Featured Slider

"Printer Brother", Coloring Indonesia with Smart Printers


Kenangan lama timbul kembali ketika aku masih bekerja di sebuah perusahaan perbankan asing. Di Unit tempat kerjaku berjumlah 7 orang. Dari 7 orang itu, hanya satu printer yang tersedia. Semua teman-temanku tugasnya untuk melayani kustomer lewat telpon.

Suatu hari, datang seorang kustomer minta dibuatkan surat. Temanku langsung membuat draft dan selesai draft, langsung diprint. Tapi di saat yang sama, teman yang lainnya juga melayani kustomer lewat telpon, kustomer minta rekening korannya diprint. Tanpa komunikasi lebih dulu, siapa yang sedang ngeprint, langsung dia ikut ngeprint. 

Alhasil, printer yang satu-satunya melayani sekian banyak orang itu bingung. Bingung karena instruksinya bersamaan. Akibatnya , printer itu mogok, ngga bisa ngeprint.

Teman A: “Saya khan duluan ngeprint. Kamu mesti tunggu dulu dong!” 
Teman B: “Loh memang ada peraturan jika mau print, harus “halo-halo “ duluan!” sergah teman yang tak mau kalah. 
Teman C menengahi masalah itu. “Jika kalian bertengkar, tapi kustomer dirugikan tidak ada gunanya. Sekarang ini kustomer butuh pelayanan cepat bukan yang lama dan tidak efisien”.

Ternyata benar, kustomer merasa kesal sekali, mereka tidak bisa menunggu sekian lama . Hal ini bukan sekali terjadi, tapi sering sekali.  Mogoknya printer ini membuat kami semua lapor kepada supervisor. Akhirnya, supervisor menunjuk dua orang untuk “hunting” mencari printer yang punya fitur mencetak dengan kecepatan tinggi, refil mudah dan akurat, produktivitas bertambah, bekerja secara efisien , lebih hemat dan dapat cetak dari mana saja. 

Dua orang teman yang ditugaskan itu terpaksa “hunting” mencari kualitas printer yang sesuai dengan kebutuhan kami. 

“Pusing aku, pusing aku!” kata teman yang ditugaskan untuk cari printer. 
“Loh emangnya kenapa?” tanya supervisor. “Habis permintaannya dengan “seabreg” kriteria,"jawab teman saya. 
www.brother.co.id

 Setelah test semua printer, akhirnya yang dicari dapat juga, nada suaranya kelihatan lega sekali. Nich printer Brother pasti sudah sesuai dengan kualitas yang kita butuhkan, katanya 

Peristiwa itu sudah terjadi hampir 20 tahun yang lalu terjadi, tapi saya mengenang terus sampai saat aku pensiun. Ketika pensiun tiba, aku dan suami harus bekerja di rumah. 

 "Home  Office” membutuhkan peralatan yang dapat merangkap baik itu sebagai scanner, printer dan fotocopy. Selain hemat untuk pembelian, juga hemat tempat.   Kustomer mengirimkan data ke email, kami harus print. Kustomer datang dengan data yang harus dicopy. Kustomer butuh laporan pajaknya segera dikirimkan dalam bentuk hardcopy, kami harus print. 

Saat itulah, saya teringat sekali dengan “Brother” printer, MFC-J430W yang memiliki multi fungsi mulai dari printer, scanning, sampai fotocopy. Pekerjaan pada bulan-bulan tertentu yang begitu sibuk, harus bekerja keras untuk mencetak laporan.  Printer  “Brother” yang kami beli itu setia dalam kesibukan kerja kami, tanpa ada keluhan sejak Juni 2010.
Printer milik sendiri.   Sumber foto: dokumen pribadi

Printer “Brother “ yang kami miliki menjadi sahabat kami dalam pekerjaan karena  bentuknya yang praktis (kecil), mudah untuk mengganti tempat kertas (ada dua tray untuk dua ukuran kertas A4 dan F4),  kami tinggal masukkan kertas sesuai dengan ukurannya tanpa harus ganti-ganti tray.  Mutu cetakannya sangat prima, jika print "black and white", hasilnya jelas, juga untuk berwarna ,sesuai dengan warna asli  .  Tintanya hemat untuk jumlah cetak hitam putih.   Tinta Brother yang kami beli langsung dari Brother pun membuat printer Brother ini jadi printer handal, tidak rusak setelah sekian lama digunakan dengan berbagai macam pekerjaan.  Apalagi dengan 3 komputer di rumah, jika kami (saya, suami dan anak) ingin print tidak perlu harus melalui komputer yang memerlukan cable, cukup melalui Wi-Fi .
 
Begitu saya diperkenalkan oleh seorang teman, Printer Brother yang teranyar atau  update seperti MFC-T 910 DW, MFC-T 810W; DCP T 710W, DCP – T 510W, DCP – T 310W decak kagum saya langsung melihat kehebatan fitur-fiturnya .
Infografis :  Sumber Pribadi

 Kekaguman saya melihat keistimewaan dari fiturnya, salah satu yang menjadi keistimewaan dari fitur itu adalah Sistem refill tinta Brother.   Tinta Inktank printer diletakkan di depan sehingga setiap saat kita ingin print, mata kita langsung menatap level tinta inktank apa masih penuh atau sudah hampir habis. Designnya sangat bagus untuk mengisi tinta , tidak mudah bocor dan tumpah. 

 1. Mencetak dengan Kecepatan tinggi: 
  •  Kecepatannya 12/10 ipm 
  •  Alur kerja untuk dokumen yang dicetak dipercepat
  •  Kualitasnya sangat tinggi dengan kesan profesional 

2. Refill mudah dan akurat
www.cerita-astri.net
  •   Sistem refill tinta dilengkapi tutup transparan , mudah mengecek dengan mata 
  •  Dirancang meminimalkan risiko tumpah dan bocor 
  •  Semua model tinta hitak BTD-60 BK, tinta warna BT – 5000 C/M/Y 

3. Produktivitas berlipat Ganda 
http://www.cerita.astri.net
  •  Layar LCD 1,8 inch *) , keypad , navigasi menu, memudahkan cepat digunakan
  •  Cetak dokumen, scan langsung ke USB dapat dilakukan tanpa harus terhubung dengan PC *) untuk model tertentu 

4. Bekerja secara efisien
  •   Percetakan variatif 150 lembar kertas disesuaikan ukuran kertas 
  •  Auto document feeder dapat melakukan scan,copy, fax, 20 lembar secara otomatis 
  •  Multipurpose tray, 80 lembar kertas dengan gramasi variatif

 5. Lebih Hemat
  •   Kurangi biaya cetak dengan tinta “high-yield” Brother 
  •  Kapasitas sistem refill tinta : 6500 hitam putih dan 5000 halaman berwarna 
  •  “Green Environment” dengan fitur cetak 2 sisi otomatis
  •   Hemat kertas 50% 

6. Cetak dari mana saja
http://www.cerita-astri.net
  •    Opsi konektivitas fleksible untuk semua lingkungan kerja
  •   Terdapat built-in Wi-Fi dan Ethernet Network 
  •  Cetak Wireless dari desktop PC, Laptop
Keunggulan, keistimewaan dari Brother printer, utamanya  Ink Tank Printer, Printer handal, Color Printer membuat kinerja makin optimal dan efisien. Jadi pengin sekali punya PRinter Brother yang update.

Blusukan Kuliner dan Heritage Pasar Lama Tangerang


Dokumen Pribadi

Begitu membaca flyer dari Food Jakarta Travel berjudul “Tangerang China Town (Pasar Lama)”, saya tertarik untuk ikut serta. Alasannya saya sudah lama tidak pernah blusukan, apalagi menjelang Imlek, rasanya ingin melihat suasana kota China Tua di Tangerang. 

Tanpa berpikir panjang saya mendaftar walaupun teman-teman saya berguguran satu persatu. Namun, saat H-1, justru ada 3 teman dekat yang ingin ikut . Wah kesempatan emas juga karena kami dalam satu area untuk bisa berangkat bersama-sama ke meeting point, Stasiun Tangerang.

 Sempat berpikir bahwa City Tour ini perlu naik mobil, jadi saya pikir lebih efisien naik mobil rental saja. Apalagi setelah sempat melihat rute naik kereta dari tempat saya, harus tiga kali transit kereta. Maklum, saya membawa grup oma-oma. Wah, sampai di sana saya baru sadar bahwa City Tour ini adalah “Walk in Tour” alias jalan kaki. Sempat kaget sebentar, tapi ngga apa-apalah karena perlengkapan saya , topi, baju dan sepatu khusus untuk walk, sudah siap.

 Jam 8 tepat kami berangkat bersama-sama dengan teman dari Bintaro. Kami menuju ke stasiun Tangerang. Tepat sekitar jam 9.15 kami sudah tiba di sana. Belum banyak teman-teman yang datang. Ini terlihat dari kaos yang dikenakan, kaos merah yang ditentukan oleh panitia. Setelah pukul 9.40, pendaftaran dan pembayaran pun dibuka. 

Ada dua guide Pak Aji dan Pak Irawan siap memimpin dua grup kami. Saya masuk ke dalam grup pertama. Grup pertama ada 21 orang , anak-anak muda dan ibu-ibu dan dua orang lelaki . Perjalanan dimulai dengan naik angkot. Udara panas dan kemacetan menambah suasana tambah hiruk pikuk. 




Dokumen Pribadi
Beruntung perjalanan hanya singkat kira-kira 10 menit, kami sudah tiba di depan gang “Sukaria”. Menyusuri gang sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu mobil, kami berjalan sekitar 50 meter. Lalu, di depan gang, terlihatlah suatu papan nama “Nasi Uduk Encim Sukaria”. Kami tinggal menyeberang jalan. Rumah kecil itu dipenuhi dengan berbagai macam makanan mulai dari nasi uduk , ketupat, nasi ulam, semur jengkol, bakwan udang. Dari penampilannya memang tidak terlihat nikmat, tapi begitu membeli semua makanan di sini sangat nikmat dan sedap karena resep otentik dari generasi pertama dan telah dipertahankan  turun temurun sampai generasi kedua yang meneruskan usaha ini. Seorang Chinese yang disebut Encim Sukaria telah menurunkan ilmunya kepada anaknya. Pelanggannya banyak dan orang terkenal pun berdatangan ke sini. 

Dokumen pribadi
Beberapa meter dari Warung Encim Sukaria, kami mengunjungi Penggilingi Kopi Jadul. Penggilingan yang sangat kuno itu terbuat dari besi yang masih kokoh sekali. Penjualnya, seorang lelaki berambut putih keturunan China dengan senyumnya yang mengambang melayani kami. Menjelaskan bahwa mesin tua itu sudah hampir belasan tahun digunakan. Kopi yang belum digiling sangat harum tercium. Tinggal pilih ingin kopi yang mana, Arabica atau Robusta. Tak kalah dengan kopi kafe mana pun.

Sungai Cisadane  :  Dokumen pribadi
 Setelah perut kenyang dengan makan di Encim Sukaria, kami menyebarang lagi , masuk ke jalan yang sama Jl. Sukaria, lalu menyebarang jalan , masuk ke gang yang sangat sempit hanya muat satu orang. Wow, saya sendiri terkejut kok masih ada jalan tembus yang begitu sempit sekali tapi cukup memudahkan untuk potong jalan. Setelah jalan lagi beberapa puluh meter, dari kejauhan kami melihat lintasan sungai. “Itu dia, Sungai Cisadane!” seru teman saya. Dikelilingi dengan pagar besi yang telah dicat dengan bersih, lalu ada trotoar khusus untuk naik ke atas menuju dekat pinggiran Sungai Cisadane. Kami dapat melihat dengan jelas aliran sungai Cisadane yang lancar tanpa hambatan karena tidak ada kotoran sampah. Walaupun airnya kecoklatan tetapi kelihatan bersih tanpa sampah. 

Rumah Burung. Dokumen Pribadi
Lalu, kami menyeberang jalan dan berjalan menuju sebuah gang sempit lagi. Di gang ini kami menjumpai sebuah bangunan kuno, Rumah Sarang Walet terletak di Jl. Cilangkap No.44. Rumah itu dulunya adalah sebuah bangunan dikenal dengan nama “Roemah Boeroeng”. Dihiasi dengan ornamen-ornamen bernuansa oriental sebagai bagian kawasan pecinaan. Bangunan yang tidak terawat , tempat burung walet bersarang itu direstorasi oleh seorang bernama Udaya Halim. Beliau merubah bangunan kuno menjadi tempat yang sangat berguna sebagai peninggalan yang bermanfaat bagi wisata kota Tangerang. 

Rumah Penulis Oey K.T. Dokumen Pribadi
Di seberang Rumah Burung, terdapat satu rumah kuno berwarna hijau pucat. Rumah ini merupakan rumah penulis Oey K.T. , penulis yang dikenal sebagai penulis silat Kung Fu. 

Lapis Legit .  Dokumen pribadi
Dari sini kami berjalan lebih masuk ke gang sempit penuh dengan rumah China yang digunakan untuk berjualan makanan . Kami memasuki salah satu rumah . Di depan rumah, tempat memanggang lapis legit yang masih memakai oven yang lama dengan panggangan menggunakan batu bara. Di dalam rumah ini seorang ibu yang sedang memotong-motong lapis legit. Enaknya lapis legit sangat terkenal, dari bahan pembuatan lapis legit itu dari 40 telur , margarine satu kotak dan pembuatannya yang butuh ketelatenan karena satu lapis dimatangkan, dimasukkan lagi lapis berikutnya. Harga yang mahal dari lapis legit ukuran 22x22 , RP.500,000 sebanding dengan kelezatannya yang sangat legit. 

Vihara Boen Tek Bio. Dokumen Pribadi
Selesai, menikmati lapis legit, kami melihat sebuah kelentek yang disebut dengan Boen Tek Bio, tidak begitu besar tapi kesibukan persiapan untuk menyambut imlek sudah terlihat. Semua patung-patung dibersihkan, hio (alat untuk sembahyang sudah disiapkan), ditengah-tengah dari tempat sembahyang terdapat tempat dupa dan buah-buahan segar. Belum begitu banyak orang berdatangan karena hari itu belum Imlek. 

Vihara Padumuttara. Dokumen Pribadi
Di dalam kelenteng, kami masuk ke dalam, kami mendapatkan sebuah vihara Paddumutara. Tempatnya bersih, tenang, dan ada beberapa orang beragama Budha sedang bersemedi dengan cara berjalan terus tanpa henti. Memfokuskan diri tanpa terganggu dengan kondisi sekitarnya. 

Berlanjut, kami mampir di seberang ada Es Campur yang berwarna merah dan bentuknya seperti kerucut. Harganya tidak mahal ,Rp.10,000 , untuk menghilangkan rasa haus karena teriknya matahari. Di samping dari es itu ada sebuah kafe kopi yang disebut Roemboer, berbagai macam kopi yang sudah digiling, tinggal di order. 

Kami berjalan melewati pasar yang baunya agark kurang menyenangkan, ikan, ayam dan genangan air dari penyucian ayam itu . Setelah melewatinya, kami berhenti di sebuah rumah yang disebut dengan Museum Benteng Heritage. Museum Benteng Heritage adalah museum yang penuh dengan cerita dari mulai pakaian, rumah, tradisi, pekerjaan dari warga China Benteng di Tangerang . Sekain itu ada juga barang-barang koleksi seperti lukisan, poster langka, atau bahkan barang antik peninggalan kebudayaan Indonesia-Tionghoa. Pada lantai kedua dan ketiga, disediakan ruangan untuk makan. Barang-barang antik juga turut menghiasi ruangan di lantai kedua dan lantai ketiga. 
Museum Banteng Heritage. Dokumen Pribadi

Bangunan heritage ini telah direstorasi oleh pemiliknya , Udaya Halim sebagai Heritage Tangerang. International Non-Government Organization (INGO) dan Asian Development Bank (ADB). Pemerintah Kota Tangerang melakukan diskusi dengan INGO dan ADB seputar masalah kesejahteraan dan juga pembangunan masyarakat. Berakhirlah kunjungan blusukan kami di Kota Lama Tangerang . Puas dengan kuliner dan melihat peninggalan kuno yang menjadi Heritage China, warga Cina Banteng, Tangerang.

Kangen Selalu Ada Rasa dan Cinta di Kota Kelahiranku


www.chizpriz.com

Ingatanku melayang kembali ke masa kecilku yang tak pernah kulupakan sama sekali. Masa kecil di sebuah kota cukup besar, penuh dengan kenangan baik yang indah maupun buruk. Meskipun kota kelahiranku sudah kutinggalkan hampir 40 tahun yang lalu, tapi ada kangen yang terus menggelayut kalbuku untuk tetap kembali. Di sana, ada kenangan yang tak pernah kulupakan, kerinduanku untuk selalu mengecap masakan ibuku sejak kecil yang merupakan kesukaanku jadi bagian yang terindah dari semua kenangan indah itu. 

Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Kakakku seorang perempuan. Usianya berbeda 11 tahun dariku. Orang sering mengatakan bahwa jadi anak bungsu itu menyenangkan karena dicintai dan dimanja oleh seluruh keluarga. Namun, cara ibuku dalam mencintai anaknya memang sangat berbeda. Dia tak mau memanjakan anak bungsunya berlebihan. Caranya mencintaiku yang tidak dapat kulupakan adalah dengan disiplin kuat dan didikan keras. Sejak kecil aku tak boleh jajan. Seringkali naluriku sebagai anak merasa iri kepada teman-temanku yang lain yang bisa jajan di sekolah, tetapi justru kecintaan ibu dengan tidak memperbolehkan aku jajan adalah untuk melindungi diriku dari pesakitan. Diriku yang kurus dan susah makan itu rentan sakit, apalagi jika harus jajan. Belum lagi disiplin waktu untuk makan, tidur dan belajar selalu kuringat betul, kebiasaan itu diterapkan sejak aku kecil Aku tak bisa seenaknya bermain di rumah temanku karena aku sering kesepian mencari teman, maka aku bermain ke tetangga. Pada jam makan aku dijemput dan diminta pulang untuk makan . Siangnya aku harus belajar sebelum tidur.

 Cerita soal makanan, aku paling sulit sekali untuk makan. Ibuku sering menyebut “picky”, ngga suka sayur, ngga suka ikan, nggga suka daging. Justru makanan yang bergizi seperti ikan, sayur, dan daging tak pernah kusukai. Yang paling kusuka hanya makan “mie” dan “bihun”. Asupan tidak bergizi itu tak sesuai dengan kegiatanku yang cukup menyita kalori. Aku berenang pagi hari, lalu sekolah, les. Tubuhku kurus kering di usia balita, ibuku sering membawaku ke dokter anak. Begitu masuk ke dokter anak, dokter menyatakan bahwa aku kurang gizi karena makanan yang kusantap tidak memenuhi syarat untuk pertumbuhan anak. Satu kata dokter yang masih kuingat: “Ibu tidak boleh memenuhi sesuai keinginan anak. Kebutuhan gizi seorang anak harus dipenuhi. Harus cukup karbohidrat, kalori, kalsium dan lainnya!”

 Setelah mendengar nasehat dokter, besoknya ibu ke pasar, dan supermarket. Saya kaget melihat di meja makanan sudah tersedia makanan yang lezat menurut ibu, susu, telur, sayur brocolli, ayam goreng dan buah-buahan. 

 Sayangnya, saya tak banyak menyentuh makanan itu . Saya hanya mengambil ayam goreng dan nasinya saja. Mata ibu melotot . Beliau merasa kesal , sudah cape memasak khusus untuk saya tetap saja tidak dimakan. Padahal semua itu demi kebaikan saya. Terlontar dari mulut saya (waktu itu usia saya 3 tahun): “Kurang enak mah! Itu yang dibuat mamahnya Edo enak sekali. Sayurnya dikasih keju!”

 Diam-diam, ibu saya mencari tahu apa yang dimasak oleh ibu Edo. Ternyata , saya pengin sekali makan brokoli dengan taburan keju karena saya sempat minta sayur kepada Edo. Saya cicipi dan rasanya lezat sekali. Sejak itu, ibu rajin mengumpulkan resep-resep untuk bekal saya dari ibu Edo dan kadang-kadang beli resep dari toko buku. Resep itu langsung dipraktekan .

 Nikmatnya, saat beliau menyiapkan makanan untuk dibawa ke sekolah . Mata saya melotot dan aku mengintip kok di dalam roti panggang itu ada keju kesukaanku. Roti panggang itu lengkap banget dengan keju, daging asap, sayur slada, mentimun, tomat. Saya yang tak suka sayur dan tomat, tapi terpaksa makan sayurnya karena ibu pintar sekali mengolah dan menyajikan dalam satu kesatuan sehingga saya tak bisa pilih-pilih sayur yang tak saya sukai.

 Bukan hanya bekal, tapi makanan dan snack yang dibuat ibu makin hari makin bervariasi mulai dari makaroni schotel, cheese fettucine, kroket, bola-bola, brocoli dicampur dengan smoked beef, stik keju, sampai spagethi. Semua makanan itu dicampur dengan cheese .Saya ingat banget setiap pulang dari berenang, selalu tersedia susu dan salah satu makanan kesukaan saya entah itu kroket atau brocoli. 

Sejak saya makan dengan asupan yang bergizi, apalagi ditambah dengan cheese prochiz yang diselipkan dalam masakan, tumbuh kembang saya jadi normal dan sehat sekali. Cheese yang mengandung kalori, kalsium, vitamin A, B, dan D, serta protein membuat diriku sehat dan tak pernah sakit-sakitan lagi. Sungguh aku selalu rindu dan kangen pada cinta dan rasa ibu yang selalu tersedia di setiap masakannya. Kangen dengan rasa yang menyenangkan lidah seorang anak yang dulunya tak mencintai makanan bergizi, berubah jadi anak yang suka makanan beraneka ragam dan yang tak pernah lupa dengan cheese kesukaanku yang selalu terselip diantara masakan ibu.

BPK Garda Terdepan Kawal Kesejahteraan Rakyat


Kekayaan seseorang atau pribadi terbatas sekali . Harta kekayaan seorang atau individu terkaya di Indonesia  masih dapat dihitung, misalnya kapal pesiar, 4 rumah di Jakarta, Bogor, Bali, Makasar, 5 mobil dan beberapa kekayaan atau harta baik atau bergerak atau tidak bergerak lainnya.

Kekayaan Alam.  Sumber:  Tribunenews.com

Itu baru kekayaan pribadi. Bagaimana dengan kekayaan suatu negara? Pernah menghitung kekayaan negara? Secara kasat mata , kekayaan Indonesia itu sangat besar sekali , Mulai dari jumlah pulaunya , sungai,gunung, budaya ,tambang, tanah, bangunan, hutan, pertanian, peternakan, sampai kepada jumlah orang atau masyarakatnya.
Kekayaan Tambang Freeport.  Sumber:   twitter.com

Aset negara itu ada yang disebut dengan barang milik negara (BMN) ada pula yang disebut dengan aset secara utuh. BMN adalah bagian dari aset negara karena berupa barang, tanah dan bangunan yang memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk pendapatan bukan pajak. 

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, nilai dari aset atau kekayaan BMN adalah Rp.2.188 triliun sementara total nilai aset negara secara keseluruhan adalah Rp.5.456 triliun. Kekayaan negara yang demikian besar itu digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Tentunya kekayaan harus dikelola dengan sangat baik, transparan dan bertanggung jawab. 

Dengan  total nilai aset negara itu sebesar itu , negara tentunya membutuhkan badan, organisasi , orang-orang yang dapat mengelolanya sesuai dengan Undang-Undang. Badan atau organisasi itu dibentuk seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Pusat, Lembaga-Lembaga lainnya yang diperlukan untuk pengelolaan Kekayaan Daerah sampai Pusat.

 Dalam pengelolaan kekayan negara itu, semua stakeholder yang ditunjuk seperti di atas tentu perlu adanya anggaran pendapatan dan belanja. Misalnya untuk usaha pertambangan maupun usaha pertanian, tentunya ada pendapatan dan pengeluaran. Untuk itu Pemerintah Pusat sudah membuat Anggaran Belanja Pendapatan Negara (APBN) . APBN ini menjadi dasar untuk Belanja dan pengeluaran selama satu tahun.

APBN disusun oleh Pemerintah satu tahun sebelum tahun Anggaran. Katakan tahun 2018, maka anggaran harus disusun pada akhir tahun 2017. Setelah disusun Pemerintah, harus disahkan dan disetujui oleh DPR. Apabila DPR sudah mengesahakan APBN, maka semua stakeholder baik itu BUMN, BUMD, PEMDA, Kementrian, Lembaga bekerja berdasarkan  APBN. 

Berapa alokasi biaya untuk sesuatu proyek atau berapa biaya gaji pegawai, atau berapa biaya untuk pembangunan proyek untuk menambah kekayaan negara? Semua biaya, pengeluaran diatur dalam APBN atau APBD yang sudah disetujui oleh DPR. Masing-masing pengelola harus memiliki pengetahuan tentang Undang-Undang dan APBN, APBD serta aturan PP yang terkait dengan pengeluaran suatu alokasi biaya sesuai dengan keperluannya. 

Selayaknya pengelola anggaran tidak menyimpang dari aturan.  Namun,seringkali para Birokrat itu lupa kepada amanah yang telah mereka sandang.   Sedihnya, mereka tak sadar dengan penyimpangan itu rakyatlah yang menderita.

 Apa  Dampak  Jika Tidak Ada Pengawasan Keuangan?
blogumyac.id

  •  Apabila kekayaan suatu negara digerogoti oleh koruptor baik itu bertindak sendirian atau bersama-sama maka kekayaan itu dapat punah, dan negara pun jadi hancur karena salah penggunaan kekayaan negara oleh seseorang atau jamaah koruptor. 
  • Tidak tercapainya visi dan misi negara yang diemban oleh BPK yaitu menjadi pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara melalu pemeriksaaan yang berkualitas dan bermanfaat. 
  • Setelah negara hancur, maka rakyatlah yang menderita. Kesejahteraan rakyat hilang, rakyat miskin baik itu ekonominya, pendidikannya, sosial sehingga semuanya tinggal puing-puing kehancuran. 

Siapa yang Dapat Mengawasi Penggunaan Kekayaan Negara?
 
Sumber:  www.slideshare.net


Sesuai dengan Undang Undang Dasar 45 pasal 23E, pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara harus diawasi oleh suatu badan yang bebas dan mandiri . Badan itu disebut dengan Badan Pengawasan Negara (BPK). BPK sebagai pengawas kekayaan negara ini ini sangat independen, dibentuk dan dipilih oleh DPR.

 Saat ini jumlah direksinya 9 orang, tetapi mempunyai banyak karyawan karena BPK memiliki cabang di setiap provinsi.  Orang yang terpilih di BPK adalah orang yang sangat ahli dalam bidang audit untuk memeriksa laporan tahunan dari lembaga atau BUMN, BUMD, PEMDA. Posisi atau tanggung jawab BPK itu sejajar dengan Lembaga yudikatif, eksekutif lainnya, bahkan sejajar dengan Presiden. Oleh karena itu dalam melaksanakan pekerjaan, tanggung jawab dan wewenang BPK tidak boleh bermain api. Artinya BPK sangat dipercaya sebagai lembaga independen yang tidak bisa dipengaruhi oleh Presiden , dimana tahun-tahun sebelumnya pada zaman orla maupun orba, BPK harus ikut arus bersama Presiden. Sebelum laporan BPK diserahkan harus diserahkan dulu kepada Presiden supaya hal-hal yang jelek, menyimpang, tidak diterbitkan. 

 Sekarang hal ini tidak boleh terjadi.   BPK benar-benar bekerja secara bebas ,tidak tunduk kepada siapa pun.   BPK bekerja secara profesional sesuai dengan tugas dan wewenangnya ,yang  dituangkan dalam UU No.17 tahun 2004 (terbaru ) setelah sebelumnya diamend dari UUD No.17 tahun 2003; UU No.1 Tahun 2004.

BPK sebagai auditor dari semua kekayaan negara, atau kita sering menyebut BPK kawal kekayaan negara ,bukan hanya bertanggung jawab kepada DPR, DPD tetapi sebagai lembaga independen,  BPK tak terlepas dari audit dari pihak lain. BPK pun harus diaudit oleh KAP yang ditunjuk oleh  Menteri Keuangan sesuai dengan Pasal 32 ayat (2) UU 15 tahun 2006. Untuk tahun 2016 KAP yang ditunjuk adalah Wisnu B. Soewito & Rekan. 

 Bagaimana caranya Mengawal Kekayaan Negara?


Saya sebagai seorang rakyat biasa, cukup bingung, apakah  tugas berat BPK  untuk mengawasi penggunaan kekayaan negara itu mampu dijalankan?  Bayangin, jumlah Laporan Tahunan yang harus diawasi atau diatudit sangat banyak, ada 34 provinsi, 537 daerah, 37 Daerah, 91 Lembaga/Kementrian . Sebelum masuk ke tugas BPK yang lebih rinci, kita perlu mengingat dulu struktur organisasi kelembagaan pemerintahan.   Di tiap lembaga, BUMN, BUMD, PEMDA dan semua Kementrian itu pasti mempunyai bagian keuangan. Bagian keuangan ini juga memiliki internal auditor yang sering disebut dengan Inspektorat.

Nach, sebelum BPK menerima laporan dari masing-masing Lembaga/BUMN, BUMD, Pemda, laporan keuangan itu harus diperiksa dulu oleh inspektorat masing-masing departemen/lembaga/BUMN/BUMD. Hasil pemeriksaan laporan keuangan itu diserahkan kepada BPK. Salah satu tugas dari BPK adalah pemeriksaan keuangan. Tugas yang lainnya adalah memeriksa kinerja, dan yang terakhir adalah tugasnya untuk tujuan tertentu.
sumber:  www.bpk.go.id

Pengawalan agar BPK tetap melakukan tugas dan wewenangnya perlu didukung oleh semua warga masyarakat. Namun, timbul pertanyaan bagaimana kita sebagai warga bisa intervensi atau mengawalnya? Tentu saja kita tidak bisa langsung mengawal dengan masuk ranah BPK, tapi BPK itu khan dibentuk oleh DPR maka kita pun sebagai rakyat yang punya wakilnya di DPR dapat menyampaikan seruan atau input atas sesuatu keganjilan tentang keuangan proyek dari suatu departemen/kementrian . 

Proses kerja BPK :
Sumber:  www.bpk.go.id

Cara kerja BPK dalam mengawasi laporan keuangan dari setiap kementrian/lembaga/BUMN/BUMD dengan dasar yang sangat kuat, harus sesuai dengan standar akutansi Pemerintah, kecukupan pengungkapan, patuh terhadap perundang-undangan, efektivitas sistem pengendalian internal.

 Sama halnya dengan laporan kinerja dan tujuan tertentu,semua ada dasarnya. Setelah laporan itu diaudit oleh BPK, maka BPK pun akan memberikan opini apakah laporan itu masuk dalam salah satu kategori yang berikut ini:
Sumber:  www.bpk.go.id
  • Wajar tanpa pengecualian 
  • Wajar dengan pengecualian 
  • Tidak Wajar
  •  Menolak Memberitakan Pendapat 

 Laporan yang sudah diaudit oleh BPK akan diserahkan kepada DPR, DPRD dan DPD. 
 DPR , DPRD dan DPD akan menyerahkan dan membicarakan dengan Lembaga/Departemen/Kementrian yang bersangkutan. Mereka akan menjawab atas opini yang diberikan oleh BPK. Apabila ditemukan sesuatu yang bersifat tidak wajar , BPK pun tidak usah ragu-ragu untuk melaporkan kepada Kepolisian untuk proses hukum selanjutnya. Namun, jika kategori wajar tanpa pengecualian dan dengan pengecualian, dan jawaban sudah diperoleh dari kementrian bersangkutan, BPK pun terus menindaklanjuti dari koreksi apa yang akan dilakukan oleh departemen /Kementrian bersangkutan.

 Kelihatannya proses ini sangat sederhana, tetapi tentu dalam prakteknya tidak sederhana itu karena persepsi dari auditor BPK maupun yang diaudit kadang-kadang tidak sama atau bahkan belum memiliki kesamaan persepsi. 

 Contoh dari pekerjaan berat yang telah diselesaikan oleh BPK HPS I Tahun 2017 memuat 687 laporan hasil pemeriksaan, yang memuat 14.997 permasalahan. Permasalahan yang perlu mendapat perhatian berdasarkan hasil pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, yaitu hilangnya potensi PNBP yang diterima pada periode 2009-2015 sebesar US$445,96 juta sebagai akibat dari pembayaran iuran tetap, royalti, dan royalti tambahan PT Freeport Indonesia yang menggunakan tarif dalam kontrak karya dimana besaran tarifnya lebih rendah dari tarif yang berlaku saat ini.

Permasalahan lain diantaranya adalah koreksi perhitungan bagi hasil migas pada SKK Migas karena adanya pembebanan biaya-biaya yang tidak semestinya diperhitungkan dalam cost recovery senilai US$956,04 juta atau ekuivalen Rp12,73 triliun. Selain itu, 17 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau pemegang Working Interest (Partner) belum menyelesaikan kewajiban pajaknya sampai dengan tahun pajak 2015 senilai US$209,25 juta atau ekuivalen Rp2,78 triliun.


BPK dalam usianya yang ke-71 , pencapaiannya dapat dibanggakan dengan Ikhtisar Hasil Laporan  2017 yang dirangkum dalam 687 laporan berhasil disampaikan kepada DPR dan Presiden tepat waktu semester pertama tahun 2017.  Dari hasil pemantauan TLRHP periode 2005-2016  telah ditindak-lanjuti dengan penyerahan aset/penyetoran uang ke kas negarah daerah/perusahaan sebesar Rp.70.19 triliun.

Kekayaan negara harus diselamatkan demi kesejahteraan rakyat.  Penyelamatan  dana dari potensi kerugaian sebesar Rp.70.19 triliun dapat digunakan  untuk kebutuhan 2,339,666 keluarga apabila sebuah keluarga membutuhkan Rp.30 juta (Rp.70.19 T /30 juta).
Sumber:  www.bpk.go.id

www.bpk.go.id

 Sistem Informasi Pemantau Tindak Lanjut:
Agar tidak terjadi mispersepsi maupun miskomunikasi dalam jawaban laporan, maka sekarang ini laporan pun dibuat dengan canggih . Sistem yang digunakan dengan internet dinamakan Sistem Informasi Pemantaun Tindak Lanjut (SIPTL).
 Suatu temuan jika tidak ada tindak lanjut adalah suatu kebohongan publik saja. Demikian juga apa yang telah dilakukan oleh BPK untuk temuannya atau opininya, seharusnya ditindak lanjuti baik oleh Kementrian/Lembaga/BUMN/BUMD. Untuk mempermudah tindak lanjut ini, BPK sudah membuat suatu sistem kerja yang sistematis dan efisien dan efektif melalui website yang data basenya telah dibuat oleh BPK. 

Berikut ini adalah langkah-langkah sistem kerja sistem Informasi Pemantau Tindak Lanjut (SIPTL): 

  • Pemeriksa input LHP ke dalam model Pelaporan aplikasi SMP PSP (Kasubaud) melakukan validasi dari data LHP yang diinput.
  •  Inputer entitas melakukan monitoring dan pelaporan TLHP melalui SIPTL secara online.
  •  TU input BAST/RESI LHP. Kasubaud melakukan validasi dan penelahaan TLHP yang dilaporkan oleh entities penentuan status TLHP 

Walaupun SIPTL telah dibuat, kerja keras “BPK kawal harta negara” perlu disupport atau dibantu oleh semua stakeholder yang terkait termasuk warga untuk suksesnya menyelamatkan harta negara. Peningkatan pengawasan keuangan negara yang transparan dan jauh dari korupsi , jadi tujuan negara, rakyat yang sejahtera dan makmur.


Sumber referensi: