Featured Slider

Destinasi Wisata Hits di SOLO


Solo, Kota populer dan favorit di Jawa Tengah yang saat ini menjadi target salah datu tempat wisata . Wisata lengkap yang sangat disukai para wisatawan karena lengkapnya wisata mulai dari keindahan alam, kuliner , kebudayaan sampai petualangan.

Menjangkau kota Solo sangat mudah, dan dapat dilewati oleh kereta api (stasiun Solobalapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Solojebres), pesawat udara (Bandara Adi Sumarmo) atau terminal bus Tirtonadi dari kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Semarang. 

Saya pribadi sebagai pecinta wisata keindahan alam dan histori menyasar Solo sebagai salah satu tempat destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan. Bagi saya Solo mewakili kota di Jawa Tengah punya keunikan dalam budaya lokalnya yang sangat kental terutama masyarakat Solo yang sangat halus dalam bertutur kata maupun dalam sikapnya. 

Nach, pertimbangan lainnya, saya selalu mencari keunikan yang terbaru dari wisata Solo yang akan saya kunjungi. 

Dalam wisata ke Solo, saya membuat itinerary dalam 2 kelompok yang sesuai dengan rute dan jaraknya, dimana tiap kelompok ada wisata keindahan alam dan histori 

Kelompok Pertama:

 TUJUAN WISATA
  1.   Candi Sukuh 
  2.   Candi Ceto
  3.   Tahuran
  4.   Air Terjun Jumo

 Candi Sukuh: 
Pelataran utama Candi Sukuh,  Foto:  DetikTravel.com

Candi Sukuh terletak di lereng barat G. Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Sukuh berada pada ketinggian + 910 merer di atas permukaan laut Gapura Buta menyambut tamu, artinya gapura raksasa.
Relife  Candi Sukuh -  foto: Bon Voyage.Jogya.com

 Dinding sayap utara gapura terdapat pahatan yang menggambarkan sepasang burung yang sedang hinggap di atas pohon, bawahnya seekor anjing dan garuda dengan sayap terbentang sedang mencengkeram seekor ular. Di halaman depan dan luar terdapat batu dengan anke bentuk. Ada yang berlubang mirip lingga, ada yang menyerupai tempayan. Di ruang dalam terdapat pahatan menyerupai phalus dan vagina. Penuh makna dari masing gapura yang kaya dengan histori tentang dewa yang disembah dan bagaimana dewa dan dewi itu digambarkan dalam sebuah relief . 

Candi Cetha: 
Candi Cetha:   Foto:  apakabaronline.com

Candi Cetha terletak di Dukuh Cetha, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Sebuha candi peninggalan zaman Kerajaan Pahit. Kelompok bangunan terdiri atas 11 teras terundak membentang dari arah timur-barat. 

 Teras pertama terletak di sisi timur makin ke barat makin tinggi. Masing-maring teras dihubungkan sebuah pintu dan jalan setapk membelah halaman eras. Depan gapura terdapat arca batu disebut arca Nyai Gemang Arum. Masing-maring teras punya fungsi dari bangunan. Sangat menarik histori untuk menelusurinya. Jika ingin lebih detail bisa berkunjung ke situsnya candi.perpunas.go.id 

Taman Hutan Mangkunegoro Karanganyar:
Taman Hutan Raya (Tahura):  Foto - Yukpinknik.com

Lokasinya terletak di Dusun Sukuh, Berjo, Ngargoyoso, Tambak, Girimulyo, Kabupaten Karanganyar. Berada di kaki gunung Lawu. Persis di belakang Candih Sukuh. Ketika memasuki Tahura, anda disambut oleh peopohonan yang sangat rindang dan tumbuhan rerumputan hijau. 

 Ada 2 fungsi dari Tehura ini yaitu sebagai hutan wisata dan hutan tempat penelitian. Sebagai tempat wisata terdapat cemara bulus dan arca kura-kura, ada pula air sendang raja yang merupakan mata air yang ditemukan oleh pengelola Taman Hutan Rakyat. Juga tempat untuk fasilitas untuk bermain anak.

 Air Terjun Jumog:
Air Terjun Jumog:  Foto -Yukpiknik.com

 Lokasi di Berjo, Ngarjoyoso, Karanganyar Air terjun jumgo termasuk salah satu wisata baru yang tengah viral. Tempat ini memiliki keindahan alam dan dikelilingi oleh pepohonan dan masih banyak satwa liar. Kita dapat menikmati berbagai fasilitas seperti permainan, kolam renang, wisata pertanian, panggung hiburan, restoran.

Juga disediakan tempat menginap dengan nuansa hutan tropis. Untuk mencapai Air terjun Jumog atau yang sering disebut dengan surga yang hilang itu, wisatawan harus menuruni 116 anak tangga yang lebih sedikit dibandingkan dengan Grojokon Sewu. 

 Kelompok Kedua:
TUJUAN WISATA
  1.   De Tjolomadoe
  2.   Keraton Kasunan 
  3.   Gerai Batik Laweyan

 De Tjolomadoe:
De Tjolomadoe,   Foto:  Travelingyuk.com

 Luasnya 6,4 ha dan lokasinya hanya 10 menit dari Bandara Adi Soemarmo, De Tjolomadoe dibangun dan didesign menjadi Pusat Kebudayaan atau Cultural Center, Ruangan untuk konser atau Concert Hall, tempat untuk meeting atau bahasa kerennya MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibitions) , area komersial, untuk menunjang semua acara kebudaan atau sosial baik nasional maupun internasional. 

Jika kita datang ke Tjolomadoe , memori kita akan mengingatkan tentang pabrik gula Colomadu yang didirikan di tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaraan IV. Pada tahun 1928 , pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur. 

Sayangnya 20 tahun kemudian pabrik gula ini berhenti beroperasi dan kondisinya terbengkalai. Pada Tahun 2017, PT PP Tbk, PT PP Properti , PT. Taman Wisata Candi Prambanan Borobudur dan Ratu Boko dan PT.Jasa Marga Properti membentuk joint venture PT. Sinergi Colomadu melaksanakan konstruksi revitasisasi mengikuti kaidah cagar budaya.

Tebu-tebu yang akan digiling , Sumber: Arin Murtiyarini
Tebu dibawa dengan kereta api , sumber Arin Murtiyarini
Tebu dimasukan ke dalampenggilingan .  Sumber: Arin Murtiyarini

 Sulitnya mencari blueprint dan akhirnya untuk mempertahuankan PG Colomadu sebagai tempat wisata sekaligus kawasan bisnis. De Tjolomadoe telah berubah fungsinya, wisatawan dapat melihat sejarah pabrik gula dengan mesin-mesin raksa dan bintik bintik karat di mesin giling dan ada ruangan khusus difungsikan sebagai Museum Pabrik Gula, Statsiun Ketelan sebagai area F& B , Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, esali Cafe sebagai F& B, Tjolomade Hall atau concerta hall, dan Sarkara Hall sebagai multi function hall. 

Keraton Kusanan: 
Keraton Kusanan,  foto : Wikipedia.com

Nama lengkap dan aslinya adalah Karaton Surakarta Hadiningrat tapi sering disingkat Keraton Kusanan . Keraton Kusanan jadi istana resmi Kasunanan Surakarta terletak di Kota Surakarta. Didirikan olhe Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti keraton Kartasura yang porak poranda akibat Geger Pecinan 1743.

 Sebagai warisan budaya yang ternilai, upacara adat, tari-tarian sakral, musik dan pusaka. Upacara adat yang terkenal adalah upacara Garebe, upacara Sekaten dan upacara malam Satu Sura. Wisatawan dapat melihat berbagai bangunan yang dipakai oleh raja (singgasana Raja) yang terletak di Siti Hinggil Lor. Selain itu masuk ke keraton Museum Keraton Surakarta Hadiningrat. Di dalam museum pengunjung dapat melihat peninggalan dan beberapa fragmen candi . Senjata kuno , peralatan alat masak abdi dalam,peralatan kesenian, topi kebesaran, kereta kencana. 
Museum Keraton Kusanan, Foto:  IndonesiaKaya.com

 Memasuki Sasana Sewaka di samping museum. Pengunjung harus melepaskan kaus kaki untuk berjalan di hamparan pasir halus yang diambil dari Gunung Merapi dan Pantai Parangkusumo. 
Menara Panggung Sanggabuwana,  Foto:  Situs Budaya.com

Menara yang disebut Panggung Sanggabuwana. Menurut sejarah, menara ini digunakan oleh Susuhunan untuk bersemedi dan untuk bertemu Nyai Roro Kidul. Juga digunakan untuk pengontrol keadaan sekeliling keraton.

 Gerai Batik Laweyan:
Pintu masuk kampung Laweyana,   Foto:  wonderful solo.com

 Sejarah, budaya dari kampung Laweyan merupakan daya tarik wisata. Sejarah atau historinya bahwa laweyan itu pusat perdagangan yang ramai. Pada abad 20 berubah menjadi tempat jual beli batik oleh saudagar kaya. Bangunan kuno masih dipertahankan di Laweyan.
Batik Laweyan  -  Wonderfulsolo.com

Pada tahun 2005 dibentuk kampung batik Laweyan, bukan hanya sebagai tempat pembatikan saja tetapi juga tempat wisata terpadu. 
Rumah Pembatik Kampung Laweyan,   foto: wonderfulsolo.com

Wisatawan dapat melihat cara pembatikan, belajar membatik dan merasakan bagaimana membatik, melihat proses pembuatan produksi 

Belajar Membatik,   Foto:  wonderfulsolo.com

Harmonisasi antara masa lampau dengan modern berpadu menjadi satu. 

Akomodasi: 

Mencari akomodasi di Solo, tak perlu khawatir lagi karena Anda tinggal memilih mulai hotel murah di Solo, hotel di Solo Baru, Penginapan murah di Solo sampai guest house Solo. Sesuaikan dengan budget dan keinginan Anda agar wisata Anda tidak mengecewakan. 

Daftar hotel di Solo ini sangat lengkap dan mudah mengaksesnya. Ayo, jangan lewatkan kesempatan liburanmu  dengan mengunjungi kota SOLO.

Insto Dry Eyes: Solusi Tepat untuk Mata Kering, Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, Mata Lelah


www.inatanaya.com

Di usia jelang senja, aku merasa beruntung hanya memakai kacamata dengan ukuran yang ringan yaitu plus 2.00 dan minus 1.00 ditambah silindris 0.25.

 Namun, hampir tiap tahun aku harus memeriksakan mata karena ada berbeda dalam penglihatanku. Dengan bertambahnya usia, ukuran kacamata untuk melihat dekat (untuk membaca) selalu bertambah. Di tahun 2017 , dokter mata memberikan resep untuk kacamata untuk tambahan ukuran plus cukup besar, sekitar 0.75.

Kupikir ini gara-gara mataku makin tidak jelas membaca dan melihat. Setelah mendapatkan resep dokter, langsung kubeli lensa kacamata dengan ukurannya sesuai dengan resep dokter mata.

Merasa tenang dan senang karena aku bisa melihat lebih jelas jika membaca selama hampir dua bulan. Namun, tampaknya kegembiraanku itu tak berlangsung lama. Setelah itu,pandangan mataku buram saat melihat jauh. Saat melihat benda dan sosok dari kejauhan, hanya samar-samar saja yang kulihat, aku juga tak bisa melihat benda atau orang dengan transparan. 

Terpaksa aku ke dokter mata lagi. Diperiksa dengan sangat teliti, mulai dengan pemeriksaan ketajaman penglihatan,lapangan pandangan, gerakan mata,oftalmoskopi dan scanning. Dokter menganalisa bahwa bahwa ada katarak yang belum matang tetapi ada juga glaucoma. 

Mendengar kata “glaucoma” hatiku segera berdetak keras. Aku memahami apa bahayanya glaucoma jika tidak ditangani dengan cepat, aku akan menjadi buta.

Hatiku terus berdebar dan pikiranku terus melayang bagaimana jika aku nanti buta. Untuk meyakinkan pendapat dokter mata pertama, maka aku pergi ke dokter mata yang kedua yang berbeda untuk mendapatkan second opinion  untuk mengkonfirmasi apakah benar aku penderita glaucoma . 

Hasilnya hampir sama dengan yang pertama, “suspect” glaucoma" untuk mata kanan dan katarak untuk mata kiri.

 Dengan rasa gundah gulana, aku terpaksa terbang ke Penang untuk konsultasi dengan seorang pakar dokter mata . Begitu datang dan langsung mendapat pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter mata, beliau mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada glaucoma tetapi justru katarak mata kiri sudah harus dioperasi.

Saya diberikan kesempatan untuk menyiapkan diri untuk operasi dan menyelesaikan administrasi. Dalam waktu 2 jam saya sudah siap di ruang operasi. Operasi mata katarak berlangsung singkat hanya 15 menit saja. Namun, saya diminta untuk tetap di ruangan sampai pulih sekitar 1 jam. 

Esoknya saya juga harus memeriksakan diri lagi dan terlihat bahwa hasil operasi cukup baik dan diberikan obat mata untuk satu bulan. Siangnya saya sudah pulang ke Jakarta. 

Setelah hampir tiga bulan, mata yang pernah katarak itu mengalami sensasi terlihat pasir yang berjalan-jalan tanpa henti-hentinya. Saya tak mungkin datang ke dokter mata di Penang tanpa perjanjian. Lalu saya ke dokter mata di Jakarta.

Dokter mata kali ini cukup teliti memeriksanya. Beliau mengatakan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan, beliau hanya memberikan obat tetes mata. Jika obat tetes mata ini habis, boleh diberikan obat tetes mata yang mengandung airmata katanya. Saya masih bertanya, apakah rekomendasi dokter untuk tetes mata yang mengandung airmata. Beliau mengatakan boleh menggunakan obat tetes mata,"Isto Dry Eyes". Jika dibiarkan tanpa tetes mata, maka mata akan kering dan akhirnya menimbulkan iritasi yang tidak diinginkan. Diagnosa dari gangguan yang saya alami itu seringkali disebut mata kering .



Apakah arti mata kering? 

Mata dapat bekerja dengan baik apabila adanya aliran airmata. Aliran airmata itu memberikan kelembapan konstan dan pelicin untuk memelihara penglihatan dan kenyamaan. Ketika produksi airmata itu terhenti karena adanya sesuatu penyebab maka mata akan kering.

Bila hal itu dibiarkan terus maka akan terjadilah iritasi yang akan menggangu aktivitas dan kegiatan sehari-hari kita.

Gejala dari mata kering adalah sebagai berikut ini:
  •  Sensasi mata Sepet 
  •  Sensasi Mata Pegel 
  •  Sensai Mata Perih 
  •  Sensasi panas 
  •  Sensitivitas terhadap cahaya
  •  Penglihatan kabur
  •  Mata lelah dan berair 
  •  Lendir di dalam atau sekitar mata

Gejala yang dikenal dengan nama mata kering itu pasti ada penyebabnya. Kita harus mengetahui penyebabnya untuk menghindari atau menjauhinya.

Berikut ini adalah penyebab dari mata kering yang patut kita ketahui:

  •  Menatap HP terlalu lama 
  •  Menatap layar komputer 
  •  Berada di ruang AC terlalu lama
  •  Penuaan
  •   Perubahan hormon 
  •  Kondisi medis 
  •  Lingkungan & aktivitas
  •  Obat-obatan
  •  Kosmetik

 Bagaimana solusinya?
Solusi yang aman,tepat dan mudah untuk Mata Kering, Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, Mata Lelah  adalah dengan meneteskan Insto Dry Eyes sesuai dengan rekomendasinya yaitu 1-2 tetes pada setiap mata, 3 kali sehari.

 Manfaat penggunaan Insto Dry Eye:
  •   Mampu mengembalikan kesegaran mata hanya dengan 1-2 tetes pada mata kering
  •   Berfungsi sebagai airmata buatan 
  •   Berikan Efek pelumas
  •   Mengatasi kemerahan, rasa pedih karena iritasi debu,asap dan polusi
  •   Berfungsi sebagai airmata buatan 
  •   Berikan Efek pelumas 

Mengapa kita harus menggunakan Insto Dry Eyes untuk mata kering, mata sepet, mata pegel,mata perih dan mata lelah? 

 Insto Dry Eyes merupakah salah satu produk tetes mata no.1 di Indonesia dari Compbiphar dan merupakan merek dagang dari PT. Pharma Heath Care. 

Insto adalah market leader untuk kategori tetes mata dengan 49% market share dan memiliki 2 variant, yaitu Insto Regular untuk mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan karena debu,asap,angin dan setelah berenang dan variant Insto Dry Eyes untuk memberikan efek pelumas seperti air mata untuk mengatasi gejala kekurangan produksi air mata.

Insto telah meraih beberapa penghargaan dari masyarakat melalui Super Brand Award 2017, Indonesia Popular Digital Brand Award 2017, Top Award 2017, Social Media Award 2017, WOW Brand Award 2018. 

Penghargaan berskala internasional pun telah diraihnya yaitu sebagai 1st rank Digital Marketing Cmapian dari Nicholas Hall Asia Pacific OTC Marketing Award. Dengan fasilitas produksi berteknologi mutakhir serta prosedur operasi berstandar modern, pabrik Combiphar yang berlokasi di Padalarang, Jawa Barat, berhasil memperoleh sertifikasi internasional antara lain ISO 14001:2004 untuk pengelolaan lingkungan serta Therapeutic Goods Administration (TGA) dari Australia. 

Selain memiliki pabrik di Padalarang, aktivitas produksi Combiphar juga didukung oleh pabrik di Depok dan Kawasan Jababeka. Pada awal 2017 Combiphar juga memperluas bisnisnya ke pasar international melalui produk tetes mata unggulannya, EyeMo di kawasan Asia Tenggara diantaranya Singapura, Malaysia dan Filipina 

 Tips ringan Cara Pemakaiannya:

 Apabila Anda sering menatap gadget atau komputer dalam jangka waktu yang panjang maka berikut ini adalah tips dari Dr. Damara agar Anda merasa nyaman:

  1.  20 menit sekali istirahatkan mata selama 20 detik dengan fokus penglihatan pada objek berjarak 20 kaki.
  2.  Teteskan obat tetes mata yang berfungsi mengatasi kekeringan pada mata ketika mata mengalami gejala mata kering.

Wujudkan Rencana Liburan Ke Jepang Tanpa Ikut Group Tour dari Indonesia (Part II )

Rokuon-ji Temple   Dokumen pribadi

Pada bagian pertama dari tulisan saya lebih menekankan tips, transportasi,  lingkungan di Kyoto dan sekitarnya.  Nach pada bagian kedua ini saya berceritera tentang perjalanan saya ke tempat-tempat historis maupun tempat yang indah di Kyoto dan sekitarnya.
Kuil-kuil yang dikunjungi:

 SANJUSANGENDO TEMPLE:


Sanjusangendo Temple/Dokumen pribadi
 Merupakan kuil yang terkenal di Kyoto karena memiliki banyak patung Kannon atau dewi kasih sayang. Kuil ini tertata rapi dengan banyak patung yang tidak pernah dibersihkan karena memang tidak diperbolehkan. Di sini kami tidak diperbolehkan untuk mengambil foto di dalam istana. Hanya ambil foto di luar saja. 

Semua bangunan terbuat dari kayu yang tahan gempa dan ketika kami berjalan mengelilingi bangunan istana, terdengar suara musik yang tradisional. Musik itu berfungsi sebagai alarm apabila ada tamu yang datang baik itu diharapkan atau tidak

 KINKAKUJI TEMPLE: 
Kinkakuji-Temple /Dokumen pribadi

Tempatnya sangat sunyi ditengah kota. Tempat dimana umat Buddha selalu duduk bersama untuk bersembahyang. Ada yang sujud untuk berdoa berbagai keinginan. Di sini dijual berbagai doa, doa untuk kesehatan, doa untuk kemakmuran, doa untuk masa depan, doa untuk pengampunan, doa untuk anak cucu, doa untuk kemakmuran. Doa itu dalam bentuk kertas, lalu dimasukkan ke dalam suatu tempat hio dan bersama dengan hio itu.

 NIJO CASTLE: 

Nijo-jo Castle / Dokumen pribadi
Secara singkat kami mendapat penjelasan bahwa istana ini dibangun 400 tahun yang lalu. Istana selesai dibangun pada pemerintahn Shougun pertama Tokugawa Shogunate (1603-1867). Setiap ruangan tidak begitu besar , ada tempat untuk meeting bersama, ada ruangan untuk tempat pembantu istana, ada ruangan untuk tempat istri dan ruangan untuk istirahat.

 Setiap ruangan tidak begitu besar , tanpa dekorasi dan tanpa sekat. Bisa multi fungsi , bisa digunakan untuk meeting tapi juga untuk acara lainnya. Duduk dengan bersila. Paling depan adalah raja, lalu menghadap raja di urutan paling pertama adalah shogun (pembantu raja) dan diikuti oleh prajurit. Kemakmuran pemerintahan Ieyasu berlangsung hingga 15 generasi dan waktu yang terpanjang dan mengecap kemakmuran sepanjang sejarah Jepang.

 Berjalan singkat dari tempat parkir, melalui suatu hutan kecil , tiba-tiba pandangan kami tertuju sebuah bangunan istana kuning di tengah sebuah danau. Kemegahan suatu istana ditengah danau itu sungguh memukau karena sangat serasi antara kemegahan bangunan dan kesunyian dengan alam yang indah di seklilingnya. Semua pengunjung mengambil foto dari jarak jauh karena tidak dapat memasuki.

 KIYOMIZU-DERA TEMPLE: 
 
Kiyomizu-dera Temple/ Dokumen pribadi
Untuk menuju kuil ini kami harus menapaki tangga yang cukup tinggi. Tetapi tangga itu sangat rapi terbuat dari batu yang kokoh. Cukup melelahkan tetapi terbayar dengan puas ketika melihat betapa indahnya kuil berwarna merah megah dimana banyak pengunjung pemeluk budhis berdoa. Dengan mengentongkan tiga kali suatu kayu, lalu menepuk tangan, barulah berdoa. Perjalanan kembali ada tempat untuk mengambil air suci yang diambil dengan alat kayu lalu diusapkan ke muka. Harapannya agar tetap awet muda dan doa-doa yang dilantunkan agar terkabul. Ketika sampai di bawah kios kecil di sepanjang jalanan menjajakan souvenir atau makanan kecil atau ice cream Jepang.

 FUSHIMI INARI TAISHA :

Hanya 30 menit dari Kyomizu Dera, kami sudah tiba di Fushimi Inari . Jalan menanjak terjal tinggi, penuh dan ramai orang karena hari sudah siang. Namun mereka berjalan berbaris rapi. Terlihatlah kayu-kayu berwarna merah dibalut dengan tulisan Jepang. Ternyata tulisan Jepang itu adalah nama donatur yang menyumbang pembangunan Fushimi. 

Semakin tinggi semakin kita melihat adanya gunung di sekitarnya. Sebenarnya ada puncaknya dari Fushimi Inari, namun karena keterbatasan waktu dan banyaknya orang ,kami hanya sampai di tengah saja. Banyak orang yang berpose di antara tiang-tiang berwarna merah itu. Mengagumkan bahwa ditengah hutan kecil itu terdapat kuil yang ditata sangat rapi

 NARA PARK: 
Rusa di Nara Park/ Dokumentasi Pribadi

 Dari Kyoto Stasion, kami naik naik kereta menuju Kintesu Nara Stasion. Hanya 20 menit kami sudah tiba. Lalu kami menyeberang jalan mencari perhentian bus kuning yang membawa kami ke Nara Park. Cukup membayar seorang Yen 160. Nara Park adalah sebuah taman nasional terbesar di area Jepang . 

 Ada 3 historis temple atau kuil di dalamnya yaitu Horyuji Temple, Jikoin zen Temple, Toshodaji Temple. Begitu masuk ke Nara Park, kami disambut dengan rusa-rusa yang dibiarkan berkeliaran dengan sangat jinak. Bahkan dia lebih jinak dan mengejar kita ketika kita membawa makanan yang dapat dibeli di tempat itu.Suatu harmoni antara manusia dengan rusa yang saling membutuhkan. 

Todaji Temple:
 Dengan membayar Yen 1,000/orang, kita bisa masuk ke dalam Todaji Temple. Adalah kuil terbesar Buddha. Terlihatlah patung Buddha yang sangat besar di tengah bangunan. Dikelilingi dengan taman yang indah dan satu istana bernama Heijo Palace Site.

 Masih dalam satu complex dengan Todaji Temple terdapat museum Great Buddha Hall menceriterakan perjalanan pembangunan Kuil Todaji yang diprakasai oleh Kaisar dan kemudian dibakar dan dibangun kembali . 

Saga Arashiyama:

  •  Bamboo Forest: 

 Kami ingin berangkat pagi. Namun terlambat bangun, baru jam 7 pagi. Setelah selesai sarapan, kami berangkat dengan naik kereta api ke Stasiun Kyoto dengan tiket Icoca tujuan Saga Arashiyama. Perjalanan hanya 20 menit.

 Kami turun dari kereta menyusuri jalan atau gang kecil dan menyeberang jalan, menyusuri sampai di suatu ujung jalan, jalan mulai menanjak. Kami mulai melihat di kanan-kiri kami ada hutan bamboo. Tinggi bamboo yang menjulang tinggi berada di kanan kiri jalan. Hampir semua pengunjung berselfie atau berwefie. Perpaduan alam yang sangat mengagumkan.
  • OKOCHI-SANSO GARDEN

Sesampai diujung Bamboo Forest, kami melihat ada papan yang menunjukkan sebuah tempat sunyi yaitu “OKOCHi-SANSO GARDEN”. Setelah membeli tiket seharga Yen 1,000/per orang , kami memasuki taman dengan berjalan kaki setapak demi setapak, jalan terjal tetapi bebatuan yang sangat rapi membuat jalan lebih mudah dicapai.





 Di setiap sudut selalu ada taman yang sangat indah ditata rapi ala Jepang. Di puncak perjalanan, sebuah pemandangan disajikan dengan sangat menarik. Kami bisa melihat pegunungan dengan kota Kyoto yang berada di tengahnya. Sempurna keindahan alam itu. Kami beristirahat di satu rumah ala Jepang dengan minum teh hijau dan makanan kecil ala Jepang.

 KIFUNE JINJA SHRINE:

 Perjalanan kami kali ini penuh dengan transit kereta hampir tiga kali. Pertama dari Kyoto Station naik ke Nara turun di Demachiyanagi Station. Dari Demachiyanagi Station pergi Kibuneguchi dan dari Kibuneguchi kami turun naik bus untuk sampai ke Hirobun Nagashi Somen. 

Sepanjang Kamogawa River, ini perjalanan yang Panjang tetapi paling menarik karena kami bisa melihat di sebelah kiri dari train pemandangan hutan dipenuhi pepohonan dan makin naik ke atas terlihat tempat-tempat yang rendah. 

Sesampai di stasiun Kibuneguchi Station kami naik bus yang mendaki cukup tinggi . Perjalanan hanya memakan waktu 15 menit. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 15 menit, sampailah kami di Kifune Jinja Shrine. 

 Untuk mencapainya kami juga harus naik tangga yang cukup terjal. Terlihatlah kemegahan Temple Kifune Jinja dan pelbagai ceremondy untuk membasuh tangan dengan air suci awet muda. Perlu diketahui Kifune Jinja Shrine ini termasuk salah satu temple di sepanjang Eizan Railway .

 Ada beberapa yang lainnya yaitu Kurama Temple, Myoman-ji Temple, Jissoin Temple, Renge-ji Temple, Manshuin-Monzeki Temple, Enko-ji Temple, Shisen-do, Konpuku-ji Temple. Jika ada memiliki waktu Anda bisa mengunjungi di sepanjang perjalanan Eizan Raiwlay Transit Map.