Featured Slider

Meraih Mimpi Mendapatkan Rumah Pertama



Generasi Milenial Sulit Membeli Rumah:

Tingginya harga properti atau rumah saat ini membuat kaum milenial sulit memiliki rumah. Bahkan menurut survei yang dilakukan sebuah pengembang di akhir tahun 2016 yang lalu, diperkirakan hanya 5% dari generasi milenial yang bisa memiliki rumah di Jakarta.

Harga rumah meningkat terus menerus dari waktu ke waktu. Bahkan dikatakan kenaikan untuk rumah yang kecil jauh lebih besar ketimbang rumah besar.  

Grafik Kenaikan Harga Rumah  Sumber: katadata.com

Tingkat kenaikan di tahun 2009,2011, 2012 bisa mencapai 20%, dua tahun terakhir mengalami peningkatan sekitar 6% setiap tahunnya. Melihat betapa tingginya harga properti sedangkan saat Covid 19, banyak para milenial yang kena PHK maupun pengurangan gaji, mereka terpaksa harus meredam mimpinya untuk bisa membeli rumah. 
Menggapai impian itu bagaikan suatu mimpi di siang hari yang sulit untuk diwujudkan.

Pengalaman Anak Milenial : 

beritatagar.id

Anak saya yang telah bekerja hampir empat tahun seringkali mengatakan: " Wah kapan bisa beli rumah yach. Investasi rumah itu seolah hanya mimpi belaka, ngga mungkin memilikinya". 

Diskusi demi diskusi berlangsung. Dia juga bercerita teman-temannya yang akan menikah dan beberapa yang ingin sekali membeli rumah pertama itu harus menunda keinginannya karena terbentur  berbagai persyaratan dan tingginya harga properti yang terus melambung.

 Dimulai  komentar dari anak : “Bayangkan, mah, gaji anak milenial sekarang yang baru masuk kerja biarpun dia sarjana atau S2 pun, jika belum pernah kerja , ngga bisa beli rumah”. 

“Loh kenapa , jika soal gaji tidak terkejar dengan harga rumah yang super mahal, khan bisa dengan kredit dari bank-bank yang bertaburan berikan kredit perumahan!” jawab saya. 

“Ayo, mamah hitung dengan angka . Pertama, harus punya uang untuk bayar uang muka, paling sedikti 15% dari harga rumah, bayar notaris, survey, pajak, asuransi,bayar cicilan l/3 dari gaji . Gajinya masih kecil ngga bisa untuk bayar semua yang tertera dalam ketentuan.  Kedua, belum lagi risiko tinggi apabila tiba-tiba , gaji yang dikurangi karena harus Work from home (Bekerja dari rumah) , dan yang kasihan bagi mereka yang kena PHK, bagaimana bisa bayar angsurannya?" jelas anak saya. 

Tercenung saya mendengar alasan mengapa anak-anak milenial sekarang ini sulit mendapatkan rumah pertama. Seolah gaji tidak terkejar dengan tingginya harga rumah. Padahal rumah itu jadi kebutuhan primer saat mereka ingin menikah, produktivitas tinggi.

Saya Wujudkan Rumah Pertama Idaman Saya :


Rumah idaman yang saya dapatkan tentu berbeda dengan rumah idaman milenial. Saya membeli rumah pertama secara angsuran. Setelah beberapa tahun bekerja, saya sudah memberanikan untuk membeli rumah . Saya sudah cape pindah kos karena orangtua saya tidak tinggal di Jabotabek. 

Setelah melakukan survei rumah yang begitu lama, terpilihlah satu rumah yang memang harganya belum mahal seperti sekarang ini. Rumahnya masih sederhana (yang belum direnovasi). Rumah itu harus saya angsur selama 15 tahun selama saya bekerja di kantor. Kantor memberikan fasilitas pinjaman perumahan saat itu. 

Saya teringat betapa beratnya ketika gaji dipotong untuk angsuran rumah l/3 . Tetapi setelah hampir 14 tahun membayar angsuran hal itu tak terasa lagi karena gaji sudah naik, bahkan saya merasa bahagia bisa mendapatkan rumah dari hasil jernih payah keringat sendiri. 

Persiapan Pembelian Rumah Pertama :


Saya ingin berbagi bagaimana persiapan saya ketika ingin membeli rumah pertama: 

  1.  Miliki rumah sesuai dengan kondisi keuangan kita. 
  2.  Miliki rumah melalui KPR dari Bank yang telah ditunjuk karena ada stimulus fiskal .
  3.  Simulasi dulu berapa kemampuan kita untuk mengajukan pinjaman. Simulasi ini dapat dicoba pada setiap website setiap bank yang menyalurkan kredit rumah. Di sana akan ditemukan berapa cicilan atau angsuran tiap bulan dari gaji yang kita cantumkan dan dari rumah yang akan kita beli.  
  4.  Uang Muka KPR yang perlu disiapkan biasanya 15%untuk Rumah Tapak Pertama, 20% Rumah Kedua, 25% untuk RUmah berikutnya. Besarnya uang muka tiap bank berbeda.
  5. Siapkan biaya-biaya seperti :  *biaya provisi (1% dari KPR dikurangi uang muka), *Pajak Pembeli (BPHTB) (2.5% dari harga rumah-NJOPTKP), *Biaya balik nama (BBN) -1% x harga rumah + Rp.500 ribu .
  6.  Biaya bunga dan besaran cicilan KPR yang dibayar tiap bulan 

Berita Gembira Bagi Calon Pembeli Rumah Pertama:


Covid19 menggerus dan mengurangi penghasilan, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kementrian PUPR untuk  subisidi perumahan rakyat. Bagi yang sudah siap dengan dana uang muka dan biaya-biaya lainnya, dan pemotongan gaji, sekarang ada berita gembira sekali. Berita yang menggembirakan datangnya dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah mengalokasikan anggaran stimulus fiskal perumahan sebesar RP.1,5 Triliun untuk 175,000 rumah tangga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Stimulus fiskal ini diberikan dalam rangka membantu MBR jika mereka harus membayar angsuran kredit perumahan yang mereka harus bayar. Diharapkan bantuan keringanan dalam bentuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk KPR
.
Bantuan ini akan diberikan efektif 1 April 2020 di bank-bank seperti BTN, BNI, BRI yang menyalurkan akses subsidi perumahan KPR. 

 Lalu bagaimana mekanisme bantuan itu? 


 Ketika MBR mengajukan permohonan SSB , pembayaran angsuran bunga dengan suku bunga 5% per tahun selama 10 tahun. Pemerintah akan membayarkan subisidi sebesar seleisih angsuran antara suku bunga pasar dari perbankan dengan angsuran yang dibayar debitur. 

Untuk uang muka dari rumah tapak, MBR akan dapat manfaat tambahan yang pemberian sebagian uang muka KPR melalui SBUM sebesar RP.4 juta, khusus untuk Provinsi Papua and Papua Barat SBUM sebesar RP.10 juta. 


Bedah Rumah untuk Rumah Tak Layak Huni: 

Rumah  dengan Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya .Sumber perumahan.pu.go.id

Kementrian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyalurkan Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3772 unit Rumah di 10 kabupaten /kota Wilayah Sumatera Barat. Setiap rumah yang menerima bantuan sebesar Rp.17,5 juta dilakukan dengan pemasangan peneng bagi penerima bantuan.

Selain itu , Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 180 unit rumah di Kabupaten Lima Puluh juga telah disalurkan. Prosesnya sama yaitu dengan pemasangan peneng bagi penerima bantuan. Dalam pelaksanaan BSPS itu dalam bentuk bahan bangunan senilai Rp.15 juta dan Rp.2.5 juta dalam bentuk upah untuk tukang, dan diharapkan agar pemilik rumah juga menanggung sebagian dari biaya itu.

Nurmiati, seorang penerima BSPS sangat terharu ketika dia menerima pendampingan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dibantu dengan tetangga bergotong royong membantu rumah bambunya yang tak layak huni, menjadi layak huni.

 Sebuah testimoni dari Nurmiati "Saya tak pernah bermimpi membangun rumah yang lebih layak , tapi program BSPS telah membuat rumah saya sekarang layak huni".


 Nach, ternyata bagi yang sedang mengejar mimpinya untuk beli rumah pertama, ada banyak bantuan yang bisa dinikmati untuk bisa membeli rumah saat ini.

Gotong Royong Jaga Hutan dengan Cara Adopsi Hutan


Dokpri

Adopsi hutan, terdengar aneh di telinga kita bukan.   Tanggal 7 Augustus 2020 kita memperingati Hari Hutan Indonesia yang pertama dengan tema "Hutan Kita Juara". Tanggal ini adalah momen penting untuk refleksi.  Tanggal ini sengaja dipilih oleh 100 organisasi dan komunitas sebagai momen refleksi bersama masyarakat Indonesia karena persis setahun yang lalu Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut disahkan oleh Presiden Jokowi untuk berlaku permanen.  

Dengan semangat nasionalis dan komitmen tinggi untuk menjaga tata kelola hutan, kita semua harus ingat betapa pentingnya hutan bagi kita semua.  Walaupun hutan sangat jauh untuk warga yang tinggal di kota, tetapi hutan itu tak bisa dilepaskan dari kehidupan kita semua.  Mungkin hanya beberapa orang diantara kita yang sudah pernah ke hutan. Namun, semuanya sudah pernah mengenal hutan  melalui pelajaran biologi bukan? Kita perlu mengenal lebih dulu hutan sebelum mencintainya.  Tidak ada salahnya jika belajar lagi tentang hutan yang ada di Indonesia.

Jenis hutan di Indonesia berdasarkan perbedaan iklim Indonesia adalah hutan gambut, hutan hujan tropis dan hutan musim. 

  • Hutan gambut adalah hutan tropis berdaun lebar dimana tanah teredam air agar dedaunan dan kayu terdekomposisi sepenuhnya. 
  • Hutan hujan tropis adalah pohon berdaun lebar menghinjau sepnajang tahun dan timbuhan epifit. Yang termasuk epifit adalah lumut, palem, pohon panjat.
  • Hutan musim berlokasi di daerah tropis yang memiliki 2 musim hujan dan kemarau.

Mengapa Kita Harus Jaga Hutan?

dokumen pribadi

Hutan yang kita miliki adalah  hutan tropis ke-3 di dunia dan tidak dimiliki oleh negara lain. Luasnya hutan tropis sebesar 39.549.447 hektare.  Hutan kita adalah hutan terbesar ke-2 di dunia dari segi keanekaragaman  hayati.

Manfaat hutan itu bagi kita manusia itu sangat besar sekali, penghasil bahan produksi, pembersih udara (fungsi klimatologis), penyaring air (fungsi orologis), sarana pertahanan (fungsi strategis), sarana rekreasi (fungsi estetis), penyimpanan air hujan (fungsi hidrologis). 

Mengenal hutan bukan hanya dari pohon-pohonnya saja, tapi hutan merupakan kekayaan dari ekosistem yang terbangun  berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam, ada pepohonan, fauna, flora, budaya, sandang, papan,pangan dan sumber inspirasi. 

Beberapa puluh tahun lalu, begitu memasuki hutan, kita akan mendengar suara kera yang berteriak-teriak , kodok yang saling bersahutan, dan burung serta serangga yang berterbangan di antara rerumputan dan pohon-pohon adalah pemandangan yang sangat indah.

Keseimbangan kehidupan binatang, flora dan fauna begitu aman dan belum terusik oleh manusia.  Hutan masih aman tidak diganggu oleh manusia.  Bahkan, luas hutan dan ketenangan sebuah hutan tanpa polusi dapat dirasakan di semua hutan  di Indonesia.

Namun, sayang seribu sayang, ketika ancaman hutan terjadi dengan sangat masif, bertambahnya penduduk dan ketamakan manusia melakukan illoging dan penebangan yang terus menerus untuk kebutuhan ekonomi dari permintaan kayu untuk dibuat kertas maupun dijual untuk kebutuhan pembangunan rumah.

 Akibatnya, sungguh menyedihkan dan mengerikan, kerusakan hutan dengan gundulnya pohon-pohon yang ditebang, erosi besar-besar membuat sering terjadi banjir bandang dan longsor. Hal ini tidak terjadi di Indonesia, di Amazone yang merupakan hutan terbesar di dunia pun, kehilangan hampir 17% dari seluruh isi hutannya. Bahkan manusia yang hidup selaras dengan hutan, tersingkir karena adanya peraturan dan ancaman untuk meninggalkan tempat tinggalnya di hutan.

 Ancaman begitu parah ketika hutan gundul, hilangnya pohon-pohon yang ditebang itu tak mungkin ditanam dan disulap langsung jadi pohon besar. Untuk menumbuhkan pohon dari benih hingga dewasa dibutuhkan waktu 20-40 tahun. Biayanya juga sangat besar sekali, mulai dari benih yang memakan waktu 1 bulan di suhu udara 25-27 derajat C sampai memindahkan bibit ke polybag (9-12 bulan) dan akhirnya dipindahkan ke tanah dan menunggu hingga besar . 

Hak Kelola Hutan untuk Masyarakat Lokal: 


Di dalam hutan di Jambi terdapat beberapa suku (Orang Rimba) atau orang lokal setempat yang dulunya sangat arif dan bijak dalam pengelolaan hutan sekelilingnya. Mereka yang cinta dan hidupnya bergantung kepada hutan itu terpaksa tercampak,tergusur dari tempat tinggalnya karena kebijakan HTI tanah konsesi yang diberikan negara kepada perusahaan tertentu. Perjuangan keras dilakukan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) selama hampir tiga tahun dari level bawah sampai ke jenjang Menteri untuk mengembalikan hak dan pengakuan dengan pencabutan izin konsesi untuk perusahaan HTI.

 Aksi Nyata dari Hari Hutan Indonesia:

instagram kki warsi

"Hari Hutan Indonesia" yang diperingati pada tanggal 7 Agustus 2020 bukan sekedar euforia saja, tapi menghasilkan aksi nyata.   Hutan Indonesia telah menyerahkan petisi yang diselenggarakan oleh change.org  kepada Ibu Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Isi petisi itu adalah agar kita semua ikut berpartisipasi melakukan, melestarikan hutan salah satunya adalah dengan Adopsi Hutan dapat melalui kitabisa.com.

Dalam hal pelaksanaan Hutan Indonesia menggandeng para mitra seperti WARSI, WWF Indonesia  mengadopsi 1039 pohon tersebar di hutan adat Rantau Kermas Jambi, Hutan Nagari Sungai Bulah, Sumatera Barat, TN Rinjani.

WARSI terus mendampingi rakyat Rantau Kermas yang sangat patuh kepada adat dan mencintai kearifan lokal itu  supaya tetap diberikan pengakuan hak kelola hutan . Mereka pun hampir tercampak dari tempat tinggalnya.  Namun, WARSI terus berjuang demi rakyat Rantau Kermas  Warga yang memiliki kearifan lokal itu dilakukan menjaga hutan tetap lestari , air bersih, hutan hulu air, rimbo larangan, lubuk larangan, rimbo pusaka. Kearifan lokal ini dituangkan dalam berbagai skema. 

Agar warga tetap dapat menjalankan tugasnya melestarikan hutan dan menjaga pohon, maka WARSI membuat program Adopsi Pohon. Adopsi pohon bertujuan agar kita semua yang di luar Jambi dapat berpartisipasi membantu mengasuh pohon, menjaga masa depan bumi.

Menghimbau agar kita adopsi pohon yang sudah tumbuh besar bahkan usianya sudah ratusan tahun. Dalam program Adopsi Pohon/ Pohon Asuh, kita diberikan kesempatan untuk mengasuh pohon di hutan-hutan yang telah dipelihara oleh masyarakat Rantau Kermas,Jambi.

Menariknya kita bisa menjadikan pohon asuh ini sebagai hadiah atau kado istimewa bagi orang terkasih. 

Manfaat dari Adopsi Hutan atau Pohon Asuh adalah sebagai berikut ini: 


  1. Mendukung perlindungan hutan Sumatera. 
  2. Mewariskan alam yang ramah bagi anak cucu.
  3. Memberi reward bagi masyarakat penjaga hutan.
  4. Mendukung upaya menghasilkan oksigen dan mereduksi emisi karbon. 
  5. Memberikan masyarakat sekitar hutan membangun desa dan negara. 

 Cara Donasi Adopsi Hutan:

  1.  Kunjungi website www.pohonasuh.org 
  2.  Pilih lokasi dan jenis pohon yang dilingkari.
  3.  Kirimkan nilai donasi ke rekening 474721885 an Pohon Asuh KKI WARSI , Bank BNI Cabang Jambi 
  4. Kamu juga dapat rekomendasikan kepada rekan atau keluarga yang bertempat di luar negeri dengan paypal dengan nilai donasi Rp.200.000 untuk satu pohon selama setahun. 
Cara lain untuk Donasi Adopsi Hutan adalah:


kitabisa.com

  1. Akses    https://kitabisa.com/campaign/harihutanid
  2. Pilih dana yang akan disumbangkan
  3. Pilih cara bayar
  4. Selesai
dokumen pribadi

 Dengan partisipasi kita semua dalam Adopsi Pohon, berarti kita telah ikut serta dalam mendukung kelestarian hutan. Hutan tempat hunian kita.

Umbul Sidomukti, Pesona Wisata Alam , Aman dari Covid19



Apakah kita semua sudah kangen  untuk berwisata karena selama hampir 4 bulan kita semua dikarantina. Namun, masih banyak diantara kita yang berpikir keras , amankah untuk wisata di saat covid-19 belum hilang? 

Beberapa temanku  mengatakan sudah pengin berwisata, tapi berpikir bagaimana  nanti saat pulang justru kita membawa virus Covid-19. Amankah tempat yang kita kunjungi ? Apakah tempat yang kita kunjungi benar-benar telah menerapkan protokol kesehatan untuk keamanan pengunjungnya. Jangan sampai liburan kita yang menyenangkan berubah menjadi liburan yang menyedihkan karena kita terpapar Covid-19.

Tak usah khawatir dan risau, Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, telah mendapatkan rekomendasi, uji coba dan verifikasi dari otoritas pemerintah setempat untuk dibuka kembali dengan menerapkan semua protokol kesehatan, pengunjung dicheck suhu badan, cuci tangan dengan sanitizer atau jaga jarak, beli tiketnya pun diusahakan dengan non-tunai. Bahkan tempat-tempat  wahana permainan dan tempat duduk bagi pengunjung dan tempat menginap pun telah disemprot dengan disinfektan. Kondisi ini pasti menjamin liburan kita akan aman dan menyenangkan.

Tak kenal tak sayang: 
www.hotelumbulsidomukti.com

Sudah lama kutinggalkan kota kelahiranku Semarang, hampir 40 tahun lamanya. Lima tahun yang lalu balik ke Semarang karena ibuku meninggal. Selama di Semarang, aku tidak sempat kemana-mana. Tapi sempat bertemu dengan seorang sahabat lama.

Dina (bukan nama sebenarnya) bertanya kepadaku: “Kapan mudik lagi? Ayo, ntar kita jalan-jalan ke Umbul Sidomukti!”

 Begitu mendengar nama yang asing kudengar, aku bertanya kepadanya: “Dimana tuch?”

Lokasi tepatnya di Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang. Rutenya jika berangkat dari Semarang dengan kendaraan pribadi, menuju ke Ungaran. Persis di pom bensin Lemah Abang, lalu berputar arah. Mencari gapura kawasan Candi Gedong Songo. Setelah mengikuti jalan, hingga Pasar Jimbaran, ada sebuah gang bertuliskan Umbul Sidomukti, masuk ke gang itu dan bertemulah Umbul Sidomukti. 

 Apa keunikan Umbul Sidomukti?

www.nativeindonesia.com

Aku masih penasaran dengan apa yang direkomendasikan oleh temanku. “Apa sich bagusnya kawasan wisata ini? Dulu, Bandungan yang kuingat hanya taman bunga yang kurang  terrawat”. 

 “Jangan underestimate!” kata Dina sambil menunjukkan foto-fotonya bersama keluarga berwisata ke sana , Begitu saya melihat foto itu, aku terpesona dengan keindahan alam. Kolam renang di atas awan, seruku.

Umbul itu berarti air yang mengalir dari lereng Gunung. Nach Umbul Sidomukti ini letaknya di ketinggian 1200 mdpl , di kaki Gunung Ungaran.

Air mengalir dari lereng gunung itu dimanfaatkan untuk dijadikan kolam renang. Kolam renang itu dipenuhi dengan air alami, dingin dan bersih . Dengan arsitektur yang unik, dibentuklah tiga kolam bentuk Waskom dengan kedalaman yang berbeda. Ada yang tingginya 1 dan 1 l/2 meter untuk dewasa dan l/2 meter untuk anak-anak.

Saat berada di atas teras kolam renang, pandangan mataku langsung tertuju pada panorama yang indah. Dikelilingi oleh pohon-pohon hijau bak permadani, Gunung Ungaran yang gagah megah berada di depan panorama dan awan putih menghias di atasnya. Semuanya bagaikan lukisan alam nan indah yang sempurna. 

Selesai berenang, tentu kita pengin mengexplorasi tempat kawasan  wisata Umbul Sidomukti .

 Wahana Pacu 


Gapura Wahana Pacu   Sumber:   google.com
Flying fox.    Sumber: google.com


Naik Sepeda.   Sumber:  google.


 Di sini ada tempat fasilitas untuk wahana flying Lembah, Flying Double, Marine Bridge, Highest Triangle, Sepeda Awan. Permainan ini memang jadi pilihan bagi mereka yang suka dengan pengalaman adventure. Meluncur, Bersepeda di atas ikatan tali sungguh pengalaman yang sangat membuat jantung berdegup keras sekaligus merasakan sensasi keindahan alam bukit.

 Flying Fox bermain dari  ketinggian 70 meter panjang lintas bisa mencapai 110 meter.  Sedangkan Marine Bridge, bermain dari jembatan dari tali yang digunakan untuk latihan para tentara tingginya mencapai 30-50 meter.

ATV trek terbaru untuk mencoba bermain keseruan yang mendebarkan , dapat kebut-kebutan di arena yang ditentukan.

High Triangle bermain dengan tantangan melewati jembatan segitiga dengan tingkat kesulitan masing.

Semua permainan itu tentunya, dilengkapi keamanan yang lengkap dari jaring-jaring hingga alat yang dipakai agar tidak terjatuh terpental.

Setelah puas bermain di wahana pacu, kita bisa menuju ke Little Ranch. 

 Little Ranch


Little Ranch    Sumber:  www.nativeindonesia.com

 Suatu peternakan sederhana dan kecil. Kita bisa melihat bagaimana peternak merawat kuda-kudanya. Kuda yang biasanya ditunggangi pengunjung pada saat week end, akan dirawat dan diistirahatkan pada week day. Selain itu ada perkebunan sayur dan bunga yang sangat menawan karena petani berkebun dengan baik. 

 Panahan

Jika kita memiliki hobi untuk olahraga panah, bisa mencobanya. Di tempat ini disediakan peralatan untuk pemanah dengan pemanah professional di sini.

Penginapan

Apabila kita sudah capai mengexplorasi seluruh kawasan wisata Umbul Sidomukti, Saatnya untuk istirahat. Tidak perlu mencari tempat penginapan di luar kawasan karena di sekitar kawasan ini tersedia lengkap penginapan yang dapat kita pilih.

Hotel Umbul Sidomukti 

Vila Cemara.  Sumber:  www.hotelumbulsidomukti.com

Pondok Wisata      Sumber:  www.hotelumbulsidomukti.com


 Dengan view yang eksotik , nuansa alam pohon yang kehijauan,dibelakangnya gunung Ungaran yang kokoh dan udaranya yang sejuk. Fasilitas lengkap, wifi, Taman Renang Alam, Restoran, Outbound Wahana & Little Ranch. Penginapan yang memiliki dua konsep yaitu Pondok Wisata dengan model resort (cottage) dan Pondok Panorama dengan konsep  villa.

 Pondok wisata memiliki 24 room dengan type standar superior dan Deluxe Room dan family room. Sedangkan Pondok Panorama villa dengan 3 tipe yaitu Small Villa, Medium Villa dan Villa Panggung , total berjumlah 13 vila dengan kapasitas dan bentuk bangunan berbeda-beda.

Pondok Kopi
Pondok Kopi    Sumber:  www.hotelumbulsidomukticom.

Sore hari bagi para milenial yang pengin menghirup udara segar jelang sunset sambil ngopi, tempat ini tepat untuk "hang out", ngopi santai menikmati segarnya pemandangan di udara yang dingin.


Ayo, sudah siap berwisata alam menawan dan aman dari Covid! 



“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang Di Era Adaptasi kebiasaan Baru”. 

Mengapa Cukai Rokok Naik Saat Pandemi

dokpri


Hampir empat bulan saya terpaksa berolahraga di rumah.  Biasanya saya berolahraga bersama teman-teman di lapangan. Namun, sejak adanya pandemi, kami harus berolahraga di rumah masing-masing.  Biasanya ,kami tidak tahan untuk tidak berkumpul dengan teman-teman saat di lapangan. 

Untuk mengurangi kejenuhan, saya berjalan kaki menuju ke lapangan. Ditengah jalan, saya bertemu dengan seorang pemulung pria, usia setengah baya dengan muka kusut dengan tangan kirinya memegang keranjang dan tubuhnya yang sangat kurus mengepulkan asap rokok dan memegangnya di tangan kanannya. 

 "Bu mau ke lapangan?", tanyanya. 

"Tidak, jalan saja. Sedang batuk yach Pak?"jawab saya.

 "Iya, sudah lama batuknya ngga sembuh-sembuh, Bu!" pungkasnya.

 "Loh, ngga ke dokter?" "Wah, ini sudah lama tidak punya uang karena pengepul libur selama Covid!" jawabnya.

 "Ayo berhenti merokok dong Pak!" jawab saya. 

Pemulung itu tak peduli dengan perkataan saya, langsung dia meninggalkan saya. Saya sendiri sempat berpikir, apakah perkataan saya salah. Namun, saya telah berpikir keras apabila saya tak mengatakannya, saya justru merasa bersalah karena dia tidak sadar bahwa penyakitnya itu berasal dari rokok yang terus diisapnya.

Sebagai perokok tentu banyak yang tak pernah berpikir tentang bahayanya rokok, hanya berpikir tentang kenikmataan sesaat. Padahal rokok yang mengandung zat berbahaya , 600 kandungan berbahaya di dalam rokok. 

Saat rokok disulut, 7000 lebih zat kimia berbahaya dihasilkan oleh asap rokok.  Setidaknya ada 69 zat yang menjadi penyebab berbagai penyakit kanker.

 Penyakit kanker paru-paru yang ditimbulkan dianggap sebagai penyakit tak menular (PTM) sehingga orang tak sadar bahwa justru PTM itu penyakit yang mematikan. PTM juga salah satu faktor penyebab penyakit Kardiovaskular, Kanker, Paru Kronis dan Diabetes. Diperberat dengan terpaparnya COvid-19 yang memparah dan memiliki potensi fatal tinggi.
bps.com

 Sayangnya, para perokok belum menyadari bahayanya rokok diatas. Hal ini terbukti dengan jumlah prevalansi rokok dari tahun ke tahun meningkat terus. Prevalansi di tahun 2015 menunjukkan angka 39% dan justru perokok pada penduduk usia 15 tahun ke atas meninggi dari 33% di tahun 2000 jadi 39% di tahun 2015 (data WHO 2020). Sementara di negara tetangga Cina, prevalansi perokok menurun. Indonesia mengendailkan konsumsi rokok dengan cukai, pendidikan dan kawasan tanpa rokok. 

Namun, hal itu masih kalah dengan upaya dari industri rokok yang memasarkan rokok dengan harga murah karena cukai belum juga tinggi. Dilemanya adalah pabrik rokok itu merasa keberatan untuk kenaikan tariff cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran 35% yang dikenakan oleh Pemerintah sejak Januari 2020.  

Industri rokok merasa kenaikan itu akan memperkecil pendapatan mereka yang saat ini pembelian dari konsumen sudah menurun. Profesor Hasbullah Thabrany, Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau menghimbau jika para industri rokok berkomitmen kepada sumber daya manusia Indonesia, diharapkan mereka sadar untuk bisa berbisnis lain bukan dengan produk rokok. Kepada pemerintah diminta untuk menitikberatkan perhatian pembangunan kepada perlindungan dan pengembangan sumber daya manusia, terutama sektor kesehatan publik dan pendidikan. 

Dampak Kenaikan cukai, prevalensi dan konsumsi rokok dan pendapatan 

Perokok dari warga yang berpendapatan kelas menengah ke bawah itu ternyata tidak merasakan dampak terhadap kenaikan cukai rokok . Adiksi terhadap rokok, begitu mendapat gaji, mereka membeli rokok dengan cara “ketengan” atau eceran. Yang penting rokok nomer satu, setelah itu sisa pendapatan diberikan kepada istri, keluarga. 

katadata.com


Menurut kajikan, kenaikan cukai senilai RP.20.000 tak cukup mengendalikan perokok menghentikan merokok (prevalansi perokok masih tinggi).  Kenaikan hingga Rp.70.000 baru dapat membuat perokok berpikir dua sampai tiga kali untuk membelinya. 

Hal ini telah dibuktikan di lapangan, saat pandemi pun ketika pendapatan berkurang terutama bagi keluarga pra-sejahtera, Pemerintah mengucurkan Program Pintar , dan bantuan sosial sebesar Rp.600.000 per keluarga, ditemukan tantangan lain yang benar-benar mengejutkan, kenaikan prevalansi merokok meningkat 9%, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pun masih tetap mengonsumsi 3-5 batang/kapita/minggu. 

Padahal tujuan awalnya agar keluarga mengencangkan ikat pinggangnya untuk pengeluaran dan bantuan itu digunakan khusus untuk kebutuhan dasar. Renny Nurhasana, Dosen dan Peneliti Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia menemukan hal-hal di lapangan bahwa budaya patriakhi yang ada dalam masyarakat, ketika suami menerima bantuan sosial, dia gunakan dulu untuk beli rokok. Sisanya diberikan kepada istri.

 Sisa uang itu tentunya tidak cukup untuk konsumsi kebutuhan dasar dan pendidikan . Dikhawatirkan masa depan generasi muda Indonesia akan “stunting” dan dibayangi dengan pendidikan dengan kurang baik. 

Langkah nyata agar bantuan sosial itu diterima oleh orang yang tepat sasaran:


  1. Melakukan review penyaluran bantuan sosial dengan Denormalisasikan. Pengertian denormalisasi adalah perubahan nilai dari “Merokok itu menjadi barang normal”. Mulai anak-anak hingga milenial seharusnya tidak perlu mengenal namanya rokok. Mereka tidak perlu tersentuh rokok. Tentu hal ini perlu kontrol dari pemerintah yang kuat. 
  2.  Edukasi melalui Family Development Session. Pertemuan yang diadakan untuk para keluarga PKH setiap bulan, harus digencarkan dengan gerakan anti rokok. Tidak ada lagi rokok di rumah-rumah . Pembelian rokok dari bantuan sosial tidak boleh digunakan untuk beli rokok. Kriteria harus sangat jelas. 
  3. Pendamping PKH tidak boleh merokok. Sebagai orang yang mengedukasi dan datang ke rumah PKH, tentunya kurang baik jika pendamping PKH itu merokok saat datang. 

 “Merokok” bukan soal denda dari perusahaan rokok yang dibayar oleh perokok. Tapi perokok harus punya komitmen tinggi untuk STOP MEROKOK , kesehatan jadi utama dan masa depan dengan otak yang cemerlang jadi impiannya.  Mari kita semua ikut gerakan #putusinaja dari program yang diadakan oleh KBR.



Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja kebijakan pengendalian tembakau yang ketat.  Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog serial #putusianaja yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Indonesian Social Blogpreneur ISB. Syaratnya bisa anda lihat di sini".

Sunrise Hill Gedong Songo, Wisata Alam "hits" , Aman dari Covid, Menyenangkan bagi Pemburu Foto



Apakah kita semua sudah kangen sekali untuk berwisata karena selama hampir 4 bulan kita dikarantina. Namun, masih banyak yang berpikir keras , amankah untuk wisata di saat covid-19 belum hilang? 

Teman-teman saya mengatakan penginnya berwisata, tapi nanti pulang justru kita membawa virus Covid-19. Amankah tempat yang kita kunjungi ? Apakah tempat yang kita kunjungi benar-benar telah menerapkan protokol kesehatan untuk keamanan pengunjungnya.Jangan sampai liburan kita yang menyenangkan berubah menjadi liburan yang menyedihkan karena kita terpapar Covid-19.

Tak usah khawatir dan risau, SUNRISE HILL, telah mendapatkan rekomendasi, uji coba dan verifikasi dari otoritas pemerintah setempat untuk dibuka kembali dengan menerapkan semua protokol kesehatan , pengunjung  dicheck suhu badan, cuci tangan dengan sanitizer atau jaga jarak, beli tiketnya pun diusahakan dengan non-tunai. Bahkan tempat-tempat permainan atau tempat duduk bagi pengunjung dan tempat menginap pun telah disemprot dengan disinfektan. Kondisi ini pasti menjamin liburan kita akan aman dan menyenangkan.


 Lokasi Sunrise Hill Gedung Songo: 
Gapura Sunrise Hill      Sumber: google.com


Aku sudah meninggalkan kota kelahiranku, Semarang hampir 40 tahun. Terakhir ketika ibuku meninggal, aku menginjakkan kota Semarang empat tahun lalu. Serasa menjadi orang “kerdil” ketika aku ditanya oleh teman yang masih tinggal di Semarang, “Sudah pernah ke SUNRISE HILL?”. Dengan jawaban singkat, aku katakan, “belum pernah!”. 

Dimana Sunrise Hills?” tanya saya kepada teman saya. “Kamu pernah dong ke Bandungan?” O yach, aku sudah pernah ke Bandungan ketika aku masih kecil, wah seingat saya di sana hanya ada taman yang kurang terpelihara , jawabku “Itu sangat kuno sekali!”. Bandungan sekarang punya ikon wisata yang sedang hits sekali, namanya SUNRISE HILL. 

Jika aku berangkat dari Semarang naik kendaraan pribadi, ada dua pilihan yaitu dengan tol Semarang Solo, harus exit di Bawen, atau pilihan kedua tol Semarang Solo / Tol Ungaran-Bawen, lalu mencari Dusun Darum , Tlogosari, Candi, Kecamatan Bandungan. Dari sini, kita menuju ke arah Gedong Songo . Sunrise Hills ada di sekitar Gedong Songo. Jarak tempuh dari Semarang ke Sunrise Hills sangat dekat 1 jam 11 menit atau 51.9 km. 

 Daya tarik  Sunrise Hill: 

Di kota Semarang, pasti aku merasa panas udaranya dan tidak terasa keringat terus mengalir karena Semarang adalah kota pantai. Escape from Semarang, untuk mencari tempat yang sejuk, dingin udaranya, indah pemandangannya, pilihan tepatnya adalah Sunrise Hill . Landscape Sunrise Hill ternyata punya keunikan tersendiri. Terletak pada ketinggian lebih dari 400 meter dari permukaan laut, udaranya sangat sejuk. 
jejakpiknik.com

 Pada siang hari, Aku dapat duduk di balkon kayu sambil menikmati keindahan panorama Gunung Ungaran Muda yang megah Di bawahnya terlihat kota Ungaran dan sekitarnya. Masih di balkon kayu, pada sore hari, Aku dapat menikmati sunset disertai angin sepoi-sepoi , serasa berada di lembah yang indah panoramanya alam dan dinginnya udara sejuk dan dingin. 

 Bukan sekedar panorama indah, begitu Aku memarkir kendaraan di tempat yang luas, Aku di sambut dengan dua patung perempuan dan lelaki berbusana Jawa “Selamat Datang”. 

Tempat Wisata Keluarga, instagramable:

 Berwisata dengan keluarga, anak-anak butuh tempat bermain yang menyenangkan. Jangan khawatir di sini terdapat Wahana Permainan anak yang lengkap ayunan, perosotan dan lain-lainnya. Dijamin anak-anak pasti tidak bosan. 
jejakpiknik.com

Belum puas bermain, dapat dilanjutkan dengan bermain di kolam renang . Kolam renang khusus anak-anak juga disediakan dengan papan luncurnya. Sayangnya selama masa Covid, kemungkinan kolam renang belum dibuka.

Kolam Renang . Sumber:  google.com

Jangan lupa ada Rumah Sesat Labirin yang dapat membuat anak-anak bermain sambil berpikir keras agar tidak tersesat di rumah Labirin. 
Ghost Village. Sumber: google.com

Bagi anak milineal, terdapat “Ghost Village” atau Kampung Halloween. Namanya cukup menyeramkan, tapi ketika masuk ke dalam, tidak seseram seperti namanya. Hanya replika dari patung-patung yang menyerupai hantu.

Rumah Terbalik.  Sumber: google.com

Ada keuningkan yang lainnya yaitu Rumah Terbalik jadi pilihan bagi kalian yang pengin sekali melihat keunikan foto kamu dengan hasil terbalik hampir 90 derajat.

 Di samping itu milenial dapat berpose atau berselfie atau berwefie dengan mengunakan pakaian adat Jawa, Jepang , Korea, China dan negara lainnya di Studio Foto Adat. 
Selfie "Sunrise Hill".   Sumber: jejakpiknik.com

Ngga afdol jika kita tidak berselfie atau berwefie di depan sebuah logo Sunrise Hill Bandungan yang berbentuk payung berwarna kehijauan dengan bunga-bunga yang cantik, sangat menarik dan instagramable. Di samping itu ada tempat logo Sunrise Hills bulat mekar terbuat dari bambu , sangat bagus untuk berfoto. 

 Resto yang unik: 
Jejakpiknik.com

Setelah puas mengelilingi dan mengexplorasi tempat-tempat yang luas di Sunrise Hills, tentunya perut sudah mulai berbunyi. Mencari makan siang, tidak perlu ke luar dari tempat nyaman ini. Ada resto yang bentuk bangunannya seperti Joglo, “Joglo Jawi”, bisa makan lesehan ala Jawa dengan aneka makanan Jawa yang sangat nikmat dan enak untuk disantap sambil menikmati udara nan sejuk.  

Glamping “Glamor Camping” 



Masih belum puas jika belum menginap? Jangan takut, tersedia fasilitas Glamping (Glamour Camping) bentuknya seperti bangunan kubah dari kayu dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, TV, Bed, kamar mandi dalam, pemanas air, air mineral, sarapan untuk 2 orang , free tiket masuk (2 orang). Harganya Rp.500.000/malam (jika belum berubah).