Featured Slider

Jika Harapan tidak Sesuai dengan Kenyataan:




Setiap orang bisa dan boleh berharap dan bermimpi setinggi mungkin untuk meraih cita-citanya. Para filsuf mengatakan manusia tidak dapat hidup tanpa harapan, doa dan harapan harus menyatu. Jika kita sudah divonis berpenyakit kronis, lalu tidak berpengharapan sama sekali , terutama berpengharapan kepada Sang Penciptanya, maka hasilnya dia akan lebih cepat meninggal.

 Harapan memang dibutuhkan agar ada kekuataan manusia untuk tangguh menjalankan kehidupan yang berat sekali. Namun, ada kalanya manusia itu tidak mengukur apakah harapan yang diinginkannya itu ada dalam kendali dalam dirinya atau tidak.

 Mempelajari harapan itu sangat penting banget karena jangan sampai nantinya kita sendiri terjembab oleh harapan yang kita buat karena harapan itu di luar kendali kita. 


Di dalam setiap diri manusia ada dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu Circle of Concern dan Circle of Control . Saya mempelajari ke dua aspek saat saya membaca buku “The Seven Habits of Highly Effective People” yang ditulis oleh Stephen Covey. 

Konsepnya sangat sederhana sekali. 

 Lingkaran bulat yang bernama “Circle of Influce (atau Control) atau lingkaran kuning: adalah semua hal dalam hidup kita dimana kita dapat memilih dan mengontrolnya sesuai dengan pilihan kita - apa yang kita baca, apa yang kita katakan, apa yang kita beli, ke mana kita akan pergi, organisasi atau komunitas apa yang kita pilih sebagai tempat bergaul dengan teman atau kita berikan waktu kita untuk berbagi bersama. 

Sementara lingkaran bulat lain yang lebih besar dibandingkan dengan lingkaran sebelumnya (Circle of Influence) atau sering disebut lingkaran putih dikenal dengan nama “Circle of Concern”. 

 “Circle of Concern” adalah segala sesuatu yang ingin kita kerjakan atau kita ikuti tetapi tidak ada dalam jangkauan kontrol kita. Beberapa contoh diantaranya: cuaca, perang, terosisme, pandangan politik dari orang lain, pandangan orang lain terhadap diri kita.

 Pernyataan dari Covey yang paling sederhana adalah di bagian mana (Circle of Influence atau Circle of Control) kita ingin bertumbuh dan berkembang. Jika kita menghabiskan waktu kita hanya untuk mengkhawatirkan tentang apa-apa yang tidak dapat kita kontrol, artinya lingkaran putih lebih besar dari lingkaran kuning. Sebaliknya apabila kita dapat berfokus kepada hal-hal yang sebenarnya ada dalam jangkauan diri kita sendiri, maka “Circle of Influence “ jauh lebih besar dibandingkan dengan “Circle of Control” 

Dalam hal ini kita perlu menyadari bahwa kita perlu melanjutkan kehidupan dengan berkonsentrasi dalam segala hal yang ada di dalam kontrol bukan yang di luar kontrol (kekhawatiran tentang bencana, reformasi kesehatan yang akan menghapuskan segala fasilitas kesehatan yang biasanya kita terima). Lebih baik kita fokus apa yang dapat kita kerjakan sekarang ini dan minggu-minggu selanjutnya.

 Berbicara soal calon-calon politikus yang ingin menjabat sebagai calon legislatif, mereka berusaha setengah hidup dengan berbagai macam cara , entah itu kampanye yang mengeluarkan banyak dana. Namun, ketika harapan itu ternyata meleset , mereka tidak mendapatkan suara seperti yang mereka harapkan. Kekecewaan yang luar biasa akan mendera batin mereka. Apabila mereka tidak bisa memahami bahwa harapan yang mereka pertaruhkan adalah “Circle of Control” yang di luar kendali mereka, maka kekecewaan yang sangat berat itu akan mempengaruhi psikis dan akhirnya akan membuat sakit mental dan jiwa 

Begitu pula bagi mereka yang berfokus tentang jaminan kesehatan untuk semua warga di Indonesia yang tidak kunjung membaik, lalu apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu jauh untuk memikirkan kesehatan untuk semua warga yang berjumlah 250 juta atau saya selalu melihat banyaknya orang yang menderita sakit yang belum tertangani oleh negara dan hanya bisa minta bantuan melalui kitabisa.com. 

Saya sering berpikir tidak mungkin menolong semua orang sakit yang begitu banyak. Satu-satunya hal yang paling dapat saya lakukan adalah menjaga kesehatan, dan satu lagi sebagai blogger selalu memberikan wawasan (setelah workshop dari rumah sakit dengan dokter sebagai nara sumbernya) betapa pentingnya menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit. Mengenal semua penyakit dengan baik dan mencegahnya jauh lebih baik daripada mengobatinya.

 Kembali tentang harapan, suatu tantangan bagi kita sekarang ini untuk hidup dengan mengexpresikan apa yang kita sukai atau kita cintai ketimbang apa yang kita takutkan. Apa yang kita harapkan adalah sesuatu yang ada dalam “Circle of Influence” sehingga tidak melampaui batas dari kontrol diri kita yang tidak mungkin diwujudkan atau kecil kemungkinan untuk mewujudkann

Cara Mengatasi Kebuntuan Menulis

Seringkali kita tidak punya ide sama sekali tentang apa yang ingin ditulis. Otak yang buntu itu tentunya membuat kita jadi kesal . Otak yang buntu itu disebut dengan “stumble block” atau kebuntuan menulis. Untuk mencairkan kebuntuan tentu kita harus mengalihkan fokus dan berusaha . 

 Cara mengatasi “stumble block” agar kita mudah menulis lagi adalah sebagai berikut: 

1.Menulis Keyword Apa Saja di Situs Keyword Planner  

Fungsi dari Keyword Planner adalah untuk pembuatan artikel SEO. Seorang bloger akan menyertakan kata kunci di bagian tubuh postingnya agar ranking blog dapat meningkat di pencarian Google. 
www.keyword.io

Jadi Keyword Planner dapat digunakan untuk pemantik ide. Gunakanlah www.keyord.io . Lalu klik kata kunci “parenting milenial”. Setelah mengklik, keluarlah pilihan kata kunci yang membantu kita untuk mencari link tulisan lain di Google. Misalnya saya memilih "Milenial Parenting".  Variasi ini mengantarkan otak saya bergerak untuk mencari artikel referensi lainnya. 

2.Mengecek Trend Media Sosial
www.c2live.com

 Sebagai pengguna aktif media sosial, tentunya kita semua sudah sangat familiar dengan hastag. Biasanya kita ingin apa yang jadi tren berita terkini, maka kita dapat menggunakan hastag di twitter. Setting hastag di Twitter dibuat secara negara yang ingin kita lihat. Misalnya “indonesia Trends”, bisa dicek apa saja yang menjadi cuitan favorit para pengguna twitter. Sebagai contoh setelah kita cek, ternyata cuitan yang terbanyak adalah topik debat capres diperbincangkan di twitter. Meskipun kita tidak menonton acaranya, kita bisa menulis tentang perkembangan acaranya.

 Setelah mengklik salah satu hastag, kita cek bagaimana pengguna twitter menanggapi acara tersebut dengan persepsi mereka. Dari sini, kita yang awalnya tidak ada ide menulis, malah terpancing untuk membuat rengkuman atau analisis dari cuitan para netizen twitter. Menulisakan artikel yang hangat diperbicangkan akan mengudah menarik pengunjung ke blog kita. 

3.Blogwalking: 
www.c2live.com

Blogwalking masih menjadi favorit para blogger untuk meningkatkan traffic, selain menginginkan agar nilai Domain Authority (DA) naik, hal ini juga disrankan untuk melakukannya. Ketika ide buntu, biasanya saat membuka group blogger yang berisi link dari blogger lain, kita melihat judul dan tema yang menarik dan kita akan baca sampai habis, timbullah ide selesai membaca.

 Sebagai blogger kita dapat mencari referensi grup blogger tidak hanya untuk membagian posting dan mencari job, tetapi juga sebagai akuarium kumpulan ide dari blogger lain. Yang penting jangan sampai kopas tulisan orang lain.

4. Membuat Survey di Media Sosial 
www.c2live.com

Walaupun sudah mendapatkan keyword yang bisa ditulis tapi masih mencoba mencari yang lainnya. Cobalah membuat survei topik di Facebook, Instagram atau Twitter. Masing-masing media sosial itu memiliki fitur untuk melakukan survei.

 Setelah diadakan survei, kita dapat melihat topik yang paling banyak peminatnya. Lalu tulislah maka orang yang menunggu tulisan Anda pasti akan membacanya. Itulah cara kita mencari ide untuk menulis . Sellaugunakan media sosial dan web generator sebagai media untuk memancing ide keluar dan kita tinggal memilihnya. Tetapi pastikan jangan menuliskan sesuatu yang hoax dan saring kemampuan literasi media yang baik

Kenali 5 Warna Surat Suara dan Cara Mencoblos yang Benar Agar Suaramu Sah



17 April 2019 adalah pesta demokrasi bagi semua rakyat Indonesia. Baru tahun 2019 ini rakyat Indonesia memilih presiden sekaligus memilih calon legislatif. Jadi kita semua nanatinya akan datang ke kotak suara dengan membawa 5 suara untuk memilih calon presiden (PILPRES) sekaligus memilih calon legislatif (PILEG). 

Bagi pemilih pertama kalinya atau pemula atau bagi pemilih yang tiba-tiba harus milih lima suara , mungkin kebingungan karena biasanya paling maximum hanya 3 surat suara saja.

 Nach, agar nanti kita pergi ke TPS tanggal 17 April 2019 sudah dengan pengetahuan bagaimana cara mencoblos yang benar dan suaramu sah, perlu dipelajari sebelumnnya. 

Pada saat menerima 5 Surat Suara , lebih diurutkan lebih dulu berdasarakan fungsinya: 
 
1. Abu-ABU: untuk calon presiden dan wakilpresiden 
2. Kuning : untuk Calon DPR 
3. Merah : untuk Calon DPD 
4. Biru : untuk Calon DPRD Provinsi
5. Hijau : untuk Calon DPRD Kabupaten/Kota 

Tidak semua Surat Suara (warna kuning, biru dan hijau ) mencantumkan foto kandidat, maka sebaiknya ANDA harus pelajari dulu siapa calon yang akan dipilih.  Pelajari dari calon DPR, DPRD dan DPRD kabupaten/Kota  melalui situs ini
https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/pencalonan/daftar-calon/dct/3

 Proses Pencoblosan: 

1.Datang ke TPS dengan bawa Surat Pemanggilan ada jam 7 hingga 13.00

2. Pencatatan Kehadiran: Menanda-tangani absensi dan mendapatkan nomer antrian 

3. Menunggu Antrian 
4. Dipanggil oleh Petugas
5. Menerima Surat Suara dari Petugas 

6. Mencoblos di Kotak Suara 

7. Memasukkan kertas suara berdasarkan warnanya dan fungsinya 

8. Pencelupan Jari 
9. Proses Pemungutan Suara telah selesai

 CARA Mencoblos Surat Suara agar suara Sah:

 Perhatikan setelah menerima Surat suara , mencoblos hanya diperbolehkan satu kali saja di tempat yang tepat . Tempat yang tepat untuk dicoblos adalah:

Untuk suara warna abu-abu, Anda harus mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, tanda gambar partai politi pengusung dalam satu kota di surat suara 

Untuk surat suara warna kuning, Anda dapat mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, atau nama anggota DPR 

Untuk Suat suara warna merah, Anda dapat mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto calon untuk pemilu anggota DPD 

Untuk suara warna biru, Anda dapat mencoblos satu kali pada nomor, tanda gambar partai politik atau nama calon anggota DPRD Provinsi. 

Untuk Surat warna hijau, Anda mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, atau nama calon anggota DPR Kabupaten/Kota

PAUD Landasan Utama Pengembangan "Golden Age" Masa Tumbuh Kembang Anak



Ingatan saya kembali pada saat saya pernah mengajar secara sukarela (volunteer) di sebuah sekolah PAUD (Pendidikan Usia Dini) Mandiri . Letaknya cukup jauh dari kawasan kota satelit. Lumayan jika naik ojek, harus melintas naik turun jalan sepintas, lalu masuk ke suatu gang sempit. 

Di satu rumah yang letaknya paling ujung  jalan, ukurannya rumah sekitar 250 meter. Satu  Ruangan besar itu diisi dengan pelbagai macam seperti kursi anak, mainan, papan tulis sederhana, beberapa alat tulis dan gambar, buku tulis dan buku gambar.

PAUD “CARITA” dibangun sangat sederhana  merupakan hasil sumbangan dari suatu Yayasan Carita dibawah naungan Ibu Herawati yang sangat peduli dengan pendidikan PAUD. Pendirinya merasa tersentuh  dengan banyaknya   anak-anak usia 2-4 tahun  tidak bersekolah  karena keterbatasan ekonomi orangtuanya. Para orangtua itu mengganggap pendidikan PAUD tidak penting. Lebih baik jika anaknya langsung bersekolah di SD.

Anak-anak itu datang dengan diantarkan oleh ibunya atau ayahnya.   Semangat mereka untuk sekolah sangat hebat, walaupun mereka harus berjalan kaki, naik angkot dari rumahnya yang jauh dari sekolah, . Mereka justru datang tepat waktu, tanpa kendaraan pribadi, rumah mereka |lokasinya cukup jauh dari sekolah. 

Peran  orangtua selalu terlibat dalam pendidikan PAUD dengan mengantarkan anaknya sampai di sekolah. Bahkan ada yang menunggu di luar ruangan. Kehadiran orangtua yang masih sederhana ekonominya, tetapi sadar pentingnya terlibat dalam pendidikan anaknya. Hasilnya, setiap akhir tahun sekolah itu berhasil mengantarkan anak-anak itu ke jenjang SD dengan kemampuan motorik, psikologis dan kognitif yang sudah siap. 

PAUD Mandiri ini tidak mendapat bantuan dari Pemerintah sama sekali, tetapi ada izin dari Dinas Pendidikan Tangerang Selatan . Para guru mengajar dengan gaji kecil cukup untuk transportasi. 

Ketika saya sempat berbincang dengan pendiri PAUD ini, saya bertanya kenapa hatinya tersentuh untuk mendirikan PAUD yang non komersial bahkan harus membayar gaji guru dari kantong sendiri. Dijelaskan dengan gamblang, seorang anak usia 0-5 tahun adalah usia “golden age”. Artinya bahwa usia itu sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan pertumbuhan fisiknya.

Juga pada masa "golden age" terjadi pembentukan syaraf . "Golden age" menjadi masa penting sekaligus masa kritis.  Seperti diketahui manusia memiliki 100 neuron yang menyalurkan pesan,  kreativitas ketika lahir. Neuron ini akan berkembang 20% jika ada stimulasi atau rangsangan dari luar melalui pendidikan dan aktivitas. 50% kapabilitas manusia terjadi pada usia 4 tahun.  Awal dari pengenalan dunia luar, sosial dengan bermain, bergaul , menjelahi dunia sekitarnya. 

“Saya sadar di sekitar tinggal saya itu masih banyak anak-anak usia dini yang seharusnya masuk PAUD tapi karena keterbatasan ekonomi orangtua, mereka tidak menyekolahkan. Mereka anggap nanti saja kalau usia sudah 6-7 tahun baru bersekolah!” 

“Oh, jadi terlambat dong yach, sudah lewat golden age untuk stimulasi otak anak!” komentar saya. “Benar sekali. Saya jadi terbeban untuk menolong mereka dengan kemampuan yang saya miliki. Yayasan memang tidak punya dana yang cukup untuk menyiapkan kurikulum PAUD tetapi kami punya hati yang menginginkan anak-anak ini sebagai generasi penerus bangsa , harus punya karakter dan intelgensia yang tinggi karena mereka sudah melewati masa terbaik "golden age" di PAUD.

Begitulah sekelumit pembicaraan saya dengan pendiri Yayasan Carita.. Beruntunglah saya, sekarang saya bisa melihat masa depan yang cerah bagi anak-anak usia dini karena ada sekolah PAUD atau Pre-School yang dikenal dengan “Apple Tree Pre-School BSD”.


Didirikan pada tahun 2000 oleh para direktur yang memiliki visi dan misi membangun kepercayaan diri,kemandirian siswa dan mendukung orangtua untuk pengembangan anak-anak usia dini. Tentunya tujuan ini dilengkapi dengan guru pengajar yang memiliki dedikasi dan ilmu mengajar anak Pre-School . 

Ketika guru mengajar bukan hanya di dalam ruang kelas saja, tetapi tetap menggunakan metode yang telah disertifikasi yaitu kurikulum yang diadopsi dari Adopted Singapore Curriculum. Kurikulum ini sangat komprehensif mengutamakan akademis tetapi tidak mengurangi life skills dan social awareness. Kurikulum itu meliputi  komunikasi dalam bahasa Inggris dan Mandarin, Matematika , kreativitas, sosial, science, moral, musik, fisik,  fonetik.

Pengajaran disampaikan dalam bahas Inggris dan Mandarin, merupakan pre-school berstandar international tetapi terakreditasi secara nasional. Saya melihat adanya sistem pembelajaran yang sangat menyenangkan bagi anak-anak yang belajar di Aplle Tree Pre-School BSD karena mereka diajak bermain di ruang terbuka, berexplorasi melihat hal-hal yang baru, bersosial dan berinteraksi dengan teman dan belajar mengatasi hambatan untuk anak usia dini sehingga pengembangan motorik, sosial, intelegensia optimal.


Anak usia dini perlu belajar maka ada daily acitivites,  anak perlu bermain, berexplorasi maka ada waterplay & outdoor,  anak perlu memaksimalkan otak kanan untuk berkreativitas,   anak perlu dilengkapi ketrampilan maka ada  enrichment program,  anak perlu memperlihatkan prestasinya maka ada school events,   anak perlu melihat berjalan-jalan atau dunia luar untuk menunjang pendidikannya maka ada field trip.

Di Apple Tree Pre-School BSD , anak-anak masuk kelas sesuai dengan usianya dibagi dalam 5 kelas. 

5 kelas itu itu adalah :

  • Toddles           :    1.5 -2 tahun 
  • Pre Nursery     :    2-3 tahun 
  • Nursery            :   3-4 tahun
  • Kindergarten 1 :   4-5 tahun 
  • Kindergarten 2:    5-6 tahun 

Di masing-masing kelas, anak-anak belajar disesuaikan dengan program.  Cara bermain  anak-anak ini disesuaikan dengan kegiatan perkembangan anaknya. Agar anak tidak pernah bosan di dalam kelas saja, ada program pengembangan agar fundamental pembelajaran anak makin kuat, kemampuannya terus berkembang. 

Setiap program meliputi 6 kegiatan yaitu: 

 1. Daily activities:

      Kegiatan rutin seperti memberi warna, menggambar untuk memperkuat  motoriknya.


www.appletreebsd.com


2. Waterplay & Outdoor:

    Kegiatan di luar ruang dengan permainan bola yang dipindahkan dari satu wadah ke wadah lain.
    Melatih kemampuan motorik dan percaya dirinya menyelesaikan tugas.

www.appletreebsd.com

3. Music & Art: 

    Belajar musik angklung dan Budaya lokal secara sederhana melatih kepekaan musik dan seni.

www.appletreebsd.com

4. Enrichment program : 

    Program pengayaan untuk anak laki berlatih Taekwondo, anak perempuan berlatih balet.
    Melatih fisik dan kemampuan multi talenta yang disukainya.



www.appletreebsd.com


5. School Events: 
    
    Tampil di panggung untuk menyanyi, menari, memperkenalkan diri.   Melatih untuk percaya diri.     Orangtua selalu dilibatkan dalam School Events. Suatu kebanggaan anak jika orangtuanya hadir di saat anak naik panggung sehingga menambah kepercayaan anak.

www.appletreebsd.com

6. Field Trip:

    Kunjungan ke Aeon Mall belajar tentang memasak, ke Museum Transportasi TMII belajar tentang
    pesawat dan pelbagai profesi di dunia angkutan udara, darat, laut.

Pada setiap semester, orangtua akan menerima pelaporan perkembangan anak baik secara kognitif maupun fisiknya. Orangtua pun sering dilibatkan perannya dalam “school events” dengan memberikan ide tentang acara apa yang menarik baik bagi anak bersama orangtuanya. 

Keunggulan dari Pre-School AppleTreeBSD dibandingkan dengan Pre-School yang lain adalah kurikulum yang diberikan akan mengasah otak putra-putri Anda sehingga dapat memaximalkan perkembangannya, keamanan putra-putri terjaga dan sistem report kepada orangtua adalah salah satu nilai point selain fasilitas yang sangat lengkap untuk putra-putri Anda.
Setiap orangtua akan melihat dengan bangga apa yang telah ditanamkan di masa “golden age”.  Hal  ini akan menjadi tumpuan saat anak itu menginjak SD, SMP bahkan SMA dan universitas karena otaknya , fisik,sosial dan inteligensia berkembang pesat. Semuanya memang berawal dari golden age yang tak boleh dilupakan

Sebelum terlambat segeralah daftarkan putra-putri  Anda yang masih dalam tahun "Golden age" di #appletreebsd.

#MoneySmartMenginspirasi, Optimalkan Karir dan Literasi Keuanganmu



Anakku, seorang milenial atau disebut dengan generasi Y.  Usianya24 tahun dan dia kebetulan bekerja sesuai dengan bidang yang disukainya sebagai digital designer. Di kantor, teman-temannya kebanyakan lelaki dan hanya beberapa perempuan. Usianya hampir seusia dengannya, terutama teman-teman di bidang  Teknologi Informasi (TI) atau terkenal istilah Information Technology (IT).

Bergaul dengan generasi milenial tentunya beda dengan mereka yang berasal dari generasi “old”seperti saya, ibunya. Teman-temannya bekerja dengan gaya milenial, masuk kantor flexible jam 9 – 10 , pulang kantor boleh dikatakan setelah jam 19.00 . 

Gaya bekerjanya juga beda dengan zaman kuno, tidak ada sekat-sekat kubik,semuanya terbuka. Dimulai dengan “meeting” antar departemen TI dengan designer, bicarakan projek yang sedang dilakukan, progres dan kesulitan apa dan gimana masing-masing bisa berkontribusi dan memberikan solusi. 

Setiap kali anak-anak TI  bicara terbuka  tentang progres pekerjaan. Jika mereka merasa tinggal sedikit lagi selesai, kelelahan itu harus dibayar dengan ngopi di kafe. 

Suatu hari anak saya datang kepada saya dengan pertanyaan yang serius. “Ma, temanku baru saja naik gajinya, tapi kok justru  ngga ada sisa tabungan?” Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya sulit buat saya. Sebelum menjawabnya, saya harus mengexplore beberapa pertanyaan berkaitan dengan gaya hidup dari teman anak saya. 

Gaji Naik Gaya Hidup pun ikut naik: 

Untuk memastikan jawaban saya tepat, saya perlu membandingkan gaya hidup temannya sebelum dan sesudah naik gaji. “Apa yang berubah dengan gaya hidupnya?” Dengan santai, anak saya menjawab:”Iya sekarang hampir tiap sore sebelum pulang kerja, dia ngopi dulu. Dulu ngopinya hanya di warung dekat kantor, karena uangnya pas-pas saja. Sekarang dia pikir ada uang kenapa tidak “enjoy life, jadi dia mampir ke kafe kopi dengan brand mahal itu!”, jawab anak saya. 

Dari jawaban itu, saya sudah dapat menyimpulkan bahwa teman anak saya itu belum kenal dengan literasi keuangan sehingga pola pikirnya tidak cermat tentang bagaimana mengelola keuangan. Uang berlebih dianggapnya untuk membeli sesuatu yang diinginkan, padahal yang utama adalah memenuhi kebutuhan berdasarkan prioritas. Umumnya, anak milenial menaikkan standar hidup makin tinggi karena adanya kenaikan gaji.  Akar masalahnya adalah naik gaji tidak harus selalu diikuti dengan kenaikan gaya hidup.  Gaya hidup harus tetap berpola pada kebutuhan,   bukan pada keinginan.

Belajar Literasi Keuangan:
Shutterstock.com

 Berjumpa dengan anak-anak muda milenal, sangat menyenangkan dan menyukai dengan gaya hidup santainya. Tapi mereka perlu sekali belajar banyak tentang manajemen keuangan. Utamanya tentang menabung. Menabung ala milenial tentunya beda dengan menabung ala konvesional. Mereka tidak perlu datang ke bank, mengisi formulir dan menabung sesuai dengan apa yang ditawarkan bank. 

Ternyata banyak produk tabungan yang perlu diketahui oleh milenial. Mereka bisa mengexplorasi di situs “Money Smart”. Situs ini adalah situs untuk pelayanan keuangan terbesar dan terpercaya di seluruh Indonesia. Kontennya cocok sekali untuk para milenial, kreatif, dinamis , uptodate, inspiratif dan dapat dipakai sebagai panduan dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik. 

Sebagai contoh, tidak semua anak milenial  sadar betapa pentingnya menabung untuk kebutuhan hidup di masa depan. Mereka hanya berpikir sesaat saja. Ada uang lebih langsung digunakan sesuai dengan keinginan. 

 Di Money Smart ada konten pelbagai macam keuangan dan gaya hidup yang praktis. Ada juga fitur khusus  untuk membahas kenapa anak milenial harus menabung dan bagaimana caranya. Menabung untuk masa depan memenuhi kebutuhan mendasar seperti rumah, pakaian, papan. Baru prioritas kedua adalah kebutuhan lainnya seperti menikah, sekolah lagi, membeli kendaraan, berinvestasi, asuransi. 

Untuk memenuhi kebutuhan primer, tentunya ada tips dan tricknya. Di money smart, dijelaskan dengan sangat praktis sekali. 
  
 4 tips Menabung , singkat tapi padat:
shutterstock.com

 1.Selalu catat pengeluaran:

 Budaya mencatat penting karena kita dapat mengetahui alur dari cashflow kemana dana kita ke luar, pengeluaran apa yang terbesar, apakah sisa dana sesuai dengan perencanaan ;pengeluaran harus lebih kecil dari pengeluaran.
shutterstock.com

 2. Naikkan persentasi alokasi dana:

 Pengin cepat mendapatkan aset yang diinginkan, misalnya pengin cepat dapat motor. Pastikan untuk menabung lebih banyak. Jika dulunya hanya menabung 10% dari gaji, maka sekarang dinaikan jadi 20%. Yang pasti tentu ikat pinggang harus dikencangkan.
shutterstock.com

3.Manfaatkan digital banking: 

 Buat para milenial, menabung sekarang masih cepat, mudah hanya dalam satu sentuhan jari. Untuk itu coba cari data-data produk menabung yang ditawarkan melalui digital banking dengan membaca di money smart karena informasinya selalu diupdate tentang bunga menabung. Kita bisa menabung langsung dengan informasi yang uptodate, berapa bunga tertinggi dari beberapa bank yang diinformasikan. Menabung tidak ada resikonya dan untuk mengumpulkan dana untuk nambah aset dalam waktu pendek.
shutterstock.com

4. Hindari pembelian secara impulsif:

 Ini dia jurus jitu yang sulit dilakukan, tapi harus dilakoni untuk bisa menabung dan menambah aset. Jika jalan-jalan ke mall, puasa dulu beli barang yang tidak dibutuhkan. Harus selalu ingat MENABUNG!

 Ini baru sebagian penjelasan yang saya kutip dari moneysmart, jika kalian pengin lebih uptodate dengan pelbagai informasi keuangan dan gaya hidup , jangan lupa mampir dulu yach ke situsnya, #MoneySmartMenginspirasi.

Selamat menabung!