangnya maka bensin tersebut lebih sulit untuk terbakar dan dikategorikan dalam bensin bermutu baik sebaliknya bila komposisinya lebih banyak rantai karbon lurusnya maka bensin tersebut bermutu kurang baik.

 Pembicaraan yang semakin serius pun berlanjut . “Pak Rudi, tips untuk memilih BBM yang baik untuk kendaraan kita adalah penggunaan angka oktan yang harus sesuai dengan tekanan kompresi kendaraan kita. Semakin tinggi kompresinya maka sebaiknya menggunakan BBM berangka oktan tinggi”. 

 Untuk kendaraan berkompresi dibawah 9:1 masih dapat menggunakan premium namun untuk kendaraan dengan kompresi 9,1:1 sampai 10:1 sebaiknya menggunakan pertamax atau sejenisnya dan kendaraan dengan kompresi 10,1 keatas sebaiknya menggunakan pertamax plus atau sejenisnya. Apabila penggunaan kadar oktan tidak sesuai maka dapat menyebabkan piston menjadi bolong contohnya jika mobil keluaran tahun 2000 menggunakan oktan 88? Yang jelas piston menjadi bolong. 

“Bapak Rudi, apakah pengin mobilnya piston mobil bapak jadi bolong? “O, tidak dong, saya sangat tidak ingin!” jawabnya. 

“Tapi saya masih pengin tanya lagi, sebenarnya apa keunggulan dari Pertamax (RON 92)”, tanya Pak Rudi yang masih penasaran juga.

 “Wah pertanyaan yang sangat bagus!” kata saya. 

Inilah keunggulan dari Pertamax (RON 92) :

Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina setelah Premium. Pertamax, merupakan produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98. Pada tahun 1990, terutama yang setelah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).

 Manfaat dan keunggulannya: 
  1.  Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal.
  2.  Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters.
  3.  Mempunyai Nilai Oktan 92 
  4.  Bebas timbal
  5.   Menggunakan Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya.
  6.   Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain. 

“Pak Rudi, Pertamax (Ron 92) ini bukan hanya bermanfat untuk mobil saja loh. Tapi ada manfaat lingkungan yang sangat kita butuhkan untuk generasi anak cucu kita!” tambah saya. 

“Anak cucu?” imbuh Pak Rudi dengan muka yang kurang paham. 

“Iya, jika saat ini kita tetap menggunakan Premium yang banyak kelemahan dan bahaya baik terhadap kesehatan, fisik, lingkungan “, imbuh saya.

 Bahaya yang berdampak terhadap lingkungan itu dapat dilihat sebagai berikut: 

  1. Mencemari lingkungan. Bensin yang mengalami pembakaran tidak sempurna dapat ditandai dengan asap hitam pekat yang dihasilkan pipa pembuangan gas kendaraan bermotor. Gas yang dihasilkan ini akan mengganggu saluran pernapasan, membuat mata menjadi merah dan iritasi.
  2.  Pembakaran bensin yang tidak sempurna akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di mana ketika jumlah tanaman hijau tidak sesuai dengan banyaknya CO2 yang dihasilkan, maka sisa CO2 tersebut akan berkumpul di udara. Lama-kelamaan akan menjadi ‘penjara’ tersendiri bagi panas matahari yang masuk. Panasnya tidak dapat dipantulkan keluar dan akan memantul kembali ke dalam bumi. Efek yang dihasilkannya banyak: volume air laut bertambah, kekeringan, gangguan kesehatan, dll.
  3.  Menurunkan kualitas udara yang ada di sekitar manusia. Udara yang kita hirup jadi udara yang tidak lagi sehat untuk dihirup karena banyaknya kandungan gas-gas seperti CO dan CO2.
  4.  Saat terjadi pembakaran tidak sempurna, akan dihasilkan gas CO (karbonmonoksida) yang sifatnya serupa-tetapi-tidak-sama dengan gas O2 yang dibutuhkan oleh darah untuk proses respirasi sel darah merah. Ketika gas CO terhirup oleh manusia, maka ia akan terikat dengan Hemoglobin (Hb) menggantikan O. Bukannya menjadi baik, justru akan sangat berbahaya karena HbCO adalah racun. Bagi anak-anak, dapat menyebabkan kematian. Sementara bagi orang dewasa, akan mengganggu sistem peredaran darahnya. 
  5.  Keracunan untuk kehidupan air (sungai, laut) . 
  6.  Bahaya yang berdampak terhadap kesehatan atau fisik:
  •  Mudahnya berubah menjadi caiaran yang mudah terbakar
  • Penyebab terjadinya iritasi pada kulit
  •  Penyebab terjadinya kantuk dan pusing
  •  Penyebab kelainan genetik
  •  Penyebab kanker
  •   Kerusakan  fisik dari anak yang belum dilahirkan. 

 “Wah, akibatnya kok sungguh mengerikan yach!” nada suara keras dan muka yang berubah jadi takut dari Pak Rudi.

 “Nach, bila hal ini terjadi terus artinya kita semua membiarkan udara kita tercemar dengan CO2 dan langit kita tidak lagi membiru tapi hitam pekat. Udara yang kita hirup bukan lagi udara bersih tapi udara kotor, !”, jawab saya.   "Generasi yang akan datang akan kehilangan masa depan untuk kesehatan fisik maupun lingkungannya", jelas saya.

 Tarikan nafas panjang dan mata yang sangat memperlihatkan keprihatinan segera terlihat dari wajah Pak Rudi.

“Ini saatnya, kesadaran kita harus dibangunkan untuk kepentingan masa depan generasi anak cucu kita. Gunakan dan konsumsilah Pertamax (92) yang memang ramah lingkungan dan ramah untuk mobil/motor kita”, jawab saya. 

Tapi masih ada satu kekhawatiran yang diungkapkan oleh Pak Rudi. 

“Bagaimana dengan kesiapan Pertamina dalam menyediakan bahan bakar Pertamax (RON 92)?” 

"Jangan khawatir Pak!".    "Proyek besar yang disebut dengan RU IV Cilacap itu sudah dipersiapkan untuk menghasilkan gasoline kadar RON 92 dengan spesifikasi menuju Euro IV yang ramah lingkungan. 

Untuk mengerjakan proyek besar ini, Pertamina telah menunjuk JGC Corporation sebagai kontraktor, engineering, procurement dan construction. Nama proyek besar ini adalah Proyek Langit Biru Cilacap senilai 392 juta dolar AS , kapasitasnya 91.000 barel per hari.

Penanda-tanganan kontrak sudah dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjip dengan Chairman Emeritus JGC Corporation Yoshihiro Shigehisa, dan Presiden Direkctor PT. Encona Inti Industri Y.B. Haryono. 

Hebat khan, dengan selesainya pembangunan proyek dalam jangka waktu 34 bulan sejak penanda-tanganan , maka kita akan memiliki galosine kadar RON 92 dan sudah waktunya konsumsi bahan bakar BBM berkualitas tinggi semakin melaju. 

Ngga Cuma pabriknya yang dibangun, tetapi SBPU untuk pembelian bahan bakar Pertamax dengan RON 92 pun telah disiapkan mulai dari NTT, Flores , sampai semua SBPU yang ada di Jawa dan pada akhirnya di seluruh Indonesia.

 Peningkatan pembelian dan pergeseran konsumsi BBM dari Premium jadi Pertamax itu membuat Pertamina sangat gembira . Banyak sekali loh peningkatannya Pertamax dan Pertilite (jenis kualitas tinggi) sampai 363,7".

 Senang banget khan karena ini berarti kesadaran masyarakat pun sudah makin tinggi. Apa yang kutakutkan sejak awal tidak akan terjadi , “Awan gelap telah berubah menjadi Awan biru . Bersihnya dan birunya awanku, menjadi harapan bagiku dan generasi masa depanku untuk hidup lebih sehat". 

Ini semua berkat dukungan dari kalian karena kalian sudah menggunakan Pertamax (RON 92) yang telah terbukti ramah lingkungan , kualitas udara yang segar, lebih sehat, langit pun tetap biru. Masa depan cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru.
Read More

11 Oktober 2017

Prestasi kerja keras ED Aluminium


LPB Jogjayakarta
Perjalananan Jumat, siang tanggal 8 September 2017 dari rumah kami menuju kantor Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terasa  menyengat panasnya dan  lama karena pilihan jalan tol pun ternyata tidak tepat.   Penuh dengan kendaraan truk dan kemacetan pun terjadi dengan antrean panjang. Beruntung hal ini sudah kami prediksi kemacetan dengan berangkat lebih awal 3 jam sebelumnya.
Daerah Sunter memang dikenal dengan daerah industri otomotif . Ada berbagai kantor dan industri mobil dari Astra Grup terlihat di tempat Sunter. Menyusuri jalan yang belum pernah kami kenal itu, akhirnya kami berhasil menemukan kantor YDBA setelah sempat sedikit menyasar. Masih ada waktu 1 jam untuk bertemu. 

Diterima oleh Mbak Santi , sekretaris Bapak Henry C. Wijaja, Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Begitu memasuki ruangan ber AC, suasananya yang tenang, dan nyaman membuat suasana hati kami pun damai dan kegelisahan jadi hilang. Di kantor YDBA ini kami berharap banyak informasi dan pengetahuan yang luas tentang apa itu UKM dan bagaimana pembinaan UKM dilakukan di YDBA.
Galeri YDBA

 Kami dipersilahkan menunggu di Galeri YDBA. Sambil menunggu, saya takjub   melihat  ruangan galeri yang berukuran tidak begitu luas tetapi penuh dengan barang-barang hasil UKM binaan dari YDBA. Ditata rapi dalam suatu etalase dan lemari kaca dengan apik dan diberikan sinar lampu yang terang. Contoh produk yang saya lihat  mulai dari produk makanan, kerajinan tangan (seprei, baju, songket, sulam, bordir gelang, kalung, tas, aneka aksesori,   produk pertanian dan alat-alat spare parts baik itu untuk motor,mobil, alat berat maupun alat-alat industri manufaktur memasak seperti penggorengan sampai kepada bengkel-bengkel motor yang jadi binaan YDBA. Saya sempat melihat majalah YDBA dan tertarik dengan salah satu UMKM dalam bidang manufaktur aluminium. 

Waktu kami bertemu dengan Bapak Henry, kesan dan impresi awal yang kami dapatkan adalah Beliau sangat mencintai pekerjaannya dan berpengalaman dalam bidang pengembangan UMKM. Padahal beliau baru saja menjabat posisi sebagai chairmain dalam waktu 2 tahun belakangan ini.

Ketika pembicaraan  sudah menyentuh tentang pembinaan UKM , beliau dengan sangat fasih
bercerita dengan detail apa yang ditanganinya tentang para UKM yang sudah dibina .

Para staf Yayasan Dharma Bhakti Astra ini memiliki dedikasi dalam membantu pengembangan, pelatihan para UKM, mereka bekerja dengan semangat dengan nilai-nilai “compasionate, responsbility, adaptive”. Aura kerja  staff internal di dalam kantor maupun yang bekerja sebagai tenaga koordinator, fasilitator, back officer yang berkoordinasi dengan UKM dan pemda setempat bekerja dengan sepenuh hati .

Beliau menekankan konsep bekerja bagi para staff “Man for with others” artinya karyawan bekerja bersama saling membahu dengan para UKM sampai ke level yang diinginkan bukan hanya sekedar memberikan sesuatu dana atau uang saja, setelah itu ditinggalkan. Istilah yang sering dipakai atau tepat didengar adalah “Berikan Kail, Bukan Ikan”.

 Berlanjut dengan ketertarikan saya untuk menggali lebih jauh tentang industri cor aluminium di sebuah desa di Umbulharjo, Jogyakarta . Sebagai seorang ibu rumah tangga, pada awalnya saya berpikir mungkin produk wajan yang pernah saya pakai itu berasal dari ED Aluminium. Sederhana pemikirannya tapi belum pernah melihat proses produksinya membuat saya makin penasaran dan terlebih bagaimana UKM ini dapat terpilih sebagai UKM unggulan dan pemenang Awards. 

Dikenal dengan nama ED Aluminium, awalnya UKM Manufaktur ini bergerak dalam Pembuatan alat rumah tangga yang bahan bakunya dari aluminium . Seiring dengan perjalanan dan proses produksi untuk pengembangan usaha, maka perusahaan ini mengembangkan sayap dalam bidang pembuatan produk presisi seperti spare part sepeda, pembuatan part presisi lainnya sesuai dengan pesanan konsumen, pembuatan mould (cetakan) keramik maupun besi yang berbahan baku terspesifikasi dari aluminium seri 1 sampai 7. 

Mudah sekali menemukan lokasinya karena terletak sekitar 3,5 km dari Ringroad Selatan, persisnya di Jl. Ki Guno Mrico 414 Giwangan, Umbulharjo, Jogyakarta. 

Menengok sejarah dari produksi cor aluminium di desa Giwangan, Umbulharjo, ternyata ilmu pengecoran aluminium didapatkan dari turun temurun sejak zaman Jepang. Awalnya, produksi aluminium cor menjadi sendok, cetakan kue, wajan, ketel, dilakukan dengan alat-alat sederhana dan tanpa teknologi. 

 Jumlah pengrajin di desa itu sekitar 150 orang tetapi yang paling aktif sekitar 70 orang, berkurang satu persatu karena selain tidak tahan dengan suasana kerja yang bersuhu panas dan merasa tidak nyaman karena upah atau gaji yang diterima dianggapnya tidak memadai. Sementara bagi pimpinan UKM berpikir keras bagaimana berkompetisi dengan pabrik besar yang dapat memproduksi alat rumah tangga dengan lebih mudah karena adanya teknologi canggih, modal besar dan fasilitas yang lebih nyaman.

 Namun, di antara 70 orang yang masih giat itu, terdapat seorang yang berhasil bertahan dalam kancah kompetisi cor aluminium yaitu Bapak Bambang Cahyana selalu pimpinan dari ED Aluminum . Usahanya di mulai sejak tahun 1985 dan sekarang telah berhasil UKM manufaktur cor aluminium dengan Sertifikasi : B4t QSC Reg No. 314/SEM-09/149. 

Proses pembuatan cor aluminium ini tidak lagi dilakukan secara sederhana seperti sediakala.  Dengan bantuan teknologi dan pemikiran dari Dr. Suyitno dari UGM, standar material yang digunakan pun material ac 4b, adc12, a356, hd2 untuk mengetahui mold sempurna digunakan alat flutridy.

Proses Pertama Mengumpulkan Bahan
 Proses produksinya dimulai dengan mengumpulkan bahan baku yang berupa base metal dan sisa aluminium berupa bekas aluminium dari kaleng, wajan, kaleng minuman . Bahan baku itu diproses menjadi aluminium ingot. Aluminium ingot adalah kualitas aluminium dalam produksi yang harus dijaga unsur logam Fe, Si dan CU dengan pengukuran alat yang disebut flutridy. Jika kadarnya sesuai dengan apa yang diarahkan oleh alat maka hasilnya akan sesuai dengan kualitas kemurnian aluminium yang diinginkan. 

Proses kedua: Masukan ingot ke dalam tungku panas
 Setelah itu, aluminium ingot akan dicairkan dengan dimasukkan ke dalam tungku pemanas . Dulu tungku pemanas menggunkan bahan batu bata, namun sekarang menggunakan bahan besi. Dicairkan dalam suhu 700 derajat C. Setelah mencair , diambil dengan “gayung” disambung dengan tongkat yang panjang dan dituangkan ke dalam cetakan. 

Proses ketiga: menuangkan cairan aluminium ke dalam cetakn
Cetakannya pun sudah sangat modern, dulu gunakan batu bata , sekarang telah gunakan besi (hasil dari penelitian dengan software full 3G) dalam waktu yang lebih singkat 3-5 detik sudah dapat dilepas dari cetakan.

 Akhirnya finishing pun dilakukan dengan memotong hasilnya yang kurang simetris , dan memberikan asesori seperti pegangan pada wajan dan digosok sampai halus. Teknologi untuk finsihing menggunakan mesin CNC lebih modern sehingga menghasilkan wajan yang ternyata saya salah duga sama sekali , produk yang disebut Wajan EDA itu punya kualitas dan nilai produk terstandar sehingga dapat digunakan senjata dalam perang 2015. Wow, saya tidak bisa bayangkan bagaimana ketajamannya dan kegunaannya yang dwifungsi (wajan dan alat perang). Dibuat dalam 3 jenis ukuran 33,36, dan 30 , tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan para ibu untuk keluarga. 

 "Persaingan keras dengan industri manufaktur besar jadi kendala utama terutama dalam bidang pemasaran, pembiayaan bank yang masih tinggi", kata Bapak Bambang. "Dalam teknologi kami mampu bersaing karena banyak dukungan dari Ilmuwan di Gajah Mada , dalam manajemen kami juga banyak mendapat dukungan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Jogjakarta sebagai cabang dari Yayasan Dharma Bhakti Astra", tambah Bapak Bambang selanjutnya.

 Berkat ketangguhan dalam mengikuti latihan manajemen, latihan pengembangan UMKM dan pelatihan 5R maka segala kesulitan yang dihadapi oleh Bapak Bambang dapat teratasi. Ditambah dengan selalu mengikuti sharing dengan mitranya yaitu LPB Jogyakarta yang dikoordinasi oleh Bapak Arif Rakhmanto, maka perjuangan Bapak Bambang pun membuahkan hasil. 

Hebatnya, ED Aluminium mendapat dua Award di tahun 2017 dari YDBA Yang pertama adalah sebagai “UKM Mandiri Manufaktur Terbaik”. Award ini membuktikan bahwa ED Aluminium telah melakukan perbaikan dan pembenahan dalam 5 pilar yaitu :

Malam Penghargaan UKM Mandiri Manufaktur
Bapak Bambang bersama Bp Arif /LPB Jogya dan Fasilitator LPB
  
2 Award Sbg UKM Manufaktur Terbaik dan UKM QC Terbaik
Produksi: 
Adanya “improvement” atau perbaikan dalam alur produksi. Produksi menjadi tertata dengan baik dan selalu dilaporkan /didokumentasikan seperti berapa dan kenapa kualitas produksi tidak baik, apa yang menjadi kesalahan dalam produksi yang gagal itu. 

Pemasaran:
Adanya perubahan  sistem pemasaran yang dulunya membagikan brosur-brosur kepada pelanggan atau calon pelanggan, sekarang menjadi “online “ bahkan sudah masuk dalam e-katalog YDBA yang sangat mudah diakses oleh calon pembeli di seluruh Indonesia. 

HRD: 

Adanya perubahan manajemen yang makin jelas dalam jobdesk setiap pegawai. Setiap pegawai memiliki jobdesk yang sistimatis dan jelas sesuai dengan kapasitas pekerjaannya. 

Keuangan:

 Semua administrasi keuangan dibukukan dan didokumentasikan dalam laporan kas kecil & Besar dan accounting.

CSR:
 Memiliki tanggung jawab sosial dengan membantu dan memberikan dana bantuan untuk mesjid di sekitar tempat produksi ED Aluminium.

 Award yang kedua adalah “UKM Quality Control Circle Terbaik 2”. Kualitas Kontrol dari ED aluminium ini telah terbukti mengikuti standar industri manufaktur 5R (Ringkas,Rapi,Resik,Rawat, Rajin) . 

5R dikenal sebagai budaya kerja dari Jepang , suatu proses perubahan sikap dengan menerapkan kerapian, kebersihan tempat kerja. Serangkaian urutan proses kerja 5R dari Ringkas, Rapi, Resik,Rawat, dan Rajin dalam budaya kerja dimana setiap pekerja harus merawat, merapikan, menjaga alat atau hasil produksinya sehingga terjaga kebersihan dan kerapiannya.

Bayangin bagaimana proses panjang telah dilalui oleh ED Aluminium untuk mencapai prestasi terbaiknya. Bukan hanya kerja keras saja yang dipacu dalam pencapaian itu, tapi juga mempertahankan motivasi agar terus bersemangat memperbaiki diri dalam bekerja dengan menemukan inovasi untuk perbaikan standar industri manufaktur . 

 Konsumen atau pelanggan ED Aluminium pun semakin besar ada 82 Perusahaan diantaranya Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Bantul, Universitas Gajah Mada, dan lain-lain. 

Kesuksesan dan keberhasilan Bapak Bambang tidak langsung menyurutkan dirinya untuk tidak melihat prospek jangka waktu panjang. Beliau masih punya cita-cita tinggi untuk menjadikan UKM ED Aluminium sebagai UKM mandiri yang dapat meneruskan pencapaiannya sampai Tier 1,2, 3 dan mampu menerima pesanan produk apa pun dengan skill, attitude dengan kualitas yang tinggi, cost yang murah dan delivery yang cepat yang pada akhirnya memuaskan pelanggan.

 Cita-cita yang tinggi ini patut mendapat acungan jempol karena sesuai dengan tujuan, misi dan visi YDBA dalam mengangkat UKM yang dibina jadi UKM Mandiri dan berkelanjutan akan terwujud. 

Sejalan dengan  60 tahun perjalanan Astra penuh dengan warna, inspirasi, ED Aluminium telah membuktikan dirinya sebagai UKM yang berhasil menangguhkan citranya , mandiri, berkelanjutan dan terus berinovasi.
Read More

10 Oktober 2017

Kuliner Khas Semarang

Jalan-jalan ke Semarang dan sekitarnya, tak boleh melupakan yang satu ini, yaitu Wisata Kuliner. Kenapa? Di Semarang dan sekitarnya banyak makanan yang enak dan legendaris , khas Semarang. 

Siapkan perut kosong sebelum menjelajah kuliner khas Semarang. Keunikan dari makanan di Semarang itu rasa manis, masam dan sedikit asin. Yuk, saya ajak makanan legendaris khas Semarang , jadi saya tidak menyebutkan semuanya yach: 

Lumpia:

www.resepkuekeringku.com

 Ada dua macam tipe lumpia. Lumpia basah dan lumpia goreng. Isi lumpia itu biasanya rebung yang telah direbus dimasak bersama dengan udang dan telor dan sedikit daun bawang. Cara penyajiannya : Lumpia goreng atau tanpa goreng itu dimakan dengan saus bawang yang dikentalkan berwara coklat kental dengan cita rasa manis dan tambahkan cabe rawit dan acar timun atau daun bawang. 

Tempat untul beli Lumpia yang enak itu ada 4: di Jl. Lombok dekat klenteng, Jl. Mataram, Jl. Pandanaran, Jl. Jagalan. 

Tahu Pong & Tahu Gimbal :



hellosemarang.com
Tahu Pong ini adalah tahu spesial yang dinamakan tahu pong karena tahu di dalamnya kosong, rasanya renyah dan gurih . Digoreng dan disajikan dengan kuah kecoklatan dari kecap ditambah dengan petis , cuka dan gula jawa. Ditambahkan dengan telor.  Makanan legendaris ini sudah ada sejak tahun 1930an. Tempatnya di Jalan Gajah Mada berseberangan gereja Bethel. 

Kombinasi dari Tahu Pong adalah Tahu Gimbal. Biasanya selain ditambahkan gimbal itu adalah udang yang digoreng tepung . Cara penyajiannya, tahu ,gimbal dipotong-potong dengan gunting, dan dilengkapi dengan longtong, lalu ditaburi dengan kuah tahu pong ditambahkan  petis , lalu diatasnya ditaburi dengan kacang yang sudah diuleg. Tempatnya di Jl. Menteri Supeno 

Bandeng: 


youtube.com

Produksi bandeng di Semarang sangat banyak. Biasanya bandeng sudah dipresto dan dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh wisatawan. Keunikan Bandeng semarang ini oleh Bandeng Duri Lunak yang diproses dari Bandeng Pilihan. Salah satu pusat oleh oleh yang menyediakan menu olahan bandeng adalah Toko Bandeng Juwana.

 Kuliner Bandeng Juwana juga mempunyai warung yang menyediakan aneka olahan ikan bandeng. Di Warung Bandeng Juwana ini menu kuliner yang dihadirkan cukup beragam seperti Bandeng Tauco, Sate Bandeng, Gudeg Bandeng. Tempat untuk beli oleh-oleh bandeng juwana di Jl.Pandanaran No.57 

Soto Bangkong: 
tribuneJateng.com

Disebut dengan Soto Bangkong oleh pemilik dan penemunya sejak tahun 1950. Sajiannya memang lezat karena keistimewaan terletak dari bumbunya. Soto Bangkong sendiri disajikan dengan bihun, irisan bawang, kuah, ayam suwiri dan bawang goreng. Tempatnya Jl. Setibudi No.229 Semarang. 



Read More