Featured Slider

5 Cara Hindari Kebakaran Mobil

Peristiwa kebakaran tunggal mobil di jalan seringkali terjadi.  Kita tidak menyadari apa penyebabnya.  

 Bagaimana cara kita meminimalkan risiko terjadinya kebakaran mobil itu. 

Berikut ini ada lima cara untuk menghindari terjadi kebakaran pada mobil 


1.Hindari aksesori berlebih 


Kebakaran mobil bisa disebabkan oleh aksesori yang berlebihan. Untuk itu, hindari measang aksesori berlebihan pada mobil seperti perangkat audio video. Bila ingin menambah aksesori pastikan produk yang digunakan berkualitas dan tersambugn dengan benar dan disesuaikan dengan daya listrik yang tersedia. 

 2.Pastikan system pendingin prima


 Sistem pendingan di mobil harus sering dicek secara rutin, misalnya radiator, air radiator, dan selang-selang di balik kap mesin juga harus dalam kondisi baik. Mesin yang terlalu panas dapat memicu kompeonen berbahan plastic meleleh dan terbakar. Ini termasuk penyebab kebakaran yang dilaporkan saat kebakaran mobil. 

 3.Periksa kelistrikan secara rutin


 Biasakan untuk memeriksa system kelistsrikan secara rutin. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik dan tidak ada yang terkelupas. Jangan sampai melakukan bypass pada system kelistrikan dan gunakan sekring sesuai peruntukannya. 

 4.Bersihkan ruang mesin 


Kebakaran mobil bisa disebabkan kotornya ruang mesin. Oleh sebab itu, rutinlah membersihkan ruang mesin.Kotoran yang menyelinap di ruang mesin seperti kertas, plastic atau benda mudah terbakar lainnya dapat terbakar dengan mudah karena suhu panas yang ada di balik kap mesin. 

5.Servis berkala


Menghindari kebakaran mobil juga bisa dilakukan dengan servis berkala . Selain dapat menjaga performa dengan rutin servis ke bengkel sehingga risiko dapat dihindari karena penyebabnya diantisipasi dengan dini.

Tehnik Menang Lomba Menulis Ala Rudi G. Aswan

Tehnik Menulis Lomba Menulis


Menang lomba dengan hadiah yang menarik jadi dambaan tiap penulis . Semakin maraknya lomba penulisan, jumlah pesertanya tak terhitung jumlahnya.

Penulis selalu berpikir positif, saya pasti bisa menang lomba ini karena saya sudah menyiapkan tulisan terbaik saya. 

Sayangnya, apa yang ada dalam pikiran penulis yang mengikuti lomba dan merasa sudah nulis dengan terbaik, ternyata hasilnya nihil. Penulis itu terpaksa gigit jari , dia tak menang lomba . 

Persepsi saya sudah lakukan yang terbaik itu menurut ukuran dan persepsi dari penulis. Sementara dari pihak juri, kriteria penilaian pasti berbeda. Ditambah lagi dengan jumlah peserta pengikut lomba, begitu banyaknya. Saingan kita sebagai penulis makin ketat sekali.

Bagaimana tehnik menulis agar dapat menang lomba? 

Tentu kita harus belajar banyak dari mereka yang sudah mendominasi menang lomba. Tak lagi tak bukan adalah Rudi G. Aswan. Seorang penulis dengan nama aslinya Isnaini Khomarudin. Ia menggunakan nama Rudi G. Aswan sebagai nama pena. Berkarya di blog di www.belelangcerewet.com. Minatnya pada dunia sastra, membuat dia menikmati pekerjaan sehari-hari sebagai editor lepas, penerjemah freelance. Kemampuan dalam dunia sastra sudah tidak perlu diragukan lagi. Jika dia mengikuti lomba blog, pasti menang. 

Tehnik mengikuti lomba menulis dibagi dalam dua kategori 
1.Pra Penulisan 
2.Paska Penulisan 

PRA PENULISAN

 1.Bangun Mentalitas


Berkompetisi Mentalitas pejuang itu tak mudah menyerah. Ketika melihat persyaratan langsung menyerah. Bangunlah mentalitas pejuang yang terus melakukan perlawanan dalam arti, kita melawan diri untuk mudah menyerah. 

2. Pastikan sesuai dengan value atau visi pribadi 


Jelas apabila kita bukan tipe perokok, diminta menulis tentang meroko, tentu kita menolaknya. Kecuali penulisan merokok dalam rangka edukasi. 

 3.Penguasaan materi menentukan kemampuan mengelaborasi


 Apabila kita diminta untuk mereview suatu produk yang belum pernah kita pakai/kenal, tentu harus mengexplorasi detail dari produk itu bahkan perlu mencobanya sebelum menulisnya. Jika harga produk mahal, cara mencobanya adalah dengan membaca seluruh detail , mengerti dan memahami secara detail produk itu. 

4.Pahami syarat dan tenggat 


Syarat ini sangat penting dan tidak boleh kita abaikan. Demikian juga tenggat waktu, kita tidak boleh merasa wah waktunya masih sebulan. Tiba-tiba waktu tinggal dua hari lagi. Dengan sisa waktu yang mepet, tidak mungkin kita membuat tulisan yang cukup baik dan menarik.

5. Menafsirkan tema adalah kunci dari keberhasilan.


Jika kita salah menafsirkan, kotennya juga tidak selaras dengan tema. 

6. Buatlah kerangka/outline


Untuk memudahkan apa yang akan kita tulis, selalu membuat kerangka/outline apa yang akan dijelaskan. 

7.Lakukan riset memadai


 Riset adalah bagian terpenting yang harus dilakukan sebelum menulis. Tak bis akita langsugn terjun menulis . 

 8. Judul 


Dalam memilih judul ingat dengan frase “Sundul dengan Judul” artinya buatlah pembaca tertarik penulisan lewat “Judul” 

Beberapa tips untuk memilih judul yang baik:

a.Memuat kata kunci: Jika memungkinkan, masukkan kata kunci dalam judul 
b.Gunakan kata sifat sisipakan kata sifat yang menggugah emosi 
c.Proyeksi konten Gunakan bayangan apa isi konten agar orang tertarik
d.Pendapat yang berani Berani mengambil risiko dengan judul yang “nendang”

 9. Eksekusi Judul yang sesuai


a. Perintah:   “Setop Makan Kerupuk” atau “Hidupmu Bakal Terpuruk”
b. Alasan:   “6 Alasan Aplikasi Y Ideal Buat Generasi Zilennial” 
c.Testimonial:   “Promo COD Dongkrak 50% Keuntungan, Temukan Rahasianya” 
d.Langsung:   “Menimbang Masa Depan Air dan Ketahanan Pangan” 
e.Solusi:   “5Cara Lunasi Utang dengan Bisnis Cupang”
f.Pertanyaan: “Pemanasan Global Sekadar Isu Gombal?Fakta ini Bikin Kena Mental” 

 10 Riset 


Dalam riset kita juga harus memiliki cara-cara untuk mendapatkan secara rinci. 
a.Mengenal Produk Identifikasi produk secara menyeluruh 
b.Kejadian yang relevan Catat kejadian,kisah, fenomena yang unik. 
c.Akumulasi & validasi Memperjelas data,statistic, atau menambah informasi baru 
d.Kutipan penting Pendapat tokoh atau kutipan dari ahli sangat penting 
e. Selera Juri MEmahami gaya tulisan yang disukai juri 
f.Pemenang terdahulu Mempelajari karya pemenang sebelumnya jika perlu. 


 11 SIMPLE 


Tehnik menulis dengan SIMPLE sangat bagus strukturnya. 
SIMPLE merupakan singkatan dari Systematic, Intac, More, Precise, Luminous, Edit 
Sustematic: artinya tulisan runtut bersesuaian antarparagraf 
Intac: Pembahasan Lengkap 
More: Memberikan lebih dari yagn disyaratkan
Precise: Jelas dan akurat membidik sasaran 
Luminous: Sudut pandang unit dan narasi memikat
Edit : Memeriksa dan memastikan ketiadaan kesalahan 


 PASKA PENULISAN 


Memastikan: 
a. Membaca ulagn keseluruan tulisan 
b. Membagikan tautan di media sosial
c. Berdoa dan husnuzan 
d. Mencoba lagi dan lagi 

Hindari: 

a. Membaca tulisan orang lain/peserta lain dalam kompetisi 
b. Mendiskreditkan peserta atau juri 
c. Terlalu lama mengasihani diri 
d. Cari pesugihan sampai lupa gali potensi 


 Selamat menulis, Menang Lomba bukan suatu keberhasilan, menang lomba adalah proses dari penulisan yang terus menerus.

Ironi Gadget, Sebagai Alat Belajar dan Permainan

Musdalifah, seorang siswi kelas III Sekolah Negeri Samarinda . Ia memilki semangat belajar tinggi. Sayangnya dia terpaksa absen dari sekolah sejak sekolah mengharuskan untuk belajar online karena ia tak memiliki gadget. 

Musdalifah, gadis kecil yatim dan ayahnya sedang menjalani hukuman dalam penjara, tinggal bersama bibinya yang miskin. Beratnya kehidupan bibi Musdalifah dengan empat orang anak ditambah dengan dua anak keponakan. Suami bibi Musdalifah hanya bekerja serabutan. 

Musdalifah pernah dipinjami gadget yang sudah rusak. Sayangnya, gadget yang memang sudah rusak itu tak bisa dipergunakan lagi.

Ketika sekolah Musdalifah sudah dibuka untuk tatap muka, dia masuk ke sekolah untuk ujian sekolah. Teman-temannya berteriak-teriak seolah mengusir kepada Musdalifah , sementara gurunya minta anak itu pulang untuk memanggil wali atau orangtuanya. Dengan sedih sekali hati Musdalifah pulang ke rumah. 

Teriakan teman dan guru yang minta dirinya pulang itu sungguh menyakiti dirinya. Dia seperti tak ingin sekolah lagi. Lebih menyedihkan tidak ada suara hati guru untuk bisa menerima kondisi anak dengan latar belakang anak yang tak punya gadget.

Jelas bahwa faktor kondisi ekonomi yang membuat Musdalifah tak bisa memiliki gadget. Apakah hal ini kesalahan Musdalifah? Jika dia bisa memilih, tentu dia ingin lahir di tempat orangtuanya yang kaya, mampu membelikan gadget untuk sekolah. Bahkan, dia tak usah menanggung malu karena tak bisa bersekolah tanpa gadget.

 Gadget untuk anak di kota besar


 Kebiasaan kita menyambut tamu adalah dengan menjamu. Bayangkan, hampir 2 tahun, tak ada seorang pun berani datang ke rumah saya. Covid membuat rumah kami steril dari tamu atau keluarga. Ketika saya kedatangan tamu, keponakan dan cucu keponakan, rasanya bahagia bercampur haru.

Cucu keponakan yang sudah menginjak remaja, dan yang sudah mulai menginjak SD. BErapa tahun kami tak pernah bertemu satu dengan yang lainnya. Saya tak paham dengan kesukaan makanan mereka karena belum pernah mengenal satu per satu.

Kuingat-ingat anak-anak pasti suka dengan ayam goreng, jadi suguhan nasi uduk jadi pilihanku. Pemesanan mendadak satu hari sebelum mereka datang. Beruntung masih diterima dan berharap anak-anak ini suka dengan apa yang kupikirkan. 

Begitu mereka datang, aku bertemu dengan anak-anak seusia 12 tahun dan seusia 6 tahun. Tiga lelaki dan dua perempuan. Wah mereka sangat sopan, mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri mereka. Mereka memanggilku “Oma”, serasa usia seniorku makin tua.

Hanya lima menit berkenalan, mereka sudah duduk di kursi dengan tenang. Gadget yang ada dalam genggaman tangan mereka langsung dimainkan. Sunyi tanpa pembicaraan apa-apa. Yang terdengar mata dan tangan mungil yang menghentakkan tombol tuts . 

Sesekali, mereka berteriak, “wah kalah aku”. Saya tak paham apa yang mereka mainkan. “Ini, game seru oma. Oma bisa pilih mana yang ingin mainkan. Tapi yang paling seru games (terdengar nama game yang tak saya ingat)”.

Terhenyak aku terduduk. Wah anak zaman now, usia baru menginajak 6 tahun pun sudah mahir dengan jarinya yang lincah mempermainkan tuts untuk game yang mereka sukai. Hampir dua jam mereka tak bergeming. 


Orangtuanya asyik ngobrol, tapi anak-anak mereka pun ikut terhanyut dalam keasyikan permainan game. Aku juga tak menyangka bahwa anak-anak ini punya gadget berkelas tinggi. Bukan hanya brand murahan, tapi yang sudah masuk kelas berat dan mahal. 

Ironi, dua sisi kehidupan anak dengan latar belakang yang berbeda. Yang pertama, anak-anak di sekitar saya , punya fasilitas lengkap termasuk gadget yang berkelas , mudah mendapatkan dari orangtuanya. Gadget digunakan bukan sekedar untuk sekolah tapi untuk game dan lain-lainnya. 

Semua perlengkapan komplit ada di gadget. Sementara yang kedua, anak yang wali orangtuanya tak mampu membeli gadget terpaksa tak bisa bersekolah dan terpinggirkan dari dunia pendidikan. 

Makna gadget:


Gadget bukan untuk kenyamanan dan kenikmatan anak-anak. Dunia pendidikan kita sudah bergeser , anak yang punya dana untuk beli gadget, digunakan untuk suatu “luxury”, kemewahan hidup. 

Di beberapa negara maju, anak-anak di bawah usia 10 tahun belum diperbolehkan untuk gunakan gadget. Gadget akan mempengaruh organ otak dan mata sebelum waktunya. Pada saat covid, anak terpaksa menggunakan gadget untuk media belajar. 

Sayangnya, ada salah penggunaan gadget untuk permainan /game , konten creator oleh anak-anak. Kurikulum pembelajarann merdeka, masih menerapkan sebagian pembelajaran secara online tetap masih berlaku, sementara sebagian lagi melakukan pembelajaran tatap muka.

Orangtua diperbolehkan untuk memilih system mana untuk pembelajaran anaknya. Monitor dari orangtua dan sekolah menjadi pekerjaan rumah agar anak-anak tidak candu dengan gadget.

Saya Tidak Tua, Tetapi Senior. Belajar Tak Pandang Usia

Senior Tak Pandang Usia

 

Menyambut hari Senior bukan sekedar retorika ritual upacara atau pesta.
Jam berlalu, hari cepat berlalu. 
Usia terus bertambah dengan cepatnya berlalunya hari. 
Fisik makin rentan sakit.
Semangat untuk belajar tetap membara. 
Mengisi kehidupan dengan karya yang bermanfaat 

Tanggal 29 Mei adalah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) . Hari peringatan itu tujuannya untuk mengingat memberikan perhatian kepada para lanjut usia. 


Senang bukan bagi kita yang sudah lanjut usia mendapatkan perhatian baik dari keluarga maupun pemerintah. Namun, apakah cukup kita menikmati kebahagiaan yang datangnya dari orang lain bukan dari diri kita sendiri? 

Hakiki kebahagiaan utamanya dari diri sendiri , dimana kita masih menggunakan passion, talenta untuk orang lain walaupun dalam keterbatasan fisik maupun pemikiran.

 Kenapa kita mesti abaikan stigma negatif ?


Kita semua tak bisa menolak usia lanjut yang menghampiri, fisik makin menurun . Bahkan ada beberapa teman senior yang sudah mulai merasakan sakit kakinya . Ada yang operasi lutut, ada yang tak bisa berjalan karena kaki di bagian bawah menderita “arthiritis” 

Lalu timbullah stigma melekat dengan usia senior, usia senior sudah waktunya untuk berhenti beraktivitas dan duduk manis di rumah, mengasuh cucu. Jika kita mengikuti apa yang didengungkan dengan stigma, alangkah menderitanya para senior. Fisik yang sudah rentan sakit, masih harus menerima tudingan bahwa kita harus berdiam diri demi kenyamanan palsu .

Pilihan yang tepat bagi para senior ada di tangan kita masing-masing. Menyerah atau memperjuangkan bonus usia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita dengan berkarya. Karya yang bermanfaat bagi orang lain. 

Banyak sekali tawaran untuk berkarya sesuai passion, ada yang suka berkebun, fotographi, bermain musik, bernyanyi, menulis. Untuk menulis, banyak kategori tulisan yang dapat dilakukan seperti tulisan ilmiah, non ilmiah. Khusus untuk non ilmiah, ada tulisan prosa maupun puisi. 

Mengadopsi misi dari Komunitas 50 yaitu “Truly life begins at 50”. Memaknai usia bukan dari kemunduran tetapi dari kebahagiaan dan syukur untuk mengisi sisa kehidupan yang dianugerahkan kepada kita. 

Lalu, bagaimana  cara jika kita belajar untuk mengejar passion yang diinginkan? Ada banyak kesempatan atau peluang yang dapat kita ambil untuk dapat belajar mengasah ketrampilan. Salah satunya adalah menulis. Menulis tidak hanya untuk curahan hati semata-mata, tetapi menulis dengan makna terdalam dan punya nilai-nilai yang bisa ditinggalkan kepada generasi selanjutnya .

Cara untuk Menulis


“Saya ingin sich menulis, tetapi saya belum bisa menulis. Namun, saya tak mengetahui bagaimana caranya?” tanya seorang teman.

Inilah waktu tepat untuk belajar menulis dan menerbitkan buku.  Komunitas 50+ yang dipimpin oleh Pak Jim Mintarja  mengadakan  Seri webinar dengan empat sesi bertemakan “Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku di Usia 50+” .   Webinar telah dimulai sejak 22 Mei yang lalu, berikutnya 29 Mei, 5 Juni dan 12 Juni 2022. 

Apa yang kita dapatkan dalam 2 webinar yang sudah diikuti: “Membuat Pembaca Jatuh Cinta “ oleh William Win Yang, adalah webinar pertama yang saya ikuti. Judulnya saja sudah membuat kita ingin sekali mengikuti. 

Ternyata apa yang disajikan,dipaparkan oleh William (panggilan dari William Win Yang), cara menyajikan konten yang dapat membuat pembaca jatuh cinta, sangat fantastis. 

Saya terpana dengan quote yang disajikan oleh sang masterpiece dari 3 buku bestseller “How to be A Taipan”, “The Dragon Slyaer Strategy”, “Secret of the Dragon” “No one can create masterpiece. The masterpiece will choose you to create them”.

Buku-buku masterpiece yang diterbitkan oleh William , dijelaskan bagaimana cara penyusunannya. Menyusun buku dimulai dari opening, ending, cut properly, mystery, enlighting. 

Misteri jadi bagian penting agar apa yang kita janjikan kepada pembaca, jika kamu membaca buku ini pasti kamu akan mendapatkan ……… 

Tehnik yang saya kagumi untuk bisa dipraktekkan adalah “AHA” moment. Mencari momen yang super tepat untuk bisa membuat pembaca mendapat pencerahan ketika membaca buku kita. Contoh buku tentang dunia bisnis. 

Tehnik lain yang saya dapatkan dari William , “Alfa & Omega”. Artinya pembuka dan penutup adalah sesuatu yang maha penting untuk dikemas. Pembuka yang baik akan membuat pembacara serius untuk meneruskan keinginan membaca lebih lanjut. 

Penutup bukan suatu kesimpulan atau hanya sekedar penutup tanpa kesan. Tetapi berikan kesan mendalam apa yang sudah dipelajari dari buku yang dibacanya. Setelah pembuka dan penutup dibuat, barulah kerangka disusun. 

Selama ini saya justru terbalik, saya membuat kerangka lebih dulu ketimbang pembuka dan penutupnya.


 “Tertib Menulis” oleh Teha Sugiyo. Diawali dengan presentasi menggambarkan arsitektur dari Ibukota Baru . Detail dari suatu bangunan itu harus teliti, rinci dan tidak boleh melupakan yang terkecil sekali pun. Apabila terlupa, maka bagian yang kecil itu membuat bangunan itu kehilangan nilai estetikanya. Itulah kata pembuka dari Bapak Teha, panggilan dari Teha Sugiyo. 

Apa bagian yang kecil? Tertib dalam tata tulis mulai dari ejaan, diksi, kalimat, sampai paragraf. 

Serasa kuliah di malam hari, Pak Teha menjelaskan ejaan itu bisa dilihat dari KBBI, diksi diperkaya sesuai yang tepat /tidak multi tafsir, kesesuaian pendengar/pembaca dan kalimat mulai dari kalimat efektif dengan paragraph yang jelas.

Berbagai jenis karya tulis baik itu non ilmiah maupun non ilmiah dipaparkan agar kita mengetahui bagaimana menulisnya masing-masing kategori itu. 

Belajar Tanpa Henti 


Kesempatan dan peluang tidak datang untuk kedua kali. Ketika saya sendiri melamar suatu magang CopyWriter di kantor digital marketing. 

Prosesnya ketat sekali, saya diminta untuk membuat contoh tulisan yang temanya sudah disiapkan. Setelah proses seleksi, saya diminta untuk mengirimkan CV. Menunggu dengan “deg2-an” apakah proses bisa dilanjutkan atau tidak. Ternyata, saya diperkenankan lanjut ke tahap berikutnya yaitu interview.

Begitu saya melakukan tatap muka secara online dengan founder, saya merasa agak terkejut, usia founder ini seusia dengan anak saya.

“Bu, apakah serius mau belajar, Ibu  tertua diantara kandidat lainnya, semuanya anak kuliah” tanya founder. 

“Jika saya diizinkan, kenapa tidak?" jawab saya.

Ini tantangan saya untuk belajar dunia baru untuk penulisan digital, SEO CopyWriter. Akhirnya, saya dinyatakan lulus interview.

Saya mengikuti pembelajaran yang cukup serius dan berat.  Riset, Review, Reflection. Untuk design thinking, tahapnya sangat panjang, mulai dari explorasi,identifikasi, ideasi, visualisasi, evaluasi dan presentasi.

Perlunya suatu riset agar artikel tidak overgeneralisation,  premature closure dan halo effect.

Salah satu konsep /model riset yang umum digunakan dalam dunia bisnis adalah 4C Diamond : Model to analyse Business Landscape, terdiri dari change, competiton, company, customer.

Pembelajaran masih akan terus berlanjut dengan teori "Framework  of SEO CopyWriter" , untuk mempraktekkan teori yang sudah dipelajari.   Tantangan berat karena risetnya ribet banget!

Usia bukan angka, usia 50+ menjadi Senior merupakan tantangan dan momen untuk berkarya, bermanfaat , hidup berkualitas dengan kemampuan yang dianugerahkanNya.

Meraih Peluang Ngeblog Bersama IIDN

Peluang Ngeblog Bersama IIDN
dokumen pribadi



Sebuah buku hasil karya masterpiece, jadi impian setiap penulis. Betapa mengagumkan jika seorang penulis bisa menghasilkan sebuah masterpiece atau mahakarya tulisan yang mengagungkan.

Bukan saja isi dan kontennya yang sangat otentik, bermanfaat, tapi juga disukai hampir tiap pembacanya. Mahakarya yang mendatangkan decak kagum bagi pembacanya karena berkontribusi untuk pembangunan ekonomi, fisik ,mental melalui sebuah buku. 

Meraih sebuah karya masterpiece itu ternyata tak gampang yang dicita-citakan. Jika kita hanya sekedar terkagum-kagum dengan kehebatan sang penulis, tapi kita sendiri tak pernah  berusaha menghasilkan suatu karya, maka impian “jadi penulis masterpiece” hanya angan-angan saja. 

Saya pernah mengalami hal ini. Ketika saya ikut suatu webinar dengan seorang penulis yang telah mencetak tiga buku best seller kategori masterpiece. “No one can create masterpiece. The masterpiece will you to create them” Ciptakan masterpiece yang jadi impianmu!

 Apa yang diungkapkan oleh sang penulis bagaimana proses dari karya yang dia kerjakan, tahap demi tahap. Data demi data, literatur, interview, memprosesnya dengan kemampuan dan kreativitas imajinasi fakta jadi tulisan bermutu tinggi sehingga orang jatuh cinta pada tulisannya. 

Decak kagum saya tak pernah berhenti. Tapi apakah saya hanya berhenti dengan decak kagum saja apabila saya ingin bermimpi menjadi seperti sang masterpiece? Perlu usaha dan perjuangan keras untuk bisa menggapai cita-cita itu.

Perjalanan sebuah karya tulisan saya  dimulai dari belajar teori menulis yang baik dan benar, praktek untuk menulis dari 300 kata menjadi 500 kata, akhirnya bisa mencapai 1000 kata. Konten penulisannya bukan sekedar apa yang ingin dicurahkan dalam tulisan, tetapi punya kerangka tulisan yang relevan dengan temanya. 
dokumen pribadi



Apakah perjuangan penulisan saya untuk sebuah tulisan mudah dilakukan? Tidak , bagi seorang penulis pemula seperti saya, jatuh bangun untuk bisa meraih apa yang dicita-citakannya. Ketika kesempatan yang lebar dibuka untuk belajar menulis bagi penulis pemula di sebuah komunitas perempuan, komunitas penulis yang sering disebut dengan Ibu-ibu Doyan Menulis ,disingkat menjadi IIDN. 

Di IIDN fasilitas untuk penulisan sangat lengkap mulai dari aktivitas rutin seperti diskusi, aktivitas kepenulisan dalam kemasan #Seninsemangat #SelasaBlog #RabuBuku #KamisKuis #JumatFIKSI #SabtuPUEBI di platform facebook group. Hingga IIDN Writing Academy. 

IIDN Writing Academy merupakan suatu program yang diadakan untuk menyalurkan dan mengembangkan anggota maupun bukan anggota dari Komunitas Penulis Perempuan di bidang kepenulisan. Juga membimbing penulis hingga menerbitkan bukunya. 

Mereka diajak untuk mendengarkan tentang penerbitan, tentang pengalaman penulis buku best seller, dan yang terpenting masuk dalam kelas. Kelasnya bermacam-macam, mulai dari kelas nol, kelas editor, kelas cerpen, kelas writing with kids dan Nulis buku Solo. 

 Kegiatan IIDN lainnya yaitu kegiatan menulis yang bekerja sama dengan Mitra IIDN . Saya pun ingin berkontribusi dengan mengikuti lomba menulis yang diadakan oleh IIDN bersama Mitra seperti Direktorat Pelestarian Cagar Budaya & Permuseuman, KBR, IM3 OOREDOO 

Karya-karya tulisan yang saya ikuti dalam acara tersebut diatas adalah sebagai berikut ini: 

  • “Kawasan Percandian Dieng Kekayaan Khasanah Cagar Budaya Nasional yang Harus Dilindungi dan Dilestarikan”.
  • Krisis Air Dampak Perubahan Cuaca, Solusi Alamiah Bukan Solusi Bisnis”,.
  •  “STOP PNEUMONIA, Selamatkan Anak Indonesia”.

Penulisan di atas adalah sebagian besar dari lomba yang saya ikuti, hasil kerja sama antara IIDN dengan mitranya. 

Saya pun tak menyangka jika dari sekian banyak tulisan saya itu ada satu tulisan yang mendapatkan hadiah juara II sebagai pemenang yaitu “STOP PNEUMONIA, Selamatkan Anak Indonesia.

Sejak itu saya lebih percaya diri untuk berlatih menulis . Latihan penulisan dalam kegiatan IIDN jadi salah satu cara untuk menuju kebangkitan dan meraih peluang untuk tulisan makin berkualitas.





Dalam usianya yang menginjak 12 tahun sejak berdiri, IIDN telah memberikan peluang besar bagi penulis untuk bangkit berkarya dan memberikan kesempatan bagi penulis awal untuk terus belajar jadi penulis yang hebat. IIDN tempat atau wadah yang tepat bagi penulis untuk bisa terus berkarya , bangkit , maju dalam kepenulisan hingga mencapai penulis masterpiece. 

Selamat ulang tahun kepada IIDN , sukses dalam mengembangkan dunia penulisan bagi perempuan penulis yang mampu menghasilkan penulisan terbaiknya.




Total Tayangan Halaman