Featured Slider

Bangga Atas Keragaman Pangan Indonesia, Kreativitas dan Inovasi Dibutuhkan

Keragaman Pangan
Dokumen pribadi
 
Anto kecil baru pertama kali menginjakkan kakinya  di bumi Maluku. Kepindahkan pekerjaan ayah di Maluku membuat dirinya ikut serta pindah.
 
 Di hari pertama,  dia  heran menatap hidangan  sagu sebagai makanan pokok di meja makan.
 
 “Pah, ini makanan apa?”
 “Ini sagu sebagai pengganti beras. Di sini tak ada beras, Nak! Jika di Jawa beras itu dikatakan sego, di Sunda dikatakan sangu, di sini dikatakan sagu.”
 “Dari mana asal sagu Pah?”, tanya Anto. 
 
Mata Anto terbelalak, mendengar sagu yang terbuat dari tepung berasal dari batang pohon sagu yang bentuknya menyerupai pohon palma, hidupnya di tepi sungai itu bisa menghasilkan tepung sagu. Diolah menjadi papeda menjadi makanan khas di Maluku dan Papua. 
 
Di Sulawesi Selatan bubur sagu tawar dinamakan kapurung. Tekstur seperti lem dan nikmatnya disajikan dengan masakan ikan berkuah. Kuah perpaduan antara rasa asam,pedas, dan gurih. Menambah lezat adanya campuran sayuran, suwiran ayam dan ikan.
 
 Bukan sekedar heran tentang makanan yang belum pernah dijumpai. Anto tapi dia juga  kaget dan “surprise” saat mengetahui cara memasak dan menyantap makanan papeda itu . 
 
Mulai dari pengolahan pohon sagu, memasak, lalu menyantapnya, harus dilakukan bersama-sama sekelompok orang, bingkai persaudaraan terlihat kental sekali. 
 

 Kekayaan Pangan Lokal Indonesia 

 
Kekayaan alam semesta Indonesia yang memiliki 17.500 pulau kecil dan 5 pulau besar merupakan negara maritim terbesar. 
dokumen pribadi
 
Dari segi geografisnya, Indonesia memiliki daratan, kepulauan, Kita akan menjumpai berbagai macam pangan lokal yang berbeda di tiap tempat. Produk pangan di Indonesia itu sangat melimpah dan beragam.
 
Meskipun dominasi produk pangan lokal yang jadi acuan makanan pokok adalah beras dan tepung terigu. Namun, diversifikasi pangan pokok di tempat wilayah Indonesia berbeda satu dengan yang lainnya,bukan hanya beras, ada sagu, singkong, jagung, ubi jalar, kentang, talas, gembili, pisang. 
 
Sementara sumberdaya lokal yang diproduksi atau dihasilkan oleh orang di daerah itu di definisinikan sebagai produk pangan lokal. 
 
Masyarakat tertentu di suatu daerah mengolah bahan baku lokal, menggunakan teknologi lokal berdasarkan pengetahuan lokal. Biasanya produksi pangan lokal itu dikembangkan sesuai dengan preferensi konsumen lokal pula. 
 
Jadi produk pangan lokal ini erat kaitannya dengan budaya lokal setempat. Sebagai contoh di Garut dikenal dengan Dodol Garut, di Kudus dikenal dengan jenang Kudus, di Jogya dikenal dengan nama Gudeg Jogya, Beras Cianjur, Ceriping Magelang, Wajik Salaman, Talas Bogor, Mendoan Purwokerto.
 
Potensi dan variasi pangan lokal itu sangat luar biasa besarnya, selain jadi ciri khas daerah juga untuk meningkatkan ekonomi dari warga yang memproduksi pangan lokal .
 
Hutan Indonesia yang terdiri dari hutan produksi, konservasi, hutan lindung  juga memiliki produk hutan non-kayu . Hasil hutan adalah buah-buahan seperti Nangka, durian, salak,duku, mangga, rambutan, kacang-kacangan (kacang tanah, tengkawang), sayuran (petai, rebung, jengkol, sagu), madu dan rempah-rempah.
 
 Produk pangan berasal dari hutan itu merupakan hasil makanan yang ramah lingkungan, dan jauh lebih sehat . Ironisnya bahan pangan liar makin sering jadi menu standar bintang selebriti di dunia, tapi masyarakat hutannya justru makin kurang konsumsinya. 
 
Semua makanan hutan berupa vitamin dan mineral, hewan liar, lemak dan mikronutrisi telah lama mengisi diet masyarakat yang tinggal di dalam hutan. Namun, sejalan adanya deforestarasi , berkurangnya akses ke hutan, maka bahan dapur alami pun tidak dimanfaatkan lagi. 
 
Agar tidak punah hasil hutan itu, kita perlu menjaga dan melindungi hutan dari pembalakan, pembakaran.
 
Namun, ditengarai konsumen  lebih menyukai pangan pokok beras dan tepung terigu ketimbang pangan lokal yang begitu kaya jumlah (kuantitasnya) dan terjangkau harganya. Mengapa demikian? Padahal jika kita hanya mengacu makanan pokok beras dan tepung saja, maka ketahanan tangan kita tidak akan tercapai. 
 
Untuk mencapai ketahanan pangan perlu diversifikasi pangan adalah kunci ketahanan pangan.
 

Ketahanan pangan vs Kekayaan alam

Keragaman Pangan
dokumen pribadi

 
 Pertanyaan mendasar, manusia perlu makan untuk hidupnya, bukan? Jika benar demikian, bagaimana memenuhi pangan untuk 250 juta warga Indonesia. 
 
Agaknya sulit untuk menggeser beras dan tepung yang tetap jadi dominasi makanan pokok di Indonesia. Mindset orang sering mengatakan “Belum makan jika belum makan nasi!”
 
Bayangkan jika setiap orang membutuhkan beras atau tepung sebagai dominasi pangan pokoknya, berapa jumlah beras yang harus dipenuhi? 
 
 Produksi beras Indonesia oleh petani kecil  sangat terbatas. Petani sebagai sumber daya penghasil beras, tak punya teknologi pengolahan itu, luas tanah kurang dari 0,8 hektar, hanya menghasilkan 79.2 ton atau 792.000 kg di tahun 2016,
 
Sementara kebutuhan untuk warga 250 juta, setiap orang butuh 150 gram per orang, artinya 37,500,000 kg untuk 250 juta. Pasti produksi ini tak mencukupi untuk konsumsi makan seluruh warga Indonesia. 
 
Apakah Pemerintah Indonesia harus mengimpor beras tiap tahunnya? Pastnya hal ini bukan jalan terbaik sebagai solusinya. Impor itu memberatkan pengeluaran devisa negara dan kita tidak bisa swasembada pangan, pada akhirnya ketahanan pangan kita pun akan hancur. 
Keragaman Pangan
dokumen pribadi

 
 
Agar ketahanan pangan terjaga, kita perlu meningkatkan diversifikasi pangan lokal dengan teknologi pangan yang sesuai dengan preferensi konsumen. Kekayaan hasil alam tiap daerah berbeda satu dengan yang lainnya. 
 
Sebagai contoh di Pulau Timor ,ditemukan banyak singkong yang melimpah ruah hasilnya. Sayangnya, petani maupun kelompok tani tidak memahami bagaimana mengolah singkong itu , mereka tak punya teknogi pangan sehingga membuat produk turunannya punya nilai tambah. 
 
Contohnya singkong dengan turunan-turunannya menjadi makanan mie-lethek, kripik singkong, dan tepung mocaf. Tanpa teknologi pangan, banyak petani yang menderita kerugian saat panen. Teknologi pangan ini akan menyelamatkan petani dari kerugian dan rendahnya harga panen dibandingkan dengan biaya produksinya. Kerugian besar anjloknya harga saat panen pangan membuat petani malas untuk memproduksi lagi singkong, akibatnya diversifikasi pangan gagal total. 
 

Aspek ketahanan pangan: 

 
Kerangka dasar untuk pencapaian ketahanan pangan harus didasarkan kepada kondisi dan pemenuhan aspek-aspek ketahanan pangan yang dipengaruhi oleh komitmen pemerintah dalam bidang sosial, budidaya, politik, ekonomi sosialnya. 
 
Ketahanan pangan nasional dapat dicapai apabila kebijakan negara diwarnai oleh faktor struktur sosial,budaya , politik yang menentukan ketahanan pangannya. 
 
Faktor dasarnya aspek ketersediaan pangan dari kecukupan jumlahnya, kecukupan mutu, kecukupan gizi dan keamananya, serta teknologinya. 
 

Aspek jumlah mencukupi

  • Berbicara jumlah, pastikan dulu apa potensi pangan di suatu daerah.
  • Jika sudah ditemukan, apakah mencukupi dalam segi jumlahnya untuk dijadikan produk pangan lokal. Jumlah ini sangat menentukan karena apabila jumlahnya hanya bisa diproduksi dalam musim tertentu saja, maka perlu dibantu dengan teknologi pangan yang canggih untuk tetap berproduksi dalam jumlah yang memadai. 
  • Jumlah yang memadai ini untuk menentukan hasil produksi yang dijual dapat mengkover biaya produksinya. 
 

Aspek mutu: 

 
  • Mutu yang diminimalkan harus terjaga artinya Pangan lokal harus punya mutu standar yang telah disertifikasi supaya tidak berubah-rubah mutunya setiap kali diproduksi dan dijual. Mutu citarasa dan gizi juga perlu diperhitungkan karena preferensi konsumen yang punya gaya hidup sehat saat ini menginginkan mutu produk pangan lokal yang sehat.
  • Mutu produk dipengaruhi oleh aplikasi praktek..Dalam produksi pangan dikenal dengan adanya “Cara produksi makan yang Baik” atau “Good Manufacturing Practices Sanitary” artinya dalam pengolahan minimum selalu memperhatikan mutu , kualitas dan aman 
 

Aspek gizi 

Gizi yang memenuhi standar sebagai makanan sehat perlu dipertimbangkan saat memproduksi pangan lokal. Jangan mengeliminasi nilai gizi yang baik dari pangan pokok misalnya singkong ketika pangan pokok itu berubah jadi pangan turunan, misalnya keripik singkong.
 

Aspek keamanan

  • Keamanan baik dari segi tempat pengolahan maupun pengolahnya harus diperhatikan. Menghindari pencemaran/kontaminasi silang: adanya pertumbuhan dan perkembangan mikroba , dengan cara memisahkan makanan mentah dan makanan matang. Kelihatan sederhana, tapi jika tidak dilakukan dengan benar, membuat makanan itu jadi tidak aman untuk dikonsumsi. 
  • Menjaga kebersihan dengan program sanitasi dan hiegenis. Semua peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan, termasuk mesin, harus bersih, terhindari dari mikroba yang tumbuh dan berbahaya. 
  • Orang yang mengolah makanan pun harus bersih dan sehat. Jangan sampai orang sakit mengolah makanan tidak sehat sehingga menimbulkan bakter dan virus ke makanan yang sedang diolah.
  •  Mengendalikan kelembaban kadar air: Produk pangan kering harus mempunyai aktivitas air rendah sehingga bakteri tidak mudah tumbuh. Produk pangan kering lebih mudah ketimbang produk pangan basah. Mengendalikan keasaman atau pH: Bakteri tidak menyukai kondisi asam. Oleh karena itu untuk mengawetkan makanan harus dilakukan dengan menambah asam. Makanan berasam tinggi , pH rendah memiliki risiko lebih kecil tercemar mikroba. 
 

Kontribusiku

Saya telah mengevaluasi pangan lokal di daerahku, ternyata belum ada yang mencukupi dalam aspek jumlah, mutu, gizi maupun keamanan. 
 
Dalam kondisi PPKM, untuk mengisi waktu luang, saya  menanam sayur-sayuran di kebun kecil  dan sempit, tanpa tanah. Sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik itu hanya mencukupi kebutuhan keluargaku saja, belum bisa mencukupi untuk ketahanan pangan nasional. 
 
Namun, saat aku terlibat dalam satu webinar tentang “Tepung Mocaf Proyek Pendidikan Kontekstual”, saya tertarik nara sumber seorang bapak Bernama Bapak Jusuf Budi Santosa bersama putera bungsunya , Apin yang punya satu menceriterakan progress proyek pangan .
 
 Bermula dari pengalaman Ibu Ester (istri Pak Budi) melihat seorang petani yang sering membuang hasil panen singkong yang tidak habis terjual. Para petani kesal karena harga jual dibawah harga pasar, sementara orang diberi pun tidak menyukai singkong mentah. 
 
Terbesitlah suatu ide untuk mengelola singkong ini menjadi makanan yang punya nilai tambah yaitu jadi tepung mocaf. Kemudian anaknya Apin yang berusia sekitar 10 tahun itu punya ide untuk membuat makanan ringan atau cracker dari tepung mocaf. 
 
Tepung mocaf menjadi bahan alternatif pengganti tepung dalam memasak. Selain ekonomis, tepung mocaf ini sangat dicari orang karena tidak mengandung glutten (zat yang membahayakan pencernaan).
 
Cara sederhana, teknologi tradisional, namun, hasilnya sangat memuaskan. Singkong dikupas bersih, lalu dimasukkan ke dalam mesin pemotong. Potongan singkong itu dapat direndam atau difermentasi selama hampir 2-3 jam. Lalu dijemur. Selesai keringnya mencukupi, lalu dimasukkan potongan singkong ke dalam sebuah alat hasilnya menjadi tepug mocaf.
 
Sebelum dipacking, tepung mocaf diayak dulu supaya halus. Tepung mocaf yang bagus itu dimasukkan ke dalam plastic dengan brand yang cukup bagus tergantung dari siapa produsennya. Lalu dipasarkan. Dari tepung mocaf yang diproduksi sendiri ini, Apin bisa membuat kreasi “kue kering” atau sering disebut dengan “Crackers Mocaf” . 
 
Pendidikan kontekstual yang merubah produk singkong memiliki nilai tambah yaitu tepung mocaf dan crackers ini ditayangkan melalui zoom kepada petani NTT dan anak-anak NTT agar mereka yang berkecimpung dalam pertanian bisa terinspirasi untuk belajar memanfaatkan singkong yang mereka panen itu seperti yang telah dilakukan oleh Bapak Budi dan Apin.
 
Kontribusku ingin menceriterakan kembali apa yang telah dikerjakan seorang Bapak Budi dan Apin dalam mengedukasi para petani agar mereka punya daya kreasi dalam produksi singkong menjadi produk turunan sehingga punya nilai tambah. 
 
 Banggalah atas keragaman pangan nasional, nikmatilah, kenailah, serta gaungkan untuk mempertahankan diversifikasi pangan agar ketahanan pangan nasional dapat tercapai! 
 
 
Sumber referensi:
 
  •  "Sagu, Kelezatan yang Tersisa di timur", https://indonesiakya.com
  • "Mewujudkan Keamanan Pangan Produk-Produk Unggulan Daerah", Prosiding Seminar Nasional 2010.
  • "Inovasi Teknologi Produk Pangan Lokal untuk Percepatan Ketahanan Pangan", oleh Welli Yuliatmoko, Universitas Terbuka Pondok Cabe, Tangerang Selatan

"Panic Attack", Cemas, Sulit Tidur, Lakukanlah Latihan Pernafasan Ini

“Berita Duka : Telah meninggal dunia pada hari ini…"
“Mohon doakan saya karena terpapar Covid-19…” 
“Mohon bantuan untuk kami yang sekarang ini sedang isolasi mandiri….”
 “5 Negara dengan Kasus Mingguan Covid-19 Tertinggi di Dunia, Indonesia Urutan ke-4” .
“Peluang virus berubah jadi ganas akan jika terus menyebar”
Pernfasan
dokumen pribadi

 
Berita-berita  kematian, sakit, minta bantuan, hampir semuanya merupakan hal-hal yang tak menggembirakan bertebaran di medsos dan whatsapplication kita. 
 
Penginnya kita mematikan atau menghindar dari berita-berita semacam ini. . Namun, kita masih saja tergoda untuk mengintip medsos kita. 
 
Ketika kita sedang berada dalam kondisi PPKM darurat di rumah, atau justru mereka yang sedang isolasi mandiri, membaca, mendengar berita buruk ini, akan menimbulkan perasaan menjadi “down”, bahkan menambah kegelisahan, stres yang berkepanjangan. 
Pernafasan
dokumen pribadi

 
 
Stres disebabkan oleh berita yang tak menggembirakan itu tak boleh dibiarkan terus menerus terjadi.  Kita akan menderita sakit mental. 
 
Bagi yang sedang isolasi mandiri maupun kita yang sehat di rumah, mengelola kesehatan bukan hanya soal sehat jasmani saja tapi juga sehat secara jiwa dan mental. 
 
Untuk sehat jasmani, dapat kita dapatkan dengan mudah melalui makanan yang dianjurkandan bergizi . Makanan sayuran, buah-buahan dan penuh dengan gizi energi dan berolahraga secara rutin. 
 
Sementara untuk sehat mental, kita perlu menjaga dan mengelola mental kita agar tak mudah stres , salah satunya dengan cara mengolah pernafasan. 
 
Pada saat terjadi panic attack , cemas, stres karena mendengar berita buruk, biasanya pernafasan kita langsung memburu, pendek-pendek disebut dengan hyperventilation. 
 
Gejala dari panic attack yang dapat kita ketahui seperti sakit kepala, energi yang rendah, otot-otok yang sakit, perut sakit dan Acid Reflux (asam lambung),insomnia, menggertakkan gigi, tekanan hati yang berdebar cepat. 
 
Salah satu indikator dari panic attack adalah nafas pendek. Nafas pendek ini jumlah oxygen (O2) dan jumlah karbondioxide (CO2) tidak seimbang. Yang perlu dilakukan agar tetap seimbang adalah dengan cara mengendalikan nafas. 
 
 Nafas pendek ini terjadi secara otomatis. Untuk menghindarinya, maka kita melakukan slow breathing (inhale) atau perlahan. Saat kita memperlambat nafas maka jumlah karbondioxide akan naik dan saraf simpatik akan menangani stress, berjalan dengan sendirinya secara otomatis. 
 
Saat kita menghirup udara atau inhale artinya ada stimulus untuk mengembangkan nafas, saat exchale atau membuang nafas artinya kita akan memindahkan pembuangan dalam jangka panjang. Jadi jika kita nafas panjang, timbul ketenangan dalam pikiran,. 
 

 Bernafas dengan efektif dan efisien: 

 
Lakukan pernafasan
dokumen pribadi

1.Inhale Exhale melalui hidung 
2.Inhale Exhale lambat, lembut dan dalam 
3.Latihan nafas setelah inhale dan exhale 
 

Cara prakteknya:

 

Mari kita praktekan , duduk dengan rileks dan mulai berlatih seperti dalam video ini.  Untuk pengulangan, jika video ini tidak distel, kita dapat mudah mengingatnya seperti di bawah ini:
 
  •  Nafas Lambat: 

 
            Tarik Nafas dalam hitungan 6 , kemudian hembuskan nafas 6. 
 
  • Tahan Nafas

 
         Tari nafas dalam hitungan 4, tahan 6, hembuskan 4 
 
  • Nafas Cepat : untuk mendapatkan energi di pagi hari 

 
           Tarik nafas pendek-pendek dalam hitungan 4, buang nafas 4 
 

Mekanisme Pernapasan:  

Lakukan Pernafasan


Bernafas adalah mengambil udara bersih yang disebut dengan oxygen dari udara bebas melalui hidung. Udara di hitung itu akan disaring oleh bulu-bulu hidung, agar tetap bersih terhindari dari bakteri, setelah itu udara mbersih masuk ke dalam paru-paru, dan pengeluaran gas sisa dari paru-paru ke udara bebas, pengambilan undara pernafasan disebut dengan inspirasi, sedangkan pengeluaran gas sisa disebut ekspirasi. Insipirasi dan eksipirasi berlangsugn secara berganitan.
 
Dalam waktu satu menit, kita mampu melakukan 15-18 kali inspirasi dan ekspirasi. 
 
Yuk kita Latihan nafas yang sangat mudah dan bermanfaat untuk mengurangi kecemasan, sres supaya kita tetap sehat jasmani dan mental. 

Obesitas itu Membahayakan. Yuk, Dukung Merekomendasikan "Hari Nasional Obesitas"

Obesitas
halodoc.com

 
 
Di saat pandemic, kita diperhadapkan oleh dilema, ruang gerak aktivitas hanya di rumah saja. Kegiatan juga sangat terbatas , tidak bisa beraktivitas atau olahraga di luar ruangan. 
 
Akibatnya? Kita bekerja duduk terus menerus di ruang tertutup di kamar sendiri. Berjam-jam duduk tanpa diimbangi dengan makanan nutrisi dan berolahraga, Sambil bekerja, cemilan selalu ada di samping kita. Terkadang, lupa habis makan, kok pengin makan cemilan lagi. 
 
Gaya hidup seperti ini disebut dengan Sedentary, tidak bergerak lama. Sehari cemilan habis 2 pak, dua minggu bisa 28 pak. Cemilan yang dipilih biasanya enak dimulut tapi  tentunya bukan makanan sehat.  Secara psikologis kita memang butuh ketenangan di masa pandemi, hanya dengan cemilan sebagai pelariannya.
 
Jika hal ini diteruskan hingga sebulan, berat badan kita pasti akan bertambah. Bagi mereka yang sudah punya bakat obesitas, otomatis penambahan berat badan makin cepat. Sebenarnnya berapa berat badan ideal bagi lelaki dewasa atau perempuan dewasa?
 
 Kita tak perlu mengejar berat badan ideal karena sesungguhnya berat badan yang ideal itu tujuannya untuk kesehatan dan bentuk badan yang enteng jika kita mau kemana-mana.. 
 
Tiap orang pasti berbeda-beda  berat badan yang ideal karena tergantung dari tinggi badan dari masing-masing orang. Kita tidak bisa menyamakan orang yang tinggi 170 cm dengan mereka yang tingginya hanya 120 cm. 
 
Namun, agar kita punya patokan yang sama dalam menentukan berat badan yang ideal maka kita dapat menggunakan rumus yang ditemukan oleh Paul Broca.
 
 Berikut ini adalah rumus berat badan ideal ala Paul Broca: Berat badan pria (kilogram) = (tinggi badan /sentimeter -100) – (tinggi badan (sentimeter) -100 )x10persen) . Jika pria punya berat badan 170 sentimeter maka perhitungannya: (170-100)- . [(170-100)x10%], 70-7=63. Jadi berat badan idealnya adalah 63 kilogram. 
 
Untuk perempuan dengan tinggi badan 158, perhitungan menjadi seperti ini: (1580100)-[158-100)x15%, 58-8.7 = 49,3 
 
Disamping itu ada perhitungan berat badan yang ideal berdasarkan Body Mass Index (BMI) dimana tinggi dan berat badan dihitung tanpa membedakan jenis gender apakah pria atau lelaki, ada kalkulator yang dapat dijadikan pedoman. 
 
Misalnya seorang perempuan usia 20 tahun, berat badan ideal menurut kalkulator dari BMI adalah angka ideal berkisar 18.5-25, jika angka BMI melebih 25 maka dianggap berat badan berlebihan. Jika angka BMI sudah mencapai 40, disebut dengan obesitas. 
 

Siapa yang ingin obesitas? 

 
Tak seorang pun ingin obesitas karena kondisi obesitas itu bukan hanya soal penampilan yang jadi masalah (sering mendapat bullying), tap juga segi Kesehatan, pun gampang komplikasi dengan penyakit yang mematikan, diabet, jantung, dan lainnya. 
 
Berat dong kalo begitu jika harus menderita penyakit yang bertubi-tubi dengan komplikasi mematikan. Benar, hal ini sangat memberatkan bagi penyandang obesitas. Menjaga dan menghindari obesitas adalah hal yang penting sebelum terlambat. 
 
Masih ingat kasus Arya Permana , seorang bocah usia10 tahun yang memiliki berat badan 192 tahun. Untung ada penanganan khusus sehingga berat badan bisa turun hingga 83 kg. 
 

Bagaimana untuk menurunkan berat badan agar kita jangan terjebak oleh obesitas?

 

 Stop makan cemilan :

 
 Setiap orang harus punya mindset bahwa hidup itu bukan untuk makan tapi makan untuk hidup. Oleh karena itu selalu ingat bahwa kita tak perlu makan berlebihan. Apabila sudah makan besar pada siang hari, ngga usah cari cemilan. 
 
Jika mau cari cemilan , jangka waktunya 3 jam setelah makan siang. Kita harus bisa mengolah suara tubuh. Bila suara tubuh tidak memberikan suara , lapar, kita tak perlu mencari-cari makanan . Umumnya kita hanya lapar mata untuk pengin mengunyah dengan membelinya. 
 

Petisi untuk “Hari Obesitas Nasional”

 

 Sebagaimana penyakit tak menular seperti Jantung, kanker, diabetis, diberikan ruang untuk satu hari sebagai Hari Nasional. Sementara untuk Obesitas , hingga saat ini belum ada hari Nasional. Ada yang berpendapat tidak penting obesitas diberikan hari Nasional. 
 
Jika mengacu kepada Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tingkat obesitas untuk usia 18 tahun ke atas itu telah mencapai 21,8%. Artinya 1 dari 5 orang yang berusia 18 tahun ke atas itu penderita atau penyandang obesitas. 
 
Yuk kita dukung kepada  Kementrian Kesehatan untuk membuat Hari Obesitas Nasional. Dengan adanya Hari Obesitas Nasional, kita selalu diingatkan dan diedukasikan pentignnya untuk menghindari obesitas.

Sampah Masker Tak Boleh Dibuang Sembarangan, Berbahaya bagi Keselamatan Bumi Kita

Sampah Masker
bbc.com


 
 
Sejak pandemic covid-19, tampak orang berlalu lalang melakukan kegiatan dengan menggunakan masker. Seolah masker itu jadi fashion baru dalam era pandemi.  Ingat Masker, tentu ingat bagaimana membuang sampahnya.
 
Tak merasa aneh jika orang terdekat ingin bertemu dengan kita misalnya anak datang ke rumah orangtuanya, menggunakan masker. 
 
Masker jadi bagian hidup kita yang tak terpisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Adakalanya, jika kita lupa memakai masker, ada sesuatu yang ganji.  Lalu kita segera teringat belum memakainya.
 Akhirnya, kita harus kembali mencari masker yang ketinggalan. 
 
Saat ini, hampir setiap orang pasti menggunakan masker.  Masker medis/kain tidak boleh dipakai terus menerus. Khusus masker medis, harus diganti . Untuk  menggantinya, apakah kita juga tidak boleh buang masker yang sudah kita gunakan itu yang pasti sudah mengandung virus yang menempel, tidak boleh dibuang bersama dengan sampah yang lain (sampah orgnaik dan inorganic).
 
Bayangin jika seorang melakukan pembuangan masker ke tempat sampah tanpa pemilahan, nantinya di TPA, sampah masker itu akan bercampur jadi satu dengan masker organic.
 
Tanah tak bisa mengolah atau melarutkan sampah masker menyatu dengan tanah. Sampah masker itu terbuat dari kain yang tidak bersifat mudah terserap.. Kain yang sudah terkontaminasi dengan infeksi virus , masuk ke dalam tanah itu menjadi tanah yang beracun.
 
Apabila tanah itu dipakai untuk tanaman, tanaman yang dihasilkan menjadi tanaman yang beracun. Bagaimana generasi mendatang akan hidup dengan racun-racun bila kita melakukan hal itu. 
 
Cara mengolah sampah maker yang sudah terinfkesi:
 mem

Ada dua cara untuk membuang sampah masker

 

1.Merendam dalam larutan sabun 

 
  • Siapkan larutan air dicampur dengan sabun, aduk sampai merata .tempatkan dalam ember dengan penutup .lepaskan masker .masukkan ke dalam ember berisi air dan sabun, lalup tutup 
  • Lakukan seterusnya sampai ember terisi penuh atau dirasa cukup.
  • Cuci masker dan jemur di terik matahari .
  • Setelah kering, masker digunting 
  • Rapikan masker dan masukkan ke dalam kantong
  • .Siap dikirim ke LIPI Bandung up: Ibu Fitri Dara, Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Jl.Cisistu Sangkuriang  sebelumnya mengirimkan WA terlebih dulu , 0812.2888.9795
 

2.Cara Penyemprotan dengan alcohol 

  • .Lepaskan masker .Semprot permukaan masker dengan alcohol 
  • Gunting masker >Lipat dengan rapih 
  • Masukkan ke dalam kantong yang ada seal klipnya, tutup .lakukan seterusnya sampai kantorng terisi penuh masker bekas 
  • Bisa sudah dirasa cukup banyak,
  • Kirim makser bekas ke LIPI Bandung. up Ibu Fitri Dara, Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Jl.Cisistu Sangkuriang  dengan mengirimkan WA terleibh dulu, 0812.2888.9795
 

Apa yang terjadi dengan sampah masker bekas yang anda berikan kepada LIPI Bandung?

Sampah Masker

 

 
Sampah masker yang Anda kirimkan dalam kondisi yang bersih akan dikelola oleh LIPI Bandung.
 
 Inilah benda yang berupat pot-pot plastic kecil yang bisa digunakan lagi. Daur ulang dari limbah masker yang beracun bisa menjadi barang yang berguna dan tidak mencemarkan lingkungan lagi. 
 

Hoaks Kesehatan, Cek Faktanya, Lawan Mis/Disinformasi

dokumen pribaid

 
 
 
Ketika Anda melihat suatu foto dengan narasi yang sangat tak masuk akal, apakah kamu begitu percaya saja dengan fakta dari foto, video yang disajikan itu?
 
Hoaks Kesehatan
"Kartini Gunakan Jilbab, HOAX Bukan?"   Sumber: liputan6
 
 
 Ada beberapa orang yang kadang-kadang tidak percaya begitu saja. Mereka akan mengecek dulu kebenaran berita, foto, video itu.
 
 Faktanya hoaks Kesehatan berterbaran makin banyak sekali.. Ironisnya, justru sekarang banyak orang yang tanpa berpikir panjang , langsung meneruskan, menyebarkan berita ,foto, video itu kepada teman-temannya di media social.tanpa cek dulu.  
 
Kita sekarang diserbu dengan berbagai informasi atau disinformasi yang ribuan datangnya . Dari ribuan informasi tidak semuanya benar. Hal ini disebut dengan infodemik.
 

 Kenapa jumlah informasi yang kita terima begitu besar?

 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id


Indonesia itu pengguna internet terbesar kedua di dunia ,175,4 juta dari total populasi 250 juta. Dari pengguna internet itu, ternyata ada 160 juta (61,8% dari total populasi) adalah pengguna media sosial yang sangat aktif. Durasi penggunannya 3 jam /hari (Sumber: we are Sosial,2021).
 
Hal ini membuat infodemik, arus informasi terlalu banyak diterima termasuk yang salah dan menyesatkan sehingga sulit mendapatkan sumber yang dipercaya. Media sosial yang digunakan oleh warga Indonesia sesuai dengan peringkat dari 1 hingga 16 adalah youtube, whatsapplication, Facebook,Instagram, twitter, Line, Mesanger, Linkedin, pinterest, wechat, snapchat, skype, tiktot, tumblr, reddit, Sina Weibo.
 
Pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia sejak tahun 2020 makin meningkat terus menerus. Sayangnya, pertumbuhan dari penggunaan atau penetrasi internet yang tinggi ini tidak diimbangi dengan kemampuan bersikap kritis atau punya literasi digital terhadap foto,video,berita yang beredar di internet. Sangat menyedihkan sekali jika sebagian pengguna internet yang aktif di media social itu terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi digital yang memadai.
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

 
 
 Tingkat Literasi Digital Rendah: Tingkat literasi digital di Indonesia di tahun 2020 menunjukkan bahwa literasi informasi dan literasi data paling rendah(3.17), yang paling tinggi adalah kemampuan teknologi dan keamanan (3.66).
 
Hal ini terjadi akibat internet masuk duluan , baru setelah itu , edukasi literasi digital diadakan oleh pemerintah. Jelas Pemerintah kewalahan melihat warga Indonesia yang belum tersentuh literasi digital dalam menyikapi serbuan informasi yang datangya begitu cepat melalui media social. Contohnya jika seorang punya 8 media social, setiap media social belum akses 8 jam, ada berita 100 di satu media, berapa kali paparan yang dia dapatkan 8 x8x 100.
 
 Ketika survei diadakan dan ditanyakan kepada responden, dari mana mereka mengakses berita ? Sebagian besar menjawab bahwa mereka mengakses dari media social yang pertama kali, baru TV dan ketiga atau terakhir berita online . 
 
Sementara sumber media yang paling dipercaya , responden mengatakan Televisi, media social , pemerintah dan media online (jawaban media social sebagai yang terpercaya, sangat menyedihkan). Padahal Akses terbaik untuk berita adalah dari situs dari berita online secara langsung (hanya dilakukan oleh 25%), sementara yang sisanya  melakukan melalui whatsapplication (menyedihkan). 
 
Contoh : Untuk menghadapi virus Covid19, konsumsilah bawang putih . Hali ini terbukti sebagai hoaks Kesehatan karena tidak sesuai fakta. 
 

Dampak serius dari hoaks kesehatan ? 

tempo.co.id


 Dua tahun terakhir ini pandemi Covid belum juga reda, bahkan bulan Juni 2021, jumlah orang  yang terpapar Covid -19 makin meroket tajam. Ditengah pandemi, bersliweran berita tentang covid yang menghebohkan, contohnya : “48 orang meninggal usia di vaksin Corona”, “Ivermectin, Obat yang Dipercaya Mampu Mengobati Covid akan Dibagikan di Kudus”. 
 
Ada orang yang menerima berita itu mentah-mentah dan tidak mengecek lagi kebenarnnya, akibatnya dia hanya menyebarkan di grup whatsapplication. Jika semua orang dalam grup percaya berita itu benar, akibatnya berita yang salah dianggap benar , akan menyebabkan kebingungan dan kepanikan mana yang benar mana yang salah. 
 
 Masyarakat jadi tidak percaya kepada pemerintah, otoritas Kesehatan dan ilmu pengetahuan. Demotivasi (tidak punya motif yang benar) untuk mengikuti perilaku protektif yang direkomendasikan. Sikap apatis padahal konsekuensi besar, bisa menimbulkan kematian jika kita abai melakukan. 
 
Perlu dipahami ada 2 jenis informasi yang salah:
1.Misinformation: informasi yang salah, orang yang membaca tidak paham karena ketidak-tau dan menyebarkan tanpa ada unsur kesengajaan.
 2.Disinformation: informasi yang salah, orang yang membaca telah mengetahui bahwa informasi itu salah dan menyebarkan dengan unsur kesengajaan. 
 
Mis/Disinformation/hoaks dalam bidang Kesehatan: Fakta berbicara bahwa ada 3 Top media paling berpengaruh dari peredaran informasi adalah Media social (83,6%), TV (78,5%) dan Whatsapp (76%), (Sumber: BPS, 2020). 
 
MAFINDO, mencatat jumlah hoaks Kesehatan meningkat dari 7% (86 hoaks pada tahun 2019) menjadi 56% (516 hoaks pada tahun 2020). Pertambahan yang sangat mengerikan bukan? Demikian juga Kementrian Komfindo mencatat 1.471 hoaks diperbaiki media hingga Maret 2021. 
 

Permasalah Mis/Disinformasi/Hoaks Kesehatan: 

 
 1. 17 dari 100 responden menyatakan sangat tidak mungkin atau tidak mungkin tertular covid 19 (BPS,2020) . Responden berusia 17-30 (20.2% tertinggi), usia 31-45 (15.4%), usia 46-60 (16.2%) dan usia > 60 (17.4%). 
 
2.Sementara tinggi tingkat Pendidikan, semakin meyakini bahwa Covid-19 berbahaya dan mudah tertular (BPS, 2020) 
 

Agar tidak terjebak tentang hoaks, kenalilah berbagai jenis dari mis-disinformasi 

 
1.Satire:
 Contohnya foto Terawan dengan caption “Sesuai permintaan, akhirnya menkes Terawan mundur”
2.Konten menyesatkan:
Contohnya: pemberitahuan untuk ke luar dari rumah jam sekian karena ada penyemprotan vaksin supaya tidak terjadi virus corona dari Malaysia 
3.Konten aspal 
4..Konten pabrikasi 
5.Gak nyambung 
6.Konteksnya salah 
7.Konten manipulatif .

 

Mengapa orang mudah termakan hoaks khususnya hoaks kesehatan?

 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

Alasan utama orang mudah sekali percaya berita hoaks adalah sebagai berikut ini: 

1.Terlalu mengagungkan atau memebenci seseorang atau sering disebut dengan fanatisme 
2.”Kelompok seberang” tidak layak dipercaya. Orang harus belajar agar mendengarkan pendapat orang 
lain.
 3. Sering muncul di linimasa sama dengan “benar” (gelembung filter). Filter buble adalah mesin pendeteksi akan mempelajari kecenderungan apa yang disukai oleh seseorang (misalnya saya  like  Luna Maya, maka akan dimunculkan tentang berita Luna Maya di beranda kita). Akibat sering muncul dan kita mudah sekali terpapar 
4.Bias perasaan 
 

Kemampuan Dasar Cek Fakta terhadap hoaks kesehatan: 

 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

I. Berita

 1.Cek Sumber Aslinya :

 
 Begitu kita mendapatkan berita terutama dari whatsapplication, ayo coba ditengok, adakah ada  sumber beritanya. Jika tidak ada, hal itu sudah jadi indikasi berita hoax Khusus untuk Kesehatan harus cari  sumber referensi terpercaya:
 
a.Sumber referensi terpercaya: :
 
Website resmi : WHO, CDC, Kementrian Kesehatan, Badan POM, IDI, IAKMI Jurnal ilmiah (The New England Journal of Medicine, the British Medical Journal, nature Medicine, the Lancet. 
 
Caranya dengan akses Google Scholar Ingat banyak predator junal, jadi cek kebenarannya di jurnal ilmiah yang terpercaya. Predator Jurnal karena dia tidak masuk dalam organisasi professional yang terdaftar dan terpecaya Jurnalnya tidak dapat diindex di data base Jurnalnya tidak familiar Kesalahan Fundamental seperti typo dan judul dan faktanya. 
 
b. Peer-review 
 
 Studi penelitian melalui proses evaluasi dari pakar independent dari bidang keilmuannya. 
 
c Pre Print: 
 
Studi penelitian yang belum melewati proses Peer-review dan kita perlu berhati-hati untuk menyimpulkan temuan, Ternyata konteks Covid, banyak penelitian diterbitkan masih dalam bentuk Pre-print. 
 
d.Studi korelasi vs hubungan sebab akibat: 
 
Menelitii pola kausalitas atau fungsi sebab akibat dari variable terhadap variable lain. Secara teoritis efeknya mempengaruhi variable lainnya. 
 
e. Studi korelasi:
 
 Mengukur derajat keeratan (hubungan korelasi) antara dua variable yang sudah jelas secara literatur 
 
2.Jangan baca judulnya 
3.Identifikasi penulis 
4.Cek Tanggalnya 
5.Cek Bukti pendukung lain 
6.Cek Bias 
7.Cek organisasi pemeriksa fakta 
 Ini paling mudah dilakukan khusus untuk Kesehatan, cek di Tempo,
 Liputan 6 di bagian Cek Fakta. Menkonfimdo, UCD, 
 
  • Cek who.is  dan domainbigdata.com
  • Masukkan kata kunci.insite
 

 II. Verifikasi foto  

tempo.co.id



 
 
 
 
 
 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

 
 
Foto bisa disunting dengan mudah sekali, bahkan digunakan lagi untuk keperluan yang tidak baik. Oleh karena itu perlu kita memverifikasinya sebelum mengedarkan
 
 

 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

 
Caranya: Dengan Google Reverse Image: 
-google reverse image 
-gambar siapkan di file 
-upload gambar 
-open 
-Gunakan yang lainnya   Reverse image Google,  Reverse image Yandex,  Reverse image TinEYE,big.com Microsoft Baidu
 
Untuk mempermudah sekaligus 5 tool, gunakan yaitu RevEye Reverse Image Search
 
 
Hoaks Kesehatan
tempo.co.id

 
 

 III Verifikasi Video  

tempo.co.id


 
 
 
 
 
 
 
 
tempo.co.id

 
 
Video sangat mudah dibuat oleh setiap orang dan membuat kita bingung mengecek kebenarnya. 
 
Cara termudah untuk mengeceknya dengan InVID: Langkah2nya ada dua cara : 
 
 Pertama:
 
  •  Screen caption bagian video secara manual lalu masukkan ke reverse image tools 
 
  • Gunakan InVID untuk memfragmentasi video secara otomatis 
 

 
 
 
tempo.co.id
 
 
 
 
 
 
 
tempo.co.id

 
tempo.co.id

 
tempo.co.id
Kedua: 
 
Gunakan petunjuk dan kata kunci . Menonton video hingga selesai dan temukan petunjuk di dalam video .
 
tempo.co.id

Cari video yang sama atau identik dan pemberitaan dengan berbagai kata kunci contohnya “Kerusuhan atau warga mengamuk di KPU Tapanuli Utara”