Featured Slider

Garut Bukan Sekedar Kota Dodol

Apa yang ada di benak Anda ketika orang mengajak Anda untuk berwisata ke Garut? Pastinya ada yang mengatakan, "Wah itu kota dodol", tempat wisata Sampiren. Oh, hanya itu saja. Rupanya Anda hanya mengetahui sekelumit Garut, belum explorasi segudang tempat wisata yang ada di Garut. 
 
Kali ini saya bercerita tentang Garut setelah saya ikut tour virtual Garut. Walaupun belum ada experience langsung masuk kota Garut dengan berbagai wisata, tapi paling tidak saya punya gambaran Garut itu punya potensi wisata komplit banget. 
 
Apa komplitnya? Ya ada wisata histori, alam, wisata kuliner, wisata potensi lokal. 
 
Masuk pintu gerbang kota Garut bisa melalui berbagai macam cara salah satunya jika Anda datang dari Jawa maka lewat Pasar Limbangan, jika Anda datang dari Bandung, maka bisa lewat Ngagrek, Tarogong. 
 
Mesjid Agung Garut. Sumber: Liswati

Wisata histori dengan mengunjungi Mesjid Agung Garut. Mengapa penting ke sini? Kemegahan Mesjid yang dibangun pada tahun 1809 itu terlihat dari kubah dan plat beton menjulang tinggi. Renovasi terakhir yang dilakukan pada tahun 1998 itu dengan bantuan dari ahli geodesi ITB.
 
Sejarah perkembangannya untuk mengumpulkan seluruh kegiatan dalam satu titik lokasi. Lokasinya berhadapan dengan Gedung Lembaga pemasyarakatan membuat orang berasumsi, jika tidak bertobat bisa bersolat di MEsjid. 
 
Situ Bagendit. Sumber:  Liswanti

Ada satu situ yang disebut dengan Situ Bagendit, merupakan wisata air yang disukai oleh warga di luar Garut. Bagi orang Garut sendiri yang mengetahui adanya mitos yang kuat tentang tidak baik bagi mereka yang sedang pacaran atau akan menikah mendatangi situ Bagendit . Alasannya begitu mereka datang ke situ, tidak lama kemudian hubungan mereka akan putus. 
 
Candi Cangkuang juga satu-satunya candi di Jawa Barat, candi peninggalan sejarah agama Hindu terletak di situ Cangkuang., Keuninkannya warga pemeluk agama Islam tetapi masih melakukan tradisi Hindunya. 
 
Kekayaan dan potensi alam yang indah dapat Anda temukan dengan curug-curug. Ada 15 curug yang sangat menawan hati misalnya Curug Arjuna, Curug Sanghyang Taraje, Curug Jagapati. Curug yang saya sebutkan terakhir ini, 
 
Curug Jagapati

Jagapati, sangat unik sekali. Memiliki tiga tingkat air terjun yang memukau. Jalan menuju ke sana memang tidak mudah sekali karena letaknya sangat jauh dari Garut yaitu 3 jam, di desa Neglasari-Kec. Cisompet. 
 
TIdak ada di peta google, mengandalkan bertanya kepada orang untuk mencapai perkebunan dan perkampungan SMPN 3 Cisompet. Jalannya pun masih tanah dan terjal. Lebih baik menggunkan pemandu lokal. Namun, segala kelelahan fisik akan terbayarkan dengan keindahan curug yang seperti berteras 4 tingkat, memancarkan air dengan kejernihannya. 
 
 
Bukan hanya curug saja, tapi Garut Selatan memiliki pantai yang tak kalah fantastis seperti Cijayana, CIcalobak, Cijeruk, Gunung Geder, Pantai Karang Paranje, Pantai Puncak Guha, Pantai Santolo. 
 
Pantai terfavorit bagi para pelancong adalah pantai Santolo karena pasirnya putih dan sudah ada fasilitas lengkap untuk renang, permainan air seperti banana boat dan lainnya. 
 



Ingin mendaki gunung? Garut punya tiga gunung yang kokoh siap untuk didaki. Bagi pemula Anda dapat mendaki gunung Papandayan, bagi menengah dalam mendaki gunung, bisa mencoba Gunung Guntur, dan satu lagi yang sudah mahir mendaki, dapat mencapai puncak Gunung Cikurai. Gunung Cikurai itu sangat mempesona pemandangannya, terlihat awan putih menebal ketika kita berada di puncaknya, seolah seperti permadani awan. 
 
Cagar Leuweung Sancang menjadi destinasi wisata alam ,flora, fauna dan hutan mangrove yang tak boleh dilupakan. 
 
 
 Last but not least, ketika akan belanja, ada produk lokal yang terkenal yaitu jaket kulit. Di sepanjang Pasar Sukaregang, surga tempat penjualan jaket kulit, tas, dompet, ikat pinggang dan sepatu yang asli dari kulit domba. 
 

Selain itu buat oleh-oleh pulang, pastikan Anda mampir dulu di toko Dodol . Varian dodol dengan berbagai macam rasa seperti coklat , maka disebut dengan chocodot (berasal dari kata coklat dan dodol). Di pasar Ceplak, Anda dapat menikmati makanan atau jajanan lokal asli Garut seperti es Gotobod, siomay, bakso. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Surat yang Kutujukan Kepada Diriku dan Generasi Muda untuk Hutanku yang Kucintai


 
 
Halo Generasi Muda,
 
Saat surat ini kutulis, usiaku sudah tak muda lagi, boleh dikatakan jelang usia madya lansia, 63 tahun. 
 
Dalam usia yang tak muda lagi, aku berharap bisa berbuat sesuatu yang berharga bagi tempat  tinggalku bumi tempat berpijak, tetap lestari, Alam Sehat Lestari, ASRI. 
 
Namun, harapanku surat ini bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga dibaca oleh seluruh generasi anak-anakku agar kalian sekalian bisa membantuku untuk merealisasikan mimpi dan keinginanku yang sangat penting bagi bumi kita.
 
Beberapa bulan terakhir, hatiku resah, sedih, gagal paham kenapa bencana demi bencana datang. Aku tak paham, kenapa tiba-tiba bencana datang silih berganti. 
 
Memasuki tahun 2021, aku merasa optimis bahwa pandemi akan segera berangsur hilang, namun, justru bencana terus datang. Ternyata, bencana-bencana itu datang tanpa permisi, mereka datang karena adanya perubahan lingkungan, iklim. 
 
Siapa tidak sedih? Di tahun 2021, ada bencana seperti longsor di Sumedang pada tanggal 9 Januari di desa Cihanjuang, menewaskan 36 orang dan 1.020 mengungsi. 
Adopsi Bibit pohon
www.inatanaya.com
 
Banjir dan longsor di kota Menado pada tanggal 16 Januari 2021 akibat intensitas hujan tinggi. Dampaknya 6 orang tewas dan 10 unit rumah rusak sedang. Terakhir, hari ini, tanggal 4 April, 2021, terjadi banjir bandang menerjang Kabupaten Flores Timur, NTT dengan 54 korban meninggal. 
 
Hujan, angin kencang dan longsoran tanah menghatam pemukiman. Aku tertegun bagaimana semua ini terjad? Para pengamat ilmu pengetahuan mengatakan bahwa perubahan alam disebabkan oleh pengaruhnya iklim. 
 
Pastinya perubahan iklim ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor penyebabnya, efek gas rumah kaca, pemanasan global, kerusakan fungsi hutan, penggunaan chlorofluorocarbon yang tidak terkontrol. 
 
Dampak itu sudah tampak dengan terjadinya bencana alam angin puting beliung, musim kemarau berkepanjangan, berkurangnya air, curah hujan tinggi, peningkatan volume air akibat mencari es di kutub.
 
Juga ada kegiatan manusia yang sangat merusak bumi, contohnya pembalakan hutan, hutan gundul, banjir dan longsor akan terjadi, bahkan kesehatan manusia yang berada di sekeliling hutan pun jadi sakit.  Mereka sulit untuk mendapatkan sumber makanan di hutan mereka berada, mereka tidak bisa mengakses kesehatan karena semua sudah punah.
 
 Apakah kita hanya berpangku tangan menghadapi musibah tanpa bertindak sesuatu apa pun?
 
Mimpiku hutan itu akan segera pulih kembali. Ayo, generasi muda,  kalian semua yang memiliki kekuatan, kemampuan bergerak, tidak sekedar hanya berdiam diri, menyerah. 
 
Kegiatan yang paling sederhana dan sekecil apa pun  dapat kita lakukan secara bersama-sama, walaupun tampaknya pekerjaan tak bernilai, tapi aku percaya dampaknya pasti luar biasa. Lakukanlah forestrasi yaitu menghijaukan hutan kembali, hutan yang telah gundul akibat illegal logging. 
 
Mendengar hal itu, terbayanglah olehmu, untuk protes, “tidak”, aku tak mau ke hutan, aku bukan petani , aku orang kota tak biasa menanam pohon. 
 
Tak perlu resah dan takut bila kamu tak pernah ke hutan untuk menanam pohon. Hanya perlu usaha kecil yaitu stetoskop donasi, pilih salah satu dari program ini misalnya donasi, adopsi bibit, atau shop to support.
 
Apakah kamu masih belum percaya hanya dengan berdonasi,stetoskop kamu sudah menjadi penyelamat hutan? Dari donasi yang kamu kirimkan/berikan misalnya berupa dompet digital itu berarti engkau memberikan dana bagi mereka yang sehari-harinya bekerja menanam dan merawat hutan dan melindungi hutan. 
 
Jika kamu ingin mewariskan pohon pemberianmu itu untuk orang tersayang sebagai simbol kamu bisa menuliskan untuk siapa pohon itu engkau berikan. Kamu dapat mendukung program Adopsi Bibit Pohon dan Adopsi Pohon
 
Adopsi Bibit Pohon
www.inatanaya.com

Cara Adopsi bibit itu dengan membeli pohon buah sebesar Rp.75.000 per bibit, atau kayu kertas Rp.100.000. Bibit itu akan ditanam oleh mereka yang mengurus hutan, dan akan menjadi jejak hijau untuk orang yang engkau warisi . 
 
Aku pun tak mau ketinggalan untuk mendukung program ini dengan membeli satu pohon buah untuk anakku tercinta . Rasa bangga, puas dan Bahagia ketika aku berhasil menyumbang satu pohon yang sangat berarti bagi perawatan hutan kita semua. 
 
Jika kamu tidak mau adopsi bibit, kamu bisa berdonasi dengan dompet digital. Mudah sekali tinggal memilih “Shop to Support”, beli salah satu merchandise yang dijual misalnya resuable menstrual pads, reusable diapers ramah lingkungan, reusable straw glass/pyres, resuable straw metal
 
Semua dana dari pembelian itu akan dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung anak-anak yang tinggal di sekitar hutan. Mereka itu adalah penjaga hutan agar tetap lestari dan tidak dirusak oleh orang. 
 
Kututup surat  permintaanku agar 50 tahun lagi , aku sudah tidak ada dalam dunia ini, harapan dan mimpi itu  dalam penyelamatan hutan akan terwujud.
 
Hutan telah menghijau, bumi dan lingkungan hidup kita agar tetap ASRI dan Alam Sehat Lestari. Kita pun dapat hidup dengan damai dan sejahtera tanpa adanya ancaman bencana alam yang sangat mengganggu kehidupan kita.  Aku tak perlu bangun kembali karena aku sudah tenang di alam baka.
 

 

Waste4Change: Bukan Sekedar Wacana Bagiku, Komitmen Kurangi Sampah Jadi Totalitas


 
 
Percayakah Anda bahwa perjalanan hidup saya yang awalnya tidak peduli dengan sampah, sekarang berubah total, komitmen untuk percaya bahwa sampah adalah bagian hidup saya yang tidak dapat dilepaskan.  Sampah perlu saya olah dengan baik agar kesehatan lingkungan, bumi (air, udara, tanah) tetap subur.
 
Suatu ketika aku sedang ikut outing kantor di suatu tempat yang sering disebut dengan Pulau Dewata di Indonesia yaitu Pulau Bali. Pulau Bali bukan hanya sekedar untuk pariwisata, tapi juga untuk ekowisata.
 
Waste4change
Pantai Sanur.  Sumber:  kumparan

Ketika aku tiba di pantai yang tersohor di seantero dunia, Pantai Sanur dekat dengan Denpasar, kunikmati keindahan birunya laut, sambil menunggu instruksi outbound dari instruktur, saya melewati pepohonan terlihatlah seonggok sampah plastik sisa minuman dan makanan yang dibiarkan tanpa dibuang di tempat pembuangan sampah. 
 
 
Tidak kurang dari 50 meter dari tempat itu di pinggiran pantai, banyak sampah-sampah plastik dan sisa makanan yang bertebaran, kotor sekali! Bingung melihat kondisi pantai yang hilang keindahannya karena menjadi sumber sampah, bau menyengat dan mengganggu turis yang sedang menikmati. 
 
Sampah jika dibiarkan tanpa dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu kesehatan tapi juga akan merusak lingkungan atau ekologi maupun iklim bahkan membahayakan keselamatan manusia sendiri.  Sampah itu merusak tanah, air bahkan udara yang ada di sekitarnya dan akhirnya secara global.
 
 
Begitu pulang ke rumah, ingatanku  terus melayang kepada “sampah" yang ada di Pulau Dewata. Rupanya konsep dan paradigma saya selama ini tentang “sampah” adalah sisa makanan atau sisa material yang tak bermanfaat dan harus dibuang dan tak peduli untuk diolah atau dipilah.
 
Aku pernah membaca bahwa orang di zaman dulu pun melakukan hal yang sederhana untuk membuang sampah. Mereka mengumpulkan sampah yang jumlahnya masih sedikit itu, menggali tanah sangat  dalam, membuat lubang dan akhirnya menguburnya.
 
Jika di zaman dulu, jumlah warganya masih sedikit sehingga volume sampah pun masih sedikit sehingga cara menguburkan itu dianggap masih memadai. 
 
Namun, di zaman modern ini mengubur sampah dan membakar sampah dianggap tidak efektif lagi. Hal ini justru menimbulkan masalah lain yaitu menimbulkan penyakit pernafasan karena asap pembakaran, juga penguburan akan membuat banyak serangga yang menggangu kesehatan.
 
Tiap hari aku bergelut dengan sisa-sisa makanan, minuman, kemasan baik itu dari makanan maupun dari kemasan plastik pencuci makanan, pakaian, bahan yang membahayakan (hazardous chemicals) seperti kaleng kosong dari aerosol, spray, sampah elektronik.
 
Awalnya, aku bingung mulai dari mana , bagaimana memilahnya. Selama ini aku memang gampang sekali membuang sampah  dalam 1 kantong plastik  hitam yang disediakan oleh petugas sampah, lalu diangkut sekaligus , masa pengangkutan tiga kali dalam seminggu oleh truk sampah. 
 
Petugas sampah RT mengumpulkan semua sampah dari tiap keluarga di  beberapa tempat lalu dia mengangkut memasukkan ke dalam truk. Truk membawa sampah itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) . 
 
Sayang, seribu sayang, di TPA pastinya nasib  sampah yang  kami kirim itu masih bercampur aduk antara organik dan anorganik. Jumlah atau volume sampah yang diterima di TPA itu tiap harinya makin menggunung.
 
waste4change
TPA Leuwigajah. Sumber: greenpeace

Bayangkan satu bulan berapa sampah yang menggunung di TPA. Sampah di TPA itu bukan sampah yang sehat, bau udara yang membusuk, sampah yang berubah jadi gas. Tidak mengherankan di TPA Leuwigajah pada 21 Feburari 2005 terjadilah peristiwa mengerikan, dimana longsoran sampah yang menggunung itu mampu menewaskan 143 jiwa termasuk 71 desa di Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki terkubur hidup. 
 
Menurut EPA’s (Environmental Protection Agency of United States), Waste Management di Indonesia perlu mengingatkan kepada  semua  warga agar sadar betapa pentingnya mitigasi kegiatan pengelolaan sampah sehingga  peristiwa TPA yang menewaskan orang itu tidak terjadi lagi. 
 
Waste4Change harus dimulai dari diri sendiri bukan dari orang lain. Ternyata mengubah kebiasaan pengelolaan sampah atau Personal Waste Management di Indonesia itu tak semudah membalikkan tangan. Ada budaya yang terkait maupun biaya ekonomi yang dianggap beban itu sangat besar pengaruhnya. 
 
Namun setiap masalah harus ada solusinya,  dimulai dari kita sendiri. Bak gayung bersambut, saya pun punya pengalaman istimewa dalam belajar memilah sampah. 
 

waste4change
Memilah Sampah & Mengompos Sampah di kabupaten Bandung. Sumber: YPBB

Satu hari saya mendapat kesempatan untuk mengikuti webinar bertajuk “Zero Waste Cities”, yang diadakan oleh Yayasan Pengelolaan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) kota Bandung, Bersama dengan USAID .
 
 Dipaparkan bahwa Waste4Change dimulai dari memilah sampah dari rumah masing-masing untuk mengurangi jumlah sampah di TPA. Pilah sampah sangat mudah dari organik dan anorganik. 
 
Untuk sampah organik diharapkan untuk mengolah sendiri menjadi kompos, sisanya residu dimasukkan ke tong sampah organik, sedangkan yang anorganik akan dimasukkan ke tong sampah anorganik. Kedua tong sampah itu dikumpulkan oleh petugas sampah dikumpulkan sesuai kategorinya, yaitu organik dan anorganik. 
 
Jelas sekali sampah organik yang diangkut oleh petugas sampah jumlah sudah berkurang banyak karena sebagian dibuat kompos oleh petugas sampah.  Sementara sampah anorganik dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah untuk didaur ulang. 
 
Sumber: dokumen pribaid

Saya pun segera pratek di rumah,memilah sampah menjadi dua. Untuk sampah organik diolah dulu dan sisanya dibuang, sedangkan sampah anorganik pun yang dipisahkan seringkali diambil oleh pemulung, artinya volume sampah berkurang banyak.
 

Bagaimana jika Anda tidak suka memilah sampah?

 
Ada Sebagian besar keluarga yang belum menerapkan pemilahan sampah, punya masalah dengan pemilahan.
 
Mereka tak sanggup memilah sampah sesuai dengan jenisnya karena dianggap belum punya waktu , belum punya resources (orang atau petugas yang mengolah sampah), belum bisa melakukan karena tidak ada yang mengkoordinasi pengolahan sampah pribadi di tempat kita tinggal.
 
Sampah adalah tanggung jawab kita semua, makanan, minuman atau apa pun yang kita konsumsi dan menjadi materi yang tidak bermanfaat lagi itu perlu dikelola dengan baik. 
 
Kabar baiknya bagi mereka yang tak punya waktu lagi untuk pengelolaan sampah pribadi, sekarang ini ada waste4Change yang menjadi andalan untuk perubahan hidup cara pengeloaan sampah demi lingkungan yang sehat dan aman 
 

 Mengenal Waste4change

 
Sebuah diskusi antara PT. Greeneration Indonesia dan Ecobali (PT.Bumi lestari Bali) melahirkan ide untuk membentuk Waste4Change. Pendirinya M.Bijaksana Junerosani, lulusan Institute Teknologi Bandung, Founder of Waste4Change, memiliki visi yang luas terhadap lingkungan terutama sampah. 
 
Jasa pengelolaan sampah terbaik dan terlengkap dengan teknologi ini telah merambah bisnisnya di Jabotabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo dan Medan (7 kota). Para tim bekerja dengan menggunakan teknologi untuk semua penelitian berbagai residu seperti styrofoam, kantong plastic, tata kelola sampah dan memecahkan masalah sampah.
 
Waste4Change jadi motor penggerak untuk melakukan perubahan terhadap sampah baik itu pribadi maupun perusahaan (kawasan pariwisata, perbelanjaan, Gedung,hotel, kantor) dengan armada lengkap sesuai kapasitasnya seperti arm roll (5 ton), bak motor (700 kg) , pick up (1,5 ton), light truck (2,5 ton), dump truck (16 ton). 
 
Bagi kita sebagai pribadi bisa memanfaatkan ilmu yang difasilitas oleh Waste4Change tentang recyle atau daur ulang sampah anorganik, sehingga kita bisa bertanggung jawab agar sampah itu tidak berakhir di TPA atau laut. 
 
Apa saja yang didaur ulang?  Contohnya : Kertas, plastik, metal, kaca, minyak  jelantah.
 
Pendaftarannya bisa dilakukan melalui form yang disediakan. 

Keuntungan gunakan pelayanan Waste4Change:

 
Sumber: https://waste4change.com

Layanan Produk Pribadi

 

  • General Home Composting:

 
Suatu fasilitas dari Waste4Change untuk mengolah dan mendaur ulang sampah organik kita. Juga melayani pemesanan perlengkapan dan peralatan pengomposan serta kompos siap pakai. 
 

 
 

Bagi teman-teman yang belum pernah melakukan pengkomposan sampah organik, Waste4Change menyediakan peralatan, sehingga pengomposan dapat dilakukan di rumah. Alat dan nilai material yang disediakan oleh Waste4Change akan menghasilkan kompos secara aerobic (dengan bantuan oksigen) menggunakan Composting Bag Waste4Change

Alternatif lainnya Anda dapat belajar mengelola sampah organik  menggunakan Black Soldier Files (BSF) dan mendaftarkan pelatian di BSF Learning Center.

Caranya tinggal mengisi nama pemesanan di data, tinggal memilih dari produk yang ditawarkan:
 
  •  Kompos bag Rp.75,000/per satuan 
  • 2 Bag starter (2 set Compost bag dan 2 compost starter packs) Rp.75.000.
  • Black Soler Files (BSF) untuk makanan ternak, seperti ayam, ikan Rp.7,500/kg
  • Prapupaes (Rp.15,000/kg  minimum 5kg) 
  • Love Cage (Rp.450,000/per cage 
  • BSF Eggs : Rp.15,000/gram (minum 5 gram)
  • BSF Starter Kits : Rp.65,000/set (include 500 pupae with 1 set of eggie 

 Pengiriman  Sampah ke Waste4Change untuk Daur Ulang 

  1.  PILAH     :  Memilah Sampah kita dan jenis sampah yang dikirimkan hanya inargonik 
  2.  ISI FORM: Menemukan tujuan kirim, lengkapi data diri, alamat dan menyimpan alamat untuk memudahkan pengiriman.
  3.  KEMAS: Mengemas sampah anorganik di dalam kotak/kardus, sematkan label atau tulis kode unik yang didapat pada kardus .
  4.  KIRIM:   Kirimkan sampah anorganik anda gunakan jasa Ekspedisi ke fasilitas daur ulang Waste4Change.
  5.  DAUR ULANG: Sampah akan diteirma, dicatat dan didaur ulang secara optimal
  •   General Personal Waste Management:

Jika kita tidak mau melakukan decomposting sendiri, maka kita dapat meminta jasa Waste4Change untuk melakukan daur ulang.  Jenis sampah Anorganik seperti: Karton,kertas, kardus, non kertas (plastic, kaca,logam,sachet, karet, tekstil).

Alur Pengelolaan Sampah

Dalam rangka pengelolaan sampah yang efisien agar volume berkurang di TPA, sampah anorganik itu harus dipilah dari rumah. 


 

  1.  Diangkut: oleh mitra angkut dalam keadaan terpilah
  2.  Dipilah ulang oleh Mitra Olah 
  3.  Diolah oleh Mitra Daur ulang (sekitar 80-90% total sampah) 
  4.  ResiduDikirim ke titik transfer TPS yang disediakan oleh pemerintah daerah
  5.   Sampah Risidu dibawah ke TPA resmi kota (sekitar 10-20% dari total sampah) 

 

Harga layanan disesuaikan dengan kebutuhan Anda sebagai konsumen.  Ada  2 jenis layanan berdasarkan intensitas pengangkutan dan jangka waktu  yaitu 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali. 

Masing-masing ada paketnya.

1 Minggu Sekali:  paket mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan dari harga Rp.590.000 hingga Rp.2.060.000 (sudah termasuk PPN).

2 Minggu sekali:   mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan, dari harga Rp.255.000 hingga Rp.1.035.000 (sudah termasuk PPN).


  • Jasa lainnya:

Konsultasi melalui layanan Solid Waste Management Research, bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan analisis yang terperinci, mengindentifikasi program dan sistem yang paling tepat untuk provinsi, bangunan, institusi dan tempat komersial lainnya.

Nach, sekarang saya sudah bisa bertanggung jawab terhadap sampahku. Bila Anda tertarik, ada  pilihan baik untuk pengomposan sendiri  maupun minta bantuan  dari Waste4Change untuk membantu buang  sampah anorganik kita agar bumi kita sehat, lestari atau sustainable dari segi kesehatan, maupun keamanan. 

 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021 Ina Tanaya".

Jomblo, Siapa Takut?


 
 
Hidup manusia itu melewati fase-fase yang berlapis-lapis, mulai dari masa kanak, masa dewasa, masa menikah, masa pension. 
 
Di tiap fase selalu ada dinamika yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tidak bisa dibilang, lebih enakan masa anak ketimbang masa dewasa atau menikah.
 
Siapa bilang enak, jika masa anak itu justru mendapat kekerasan dari orangtuanya sendiri yang notabene tidak pernah mengenal cinta. Lalu, Ketika sudah dilalui dua fase dan tiba di masa menikah, belum juga ketemu jodoh lalu bagaimana nasibnya?
 
Sering disebut istilah “Jomblo”, artinya dia masih sendirian belum berpasangan. Sebuah pertanyaan besar jika seseorang itu menganggap jomblo itu jadi masalah bagi dirinya sendiri. 
 
Ada sekelompok orang yang punya pemikiran bahwa pola hidup manusia harus sesuai dengan yang di atas. Sebenarnya tidak ada pola baku yang menentukan bahwa setiap orang harus menikah. 
 
 
Budaya timur pun sekarang ini tak ada keharusan bahwa setiap orang terutama perempuan harus menikah. Padahal jomblo itu ada yang disebut jomblo happy ,jomblo ngenes, dan jomblo akut. 
 
Menikah bukan suatu kewajiban, jika kita tidak mencintai orang tetapi hanya demi status sosial saja maka yang terjadi adalah malapetaka. Kita akan mengalami hubungan pernikahan yang toxic, artinya kita memiliki relasi dengan orang atau pasangan yang tidak baik. Kecuali kebetulan pasangan yang kita temui orang yang berkarater baik secara mental dan fisiologis.
 
Menikah juga bukan karena tekanan dari orang terdekat seperti orangtua dan sebagainya, atau takut tiap kali bertemu dengan keluarga, selalu ditanyakan, “Kapan menikah?”. Secara agama, memang manusia diciptakan untuk berpasangan, tapi tetap ada kehendak dari manusia untuk memilihnya. 
 
Apalagi saat pandemic, banyak perempuan berkarir atau pekerja perempuan yang terpaksa bekerja di rumah tanpa harus ke kantor, hal ini membuat kesempatan untuk bertemu jodoh pun makin kecil. 
 
Tapi tak perlu bersusah hati atau sedih karena kamu yang sekarang masih “jomblo” pun bisa memetickmanfaatnya: 
 
Di sini ada 7 manfaat menjomblo yang perlu Anda nikmati:
 

1.Menjadi Lajang jadi lebih baik ketimbang terjebak relasi “toxic” 

 
Jomblo
Foto by Cottonbro from Pexels

Hayo, siapa yang selalu merasa bersalah terus Ketika suara-suara yang mengganggu dirimu dating silih berganti menanyakan : “Kapan menikah?” Jangan sekali-kali terjebak dengan suara yang salah itu, karena setiap orang punya pertimbangan matang untuk menentukan pasangannya. 
 
Ingat bahwa seorang sosilog dari New York, Eric Klinenber, mengatakan bahwa “A bad marriage can meke a person fell more isolated than being single”. 
 
Mau seperti hal itu terjadi? Jangan dech, lebih baik sendiri tapi menikmati dengan senang. 
 

2. Tak masalah menjadi orang yang picky atau pemilih 

 
Jomblo
Foto by Andrea Piacquadio from Pexels

Semakin orang bertambah usianya, pemikirannya pun makin matang bukan? Juga memilih orang yang akan jadi suami, ngga mungkin sembarangan, banyak factor yang bermunculan jadi pertimbangan dan keputusan finalnya. 
 
Ngga apa-apa dengan omelan atau sentilan orang kepadamu: “Kok pemilih amat!” Iya setiap orang yang mau beli sekecil apa pun, tetap memilih, contoh beli buah apel, cari yang segar tidak busuk, rasanya yang masih fresh. 
 
Kamu sendiri yang tahu apa yang kamu butuhkan untuk menjadi pasanganmu.
 

 3. Kamu bisa menekuni minatmu sepuasnya 

 
Jomblo
Foto by Andre Fortado from Pexels

Waktu bagi jomblo jauh lebih besar dan banyak ketimbang bagi mereka yang sudah menikah. Bayangkan yang sudah menikah, harus mengurus suami, anak , urusan rumah tangga yang tak pernah habis. Sedangkan kamu, urus dirimu sendiri, bahkan punya waktu luang. Waktu luang itu sangat bagus kamu manfaatkan untuk mencoba dan menggali minatmu.
 

 4. Kamu bisa membiayai hobil mahalmu sendiri 

 

Punya hobi seperti offroad, snorkeling, tentunya harus punya uang cukup banyak untuk memodali hobimu itu. Bila kamu masih lajang, hal ini tak menjadi masalah karena kamu bisa mengatur keuangan terutama untuk dana yang digunakan untuk penyaluran hobimu. 
 

5. Flirting ke siapa pun yang kamu mau 

 
Jomblo
Foto Jack Sparrow from Pexels

Ngga ada yang melarang bagi para jomblo untuk bergaul dengan mereka yang juga jomblo sampai sepuas-puasnya. Kesempatan untuk bisa mencari orang yang pas buat kamu, walaupun mesti berganti partner sebelum mendapatkan yang “pas” untukmu. 
 

 6. Kamu bisa lakukan apa saja uangmu termasuk menabung 

 
Jomblo
Foto By Energepic.com from Pexels

Siapa yang acung tangan setuju bahwa kamu pasti lebih mudah mengatur keuangan bila kamu masih lajang? Jika setuju, maka kamu punya kelebihan dalam finansial bagi yang lajang karena kebutuhanmu jauh lebih sedikit ketimbang mereka yang sudah berkeluarga dengan seabrek kebutuhan. 
 
Nach kelebihan dana dari gajimu bisa ditabung dan dimanfaatkan untuk keperluanmu di masa depanmu.
 

7. Belajar menerima dan mencintai diri sendiri tanpa perlu pengesahan siapa pun


 
Jomblo
Foto Raychan on Unsplash

Saat lajang adalah waktu tepat untuk mengenal dirimu yang otentik. Tak perlu validasi dari siapa pun, apakah kamu itu hebat, kurang hebat , cantik atau tidak cantik. Apa yang kamu miliki saat ini , harus diperjuangkan untuk menentukan masa depanmu apabila kamu memang tak ketemu jodoh pun, rasa cinta pada dirimu, bisa disalurkan kepada orang yang tak mampu, orang yang membutuhkan dirimu.

Inilah 1000Gagasan Milenial untuk Jaga dan Dorong Ekonomi Berkelanjutan Lingkungan

dokumen pribadi

 
Hidup dalam sangkar “comfort zone” memang sesuatu hal yang sangat menyenangkan, semuanya bagaikan surga, fasilitas tersedia tanpa usaha untuk merubah diri sesuai kondisi maupun mengadakan inovasi baru .Contohnya , mobil pribadi dengan bahan bakar bensin, membangun bisnis yang merusak lingkungan. 
 
Sayangnya, kondisi alam dan lingkungan telah berubah. Lingkungan alam Indonesia yang subur dan indah itu tak seindah dan sesubur itu lagi. Penuh dengan asap pembakaran hutan telah terjadi selama hampir 3 bulan pada tahun 2015 maupun asap lahan kelapa sawit. Tidak ada pemulihan dan restorasi lahan gambut karena memang dianggap besar biayanya, negara pun dirugikan secara ekonomi sebesar Rp.221 triliun atas kerugian itu.
 
Tanah pertanian dan perkebunan yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Perkebunan sawit yang diburu oleh para investor untuk menghasilkan export sawit. Perubahan kesejahteraan petani hortikultura yang sebelumnya bagus, berubah menjadi petani sawit yang lebih baik. Namun, sebaik-baiknya, kesejahteraan petani sawit tidak berbanding lurus dengan hasil ekonomi yang dihasilkan perkebunan sawit. 
 

Ekonomi “digenjot”, Lingkungan Rusak

 
1000 gagasan ekonomi
dokumen pribadi

Dalam skala pertumbuhan ekonomi makro versus pertumbuhan mikro, ternyata pertumbuhan makro cukup tinggi. Sayangnya, pertumbuhan ini tidak berdampak langsung dalam penciptaan pemerataan kesejahteraan di tingkat mikro. Kita belum bisa naik kelas dari pembangunan ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam dan belum dapat menghapuskan kesenjangan kesejahteraan. 
 
Adanya kerusakan lingkungan di Kalimantan  Timur dengan penggalian penambangan liar, bahkan industri yang mematikan. Sementara di Kalimatan Barat, terjadi pengambilan paksa lahan rakyat oleh perkebunan kelapa sawit.
 
 Tidak dapat dipungkiri karena pemberian izin terus diberikan untuk semua investasi berbasis hutan. Warga telah merekomendasikan kepada Presiden Jokowi melalui Menteri Lingkungan Hidup, Ibu Siti Nurbaya untuk menghentikan  pemberian izin  baik itu untuk kelapa sawit,pertambangan, HTI maupun HPH.
 

Konsep Pembangunan Ekonomi tanpa Merusak Lingkungan

 
1000 gagasan
dokumen pribadi

Hasil studi kemitraan yang dilakukan oleh beberapa organisasi masyarakat sipil seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Kaoem Telapak, Madani Berkelanjutan, Auriga Nusatara dan Universitas Negeri Kalimantan Timur dan Universitas Negeri Jambi pun diadakan untuk menghasilkan suatu kebijakan yang mampu menyoroti kebijakan pembangunan yang fokus di bidang lahan. 
 
Diharapkan studi tentang transformasi menuju strategi pembangunan hijau itu bisa dilaksanakan. Bapenas pun telah menyetujui bahwa lingkungan hidup sebagai prioritas pembangunan ekonomi, termasuk isu ketahanan, iklim, isu mitigasi bencana dan pembangunan rendah karbon.
 

Peran Milenial Dalam Ekonomi Berkelanjutan

 
Ekonomi yang tidak dibangun berlandaskan keberlanjutan akan menimbulkan kerusakan alam dan lingkungan. Kerusakan alam dan lingkungan itu sudah di depan mata kita, banjir bandang, perubahan iklim, longsor. 
 
Inilah saatnya bagi anak-anak milenial untuk berkontribusi bagi negeri ini, tidak hanya sekedar berkomitmen untuk pelestarikan hutan dan alam, tapi juga “take action” dengan pekerjaan maupun "1000 Gagasan" yang berkaitan dengan Ekonomi kelestarian lingkungan.
 

Inilah "1000 Gagasan "yang Direkomendasikan:

 
  • Kritis terhadap kebijakan Pemerintah: 

 
1000 gagasan
dokumen pribadi

Pemerintah Indonesia utang komitmen pada Pernjanjian Paris 2015 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 2% pada tahun 2030, untuk mengurangi suhu global tidak mencapai 2 derajat celsius. Emisi itu biasanya ditimbulkan oleh energi tak terbarukan, pencemaran pemakaian energi tidak terbarukan. 
 
Ada paradoks dari kebijakan Pemerintah untuk pelaksanaan pengurangan emisi dan pencemaran energi tak terbarukan, yaitu di satu sisi Pemerintah mulai mendorong warga masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum berbasiskan listrik, namun sisi yang lain justru Pemerintah memberikan subsidi kepada energi yang tidak terbarukan, akibatnya warga lebih menyukai gunakan kendaraan dengan energi fosil karena harganya jauh lebih murah dan tidak repot ketimbang harus gunakan mobil umum berbasis listrik. 
 
Milenial seharusnya membuat gagasan kepada Pemerintah untuk subsidi kepada energi yang terbarukan yang memang harganya dan inovasinya lebih mahal ketimbang harus subsisi energi yang tak terbarukan. 
 
 Selain itu kebijakan Pemerintah dalam pembebasan/diskon PPnBM untuk mobil baru, pembebasan dalam tiga tahap, pertama di Maret hingga Mei 2021 dengan diskon pajak 100 persen dari tarif normal, kemudian menjadi 50 persen tahap kedua dari Juni-Juli 2021 dan terakhir diskon 25 persen selama empat bulan hingga Desember 2021. 
 
Tujuan tentu untuk meningkatkan penjualan mobil yang lesu selama pandemi. Namun, ada paradoks, moda transportasi tersebut menggunakan mesin bahan bakar konvesional menghasilkan emisi polutan udara dan penyumbang emsi terbesar sebesar 20 persen dari total emisi sektor energi. 
 
Bentuk kritisi dari para milenial kepada Pemerintah, dapat dalam bentuk petisi maupun proposal lengkap agar mengkansel kebijakan subsisi energi yang tidak terbarukan itu digantikan dengan energi terbarukan. 
 
Khusus untuk diskon atau pembebasan PPnBM, sebaiknya diskon itu diberikan kepada sektor transportasi berbasis lingkungan. Jika diskon PPnBM tetap diberlakukan sebaiknya lebih menyasar angkutan desa. 
 
Untuk kerugian PPnBM sebaiknya menyasar kepada warga kelas menengah dari sektor budaya, rekreasi maupun sandang, yang dibutuhkan warga selama pandemi.
 
  •  Green Jobs

 
1000 gagasan
dokumen pribadi

Perubahan industri menuju Green living atau Go Green sudah tidak dapat ditunda lagi. Daniel Levine, direktur eksekutfi Avant-Guide Insitute, sebuah perusahaan pakar tren global untuk perjalanan dan pemasaran konsumen, bahwa tren utama dalam dunia ini, Personal Wellness (kondisi sehat untuk pribadi), Personal Technology (teknologi pribadi) dan Institutional Trust (kepercayaan terhadap institusi). 
 
Dengan adanya perubahan ini, para milenial harus punya pijakan untuk mengaplikasi personal wellness melalui produk seperti mobil hybrid , mobil elektrik, smart lamp.
 
 Dalam bidang pekerjaan pun, para milenial mulai memikirkan untuk terjun dalam “green jobs” yang mendukung sektor green jobs seperti ecopreneur, eco designer, arsitek, eco fashionpreneur, electri car technician, energi startup, organic foodpreneur, solar panel technician, urban farmer dan waste management start up. 
 
Jenis pekerjaan yang dapat diwujudkan bisa melalui wirausaha maupun melalui bekerja di perusahaan yang industri dari hulu hingga hilir melakukan “go green”. 
 
Untuk mereka yang berwiraswasta, dapat membuka “nursery” atau penjualan bunga, tanaman hias yang sangat dibutuhkan oleh warga saat pandemi. Bahkan dapat menjual barang-barang daur ulang yang biasanya dilakukan oleh UMKM dan sangat laku karena uniknya produk daur ulang. 
1000 Gagasan
Insinyur pertanian. Sumber: dokpri

 
 
Insinyur Lingkungan: Salah satu contoh "Green Jobs" adalah insinyur lingkungan. Peran dan kontribusi yang besar untuk jaga lingkungan agar limbah dan kebijakan pengendalian polusi . Mereka akan mengukur kualitas udara, sumber air dan peralatan industri dan memastikan statusnya sesuai dengan standar dan ambang batas terkendali.
 
  • Pertanian Berbasiskan Teknologi: 

 
1000 gagasan

Sektor pertanian sangat berperan dalam industri dan perekonomian Indonesia hingga mencapai 54,13 persen di tahun 2019, dan bertumbuh sejak triwulan III-2020 sebesar 5,05 persen. Jadi pertanian boleh dikatakan jadi tulang punggung perekonomian Inodnesia. 
 
Sayangnya, pertanian di Indonesia masih bersifat konvesional. Belum ada sentuhan teknologi baik saat mulai penanaman, cuaca, pengolahan dan panen. Hal ini membuat hasil dari panen pertanian itu dijual dalam bentuk komoditas.
 
Apabila ada ancaman dan daya dukung sumber alam Indonesia mudah melemah. Para milenial harus disrupsi pertanian konvensional ini dengan teknologi sehingga menambah nilai tambah dari produk pertanian. 
 
Juga mereka dapat berkontribusi dalam ekonomi dengan penggunaan start-up supaya pendistribusian pertanian dapat dipersingkat, artinya hasil pertanian tidak usah melewati jalur-jalur yang lama seperti dari petani ke tengkulak, pasar induk, pasar besar, pasar tradisional baru konsumen. 
 
Dengan teknologi pendistribusian dapat langsung ke end user. Seorang anak muda , Abdul Cholig,Bagi seorang anak muda bernama Abdul Choliq, Co-founder dari sayuran pagi. Latar belakang seorang anak petani dari Lereng Gunung Sumbing
 
Dalam kondisi ekonomi lemah, dia mampu meraih Pendidikan tinggi melalui orang-orang yang mengasihi dan memberikan kesempatan sekolah sambal bekerja. Setelah selesai pendidikan dan berhasil lulus dari UI bidang matematika, dia pun terpanggil untuk pulang ke desa untuk membalas kebaikan alam desanya. 
 
Dia bekerja sama dengan teman-teman untuk membangun pertanian modern dengan berbisnis sayuran segar dengan sistem hidroponik. Dengan komitmen tinggi, Abdul melakukan kerjasama dengan teman-temanya yang memiliki latar belakang berbeda (matematika, ekonomi, teknologi, sastra arab) berbisnis tanaman hidroponik dengan teknologi tinggi. 
 
Tanpa memiliki lahan maupun sawah, pertanian dengan system hidroponik itu merupakan embrio untuk penjualan sayur mayur organik yang disebut dengan nama “Sayuran Pagi” dengan aplikasi Lotani.id. 
 
Manajemen dengan teknologi tinggi mulai dari pertanian, human resources sampai kepada penjualan sayur. Bahkan sekarang bisnisnya telah merambah ke Greenhouse operator dan konsultan hidroponik. 
 
  • Menguasai Teknologi Terbarukan

 
1000 gagasan
dokumen pribadi

Banyak milenial dan pengusaha Indonesia belum mampu untuk menguasai teknologi untuk produksi mobil listrik , pabriknya dan fasilitasnya secara full otomation.
 
Ide yang satu ini berasal dari pabrik“Tesla” yang dibangun di Lembah Silicon California untuk meningkatkan produksinya dan keamanan dari produksinya. Semua proses produksi dan pekerjaan di pabrik, hampir 90% dilakukan secara otomasi baik itu robot maupun mesin-mesin yang didesign oleh insinyur mesin .
 
Di dalam pabrik “Tesla” ada pabrik pembuatan baterai yang menunjang perakitan mobil listrik. Tesla menggandeng raksasa elektronik Jepang PANASONIC. Pabrik baterai yang juga menggunakan energi terbarukan dengan memasang solar panel di atap pabrik sehingga kebutuhan listrik sebagian disuplai dari solar panel ini. 
 
Indonesia produsen nikel terbesar yang bisa dijadikan bahan baku untuk baterai. Tentunya untuk pabrik mobil sebesar TESLA tidak mungkin dibuat di sini, selain biaya yang besar. Tetapi tidak ada salahnya mencari investor asing atau lokal yang bisa membangun mobil listrik yang bersih lingkungan dapat dipertimbangkan.
 
Lalu untuk baterainya, tentu Indonesia mampu memasok bahan bakunya karena kita kaya dengan nikel. Teknologinya itulah yang harus dikuasai oleh para milenial sehingga impian untuk mobil listrik dengan fasilitasnya yang bersih lingkungan gunakan produk atau komponen lokal dapat terwujud.
 
 
 
Sumber: 
 
  • Urgensi Inonesia Bertransformasi Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau oleh Kemitraan, ww.kemitraan.or.id/kabar/urgensi-indonesia-bertransformasi-menuju-pembangunan-ekonomi-hijau , 27 November 2019 
 
  • BPS, Pertanian Tumbuh Positif 2,15 persen YonY di Kuartal ke III,