Featured Slider

Apa yang Salah? Purna Pensiun Terpaksa Bekerja Lagi


finansial.com
Apa yang terpikirkan Anda apabila usia Anda sudah mendekati usia pension? Seorang teman perempuan mengatakan bahwa sebentar lagi dia akan terbebas dari beban kerja dan menikmati pension dengan bermain dan bercengkerama bersama cucu-cucunya. 

Namun, ada teman perempuan lainnya mengatakan bahwa masa pension itu harus diisi waktunya dengan baik supaya tidak cepat pikun. Sebagai contoh harus belajar mengaji, ikut kegiatan sosial dan lainnya. Ternyata yang terbayang dari dua contoh di atas tidak semuanya dapat diimplementasikan dalam dunia nyata yang kita hadapi saat ini. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pension artinya tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai. Arti kedua uang tunjangan yang diterima tiap-tipa bulan oleh karyawan setelah ia berhenti bekerja atau oleh istri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal dunia. 

Jadi untuk arti yang pertama, pension itu seolah-olah kita tidak lagi bekerja karena tugas sudah pari purna. 

Untuk arti yang kedua itu , tergantung dari apakah kita sebagai pegawai swasta atau pegawai sipil. Jika kita sebagai pegawai swasta, belum tentu ada program pensiunnya. Jika ada program pension pun, biasanya dibayarkan untuk secara lungsum (keseluruhan total dari haknya). 

Apabila dia sebagai pegawai sipil, dia akan mendapat pension tiap bulan dari pemerintah. Namun, kebanyakan dari mereka yang pension dari pemerintah harus memikirkan lebih lanjut apakah dia masih punya dana tambahan karena dana pension yang diterima tiap bulan itu tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

 Nach, ada dua orang bapak yang baru saja pension dari pegawai swasta. Bapak A setelah mengabdi hampir 35 tahun di suatu perusahaan, dia harus pension. Oleh perusahaan diberikan dana pension dari sekian kali tahun masa jabatan dikalikan dengan gaji terakhirnya. Pekerjaan Bapak A sebelum pension adalah tenaga administrasi. Jadi gaji terakhir yang diterima tu pun hanya cukup untuk hidup satu bulan saja. Agar dapat membayangkan secara realistis, gaji Bapak A terakhir adalah RP.5 juta. Jadi pension yang diterimanya Rp.175 juta dikurangi dengan pajak yang kurang pension yang diterimanya Rp.140 juta

. Nach, dia berpikir lebih baik pulang kampung dari pada tinggal di ibukota yang biaya hidup besar, juga dia masih menyekolahkan anak kedua yang masih SMA. Pulanglah dia ke kampung, tanpa keahlian dan kondisi kampungnya belum banyak lapangan kerja yang dapat diperbuatnya. 

Sayangnya, anak pertama akan menikah dan minta biaya kepada ayahnya untuk pernikahan. Terpaksa Bapak A melepaskan dana pension untuk biaya pernikahan. Dia hanya menyimpan sedikit untuk dana sekolah anaknya yang kedua. Setelah dihitung, uang pension dikurangi dengan biaya pernikahan anaknya, tinggal sedikit , tidak mencukupi biaya kebutuhan bulanan, dia terpaksa berpikir untuk kembali ke Jakarta. Cari pekerjaan apa saja supaya ada uang masuk demi kehidupannya. Dia pun menjadi supir taxi untuk menyambung hidup selanjutnya.

Begitu pula dengan bapak B, apa yang dia impikan bahwa dana pension yang diterimanya dari perusahaan swasta dia mengabdi terpaksa digunakan untuk keperluan pengobatan istrinya yang sakit kanker. Setelah hampir habis, dia terpaksa bekerja lagi sebagai supir taxi. 


 Dua contoh di atas menunjukkan bahwa banyak di antara kita yang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi masa pension, terutama untuk bidang ekonominya. Gambaran dari jumlah pekerja di Indonesia itu adalah 129,39 juta jiwa , namun dari peserta dana pension baik itu melalui BPJS Ketenagakerjaan maupun dana pension swasta jumlahnya hanya 4,635,074. Jadi ada perbedaan signifikant , hanya ada  3.5%  yang mempersiapkan dana pensiun untuk pensiun.
 Data ini adalah data terakhir di tahun 2018.

 Kesimpulan yang dapat diambil dengan data ini adalah orang Indonesia belum siap untuk pension. Jika harapannya 2 atau 3 orang Indonesia di usia kerja ingin pensiun nyaman, tetapi pada kenyataannya hanya 1-3 orang yang sudah siapkan dana pensiun setiap bulannya.

 Lalu apa dampak jika Anda tidak menyiapkan dana pensiun?

 Menjadi beban Anak Uang sisa pensiun sudah habis, tetapi gaya hidup Anda tetap seperti sama sebelum pensiun. Pengeluar tetap besar itu membuat Anak Anda yang menanggungnya. Jika Anak anda sendiri tidak bisa memberikan bantuan, Anda terpasa menumpang hidup kepadanya atau paling tidak numpang makan dan keperluan hidup. 

Opsi yang lain, tentunya terpaksa kembali bekerja. Padahal ruang gerak dan kesempatan lapangan pekerjaan bagi pensiunan di Indonesia sangat terbatas. Tidak seperti di Singapore untuk pensiunan diberikan kesempatan bekerja, apa pun pekerjaannya mulai dari pekerja kasar sampai ilmuwan, tetap harus dipekerjakan karena ada hukum yang melindungi pensiunan. 

Kemampuan fisik pensiunan semakin lemah tapi jika option memaksa untuk bekerja maka kualitas kehidupan para pensiunan di Indonesia makin menurun dari tahun ke tahun. Semoga tulisan ini bisa menggugah kita semua agar mempersiapkan diri untuk datangnya pensiun dengan dana pensiun yang mencukupi.

Jangan Sampai Tunggu Rusaknya Hardisk, Saat Cooling Pad Telah Berikan Sinyal

 
JakartaNotebook.com

Sebagai pensiunan, pekerjaan saya sudah tidak “complicated” , jadi saya pikir buat apa beli komputer dengan teknologi yang sangat “sophisticated”. Cukuplah ASUS Seris A455.L
 Komputer ini baru dibeli sekitar setahun yang lalu. Komputer ini menemani saya dalam kegiatan rutin saya. Selain perangkat Komputer, ada Cooling pad atau alat pendingin computer. 

Meskipun saya menggunakan komputer maksimum selama 2 jam, tetapi untuk menjaga agar laptop tidak cepat overheat atau panas, maka saya gunakan alat pendingin laptop yang sering disebut dengan cooling pad. Cooling pad ini saya letakkan dibawah laptop. Dengan adanya pendingin laptop, maka fungsi dari pendingin laptop pun berjalan dengan baik untuk mencegah overheat, bahkan ada yang mengatakan bahwa cooling pad ini juga membantu laptop bekerja lebih optimal dan cepat, mengurangi clock speed pada processor

 Saya tidak pernah membawa laptop saya ke luar ruangan, ke tempat terbuka di luar rumah yang suhu udaranya lebih panas. Sehingga saya yakin benar bahwa cooling pad saya tidak cepat rusak. Namun, pada bulan Nopember 2019 tiba-tiba cooling pad saya itu berbunyi “tek…tek…tek…tek”.

Setelah mendengar bunyi yang mengganggu, saya pun berhenti bekerja, mematikan laptop. Setengah jam kemudian saya buka laptop kembali. Tidak terjadi lagi bunyi. Tetapi beberapa hari kemudian, ternyata bunyi itu makin lama makin keras bunyinya. Saya pikir satu saya akan ganti cooling pad seminggu lagi ketika saya belanja mingguan.

Saya sudah sempat browsing cooling pad baru. Harga cooling pad ini tidak mahal, tapi saya lagi malas ke luar untuk sekedar beli cooling pad baru. Belum sempat seminggu, hari itu tengah minggu, hari Rabu, tiba-tiba laptop mati secara mendadak.

Di layar itu tercantum kata-kata “A problem has been dected and windos has been shut down to prevent damage you computer. The problem seems to be caused by the following: invalid…….If problems continue, disable or remove, any newly installed hardware or software…” . Namun,laptop tidak bisa dimatikan sama sekali.

Saya biarkan tetap menyala sampai baterainya habis. Rasanya kaget, dan takut apa yang terjadi. Setelah kompter mati (baterai habis), saya pikir komputer dapat “menyala lagi. Sayangnya , komputer itu tetap dalam keadaan mati sama sekali.

Wah, panik dan pening sekali ketika komputer mati, semangat hidup seolah berhenti dengan hilangnya denyut kehidupan saya. Saya terpaksa minta tolong kepada suami yang mengetahui apa yang terjadi dengan komputer.

 Dia langsung berdecak diam: “Wah, ini crash” Mendengar kata “crash” , saya langsung lemas sekali. Apakah semua data saya hilang, saya bertanya kepada suami dengan nada panik.

 “Loh, kamu khan menggunakan flash disk, jadi semua data terselamatkan!”
Tapi bagaimana dengan aplikasi yang ada di hardware? tanya saya.
“Yang rusak harddisk, semua aplikasi perlu direinstal, jawabnya".

 Terpaksa saya memanggil ahli komputer yang biasa memperbaiki hardiskyang rusak. Setelah mendeteksi kerusakannya, dia menjelaskan bahwa harus mengganti hardisk karena crash. Wah saya jadi lemas sekali karena mengganti hardisk itu artinya komputernya harus menginap di tempat kerjanya.

 Saya sendiri kurang paham kenapa bisa crash apakah karena gara-gara dari overheat atau ada kerusakan hardware yang mencoba untuk menulis ke alamat perangkat keras di luar memori utama system. Jika saya merasa tidak buat kesalahan atau mengeksekusi pada system karena tidak mengerti apa-apa tentang kode.

 Dugaan saya pertanda komputer crash itu dimulai sejak adanya bunyi dari cooling pad itu dan seharsunya saya sudah mendeteksi dan segera mengganti cooling pad sehingga tidak sampai parah dan mengalami kerusakan permanen.

 Akhirnya computer harus diganti dan dipasang hardisk yang baru. Ketika dibawa kembali ke rumah, saya langsung melihat Komputer itu bagaikan komputer kosong, tidak ada satu aplikasi pun.

 Kamu harus pasang satu persatu yach aplikasinya. Wah keringat dingin langsung mengucur di tubuh saya. Ngga bisa semua, saya minta tolong install “Microsoft workoffice” dan Kaspersky security, yang lainnya satu persatu harus diinstal kembali.

 Selain makan waktu juga biaya yang dikeluarkan cukup besar, tapi masih diselamatkan tidak sampai harus beli computer baru.

 Nach, semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi mereka yang menggunakan cooling pad, jika ada tanda-tanda bunyi, langsung secepatnya diganti. Lebih baik mencegah sebelum crash terjadi.

RSVP itu gampang, Tapi Tidak Semua Orang Mau Melakukannya



Saya sering berdebat dengan teman saya tentang jumlah makanan yang harus disediakan untuk suatu event atau acara tertentu. 

 Teman: “Anggotanya ada 60 orang, tapi tiap kali yang hadir hanya 20 atau 30 orang saja”
 Saya : “Lebih baik cantumkan RSVP supaya kita dapat menyediakan makanan sesuai dengan kehadiran. 
Teman: “MEmang gampang?” “Pernah diminta untuk memberikan konfirmasi kehadiran (bukan RSVP untuk memperhalus narasi tentang kehadiran). Ternyata semuanya bilang hadir, ketika di hari H, ternyata jumlahnya berbeda, yang bilang hadir itu tidak hadir”.

Saya: “Kok bisa yach?” Seharusnya yang menyatakan hadir itu khan harus konsekuen hadir. 
Teman: “Yach, piker sendirilah!” 

 Merenung, bagaimana jika mengadakan acara kecil saja, untuk menentukan kehadiran tamu saja sulit, apalagi jika mengadakan resepsi pernikahan. Sering yang saya dengar dari mereka yang akan mengundang untuk resepsi pernikahannya, cara untuk menghitung jumlah kehadiran ditentukan dari jumlah undangan yang disebar.

 Bila jumlah undangan ada 500 lembar, kalikan saja dengan dua kalinya . Dianggap dua kali karena biasanya orang yang datang ke resepsi itu tidak mau datang sendirian walaupun dia masih “single”, tetap mengajak teman, saudara , ayah/ibunya. Jadi jika undangan 500 berarti harus disediakan makanan sebanyak 1000 makanan. 

Wah, ternyata asumsi untuk kehadiran itu cukup besar. Lalu, teman saya mengatakan: “Loh mau menanggung malu jika nanti persediaan makanan kurang, kasihan dong tamunya yang sudah jauh-jauh datang, tidak dapat makanan”. Ketika hari H, apakah benar jumlahnya yang datang benar-benar 1000 orang?

 Tergantung kepada situasi, tetapi umumnya kehadiran itu seperti yang telah dijadikan patokan yang resmi, walaupun faktanya berbeda. Katakan satu keluarga ada suami, istri dan dua anak yang masih kecil pun, maka satu undangan akan dihitung 4 orang. Namun, di lain pihak, ada juga yang diundang tapi tidak datang karena dia berada di luar kota atau kepentingan yang sangat penting sehingga tidak dapat hadir. 

Balik lagi kepada argumentasi saya tentang RSVP, kenapa tidak dicantumkan RSVP di dalam undangan sehingga sangat mudah menentukan berapa yang hadir dan makanan yang disiapkan pun sesuai kehadiran. Sudahlah, kamu tidak usah membuat ide yang tidak biasa itu, kata teman saya. 

Saya merenung kembali, kebiasaaan tentunya dapat diubah untuk sesuatu yang lebih baik. Bayangkan, jika makanan yang disediakan untuk 1000 orang, ternyata yang hadir 750 orang, sisa porsi 250 orang itu akan diapakah?

 Sekarang memang ada suatu lembaga informal yang menampung sisa-sisa makanan dari pesta yang memang masih layak dimakan untuk dibagikan kepada fakir miskin. Namun, seandainya mereka tidak sempat berpikir untuk memberikan kepada mereka yang memerlukan sisa makanan sehat itu, lalu makanan itu akan mubazir dibuang tanpa memikirkan bagaimana kita membuang sesuatu yang berharga.

 Pangan itu harus dihargai sebelum dijadikan makanan. Merenung kembali ketika keponakan saya yang tinggal di Belanda itu akan menikah. Dua-tiga bulan sebelum pernikahan, dimana dia hanya mengundang keluarga inti saja.

 Keponakan saya menanyakan apakah saya akan hadir, jika hadir siapa saja yang datang bersama saya. Awalnya saya berpikir lucu juga, saya masih tantenya, jika tidak hadir pun sisa makanan hanya satu saja. Namun, kembali saya melihat pertanyaan itu membutuhkan ketegasan saya untuk menyatakan kehadiran, maka saya jawab, tidak hadir.

Beberapa waktu berselang setelah pesta pernikahan, saya mengetahui bahwa di Belanda, jika kita diundang, makanan yang disediakan akan datang persis jumlahnya dengan kehadiran tamu. Tidak berlebih, tidak kurang. Semuanya “pas” dan tidak pernah membuang makanan. Mereka menghargai makanan sebagai hasil kerja keras.

Mereka juga melihat bahwa budaya RSVP itu memudahkan untuk menentukan penyediaan makanan sehingga tidak ada lagi sisa makanan . KEbiasaan yang memudahkan bagi pengundang, juga kebiasaan menghargai pangan sebagai sumber yang terbatas dan dijaga dengan baik dengan tidak membuang percuma.

Cintailah Bumi dengan Keanekaragaman Hayati #MSIGCintaBumi




Tuhan menciptakan alam, bumi ini dengan kekayaan dan keanekargaman hayati (biodiversity) dengan sangat indah sekali. Keanekaragaman hayati itu adalah tingkat variasi bentuk kehidupan mengingat ekosistem bioma spesies atau seluruh planet.

Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam, anugerah Tuhan yang indah karena eko- sistemnya ditata dengan baik. Indonesia memiliki kekayaan hayati terbesar di dunia, 25,000 tumbuhan bunga, 1500 spesies burung, 600 spesies reptil, 270 spesies ampibi, 1700 spesies ikan laut dan 1400 ikan tawar. Relasi mahluk hidup, manusia, tanaman, hewan, air dengan lingkungan sangat baik karena mereka saling membutuhkan dan melindungi satu sama lainnya

Ekologi dan ekosistem menjadi fungsi utama agar kehidupan manusia dan seluruh mahluk saling membutuhkan,melindungi dan berdampingan hidup satu sama lainnya. Ekosistem tertata baik dalam siklus yang menyatu, hutan dapat menyediakan tempat bagi tanah dan air dan tanaman/pepohonan tumbuh dengan baik.
google.com

Keragaman tanaman yang baik digunakan untuk konsumsi hewan herbivora seperti sapi, kambing, rusa, kuda, jerapah, badak, anoa dan tempat berteduhnya. Sementara hewan juga dikonsumi oleh manusia. Air digunakan untuk konsumsi oleh tanaman, hewan dan manusia.

Sayangnya, kekayaan alam yang sejatinya untuk kesejahteraan semua mahluk hidup itu berubah.  Keserakahan manusia untuk kepentingan ekonomi, merusak hutan dengan melakukan pembalakan liar dan penebangan liar terhadap hutan. 
google.com

Salah satu sumber hayati, pepohonan hilang, hutan jadi gundul, tanah tidak lagi subur, air tidak terkendali karena tidak ada resapan menjadi banjir, hewan terancam keberadaannya.   Bahkan,semua ini juga mengancam kehidupan manusia karena adanya longsor, banjir.

Kerusakan hutan telah membuat kesengsaraan manusia sendiri. Ekologi rusak.  Tidak ada yang indah dan kenyamanan hidup bagi tanaman, hewan dan manusia. Rusaklah alam semesta yang indah.

Kerusakan lingkungan ini menjadi concern bagi MISG ( Asuransi Mitsui Sumitomo Company, Limited) . MISG telah melakukan “Paliyan Wildlife Reserve” atau Pengelolaan Suaka Margasatwa Paliyan di Yogyakarta. MISG sebagai Asuransi Umum yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda) akibat dari bencana alam . Oleh karena itu bagi mereka yang memiliki  aset/ hartanya (mobil, rumah) sering rusak karena adanya  bencana (banjir, angin topan), dapat mengasuransikan ke MISG.  Setelah mengasuransikan aset Anda, hidup Anda jadi tenang.

Pengelolaan suaka dilaksanakan untuk rehabilitasi dan restorasi hutan Paliyan. Caranya adalah dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat lokal tentang pendidikan pertanian yang berkelanjutan dan mendapatkan panennya sehingga mereka mendapatkan kemandirian keuangan. 

Secara teknis, MISG berkolaborasi dengan Universitas Gajah Mada untuk memberikan bantuan teknis pengetahuan, edukasi lingkungan, pelestarian lingkungan kepada guru-guru Sekolah . Lalu guru-guru sekolah mengajarkan kepada anak didiknya atau siswanya dan generasi mendatang untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya pelatihan dan pendidikan itu hasilnya dapat merestorasi dan merehabilitasi kondisi hutan Paliyan: 
  •  3,000,000 tanaman untuk ditanam
  •  23 spesies burung yang didokumentasikan
  •  9 spesies kupu yang didokumentasikan
  •  19 sekolah yang berpartisipasi untuk mengedukasi lingkungan
  •  165 guru yang dilatih untuk edukasi lingkungan
  •  97,057 benih tanaman didistribusikan
  •  185 rumah tangga dilatih untuk metode penanaman yang baik 

Jaga bumi mulai dari diri sendiri:

 Bagi saya yang pernah mendapat edukasi tentang plastik, plastik bukanlah musuh kita. Paradigma sering salah karena satu lumba mati akibat makan plastik, maka plastik itu dianggap sebagai pembunuhnya.

 Ternyata manfaat plastik itu sangat banyak. Kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan plastik. Mulai dari makanan pembungkus, kemasan makanan, sampai banyak alat-alat rumah tangga dan pembungkus kosmetik dan lainnya 
danone.co.id

Tak ada yang salah soal plastik karena ternyata selain manfaatnya banyak, juga telah disurvei oleh peneliti bahwa bahan dari pembuatan plastik itu ada yang ramah lingkungan dan tidak membuat rusak lingkungan. Bahkan penggunaan plastik di Eropa jauh lebih besar ketimbang di Asia. Namun, penggunaan plastik di Eropa itu sudah menggunakan sistem circular economy sehingga tak menimbulkan keresahan atau masalah sampah plastik karena mereka telah mendaur ulang hampir 53% nya. 
Circullar Economy     Sumber: danone.co.id

Sementara di Asia belum melakukan hal itu . Hal ini terkendala dengan infrastruktur pembuangan plastik dan kesadaran dari sampah plastik. Di Asia masih gunakan sistem Linear Economy artinya plastik diproduksi, digunakan dan dibuang tanpa didaur ulang.

Pengganti Plastik    Sumber: danone.co.id

Rupanya penelitian dari Trucost membuktikan bahwa jika kita ingin menggantikan plastik dengan bahan lain seperti kaca, timah, aluminium hasilnya sebagai berikut ini:
  • Dari segi pemeliharaan lingkungan: Plastik lebih baik dibandingkan bahan alternatif , nilainya USD 139 vs USD 533 .
  • Dari segi kesehatan manusia dan ekosistem: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan  alternatif, nilainya USD 63 vs USD 343.
  • Dari segi perubahan iklim : Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif, nilainya USD 71 vs USD 183.
  • Dari segi kerusakan laut: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif , nilainya USD 5 vs USD 7.

 Jadi intinya plastik itu akan menjadi masalah jika kita tidak mampu mengelola sampah plastik. Sampah plastik di Indonesia telah mencapai 3,2 juta ton . Berhubung sampah plastik ini tidak dikelola dengan baik maka sebanyak 0,48-1.29 juta ton telah mencemari laut . Sampah plastik yang dikelola dengan daur ulang hanya 9% saja, sisanya hampir 91% dibuang begitu saja dan akhirnya mencemari laut, lingkungan hidup dan mengganggu kesehatan manusia karena polusi. Bahkan, setiap tahunnya kemasan plastik kehilangan nilai ekonominya sebesar 95% setelah penggunaan pertama.

 Berikut ini adalah implementasi saya sebagai pribadi agar dapat melestarikan bumi dengan cara berikut ini:

  1.   Daur ulang plastic botol pet, wadah non-polystyrene foam dan bubble wraps. Jika saya belum paham bagaimana cara mendaur ulangnya, saya akan membawa barang-barang plastik itu ke tempat RBU (Pengelolaan Daur Unag Limba Plastik). 
  2.  Menggunakan Tumbler untuk menggganti botol minuman plastik.
  3.  Membawa “Tempat plastik” apabila saya belanja ke pasar untuk membeli daging atau ikan.
  4.  Menggunakan tas belanja untuk mengganti bungkus plastik. 
  5.  Memilah sampah antara organik dan non-organik.

Wisata Budaya dan Sejarah di Bandung

Tempat-tempat wisata jelang Liburan jelang Natal dan Tahun Baru itu itu sangat penuh sesak , dipadati dengan pengunjung. Maklum liburan panjang bagi anak-anak sekolah disamping orangtua yang bekerja pun ikut berlibur. 

Nach, saya sendiri sebenarnya tidak berminat untuk berlibur ke kota Bandung. Memahami hampir setiap week end dan liburan Bandung dibanjiri penuh sesak oleh warga Jakarta yang haus akan liburan.

Namun, berhubung suami ingin banget bernostalgia dengan kota tempat dia berkuliah, kami memutuskan untuk naik kereta ke Bandung, mengunjungi sekitar pusat kota Bandung tanpa harus ke Lembang dimana kemacetan terjadi luar biasa.

 Kami berangkat naik kereta api Parahyangan tepat waktu dari jam 8 pagi , di Gambir dan perjalanan sangat lancar dan tiba di Bandung pukul 11.30. 

Mendung menggelayut , awan gelap sudah mulai meneteskan airnya, secepatnya kami ke luar dari stasiun mencari grab untuk segera sampai ke Hotel. Ternyata ada kesalahan destinasi seharusnya kami menuju ke Aston Braga, namun kami pesan ke Braga Hotel. Ditengah jalan Braga, kami turun dan secepatnya mencari sebuah restoran yang rupanya hanya kami satu-satunya tamu. Sebuah resto yang kurang memadai pelayanan dan makanannya. Namun, kami berhasil berteduh di resto ini karena hujan keras dan halilantar menyambut kedatangan kami.

 Setelah hujan reda, kami melanjutkan berjalan kaki sepanjang jalan Braga mencari Hotel Aston. Check-in dan kami beristirahat sebentar. 

Selanjutnya, kami langsung menuju ke Saung Angklung Udjo di Jl. Padasuka 118, Bandung. Tempatnya cukup jauh dari Hotel. Kami tidak khawatir untuk kehabisan tiket karena tiket telah kami beli dari traveloka.online. 

 Begitu sampai di tempat parkir yang luas, kami mencari loket untuk mengganti tiket online dengan tiket dari Saung ANgklung Udjo yang berupa sebuah kalung dengan gambar angklung. Pertunjukkan regular tiap hari diadakan dua kali yaitu jam 15.30 dan pukul 17.30 WIB 

Kami mengambil pertunjukkan pukul 15.30, waktu baru pukul 15.00 tetapi tempat duduk yang berupa batuan itu hamper penuh diisi oleh penonton. Sayang sekali, kami mendapat posisi di sebelah sayap kanan sehingga kami tidak bisa membuat foto dan video yang bagus dari depan. 

Tepat jam 15.30 seorang MC bernama teh Lina memperkenalkan diri, menyapa penonton dengan sangat hangat . Lia menanyakan penonton berasal dari negara dan kota mana saja. 

Setelah itu memberikan sekelumit sejarah Saung Angklung Udjo itu dibangun oleh Mang Udjo dan istrinya, Uum Sumiati, sebagai sanggar senit tepat pertunjukkan seni, laboratorium pendidikan sekaligus objek wisata khas daerah Jawa Barat. Misi Angklung ini harus dilanjutkan misinya ke seluruh dunia dan dikenal dimana-mana . Akhirnya penampilan seni ANgklung ini setelah diases oleh Unesco, mendapat penghargaan sebagai salah satu heritage kesenian. Tentunya, generasi selanjutnya harus melestarikan penghargaan ini. 

 Tidak sabar lagi, kami segera melihat acara pertama yaitu Demonstrasi Wayang Golek. Wayang Golek itu pementasan sandiwara boneka kayu. Dialog dalam Bahasa SUnda dan karakter dari wayang golek itu terdiri dari dua yaitu ada yang baik dan ada yang jelek. Secara singkat pertunjukkan itu memperlihatkan tiga tokoh utama dari yang baik dan jelek, memberikan kebaikan dan menuai kebahagiaan, bagi yang jahat akan menanggung akibatnya. 


Penampilan Helaran: 

Helaran adalah arak-arakan yang meriah sekali unuk mengiringi upcara tradisional khitanan atau upacara panen padi. Ada seorang anak yang dikhitan digendong dalam tandu diiringi dengna music angklung bernada Salendro/PEntanos . Sangat meriah karena mereka mengucapkan syukur dan gembira atas berkat Tuhan Yang Maha Esa. 

 Tari Tradisonal: 

Tari topeng Kandaga gaya Parahyangan menceritakan Ratu Kencana Wungu yang dikerja-kejar oleh Prabu Menakjingga yang tergila-gila padanya. Babak pertama laying Kuminteri pembawa berita untuk Ratu KEncana Wuung Majapahit yang sedang menyelidiki keadaan di kerajaan BElambangan.Babak KEdua Layang Kumintir menyambar sebagai seorang pria gagah perkasa untuk melawan Prabu Menakjingga. 

Arumba: 

Alat yang erbuat dari bamboo bertangga nada diatonis dengan tetap menghasilkan nada harmonis dan dinasmis. Diciptakan tahun 1970an , ARUMBA merupakan singkatan dari A untuk Alunan , Rum untuk RUmpuan dan Ba untuk bamboo. Angklung Massa Nusantara Menarik sekali semua murid senior dan junior memainkan lagu-lagu nusantara dari Sabang sampai merauke dengan pakaian adatnya. 

Bermain Angkung Bersama

Sangat atraktif sekali ketika MC teh Lia, minta semua murid untuk membagikan angklung kepada penonton. Semua penonton mendapat 1 angklung dengan nomer di bagian bawah. No 1 mempresentasikan nada do, no.2 nada re dan selanjutnya. Sesuai dengan aba-aba dengan tangan teh Lia, mulai nomer 1 sampai 7, sebuah lagu dimainkan bersama-sama. Kami yang baru pertama kali memegang angklung pun merasa mampu untuk memainkan lagu dengan angklung.

 Angklung Orkestra:

 Dimainkan sebagai orchestra, dimainkan empat orang dengan kombinasi permainan alat music angklung yang dilengkapi dengan perkusi sehingga mampu mengalunkan lagu kalsik, kontemporer, pop dan local. 

 Menari Bersama: 

Untuk mengakhiri acara, anak putra-putri mengajak semua penonton untuk bersama-sama menari diiringi dengna angkung yang dimainkan di panggung. Suasana ceria, gembira dan sangat meriah tarian yang mudah diiringi bernyanyi lagu daerah mulai dari lagu daerah yang sedang tren. 

 Bangunan heritage sepanjang Asia Afrika:

 Rasanya tidak afdol apabila kami tidak berkunjung melihat bangunan heritage yang berada di sepanjang jalan Asia Afrika. 

OCBC NISP: 




Sebuah bangunan kokoh berasitektur Belanda dengan papan nama belanda bernama “Warenhuis De Vries” merupakan bekas toko serba ada yang dimiliki oleh Andreas de Vries yang datang ke Bandung pada 1899 sebagai penduduk Eropa. Mengalami pemugaran abad ke-20 dan dijadikan sebagai kantor OCBS NISP untuk operasional bank. Di bagian bawanya ada museium kecil, alat-alat perbankang yang digunakan pada zaman dulu.

 Gedung Merdeka:

 Adalah gedugn bersejarah dimana para peserta Konperensi Tingkat TInggi Asia Afrika mengadakan konperensinya di tahun 1955. Kokoh bangunannya dan sekarang ini dijadikan museum yang memaerkan berbagai benda koleksi dan foto konperensi Asia Afrika yang merupakan cikal bakal Gerakan Non Blok. 

 Savoy Homann: 

Sebuah hotel bintang empat dengan rancangan bangunan menyerupai desian gelombang samudera bergaya art deco. Dibangun sekitar tahun 1939 dan menjadi tempat menginap para tetamu peserta Konperensi Asia Afrika. 

 De Majestic:

 Gedung bioskop pertama pada zaman Hindia Belanda dengan desian bangunan oleh Prof Ir.Charles Prsper Wolff Schoemaker. Sekarang ini bangunan ini tidak difungsikan lagi karena mundurnya perfilman dan tempat yang sudah tidak sesuai dengan bangunan modern.

 Chinatown Bandung: 

Lokasinya terletak di lahan seluas 3.000 ha. Kampung yang berasal dari kampong yang dihuni arga Tionghoa di Bandung disebut dengan kampong pecinan. Terdapat suatu ornament alat-alat masak, transportasi (sepeda) , benda-benda kuno seperti radio dan pakaian yang digunakan warga China pada saat itu. 

Tradisi warga China dipresentasikan di kedai kopi yang menyajikan kopi pada zaman itu. 

Mesjid China juga merupakan satu bagian dari bagian Chinatown dimana terpadunya antara orang China yang telah jadi pemeluk Islam. Rumah warga China dengan tamannya dan salju buatan ini merupakan imajinasi dari duplikat dari rumah China di negara China. 

Last but not least, Bandung memang menarik bukan untuk berwisata alam saja, tapi juga kekayaan budaya yang dapat di explore di sini.