Featured Slider

Mudah Mencari Makanan Bergizi, Jangan Sampai "Stunting"



http://www.homeythailand.com/Drum-Dried-Fruits-and-Vegetables.html

Goldgen age atau masa emas seorang anak ditentukan oleh asupan gizi yang dimakannya. Jika saat masa emas ini tidak memperhatikan asupan gizinya, maka pertumbuhan dan perkembangan fisiknya anak itu akan menderita “stunting” . Setelah dewasa, anak yang kekurangan gizi akan berkurang kemampuan intelektualnya dan fisiknya.

Sayangnya, tercatat masih ada 9 juta anak di Indonesia yang masih mengalami “stunting” atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronis. Jumlah ini berarti hampir 30 persen dari seluruh anak Indonesia. Sungguh sangat mengenaskan mengetahui kondisi ini. Menurut WHO, angka stunting yang ideal adalah 20 persen saja, sementara telah diketemukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia angka stunting masih menunjukkan lebih dari 20% . Hanya di Jogyakarta diketemukan 19,8% dan Bali 19,1% ,jika diambil rata-rata , maka di seluruh Indonesia anak "stunting" masih berada di angka 30%-40%. Hal ini tentu sangat menyedihkan sekali. Generasi muda adalah  generasi penerus bangsa. Apabila kita menjadi generasi “stunting” maka yang dihasilkan adalah generasi yang tidak produktif , mengalami pemunduran. 

 Berbenah diri: 

Agar anak tidak mengalami “stunting” , anak harus mempunyai asupan gizi sejak ada dalam kandungan ibu selama 270 hari , atau sering dikatakan 1000 hari sejak kehidupan anak. Kekurangan asupan gizi itu terdiri dari banyak faktor misalnya kondisi ekonomi sosial orangtua, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan mikronutrien dan lingkungan. 

Terkait dengan asupan makanan, sejak ibu hamil, diharapkan ibu tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang seperti asam folat, yodium, zat besi. Seorang ibu wajib memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan . Setelah itu disambung dengan makanan pendamping yang bernilai tinggi sampai anak berusia 2 tahun. 

Pengganti Beras:

 Ada yang mengatakan beras sebagai makanan pokok dianggap mahal. Padahal beras itu hanya mengandung karbohidrat saja. Diperlukan makanan yang punya nilai gizi yang lebih dari sekedar beras. 

Kondisi di tiap daerah di Indonesia memang berlainan, untuk makanan pokok bisa diganti selain beras. Setiap daerah punya potensi untuk menghasilkan pangan yang mampu untuk menjadi produk yang fungsional.

Apalagi sekarang ini ada Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berlokasi di Subang sedang mengembangkan sejumlah produk inovasi pangan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan bayi untuk cegah stunting.

Sumber bahan makanan yang kaya di tiap daerah digali, dikaji  misalnya bahan pangan lokal pisang,jagung, singkong jadi bahan dasar produk fungsional. Produk ini sangat bermanfaat sekali karena pengolahannya telah melalui proses kajian ilmiah dan mengandung lebih dari satu unsur senyawa memiliki fungsi fisiologis yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

 Sejumlah bahan pangan yang lain yang juga sudah dihasilkan adalah mie gandum, banana flake, banana bar. Untuk mi non-gandum, bahan baku yang digunakan ialah tepung mocaf, yang lainnya tepung jagung, dan tepung tempe. 

Semua temuan ini tidak menggunakan campuran tepung terigu , juga  bebas gluten sehingga jadi makanan sumber kalori dan protein yang tinggi dari beras yaitu 9,5 persen. 

Makanan Ringan: 

Disamping makanan utama, ada makanan cemilan yang juga telah dikembangkan oleh PPTTG sejak 2016 adalah banana flake. Bahan dasarnya dari pisang. Ketersediaan pisang yang melimpah di Subang jadi sumber inspirasi untuk mengolahnya, baik dimakan secara langsung atau diolah jadi makanan cemilan.

 Pengembangan: 

Menurut Kepala PPTG LIPI Pramono Nugroho , pihaknya sedang mengembangkan produk fungsional dari bahan pangan lokal lain Teknologi pangan fungsional lain yang dikembangkan ialah dengan memanfaatkan iwung atau disebut rebung.

 Diketahui bahwa rebung ini sebagai energi bagi ibu setelah melahirkan dan sebagai produk yang memperlancar ASI. Produk lainnya adalah MPASI berbasis mocaf dan bubur instan MPASI berbasis sorgum yang sangat baik bagi pencernaan bayi.

 Kedua produk ini diproduksi dengan berbagai  variasi bahan lainnya dengan kandungan gizi tinggi seperti kacang hijau, kacang merah dan sayuran. 

Dari penemuan-penemuan variasi makanan pengganti beras yang sangat bergizi ini diharapkan agar masyarakat dapat lebih mudah mengkonsuminya sehingga kasus stunting tidak ada lagi. Intervensi dari usaha pangan ini menjadi modal bagi para ibu untuk tidak selalu terpaku pada satu macam makanan, tetapi dapat menggunakan variasi  makanan lain yang juga punya gizi tinggi.

 Perlu diingatkan bahwa setiap makanan itu punya kandungan gizi yang lengkap seperti protein, lemak,vitamin dan mineral yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Anak Bisa Jadi Sumber Konflik Berat Antara Suami-Istri


google.com

Anak memang suatu anugerah bagi setiap keluarga . Dambaan bagi suami istri untuk melanjutkan cintah kasih mereka dalam mahligai pernikahan. Ketika anak itu masih bayi semua cinta kasih suami istri tertumpah kepada anak yang baru saja dilahirkan. 

Tanki cinta kepada anak yang sangat penuh itu sepertinya tetap dilanjutkan saat anak mulai menginjak besar. Sayangnya, paradigma orangtua untuk memberikan cinta kepada anak itu dengan cara memberikan apa yang diminta oleh sang anak. 

Ayah atau ibu yang benar-benar cinta kepada anak lupa jika anak bukan hanya butuh cinta saja tapi juga butuh pengasuhan. Pengasuhan itu dengan cara mendidiknya mana yang benar dan mana yang salah. 

Ketika sang ibu mencoba untuk mendidiknya dengan tegas, disiplin, tidak boleh makan sembarangan, tiba-tiba sang anak datang marah kepada ibunya . Dia protes kepada ibunya kenapa tak boleh makan gorengan, ayah tak pernah melarangnya. Dijelaskan kepada anak apa alasan ibu melarangnya. 

Sayangnya, anak tak mau memahami alasan ibu. Seolah-olah anak ingin berpihak kepada ayah yang membolehkan keinginannya. Dia tahu kepada siapa yang lemah yang selalu menuruti keingannya. 

Lalu, apa yang terjadi. Setelah anak tidur, terjadi perang mulut antara ayah dan ibu. Ibu marah kepada ayah karena ayah selalu memperbolehkan memakan apa saja. Sementara ayah punya argumentasi bahwa kenapa soal makan saja anak harus diatur dan dilarang makan. Selama makanan itu sehat khan boleh. 

Masalah berikutnya, anak ingin sekali memiliki gadget. Ibu tak setuju karena mengetahui usianya belum cukup untuk mengerti bahaya dan kecanduan game yang memang diinginkan anaknya. Tapi ayah membelikannya dengan alasan anak sekarang harus kenal teknologi nanti jadi anak kuper. 

 Apa yang terjadi? Setelah anak punya gadget , anak benar-benar kecanduan main game. Ayah tak bisa memonitor anaknya karena bekerja sampai larut malam. Ibu setiap kali melihat anaknya main game, langsung memarahinya. Begitu ayah pulang, anak mengadu kepada ayahnya bahwa gadgetnya diambil oleh ibu karena ibu pengin bermain game. Pengaduan yang membuat pertengkaran antara ayah dan ibu karena duanya punya alasan yang kuat dan masing-masing membenarkan diri. 

 Masalah-masalah anak yang memicu pertengkaran orangtua itu timbul karena tidak adanya kesepakatan antara ibu dan anak dalam mendidik anak. Mulai dari masalah kecil /sepele seperti makanan, tapi hal itu menjadi besar karena ayah atau ibu punya tradisi atau latar belakang yang berbeda, bahkan adanya luka hati baik dari ayah atau ibu dari hasil pola parenting orangtua masih dibawa . 

Antara ayah dan ibu punya gaya pola parenting yang mereka lakukan dengan caranya mereka sendiri. Selayaknya, mereka harus berdiskusi dulu dalam menentukan pola parenting anak. Mencegah pertengkaran antara ayah dan ibu akibat perbedaan parenting adalah penting sekali. Lalu, bagaimana cara menghindarinya supaya anak tidak lagi jadi sumber pertengkaran. I

Inilah beberapa tips yang perlu diperhatikan : 

Gaya parenting yang sama: 

Sebelum memiliki anak sebaiknya ayah dan ibu berbicara dengan panjang lebar atau berdiskusi pola parenting apa yang ingin diterapkan kepada anak. 

Ada 4 gaya parenting: Santrock dalam bukunya yang berjudul Educational Psychology (2011) menyinggung empat macam gaya pengasuhan, yakni authoritative, authoritarian, neglectful, dan indulgent. 

 1. Authoritative Parenting:


 Orangtua yang menggunakan pola authoritative berperilaku hangat namun tegas. Mereka mendorong anaknya menjadi mandiri dan memiliki kebebasan namun tetap memberi batas dan kontrol pada anaknya. Dalam proses parenting, orangtua punya standar tetapi selalu disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, selalu menunjukkan kasih sayang, sabar mendengarkan anaknya, mendukung keterlibatan anak dalam membuat keputusan keluarga, dan menanamkan kebiasaan saling menghargai hak-hak orangtua dan anak. 

Diharapkan dengan pola asuh ini , anak dapat berkembang kemampuan sosialnya, meningkatkan rasa percaya diri, dan tanggung jawab sosial. Menjadi anak yang bahagia,semangat, mampu mengendalikan diri, adapatif dan mandiri. 

 2. Authoritarian Parenting:


 Pada authoritarian parenting, orangtua menuntut kepatuhan dan konformitas yang tinggi dari anak-anak. Mereka lebih banyak menggunakan hukuman, batasan, kediktatoran, dan kaku. Mereka memiliki standar yang dibuat sendiri baik dalam aturan, keputusan, dan tuntutan yang harus ditaati anaknya. Orangtua dengan pola authoritarian cenderung kurang hangat, tidak ramah, kurang menerima, dan kurang mendukung kemauan anak, bahkan lebih suka melarang anaknya mendapat otonomi ataupun terlibat dalam pembuatan keputusan. 

Pengasuhan dengan pola ini berpotensi memunculkan pemberontakan pada saat remaja, ketergantungan anak pada orangtua, merasa cemas dalam pembandingan sosial, gagal dalam aktivitas kreatif, dan tidak efektif dalam interaksi sosial. Ia juga cenderung kehilangan kemampuan bereksplorasi, mengucilkan diri, frustrasi, tidak berani menghadapi tantangan, kurang percaya diri, serta tidak bahagia. 

3. Neglectful Parenting:

 


 Pola pengasuhan ini disebut juga indifferent parenting. Dalam pola pengasuhan ini, orangtua hanya menunjukkan sedikit komitmen dalam mengasuh anak yang berarti mereka hanya memiliki sedikit waktu dan perhatian untuk anaknya. Akibatnya, mereka menanggulangi tuntutan anak dengan memberikan apa pun yang barang yang diinginkan selama dapat diperoleh. Padahal hal tersebut tidak baik untuk jangka panjang anaknya, 

Orangtua dengan pola neglectful parenting bisa saja menganiaya, menelantarkan, dan mengabaikan kebutuhan maupun kesulitan anaknya. Minimnya kehangatan dan pengawasan orangtua membuatnya terpisah secara emosional dengan anaknya sehingga anak menjadi serba kurang dalam segala aspek, baik kognisi maupun kemampuan emosional dan sosial. Jika terus-menerus terjadi, anak berkemampuan rendah dalam mengatasi rasa frustrasi serta mengendalikan emosi. Ia sering kurang matang, kurang bertanggung jawab, lebih mudah dihasut teman sebaya, serta kurang mampu menimbang posisi. 

4. Indulgent Parenting:


 Pada indulgent parenting, orangtua cenderung menerima, lunak, dan lebih pasif dalam kedisiplinan. Mereka mengumbar cinta kasih, tidak menuntut, dan memberi kebebasan tinggi pada anak untuk bertindak sesuai keinginannya. Terkadang orangtuanya mengizinkan ia mengambil keputusan meski belum mampu melakukannya. Orangtua semacam ini cenderung memanjakan anak, ia membiarkan anaknya mengganggu orang lain, melindungi anak secara berlebihan, membiarkan kesalahan diperbuat anaknya, menjauhkan anak dari paksaan, keharusan, hukuman, dan enggan meluruskan penyimpangan perilaku anak.

 Oleh karena itu kesepakatan untuk menerapkan salah satu pola parenting sangat penting. Setelah memilih dan memutuskan untuk pola parenting , harus bersama-sama menerapkan dengan konsekuen . 

Lakukan Couple Pschytherapy:

 Jika masing-masing masih tidak dapat melakukan gaya parenting yang sama, maka sebaiknya pasangan tersebut menjalani couple psychotherapy . Dengan couple pschtherapy, hubungan antara ibu dan ayah akan jauh lebih sehat. Jika tidak memungkinkan melakukan couple pschotherapy, dapat diawali dengan individual therapy. Karena pribadi yang sehat akan membentuk hubungan berpasangan yang sehat. Bila hubungan pasangan sehat, maka hubungan ortu dan anak akan sehat. 

Sikap serba membolehkan yang dilakukan suami /istri bisa saja karena lukanya belum pulih dan akibat rasa bersalah. Dan rasa bersalah itu dirasakan dan dimanipulasi oleh anak. 

 Bila pola jalan sendiri-sendiri ini berlangsung lama, dampaknya akan merusak hubungan dan akhirnya keluarga.

MPASI yang TEPAT, ADEKUAT, AMAN JADI SUMBER NUTRISI BAGI TUMBUH KEMBANG ANAK

Haibunda.com

Saat saya hamil, untuk menambah wawasan tentang  bagaimana cara memberikan ASI kepada anak, saya banyak membaca majalah parenting, buku-buku tentang asupan gizi bagi tumbuh kembang anak. 

Berhubung saya anak dari keluarga kecil. Tinggal sendiri bersama suami saja tanpa bantuan orangtua , saya pun berusaha keras untuk mengikuti panduan  cara terbaik untuk dapat memberikan ASI kepada anak. 

Salah satu panduan yang saya ikuti agar  anak yang sedang dalam kandungan, memiliki nutrisi yang baik, maka saya pun harus makan dengan asupan dengan gizi yang baik.

 Menurut dokter kandungan, kemungkinan saya melahirkan secara caesar karena adanya myoma dalam rahim yang mengganggu jalannya kelahiran.   Namun, sungguh suatu keajaiban,  saya dapat melahirkan secara normal  tanpa operasi . Saya bersyukur sekali atas kelahiran anak yang sehat. 

Tetapi beberapa jam setelah melahirkan, saya tercekam karena air susu yang seharusnya sudah mengalir sama sekali tak keluar. Bayi yang sudah lapar akhirnya diberikan minuman susu dari rumah sakit. Tiap hari saya diajarkan oleh perawat di rumah sakit untuk memompa air susu , namun sama sekali tak berhasil sama sekali. Akhirnya saya harus menyerah sama sekali.

 Ach, saya sangat menyesal sekali tak bisa memenuhi tugas saya sebagai ibu untuk memberikan ASI. Tapi saya tak mau berhenti untuk belajar untuk memberikan apa yang saya pelajari tentang cara pemberian MPASI yang tepat,adekuat dan aman. 

ASI suatu nutrisi yang alami bagi bayi yang tak bisa dilupakan bagi setiap ibu yang menyusui. Gizinya  yang lengkap itu suatu anugerah untuk  membantu tumbuh kembang anak .

Sebaiknya ASI diberikan kepada si kecil mulai sejak lahir hingga berusia 6 bulan. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun setelah memasuki usia 6 bulan, ia sudah membutuhkan makanan tambahan berupa MPASI atau makanan pendamping ASI. 

MPASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang didalamnya mengandung kebutuhan zat gizi yang diperlukan bayi selama penyapihan dan diberikan bersama ASI. 

Semakin bertambahnya usia anak, kebutuhan bayi akan zat gizi juga semakin meningkat. Zat gizi ini penting untuk proses tumbuh kembang bayi dan balita . Seiring berjalannya waktu, ASI yang dihasilkan ibu kurang optimal lagi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

 Perlu diketahui MAPASI sudah diperkenalkan dengan makanan padat, ASI masih harus diberikan bersama dengan pemberian MPASI, karena ASI masih memenuhi kebutuhan gizi anak sekitar 80% untuk bayi usia 6-9 bulan, 60% untuk bayi usia 9-12 tahun, dan dianjurkan tetap diberikan hingga bayi usia 2 tahun. 

Ada tiga manfaat besar untuk MPASI bagi bayi:

  •  Nutrisi:


Kebutuhan gizi terpenuhi sehingga meningkatkan dan mengembangkan kemampuan bayi dalam menerima makanan berbagai macam rasa ,bentuk, dan tekstur makanan yang bervariasi dan membantu perkembangan oromtor bayi yaitu dalam mengunyah dan menelan. 

  • Fisik: 


Kesiapan fisik diantaranya dengan menjulurkan lidah yang sudah sangat berkurang dan menghilang, kemampuan oromotor seperti mengunyah dan menelan makanan yang lebih padat, bayi mampu menahan kepala tetap tegak dan duduk tanpa atau dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan tubuh. 

  • Psikologis:

 Kesiapan psikologis ditandai dengan reaksi bayi yang mampu menunjukkan rasa ingin makan dengan cara membuka mulut jika ingin makan dan dengan memajukan badan ke arah makan. Pemberian MPASI harus dilakukan dengan senyaman mungkin . Penting untuk memperhatikan kondisi bayi saat sedang lapar atau sedang makan. 

Syarat pemberian MPASI Tepat Waktu:

 Dilakukan setelah usia bayi memasuki 6 bulan karena kebutuhan bayi meningkat. 

  • Adekuat: 
MPASI harus mengandung energi ,protein dan mikronutrin terutama zat besi dan seng,vitamin dan meineral yang tak terpenuhi oleh ASI.

  •  Aman: 
Dalam menyiapkan MPASI selalu diperhatikan pembuatan, penyimpanan dan pemberiannya harus higenis atau terjaga kebersihannya.

 CARA PEMBERIAN:

 MPASI diberikan sesuai respon rasa lapar dan nafsu makan bayi. Juga tekstur ,jumlah dan frekuensi. MPASI diberikan sesuai dengan perkembangan bayi atau umur bayi.

NATSBEE HONEY LEMON BERSIHKAN AKTIVITASKU DARI GAYA HIDUP TAK SEHAT


Bekerja di Jakarta itu penuh tantangan. Bukan hanya berjuang ditengah transportasi yang macet, tetapi juga berjuang terhadap polusinya yang terasa berat sekali. Tanpa disadari, setiap kali akan berangkat bekerja saya sudah merasakan polusi udara yang sangat tinggi karena hirupan dari partikel-partikel udara yang penuh dengan debu dan polusi akibat karbon monoksida, partikel karbon, sisa bahan bakar (hidrokarbon) yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor baik kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat.

 Jika polusi yang tidak sehat itu dihirup terus menerus, akibatnya cukup fatal, saya bisa menderita  penyakit sesak nafas karena kelemahan saya allergi terhadap debu dan udara kotor.

 Kualitas udara itu sangat ditentukan dengan Indeks Standar Pencemaran Udara disebut dengan ISPU yang digunakan secara resmi di Indonesia. Parameternya meliputi 5 , partikulat (PM10) ; Karbondioksida (CO); Sulfur Dioksida (SO2); Nitrogen Dioksida (NO2), Ozon (O3). 

 Jakarta dalam beberapa hari di bulan Juli 2018 telah mengalami udara yang tidak sehat. Nach untuk mencegah udara kotor atau tidak sehat itu tak sekedar menutup mulut dan hidung dengan masker karena hal ini tidak efektif. 

Lakukan  langkah-langkah preventif sebagai berikut ini:
  1.  Akses data tentang udara yang  baik melalui situs KLH 
  2.  Mengetahui kapan adanya warning system 
  3.  Gunakan masker khusus untuk kesehatan
  4.   Minum Natsbee Honey lemon 


Untuk mengetahui sejauh mata kualitas udara kita itu sehat atau tidak, kita ngga perlu khawatir karena ada data yang akurat dan baik dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Hutan.  Klik di sini.   

Dari keempat langkah preventif, yang paling mudah untuk menangkal anti polusi dan sudah terbukti tangguh adalah Pokka Natsbee Honey & Lemon.

Apa yang membuat Pokka Natsbee Honey & Lemon jadi minuman yang dapat menangkal anti polusi? 

Minuman unik ini diproduksi dengan tema atau tujuan “anti polusi dan anti-stres”. Bahan dasar madu dan lemon . Lemon dikenal baik mendetoksifikasi tubuh kita dan mengikat zat-zat yang tidak dibutuhkan. Madu membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Perpanduan madu dan lemon dapat menjaga tubuh kita bersih dari zat-zat yang dapat mengganggu kesehatan kita. Saat menghirup dan mengisapnya, Minuman madu lemon dapat menghilangkan rasa sesak bagi para urban yang terexpose oleh udara maupun polusi jalanan. 

Natsbee Honey Lemon, merupakan salah satu produk dari POKKA.   POKKA adalah perusahaan makanan dan minuman berasal dari Jepang yang telah berproduksi selama hampir 60 tahun. POKKA berkomitmen menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi dan standar internasional. 

POKKA telah dikenal di lebih dari 50 negara dan meluncurkan ratusan produk berbahan alami, tanpa pengawet dan pewarna buatan. 

Saat menerima 4 botol POKKA NATSBEE HONEY LEMON, awalnya, saya ragu-ragu untuk mencobanya karena paradigma salah telah terpateri. Paradigma bahwa minuman olahan banyak pengawet dan pewarna . Lebih baik minum jus aslinya.

 Namun, ketika saya pulang dari luar yang panasnya sangat menyengat, debu bertebaran, segera saya ambil 1 botol Natsbee Honey Lemon dari kulkas.  Baca  label di botolnya, menggunakan lemon bubuk sebagai pengganti aslinya tanpa mengurangi kualitasnya.  Dinginnya , segarnya dan perpaduan rasa lemon dan madu yang sangat terasa membuat kesegaran tubuh.  Sempat terbesit kekhawatiran jika minum lemon pasti maag saya kambuh.   Ternyata setelah mencoba dua botol pun, tidak ada efek sakit maag. Artinya masamnya lemon itu sudah berkurang dengan adanya madu. Justru vitamin C sangat tinggi.

Besoknya,  ditengah terik matahari di stasiun kereta api, tempat transportasi yang padat, polusi udaranya terasa menyengat.   Beruntung bawa Natsbee Honey Lemon, sangat menyegarkan tubuh dari toxic dan polusi.  Apalagi ketika pulang ke rumah, masih bisa menyantap makan sehat, ditambah dengan minumnya Natsbee Honey Lemon.  Serasa hidup sehat, toxic menjauhi hidupku.
Dokumen pribadi

Saya mempercayai manfaatnya karena empat manfaat yang saya temukan di NATSBEE Honey Lemon, Minuman Madu :

www.inatanaya.com

  1.  Madu alam asli: meningkatkan mood dan meredakan cemas, meningkatkan sistem imun tubuh.
  2.  Jus Lemon Asli: Memperbaiki sistem pencernaan tubuh; menyerap elektrolit dan air yang tidak dibutuhkan; menjaga kesiembangan dan kesegaran tubuh.
  3.  Mengandung Vitamin C: kaya akan antioksidan dan menjaga tekanan darah dalam tubuh. 
  4.  Tanpa pengawet dan Pewarna buatan: Mengurangi risiko timbulnya zat karsinogen, mengurangi resiko kanker. 

Ayo, bersihkan Hari Aktifmu terhindar dari Gaya hidup tidak sehat, stress, polusi dengan NATSBEE Honey Lemon yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.


NPC –Strip G, Inovasi di Bidang Alat Kesehatan Menuju Indonesia Jaya

Kanker merupakan penyakit mematikan yang belum ada obatnya sama sekali. Setiap kali ada jenis kanker yang baru timbul dengan pelbagai dampaknya yang dahsyat sampai mematikan. Sayangnya, karena minimnya pengetahuan dan tidak adanya deteksi awal, pasien sering datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan terpapar dengan stadium yang tinggi. 

 Banyak faktor kenapa orang sepertinya terlambat datang berobat jika kanker dianggap sebagai penyakit mematikan. Salah satu jawabannya adalah penyakit kanker tidak menimbulkan gejala apa-apa sama sekali. Jadi orang tidak menyadari bahwa dia sedang mengidap penyakit mematikan. Dia datang pada saat kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh dan kondisi tubuh sudah tidak fit lagi. 

Beruntung , ada solusi untuk deteksi dini untuk penyakit kanker Nasofaring yang disebut dengan NPC-Strip G.  Tingkat keberhasilannya mencapai 80 persen.

 Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, kanker nasofaring sering dikaitkan dengan adanya virus epstein bar. 

Kanker Nasofaring. Sumber:terapi.sehat.com
 Penemu atau inventor NPC-Strip G adalah seroang dosen dan peneliti Fakultas Kedokteran UGM, Ibu Dewi Kartikawati, Paramita, M.Si, Ph.d yang telah berhasil meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp. M (K) yang diterima oleh PT. Swayasa Prakarsa, unit usaha Gama Multi Group - UGM yang bergerak dibidang industri alat kesehatan dan farmasi. 

Penemuan ini telah berkontribusi besar untuk pencegahan kanker sofaring karena kanker sofaring termasuk 5 dari jenis kanker yang terganas di Indonesia. Bekerjanya alat Kit Detector kanker sofaring itu walaupun sederhana, tetapi sangat mudah, cepat dan akurat Kit alat tes ini diberi nama IgG NPC Strip. 

 ”IgG NPC Strip memakai protein EBV sebagai antigen untuk mendeteksi antibodi IgG terhadap protein EA pada pasien kanker nasofaring,” kata Dewi.  Penggunaan alat deteksi kanker seharga maksimal Rp 50.000 ini cukup mudah layaknya alat tes kehamilan. Bedanya, alat tes ini tidak menggunakan urine, tetapi setetes darah untuk diuji serumnya. Setetes darah untuk diuji serumnya. Darah diencerkan dengan larutan buffer yang tersedia pada kit. Selanjutnya, NPC strip dicelupkan dalam larutan. Dalam waktu 3-5 menit hasilnya sudah bisa dilihat. Dinyatakan positif jika terbentuk 2 garis berwarna merah muda dan negatif jika hanya terbentuk 1 garis warna merah muda/

Deteksi dini terhadap NPC ini dapat menekan biaya pengobatan karena belum membutuhkan berbagai terapi. Penderita NPC stadium awal dapat ditangani dengan radioterapi. Selain itu, deteksi dini juga menimalisir efek samping terapi pada penderita.  Deteksi NPC dilakukan dengan menggunakan protein dari virus Epstein Barr (EBV. Pasalnya NPI memiliki keterkaitan dengna EBV. Karena protein EBV dapat digunakan sebagai marker untuk deteksi NPS. Salah satunya protein early antigen (EA).


 Ibu Dewi mengharapkan bahwa ke depannya segera dilakukan penelitan lanjutan yang berkolaborasi dengan peneliti dari berbagai instansi lain. Sehingga ke depannya tidak hanya early detection kit untuk kanker nasofaring saja, namun dapat diproduksi deteksi dini untuk berbagai tipe kanker lainnya. 

Sebagai peneliti dari pihak UGM tidak bekerja sendiri, tentunya ada pihak incubator dalam hal ini Direktorat PUI UGM yang senantiasa bekerja sama dengan PT. Swadaya Prakarsa sebagai perusahaan hilirasisi yang menaungi produk-produk riset bidang kesehatan. Kerja sama telah dilakukan selama dua tahun berturut-turut.

 Produk riset di bidang kesehatan itu bukan suatu barang mudah karena PT Gama Multi Usaha Mandiri selaku holding company dan Universitas Gadjah Mada telah melakukan proses hilirisasi riset yang panjang dan sulit, tentu saja membutuhkan biaya besar sekali. Inovasi dengan teknologi yang tersedia dan ilmuwan yang mumpuni dan mau bekerja secara tekun seperti Ibu Dewi berhasil menemukan Kit detector Kanker Sofaring. 

Selayaknya penghargaan yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan atas prestasi penemuan NPC-Strip G. dan terus mengawal riset di Universitas Gadjah Mada. Tidak lupa peran serta Puspiptek sebagai kawasan riset terbesar di Indonesia mensinergikan SDM terdidik , terlatih ,penelitian, pelayanan teknis terlengkap serta teknologi dan keahlian yang telah terakumulasikan. Hingga saat ini, ada beberapa produk yang telah berhasil dihilirisasi melalui PT Swayasa Prakarsa yaitu 3 (tiga) produk Alat Kesehatan, meliputi NPC Strip G, GamaCha (Bone graft), INA-Shunt (VP Shunt Hidrosefalus) dan 6 (enam) produk herbal, yang meliputi GamaTensi, GamaOptima, KalkuGama, GamaDiab, ImunoGama, serta GamaFresh.

 Tangerang, 28 Juli 2018 Ina Tanaya