Featured Slider

Oase Wirausaha dan Penghijauan di KBA Pinang



Kampung berseri Pinang memang bukan seperti kampung seperti sediakala. Dulu kampung ini sering banjir besar saat musim hujan. Namun, berkat kerja keras dari warganya sendiri, mampu membuat selokan yang bersih dan cukup besar, menormalisasi sungai, “sodet” dan membentengi dari sumber banjir. Terlihat ada banyak perubahan dari musibah banjir. Lokasinya yang terletak dekat dengan Gerbang Graha Raya tepatnya sebuah gerbang Pinang Griya Permai, Tangerang. Begitu masuk, kesan asri di kanan kiri jalan sempit depan setiap rumah ditengah teriknya panas matahari. 

Tanggal 21 Oktober 2018 merupakan hari yang sangat istimewa bagi Kampung Berseri Astra (KBA) Pinang , Kompleks Pinang Griya Permai, Jl.Cempaka RT 007 RW 006, Kel Pinang, Kota Tangerang. Acara yang ditunggu-tunggu oleh warga untuk mural dinding taman, penanaman bibit tanaman, pengadukan pupuk dan aksi penyemaian tanah. 

KBA Pinang, adalah salah satu dari 76 Kampung  Berseri Astra . Keberadaan KBA Pinang ini adalah bagian dari Corporate Social Responbility (CSR) Astra, melalui salah satu anak perushaan Astra. 

Program CSR Astra untuk KBA dikenal dengan nama "Empat pilar". Keempat pilar itu adalah Kesehatan, UMKM, Pendidikan dan Lingkungan .

Tamu yang diundang itu ternyata tidak lain dari karyawan Astra yang tergabung dalam Astra Employee Voluntary Program, Tim dari Univeristas Indonesia Social Laboratorium sebagai pendamping KBA Pinang dalam penyuluhan tanaman. Mereka datang dengan semangat untuk melakukan mural dinding taman.

 Dibuka dengan kemeriahan tarian yang dilakukan oleh anak-anak warga Pinang. Lalu dilanjutkan dengan dongeng cerita dari seorang Guru PAUD . Anak-anak sangat senang dan antusias mendengarkan dongeng ini. Inilah salah satu usaha pilar pendidikan dari warga Pinang untuk literasi pendidikan anak-anak usia dini sampai balita dengan cara mendengarkan dongeng. Aktivitas mendongeng diadakan hampir setiap hari Sabtu di Hutan Kota Pinang Griya.Pendongeng dan pengajar adalah  Guru PAUD atau Volunteer.
Mendongeng oleh Guru PAUD

 Dari sebuah dongeng, anak dapat memperoleh nilai-nilai kehidupan, menambah wawasannya mengenai kesehatan yang harus dijaga, bagaimana cara bertoleransi dengan temannya.  Belajar menggambar, balok susun untuk melatih motorik , kognisi, sosial, afeksi anak.
Kiri:  Ibu Dias ,Kader Kesehatan Posbindu;   Kanan: Ibu Ida ,Ketua Rw dan Ketua KBA Pinang

 “Kegiatan ini kami selenggarakan karena kami juga ingin agar warga tetap bersemangat untuk mendidik anak/cucunya dengan mendongeng buat balita yang belum bisa membaca. Juga merupakan terobosan dari buku-buku baca Gerobak dibaca dulu oleh orangtua baru dibacakan kepada anak/cucu”, jelas Ibu Ida selaku Ketua RW dan sekaligus Ketua KBA Pinang.

Rumah Kosong yang dibersihkan  oleh Volunteer Karyawan Astra untuk jadi "Rumah Tandur"

 Sebuah rumah kosong yang tidak diurus oleh pemiliknya lagi, menjadi ide bagi warga untuk minta izin dari Pak RT, RW dan keluruhan untuk menjadikannya sebagai “Rumah Tandur”. Para karyawan Astra datang dengan “caping” (topi dari anyaman bambu) itu dengan semangat membersihkan dinding rumah yang sudah tak beratap itu dan mengecatnya dengan warna putih. Membersihkan sampah-sampah yang ada di rumah itu dan mencangkulnya sehingga tanah bisa lebih lembek. Ke depannya, setelah tanah dicampur dengan pupuk organik akan ditanami dengan bunga dan pot bunga. Perubahan lingkungan dari rumah kosong yang kumuh, gersang menjadi sebuah rumah contoh “tandur” atau tanaman. Diharapkan rumah gersang, kumuh, itu akan berubah jadi “Rumah Tandur” penuh dengan tanaman hijau dan menyegarkan lingkungan.
Ibu Tatang dengan Kolam Lele




















 Ibu Tatang dengan hasil olahan Lele"Clarias"





 Di depan rumah kosong, itu kami bertemu dengan Ibu Susiharti atau sering dipanggil Ibu Pangkat (nama suaminya). Di usia senjanya , perempuan berusia sekitar 70 tahun dengan 6 orang cucu, ini tak pernah berhenti bekerja sebagai wirausaha. Dulu ketika muda, beliau memiliki catering yang melayani beberapa perkantoran di sekitar segitiga emas, Sudirman. Namun, jelang usianya yang sudah lanjut, beliau pun masih tak mau berdiam diri, jiwa wirausahanya terus membara. Beliau melakukan ternak lele yang serba organik. Dengan mendapat pelatihan dari TIM UI Labsoscial, mulailah dilakukan usaha dari ternak lele itu. Dimulai dengan 1 ekor jantan dan 2 betina lele, sekarang usahanya sudah menghasilkan 100 kg per hari dengan brand “ Clarias “. Pakan dari lele itu terbuat dari “pur khusus” artinya makanan yang berasal dari dedak dan campuran tetes tebu bukan dari ternak. Hasil ternak lele itu lalu dimasak dengan resep khusus dan dipacking setiap kilogran dijual ke pelbagai supermarket dan Yayasan Anak Kebutuhan Khusus yang sudah jadi pelanggan tetapnya.

 Ternyata bukan jiwa dagang yang diperoleh oleh Ibu Pangkat, tetapi juga kemurahan hatinya untuk memberikan pelatihan pemeliharaan lele kepada mereka yang terkena PHK. Untuk usaha marketing pun diajarkan pula secara sederhana. melalui instagram "Omah Dahar".

Kampung Pinang memiliki keunikan dan keunggulan dalam bidang wirausaha. Walaupun warga dari 13 RT ini sebagian besar terdiri dari warga lansia, tetapi potensi wirausaha dari para lansia itu sangat menonjol.
Kegiatan Grate Sale "Barbeku"

Pemikiran sederhana untuk mengumpulkan modal untuk wirausaha dan koperasi melalui penjualan baju bekas. Mereka menyebut kegiatan ini dengan nama Garage Sale"Barbeku".  Dari hasil penjualan , dana ini digunakan sebagai multi funding baik itu koperasi maupun kegiatan lainnya. Selain itu, mereka menjual baju-baju bekas pada “car-free-day”.

Koperasi PInang Asri




Beras Koperasi






Pengurus Koperasi Pinang Asri







 

 Ketika modal terkumpul maka membuat pra-koperasi , belum berbentuk badan hukum. Namun, telah mampu melayani warga dan pengurus KBA dalam kebutuhan primair seperti beras ,minyak goreng sejak 2017. Pelayanan penjualan itu sangat diperhatikan dengan memberikan delivery service langsung kepada pembeli. “Harapannya di kemudian hari mereka ingin Pra Koperasi ini berkembang melayani pelanggan dengan berbagai variasi kebutuhan primer lainnya seperti gula, catering, lele bermanfaat dari warga untuk warga“, ujar Pak Lukito selaku kader Pra Koperasi.
Semua peserta, volunteer Astra maupun kader KBA Pinang

Waktu berjalan sangat cepat, tidak terasa hari sudah menjelang siang. Kami berkumpul di pos satpam di Jl. Cempaka. Semua pengurus KBA Pinang beserta tamu undangan pun berkumpul dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran volunteer karyawan Astra dan tamu dari UI. Dilanjutkan dengan hidangan makanan siang yang telah disediakan oleh Astra.
Memindahkan semai

















Mengatur kembali polybag hasil semaian
Menyiram setelah pemindahan


 Selesai makan siang, acara puncak yaitu pengadukan pupuk dan aksi penyemaian tanah. Rupanya ada kader lingkungan ,Pak Dani dalam usianya yang telah lanjut, begitu semangat untuk menemani para volunteer karyawan Astra dalam Aksi Penyemaian tanah. Persis di sebelah pos satpam itu terdapat sebuah tempat penyemaian bibit terong lalap, kangkung, cabe.

 Mereka memindahkan benih yang telah berubah jadi bibit selama 2 minggu di polybag ke sebuah tempat polybag yang lebih besar dengan media tanam berupa sekam dan pupuk. Dengan pengarahan dari Adit, seorang mahasiswa Univeristas Indonesia, bibit yang telah besar tunasnya itu harus dipisahkan menjadi beberapa bagian kecil dan memasukkan ke dalam media tanam . Selesai itu memasukkan ke dalam polybag yang besar, barulah disiram dengan air dengan alat siram . Menyiramnya juga perlu hati-hati dengan ukuran yang secukupnya.
Mendengarkan Literasi dari dokter










Pendaftaran Posbindu


Dalam bidang kesehatan, warga Pinang pun tak mau ketinggalan. Posyandu yang diutamakan untuk balita itu melayani para balita sekitar 50 anak-anak, tetapi mencapai 100 balita saat ada imunisasi. Diadakan satu bulan sekali Pelayanan yang dilakukan adalah imunisasi, vitamin, obat cacing, pemeriksaan tumbuh kembang balita. Namun, ada pelayanan Puskesmas yang seringkali bekerja sama dengan Posyandu apabila ada kesehatan yang perlu dirujuk ke Puskesmas maupun rumah sakit. 

Untuk Posbindu, warga Pinang yang sebagian besar lansia , sangat antusias apabila pemeriksaan tensi, darah, kolesterol , gula darah diadakan satu bulan sekali. Apalagi para kader ibu Dias Rochdiyasih , usia sekitar 75 tahun, tetap setia mengugrape dirinya dengan mengikuti pelatihan tentang pengetahuan Penyakit Menular yang diadakan di kantor Astra. Kader Kesehatan ini menceriterakan bagaimana usahanya saat mengumpulkan dana untuk persediaan ampul, stick , jarum alkohol, obat yang harus punya modal mandiri sedangkan mereka hanya mengenakan biaya Rp.40.000 untuk pelayanan pemeriksaan lengkap kepada warga. Kesulitan mendapatkan dana maupun kader muda yang mau melakukan kegiatan kesehatan, tak menyurutkan semangat Ibu Dias. Selalu ada usaha dalam penyediaan perlengkapan kesehatan dengan tenaga muda yang kurang membuat dirinya mendapat apresiasi dari Astra sebagai Posbindu Mandiri. 


 Di akhir acara pun, para kader lingkungan, kesehatan, wirausaha yang hampir rata-rata berusia lansia tidak pernah lelah untuk terus melanjutkan ide inovatif baik untuk koperasi, wirausaha, penghijauan dengan pembibitan tanaman organik dan menjualnya kepada warga maupun kepada pembeli melalui media sosial. Semangat dari pengurus KBA Pinang yang terdiri dari lansia tidak menyurutkan langkah-langkah mereka untuk mengikuti kegiataan sehari yang penuh energi. 

 Dengan tergelak tawa mereka ingin menciptakan ide kreatif agar dapat menang dan ikut dalam ajang Innovation Astra yang diselenggarakan khusus untuk KBA . Moto “berjuang belajar menghadapi tantangan dan tak pernah menyerah, inovasi dan terobosan" demi  mensukseskan ke-4 pilar utama Astra jadi pilihan para kader yang sebagian besar telah lanjut usianya.

Devoyage, Tempat Selfie Eropa di Bogor



Rupanya pebisnis terutama pebisnis tempat wisata sangat jeli melihat peluang yang sedang tren di masyakarat saat ini. Masyarakat Indonesia terutama bagi kaum milenial dan perempuannya sangat menyukai selfie. Kapan dan di mana pun mereka berada, selalu memegang dan menjepretkan kameranya. Selesai berselfie, biasanya mereka lalu memposting di akun media sosialnya. 

Bagi pebisnis yang cerdik, mereka selalu melihat peluang apa yang digemari masyarakat. Saat masyarakat diketahui sedang berselfie, maka mereka pasti perlu tempat-tempat yang menarik apalagi dengan latar belakang luar negeri yang berdimensi .

 Latar belakang yang jadi tempat selfie itu dapat berupa miniatur dari negara-negara eropa, atau hanya sekedar spanduk bergambar spot suatu negara wisata di eropa, misalnya Venice yang terkenal sekali dengan "kanal", bahkan mengenakan pakaian tradisonal belanda yang disebut dengan "Klederdracht". 

"Klederdracht" sangat spesifik karena gaun yang berwarna hitam dikombinasi dengan garis-garis merah-biru dan mengenakan topi runcing berwarna putih, ditambah dengan sepatu kayu yang dikenal dengan nama klompen.

 Salah satu tempat wisata yang baru saja dibangun di Bogor bernama devoya menjadi tempat khusus untuk berselfie. Luasnya sekitar 1,5 ha. dengan tempat selfie yang diklaim sebanyak 150 spot. 

 Di pintu masuknya kita bisa selfie dengan tulisan "Devoyage, Holiday place, place for selfie". Lalu sebelum masuk berbagai latar belakang lukisan pemandangan Eropa yang menempel di dinding, untuk tempat selfie. 

Lalu, kita bisa beli tiket, harga normal di hari non week end sebesar Rp 25,000 per orang dan RP 35,000 pada hari weekend. Ingat pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan atau minuman.

Ketika pengunjung membawa minuman maka mereka dipersilahkan menyimpan atau menitipkan di tempat loker. Tentunya tujuan dari tidak diizinkan bawa minuman/makanan, supaya pengunjung bisa makan atau minum di dalam, misalnya cafe mini.


Begitu memasuki pintu gerbang masuk, kita sudah disuguhi dengan miniatur menara Eifell, dengan jembatan mini dan kebun bunga kecil. Terpampang sebuah papan mengenai sejarah pendiri Eifell dan alasan didirikan. Ikon wisata di Paris yang disukai oleh wisatawan asing, sebaliknya tak disukai oleh penduduk Paris sendiri.

 Ketika menapak jalan setapak, ternyata tempat-tempat untuk selfie itu sudah dipenuhi oleh pengunjung yang kebetulan atau memang "hobby" selfie" ini khusus perempuan saja. Padahal hari itu adalah hari Selasa. Bagaimana jika kondisi weekend? Pasti penuh dan tidak nyaman untuk berselfie. Miniatur Kincir Angin. Dokumen Pribadi Tidak jauh dari situ, terdapat bangunan-bangunan miniatur yang dicat warna-warni menyerupai arsitektur bangunan Eropa dengan taman-taman mini ditengahnya.

Berbagai Lokasi Wisata yang Memikat di Negeri Ginseng

Korea.  Dokumen Pribadi

Negara Ginseng, Korea Selatan ini memang punya daya tarik luar biasa bagi wisatawan asing. Daya tarik yang dikemas dalam suatu paket wisata. Paket wisata lengkap yaitu wisata pemandangan, budaya, komersial dan shopping. 

Dengan terbang menggunakan pesawat nasional Korea, Asiana. Keberangkatannya yang cukup malam sekali yaitu pukul 24.00 dan penumpang tidak dapat tidur di pesawat, karena kondisi cuaca yang kurang baik membuat goncangan yang keras "turbulance" seolah naik turun digoncang-goncang.

 Setiap kali goncangan selalu ada, pengumuman dari pramugari untuk tetap diam di tempat dengan menggunakan "safety belt" pun berkumandang. 

Dengan rasa kantuk berat dan lelah, tibalah kami di Incheon Aiport Korea Selatan pukul 9.00 pagi. Pelayanan imigrasi dan claim cargo sangat sistematis dan rapi sekali. Di sana, jari tangan kami harus direkam di suatu tempat perekaman sebagai bagian dari prosedur validasi dari kedatangan. Di luar bandara, kami sudah dijemput oleh tour guide dari Korea. Tour Guide dari Korea yang bernama, Hani ini sangat cantik, fasih dalam bahasa Indonesia. Kami pun langsung kami menuju ke tempat parkir untuk bus. Sebuah bus berwarna merah , bersih dan nyaman menjemput kami.

LE PETITE FRANCE


 
Le Petite France




Segera kami berangkat ke Petite France, jaraknya cukup jauh dari Incheon, hampir sekitar 4 jam. Petite France, sebuah miniatur dari bangunan bergaya Prancis dengan cat warna-warni. Letaknya di sebuah bukit yang tinggi, mirip dengan puncak. 

Panas terik matahari yang menyengat membuat kami tak ingin berlama di sana. Tempat ini lebih cocok untuk swafoto, pemandangan indah hanya terlihat saat di suatu sudut ada pemandangan yang memperlihatkan danau yang membiru dan terlihat pepohonan menghijau. Nami Island. Sumber: dokumen pribadi

NAMI ISLAND:




 Selesai itu kami menuju ke Nami Island, yang terkenal sebagai tempat untuk shooting film "Winter Sonata, sebelumnya kami dikisahkan sejarah tentang bagaimana pulau Nami ini terbentuk. Dulunya, pulai ini disebut dengan Nami sum, suatu pulau kecil yang letaknya di Chuncheon, Korea selatan, yang terbentuk karena meningkatnya air di Sungai Han, dan adanya konstruksi empang atau Dam Cheongpyeong. 

Namanya sendiri berasal dari seorang jenderal bernama Jenderal Nami. Pulau ini berdiameter 6 kilometer dan luas seikitar 460.000 m2. Bagaikan Negara dongeng yang memproklamirkan sebagai Negara Rpublik Nami. Feri yang membawa ke Nami Island.




Dari dermaga menuju ke pulau angat mudah, menumpang kapal ferry yang dapat memuat penumpang sekitar hampir 50 dan waktunya hanya 10 menit saja. Di dalam pulau Nami, terlihatlah kebun dengan tanaman bunga dan kolam seperti Ladang Eko Tasik Yeonryeonji, Taman Iseul Taman Eko Kitar Semula, Taman Mapal Baekpungmilwon, Jalan Metasequoia, Tasik Jeonggwan Baekreonji, Museum Musik, Pertukaran Kesenian International, Kontes Nami, dan kafe atau suvernir shop dan pelbagai tempat untuk atraksi. 

Tempat yang paling menarik untuk berfoto adalah tempat penuh dengan pohon pinus yang berjajar berhadapan dengan pasir putih disebut dengan Jalan Metasequoia. Inilah tempat shooting dari Winter Sonata , film drama Korea. 



Di ketinggian yang cukup dingin, kami menginap Mt. Seorak. Paginya kami harus secepatnya berpacu berangkat ke Gwongeumsung Fortree dan National Park untuk menghindari semakin banyaknya pelancong membludak.


 Udara segar ketika menginjak National Park yang sangat luas sekali dengan pemandangan bukit di sebelah kirinya dan pepohonan yang rimbun di sebelah kanannya.




Di tengah-tengahnya terdapat Shinheungsa Temple dengan kemegahan Grand Bronze Buddha atau patung Buddha yang sangat megah. Banyak yang datang untuk ikut beribadah di sini. 





Senangnya bisa ikut naik ke puncak dengan "cable Car", menikmati pemandangan yang sungguh indah di sekelilingnya, hutan, dan bukit kapur dan kehijaun pepohonan. Benar-benar mengagumkan. 

Gyeongbok Palace dan National Folkfore Museum:


 Istana yang dibangun pada zaman dinasi Joseon pada tahun 1395. Korea pernah dijajah oleh Jepang, istana ini runtuh pada penjajahan Jepang dan baru direstorasi kembali sekitar 1820-1898. 

Sangat luas sekali jika ingin memasuki semua bangunan yang sangat megah, bangunan utamanya disebut dengan Geunjeongjeon Hall, tempat untuk bangunan pemerintahan Sujeongjeon Hall, Gyeonghoeru Pavilion, Sajongjeon Hall, Gangnyeongjeon Hall, Gyotajeon Hall.

 Ketika menyusuri jalan-jalan, saya sangat terkesan dengan beberapa perempuan yang memakai pakaian tradisional Korea, Hanbok.






 Bahkan ada pasangan yang baru menikah, dengan pakaian tradisional Korea yang juga ingin mengabadikan momen yang indah itu dengan berwefie dengan background Gyeongbokgung palace. 

Kemegahannya terlihat dari kejauhan dan saat mendekat kita dapat melihat struktur dan gaya atap bangunan menyerupai "temple". 

Museum Folkfore:


 Menyajikan pelbagai perjalanan ekonomi rakyat Korea dari petani, "Salt of the World", penggunaan alat-alatnya, bahkan pelbagai peralatan rumah tangga sampai kepada budaya musiknya. Penyajiannya sangat artistik dalam sebuah kaca yang transparan, terjaga dengan apik. 

Everland Yongin Theme Park: 


Di sini dapat dijumpai pelbagai macam permainan mulai dari yang sangat aman sampai yang membuat jantung berdebar seperti, Magic Swing, Top Jet, Dragon Coaster, dan Amaxon Express. Semuanya lengkap baik itu atrraction, gift shop, performance, dan restoran dengan mengambil tema Amerika, Eropa, Asia.

KOREA TOWER

Seoul Tower.   Dokumen Pribadi


Gembok CInta . Dokumen Pribadi


 Hari terakhir kunjungan sebelum ke Bandara Incheon, kami sempat mampir di bagian bawah N Seoul Tower. Di Puncak yang sangat tinggi, kami dapat melihat kota Seoul dengan keindahannya, gedung pencakar langitnya.

 Memang, sih, tidak sempat naik ke Korea Tower, namun cukup puas dengan pemandangannya dan kesejukan udara di terik matahari siang yang panas. Ada yang unik di sekitar Korea Tower, yakni sebuah Lokasi "Gembok Cinta" di mana banyak pasangan yang mengikat janji untuk setia sampai akhir hidup dengan memasang gembok dan membuang kunci gembok agar supaya tali cinta tak sampai putus.

KOREAN FOOD:

Makanan Khas Korea: Ketika berkunjung ke Korea, ada pelbagai macam makanan khas Korea yang kita kenal. Beberapa di antara adalah Dakgalbi, Godengo, Kimchi, Ayam ginseng. 


PENYEMBUHAN LUKA BATIN DAN KESEHATAN MENTAL

shutterstock.com

Saat terjadi gempa bumi di Palu, Donggala yang cukup besar 7.7 magnitudo, diiringi dengan tsunami yang mengerikan. Bagi orang yang mengalaminya pasti gulungan air yang datang bagaikan bah dan menyebabkan ribuan korban manusia meninggal itu merupakan suatu traumatis yang sangat tak mudah dilupakan. Trauma itu bukan hanya bagi korban saja. Tapi juga bagi mereka yang menyaksikan melalui video, beberapa diantaranya langsung sering merasa panik jika ada gempa, berpikir bahwa sebentar lagi akan terjadi tsunami. Kekhawatiran yang berlebih-lebihan, itu jika terus menerus terjadi dan memungkinan peristiwa itu terjadi di daerahnya membuat luka batin hatinya. 

Pengalaman pahit, tidak mengenakan, memalukan, frustrasi, terjadi berulang-ulang membuat individu menghindari situasi serupa . Hal itu akan menimbulkan trauma atau luka batin (Maxwell Maltz). Contohnya: orangtua yang bertengkar di depan anaknya, 

Ketika seseorang menerima perlakukan yang tidak seharusnya akibat tekanan-tekanan peristwa atau kenangan pahit masa lampu dan terus melekat dalam memorinya seseorang maka jiwanya menjadi luka batin. (J.P. Chaplin). Contoh, ayah yang otoriter dalam mendisiplinkan anaknya selalu mencambuk anaknya jika tidak menurut apa yang dikatakan oleh ayahnya.

 Semua orang pernah mengalami luka batin, hanya kadarnya tentu masing-masing orang berbeda. Luka batin ini akan mempengaruhi kebahagiaan diri sendiri , relasi dengan oranglain bahkan orang-orang yang kita cintai. Oleh karena itu luka batin perlu disembuhkan atau dipulihkan. Namun, sayangnya tampaknya pada hampir semua orang orang luka batin menjadi permanen karena orang memiliki kecenderungan untuk “melupakannya”. 

Dalam psikologi ada istilah DIOSIASI artinya ada keterpecahan manusia dengna dirinya. Penyebabnya adalah trauma, abuse yang dialami pada masa lalu/masa kanak-kanak, alias luka batin. Tarikan-tarikan untuk memikirkan , merasakan dan bertindak berbeda dengan dirinya yang asli. 

Dampak dari luka batin terhadap diri sendiri dan sesamanya seringkali berakhir dengan fatal atau di luar jalur norma. Kehidupan pribadinya tidak stabil. Contohnya merasa tidak nyaman dalam rumah sendiri karena ada sesuatu yang membayangi dirinya.

 Begitu pula dengan relasi dengan orang lain selalu bermasalah, contohnya selalu merasa curigi terhadap orang lain berbuat salah tanpa suatu fakta kebenaran yang mendukungnya. Timbullah friksi yang berakhir dengan suatu hal yang tidak baik. 

Dampak yang lainnya, tidak peduli dengan luka batinnya sendiri atau sebaliknya justru terlalu memperhatikan mereka yang mengalami luka batin. 

Selalu ingin memberontak jika mendengarkan sesuatu yang dinasehatkan. Sulit melihat sesuatu dari kejernihan hati dan fakta yang ada, tetapi selalu berdalih menurut apa yang yang tidak normal. 

KESEHATAN MENTAL

Apabila kita menemui orang-orang yang bertingkah laku eksentik, aneh, tidak mampu berfungsi optimal dalam kehdupan sehari-hari, ada distres subjektif seperti fobia yang sangat, maka kita gagal dalam penyesuaian.

 Penyesuaian itu memang tidak mudah. Ada dua hal yang harus dilakukan untuk penyesuaian yaitu dari lingkungan atau dari diri kita sendiri. Penyesuaian dari lingkungan dimana kita tidak bisa mengubahnya, kita harus mengubahnya contohnya udara yang panas sekali, tidak mungkin membuat hujan. Salah satu adaptasinya adalah dengan memasang AC .

 Penyesuaian dari diri sendiri maka kita harus mengubah diri dengan mengadaptasi apa yang memang jadi normal di suatu lingkungan. Contohnya setiap orang di suatu tempat harus memakai pakain formil karena acara bersifat formil. Jika kita mengenakan pakaian bebas, maka kita gagal dalam penyusaian diri . 

Parameter dalam menentukan apakah seseorang itu sehat mentalnya atau tidak , dilihat dari dua pendekatan:

  1.  Statistik: berdasarkan frekuensi kemunculan perilaku. Jika perilaku normal itu antara rentang 0-100, tetapi angka kita berada dibawah nol dan di atas nol maka kita diangkap tidak sehat 
  2.  Norma/Budaya berdasarkan nila-nilai kebudayaan yang berlaku di suatu setempat. Contohnya jika di Indonesia, anda mengenakan pakaian bikini, maka kita diangkap orang yang tidak sehat. 
  3.  Distres subjektif artinya apakah individu itu merasakan adanya tekanan atau tidak : Distres subjketif itu ada tiga bagian yaitu: Positif: contohnya kita tertekan karena banyak pekerjaan sebagai panitia suatu proyek dimana pekerjaan itu harus diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Waktu jadi stres positif. Distres negatif: contohnya seseorang mahasiswa/i sudah mendekati ujian semester. Dia tak mau belajar, malas, merasa sedih karena hal-hal yang tidak wajar. 
  4.  Fungsi atau peran sosialnya : tidak mampu menjalankan perannya . Contohnya seseorang itu sebagai seorang mahasiswa perannya belajar; dia sebagai anak tertua perannya mengayomi adik-adiknya dan memberikan telada kepada adik-adiknya; dia sebagai bagian komunitas dia berinteraksi atau berkomitmen antar sesama anggota. Jika dia jadi pengurus komunitas dia mampu bertanggung jawab atas tugasnya sebagai pengurus. 
  5.  Interpesonal: apakah dia mampu untuk menjalin relasinya dengan orang lain. Jika kita memiliki mental sehat, mampu memelihara hubungan baik dalam pembicaraan maupun sikap kita terhadap teman, relasi. 

Ada beberapa penyakit gangguan mental:

  •  Depresi:

 jika kita kehilangan minta, kegembiraan, energinya bergkurang, mudah lelah, menurunnya aktivitas. Gejala lainnya tidak dapat berkonsentrai, kepercayaan diri berkurang, merasa bersalah, tidak berguna, pesimistis, keinginan bunuh diri, gangguan tidur dan nafsu makan. 

  • Gangguan kecemasan:

 Dimulai dengan kecemasan umum , ketegangan, motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran), overaktivitas otonomik. Fobia: takut, cemas, pada objek yang seharusnya tidak membahayakan.

  •  Panik: 

Datangnya secara tiba-tiba pada situasi yang sebenarnya tidak berbahaya.

  •  Gangguan stres Pasca Trauma: 

Harus dipulihkan apabila setelah 6 bulan kejadian traumatik masih sering muncul. Bayang-bayang atau mimpi-mimpi buruk yang dialaminya secara berulang-ulang.

 Prinsip-prinsip mengembangkan kesehatan mental diri dan lingkungan: 

Bertingkah laku menurut norma-norma sosial yang telah diakui. Jika kita harus bersalaman saat berkenalan atau memberikan salam ketika masuk ke rumah seseorang. 

 Mampu mengelola emosi. Meskipun kita dalam kondisi marah di kantor, tetapi saat kita tiba di rumah, maka kita juga mampu mengendalikan kemarahan kita tidak dibawa ke rumah. 

Mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki. Setiap orang pasti punya potensi yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Galilah dan terus kembangkan sehingga kita mampu punya nilai positif. Contohnya punya potensi bahasa Inggris. Coba mengajarkan kepada mereka yang ingin belajar tetapi tidak mampu untuk belajar.

 Mampu mengenal resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya. Jika saya tidak punya uang, tidak berarti saya harus berutang banyak. Kita tau apa resiko berutang itu, mengembalikannya , jika tidak bisa maka kita akan dipenjara. Mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Jika ada kelebihan uang dari gaji, sebaiknya ditabung. Bukan untuk membeli handphone, baju merek yang mahal. 

Mampu belajar dari pengalaman. Jika kita mengalami hal-hal buruk, seperti dicopet, dihipnotis, kita tentu tidak ingin mengalaminya lagi. Kita belajar berhati-hati dalam meletakkan barang berharga dan tidak mudah mempercayai apa yang dikatakan orang lain yang tidak benar

 Refleksi menjadi lilin kecil dari pemulihan kesehatan mental. Namun, diperlukan pra-kondisi pemulihan. Pra kondisi pemulihan dapat terjadi jika sitasi yang dirasakan itu cukup aman. Contohnya jika seseorang datang ke kantor konselor psikolog klinis. Di dalam ruangan terdapat gambar sapu . Gambar sapu itu langsung membuatnya tidak nyaman karena mengingatkannya bayang-bayang kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya. 

Hubungan atau relasi yang terjalin pun harus saling menyembuhkan. Tidak bisa seseorang yang dalam kondisi depresi langsung divonis salah bermacam-macam. 

 Dari pihak pasien yang sedang dalam kondisi mental tidak sehat, harus memiliki motivasi dan keyakian bahwa dia bisa sembuh. 

Kesempatan seseorang untuk bisa belajar kembali tentang kesehatan mental jadi modal utama. Seseorang berhasil mengalami kembali kehidupan baru bukan melihat dan membicarakan pengalamannya. 

Refleksi dan latihan pernafasan yang sangat membantu pemulihan. Meditas dengan Mengingat akan perbuatan baik yang telah kita miliki dan kita senangi. Semuanya itu akan menenangkan jiwa kita. Pada akhirnya, jiwa dan mental sehat harus dibangun dengan kemampuan 

Latihan pernafasan dengan cara menarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat mulut beberapa kali . Bernafas dengan lembut tanpa bertenaga dan konsentrasi hanya di nafas saja. Kalau pikiran melantur, biarkan, sadari dan kemudian membawa kembali pada kesadaran nafas.

Mengapa Jumlah CEO Perempuan Indonesia Lebih Sedikit dibandingkan Lelaki?



shutterstock.com
Secara statistik jumlah perempuan Indonesia yang menduduki posisi CEO cukup meningkat pesat. Pertumbuhan sebesar 16 persen dari tahun lalu menempatkan Indonesia masuk dalam 10 besar negara di dunia untuk jumlah perempuan di posisi manajemen senior perusahaan. 

Posisi strategis yang dipegang atau dikendalikan oleh perempuan seperti General Manager, CEO, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer. 

Hanya sayangnya jika dibandingkan jumlah total partisipasi perempuan di Indonesia dengan total perempuan yang seharusnya masuk dunia kerja hanya 51% versus 88%. Peringkat partisipasi perempuan di bidang ekonomi dan kesempatan berusahan menurut World Ecomic Forum adalah 108 dari 144 negara. Agak terbelakang bukan? 

Begitu juga jika dilihat demografinya jumlah perempuan Indonesia jauh lebih besar dari lelaki. Dilihat perempuan yang lulusan universitas pun cukup besar hampir 57% namun yang menduduki jabatan strategis sedikit, misalnya hanya 5% CEO dan Direktur, 20% jabatan CEO, 47% profesional. 

Lalu, kemana dan ada apa gerangan perempuan Indonesia tidak masuk dunia kerja? Mengapa jumlah partisipasi perempuan masuk dunia kerja sedikit? 

Adanya hambatan norma budaya dan sosial yang membuat perempuan Indonesia lebih memilih bekerja di dunia informal. Dalam beberapa budaya lokal, orangtua mengatakan kepada anak gadisnya: “Sepandai-pandainya kamu sekolah di perguruan tinggi, nantinya kamu akan masuk dapur juga!” Kondisi ini membuat keputusan para orangtua tidak menyekolahkan anak perempuannya sampai ke perguruan tinggi atau anak perempuan itu sendiri memilih untuk tidak meneruskan ke perguruan tinggi karena mindset orangtuanya. 

Masalah pendidikan pun ikut menjadi hambatan bagi perempuan Indonesia untuk memilih pekerjaan yang tidak formal dibandingkan harus bekerja di kantor. Saat orangtua mendidik anak perempuannya di masa kecilnya, dia selalu memberikan mainan identik yang berbau perempuan boneka, “pasar-pasaran”. Padahal ada anak perempuan yang sejak kecilnya sudah senang main mobil, komputer dan bongkar sepeda dan memasangnya lagi. Ketika sang ibu melarang anak perempuannya untuk bermain sesuai dengan passionnya, ketika dewasa interest atau passion dari anak itu jadi berubah. Dia tak lagi menemukan passion yang sesuai dengan keinginannya karena ada faktor hambatan dari edukasi yang diterimanya. 

 Faktor dari perusahaan pun ikut menghambat perempuan untuk dapat terjun ke dunia kerja formal. Ketika perempuan harus bekerja dan berumah tangga, lalu hamil di tempat kerjanya, perusahaan tidak mendukung kehamilan . Contohnya tidak ada cuti hamil, tidak ada tempat untuk menyusui atau tidak ada cuti untuk anak yang sakit. 

metrotv.com
 Bagaimana dengan persamaan gender di perusahaan/lingkungan pekerjaan? Sayangnya, tidak semua perusahaan mendukung persamaan gender baik itu laki maupun perempuan untuk menduduki posisi manajemen tingkat tinggi. Hanya 5% sampai 10% posisi manajemen tingkat tinggi diberikan kepada perempuan. 

Survei juga membuktikan bahwa ada kesenjangan gaji seorang CEO perempuan dan laki berkisar sebesar 16%. Hal ini sangat disayangkan sekali karena masih adanya diskrimansi gender di lingkup kerja di jabatan tertinggi di suatu perusahaan. Padahal banyak CEO perempuan yang menyingkapan pikirannya bahwa CEO perempuan itu punya produktivitas yang sama dengan lelaki. Bahkan seorang perempuan bekerja lebih detail dari laki-laki. Bahkan, perempuan mampu bekerja dwi fungsi, sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga sekaligus.

 Solusi mematahkan hambatan untuk persamaan perempuan dalam perekonomiaan: 
Walaupun hanya ada satu perempuan Indonesia yang masuk dalam daftar 50 orang terkaya di dunia, tetapi hal ini tidak berarti bahwa posisi perempuan di dunia kerja harus berkurang sesuai dengan porsi perempuan yang dapat mencapai tingkat terkaya.

 Hambatan pertama adalah kita melihat model perempuan di dunia global, lihatlah ada 10 perempuan yang paling berpengaruh di dunia versi Forbes: 
Ada 10 perempuan yang  berpengaruh di dunia  sebagai CEO:
1. Angela Merke, Kanselir Jerman
2. Theresa May, PM Inggris
3. Melinda Gats, CO Chair Operator Bill & Melinda Gates Foundation
4. Sheryl Sandberg, COO Facebook
5. Mary Barra, CEO General Motors
6. Susan Wojcicki, CEO Youtube
7. Abigail Johnson, CEO Fidelity Investment
8. Christine Lagarde, Managing Director IMF
9. Ana Patria Botin, Banker, Ketua Eksektufi Group Santander
10. Ginni Rometty, CEO IBM

 Hambatan kedua dalam bidang edukasi adalah mengubah mindset perempuan bahwa seorang perempuan mempunyai hak yang sama dalam bidang edukasi. Jika ia pandai dalam bidang teknologi, IT, komputer, dia berhak untuk sekolah di bidang komputer , IT yang notabene jumlah gender laki-laki memang jauh lebih banyak. 

Hambatan ketiga dalam bidang profesional, adalah mengubah regulasi dan memberikan fasilitas dan pendukung buat perempuan di setiap perempuan. Jangan sampai perusahaan mengeluarkan peraturan bahwa pegawai perempuan harus ke luar dari perusahaan jika hamil. Jangan sampai perusahaan hanya rekrut tenaga laki untuk bidang-bidang yang berbau laki seperti tehnik sipil, engineering, komputer Perusahaan memfasiliti perempuan yang sedang hamil untuk bisa tetap bekerja dan perempuan yang sedang menyusui dengan tempat yang nyaman untuk mengeluarkan ASI, memberikan cuti hamil yang cukup.

 Hambatan keempat sosial, ada pembagian kerja yang sama antara suami dan istri. Tidak ada anggapan lagi bahwa perempuan harus bekerja di dapur , mengurus anak, mengurus rumah tangga. Perempuan dapat berkarya di tempat formil. Suami pun ikut mendukung dengan mengurus anak dan rumah tangga. Di negara maju, pembagian kerja ini sudah dilakukan lama. Jika istri bekerja di kantor, yang bekerja di rumah adalah suami. Begitu pula sebaliknya.

 Hambatan kelima regulasi dari pemerintah, persamaan gender dalam bidang pekerjaan terutama perempuan terhadap lelaki harus diformulasikan dalam sebuah Undang Undang dimana pemerintah memfasiliti perempuan untuk mendapat hak cuti hamil selama melahirkan, memberikan peraturan kepada setiap perusahaan yang merekrut pegawai perempuan untuk menyediakan tempat menyusui dan memberikan fasilitas bagi yang hamil untuk tidak ikut kegiatan yang sifatnya membahaykan seperti “fire drill”. Pemerintah juga dengan tegas memberikan sanksi keras kepada perusahaan yang melanggar ketentuan untuk tidak menyama ratakan gaji laki dan perempuan dengan kapasitas pekerjaan yang sama. 

Semoga jumlah perempuan Indonesia dapat meningkat di tempat kerja formal yang berkontribusi besar di perusahaan yang pada akhirnya berkontribusi besar kepada GDP negara dan kehidupan pribadi/keluarganya.