Lahirnya Buku Antologi “Caraku Mencintai Diri Sendiri”, Puncak Passionku

Antologi Caraku Mencintai Diri Sendiri
Cover Buku "Caraku MEncintai Diri Sendiri" - dokpri



Siapa yang menyangka bahwa aku punya hobi menulis? Tidak ada yang menyangka. Aku sendiri tak pernah bermimpi atau menyangka untuk menjadi seorang penulis. Dulu saat aku SD, SMP maupun SMA, aku paling tak suka untuk pelajaran mengarang, bahasa Indonesia bahkan selalu mengatakan cukuplah jika aku mendapatkan angka enam untuk pelajaran Bahasa Indonesia.

Passion menulis tidak timbul dalam sekejap mata. Proses panjang yang harus kulalui. Ketika aku pensiun dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan . Aku coba beberapa hal yang aku pikir akan menyenangkan diriku, seperti menanam/merawat bunga, merajut, memasak kue dan lain-lainnya. Namun, semuanya tak berbuah dan tak menghasilkan optimal. Hanya sebentar saja aku jalani, setelah itu tak ada rasa suka untuk melanjutkan. 

 Lalu, tanpa terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, aku mengikuti suatu workshop tentang “Creative Writing” yang diadakan oleh Gramedia Group. Dengan cara berbayar, aku mengikuti. Sebagai orang awam, aku juga sulit mencerna teknik penulisan yang dijelaskan oleh pembicara. 

Namun, aku mulai tertarik untuk melanjutkan. Mula-mula menulis di sebuah blog sendiri yang pada waktu masih menggunakan platform non berbayar blogspot. Tulisannya masih “acak-acakkan” dan tidak bermakna, bahkan terlalu pendek. Aku pusing nulis apa lagi yah. Kali ini tak pernah putus asa untuk melanjutkan terus untuk tetap mengikuti dunia blog , aku makin sering menulis . Menulis baik di blog sendiri maupun di platform lainnya.

 Bahkan, memberanikan diri untuk mulai mengikuti lomba-lomba penulisan. Tak disangka, ada satu dan dua tulisan yang menang. Terakhir yang sangat mengejutkan bagiku adalah mengikuti sebuah lomba tulisan nasional yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan di tahun 2018. Saya berhasil memenangkan juara Harapan Lomba Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018. 

Pengalaman yang menjadi titik awal untuk memacu diri menjadi seorang penulis. Menjadi seorang penulis yang mumpuni bukan sekedar menulis apa adanya sesuai dengan pengalaman saja. 

 Inilah beberapa kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang penulis : 


1.Komunikasi Kemampuan pertama yang harus dimiliki seorang penulis adalah kemampuan komunikasi. Komunikasi di sini artinya kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan baik. Artinya penulis bisa menyampaikan apa yang dipikirkan, dirasakan. Lawan bicara atau pembacanya dapat memahami hal tersebut. 

2.Riset Seorang penulis harus memiliki kemampuan riset. Pengertian riset ini adalah melakukan penelitian terhadap suatu topik dengan mendapatkan data atau informasi yang cukup dan akurat sesuai dengan kebutuhan. Semakin banyak informasinya semakin baik dan bermakna konten dari karya penulis. Hasil karya yang detail, jelas dan terasa berbobot dan kredibilitas penulisnya dapat dipertanggung jawabkan. 

3.Berpikir kreatif dan kritis Penulis juga mampu mengasah otaknya dengan berpikir secara kritis dan kreatif. Tulisan kreatif itu dan menuangkan sesuatu yang sifatnya abstrak dalam satu bahasa atau kalimat yang sangat jelas dan mudah dipahami. Diksi yang digunakan pun merupakan kosa kata yang sangat mudah dicerna oleh pembaca dan disesuaikan dengan target pembacanya. Alur dari suatu cerita juga sangat mengalir dengan sangat logis.

4.Kemampuan Editing Editing mungkin terlihat sederhana bagi seorang penulis. Namun, kemampuan editing itu juga harus dilakukan secara self-editing. Memeriksa apa yang ditulis supaya tidak ada kesalahan . Jika ada kesalahan harus segera dikoreksi.

 5.Kemampuan manajemen waktu Manajemen waktu juga diperlukan oleh seorang penulis. Pengalaman aku sebagai penulis buku antologi, ada “Time Frame” yang diberikan oleh penerbit. Jika aku tidak mengikuti waktu kapan membuat kerangka, kapan membuat draft, akan gagal total. 

6.Keterampilan tata bahasa dan ejaan Tata bahasa dan ejaan yang baik perlu dikuasai oleh penulis. Dalam menyusun sebuah buku antologi, aku terbentur beberapa tata bahasa yang belum aku kuasai seperti bagaimana membedakan perbedaan penggunaan namun dan tetapi. Namun digunakan pada awal kalimat sedangkan tetapi digunakan pada tengah kalimat. 

7.Ketekunan Ketekunan yang dibutuhkan oleh penulis . Tanpa adanya ketekunan, aku sudah gagal jadi penulis . Seringkali mendapat kritik pedas dari beberapa senior penulis yang menganggap tulisanku sebagai tulisan yang tak berbobot dan tak baik alurnya. Dengan adanya kritik, justru membangkitkan semangatku untuk bertempur memperbaiki tulisan. 

8.Menghasilkan tulisan orisinil Kesulitan ini memang paling sulit jika topik yang akan kita tulis tidak dikuasai. Penginnya mengambil tulisan orang lain yang lebih ahli. Namun, hal ini sangat dilarang bagi seorang penulis karena hal ini dianggap sebagai plagiat. Perlu banyak referensi yang mendukung jika topiknya sulit. Dipahami dan ditanyakan kepada para ahlinya itu merupakan jalan keluar. 

9.Kemampuan merangkum Satu hal yang paling penting dikuasai penulis adalah proses memendekkan cerita atau topik dalam satu intisari. Kenapa ini sangat penting? Ketika penulis membuat kerangka cerita, maka bagian-bagian dari konten itu harus dirangkum dalam beberapa poin sehingga ketika dijabarkan dalam satu penulisan dapat menggunakannya dengan sangat baik dan rinci. 

 Bagaimana aku membangun buku antologi?


Buku Antologi “Caraku Mencintai Diri Sendiri” adalah buku kelima antologi. Sebelumnya aku sudah menerbitkan 3 buku Antologi yang berjudul: “Merdeka dari Kekerasan”; “Puspa Ragam Kisah Inspiratif Warga 50+”; “16 Kisah Tumbuh Karya Para Sahabat”; “Your Family is Not Always Your Home”. 

“Merdeka dari Kekerasan” merupakan perjalananku dalam penulisan dari Yayasan JaRI dimana aku diminta untuk menjadi kontributor dan pendukung program mereka dalam mengatasi kekerasan kepada remaja dan mendukung kesetaraan gender bagi para remaja sehat. 

“Puspa Ragam Kisah Inspiratif Warga 50+” lahir ketika kami dari penulis di Komunitas 50+ ingin menghasilkan karya berbagi pengalaman tentang nilai-nilai kehidupan dari para warga senior kepada generasi muda. 

“16 Kisah Tumbuh karya Para sahabat” merupakan sumbangan dalam program pembuatan buku di gereja saya . Nilai-nilai yaitu iman, kasih dan kebersamaan harus ditumbuhkan dan diproses bagi anak melalui tulisan agar anak makin bertumbuh sesuai dengan nilai yang luhur yang diinginkan. “Your family Is Not Always Your Home” merupakan antologiku sebelum lahirnya 

“Caraku Mencintai Diri Sendiri”. Buku ini sebagai refleksi yang mendalam apa artinya rumah dan keluarga serta bagaimana hubungan keluarga atau relasi yang dibangun dalam rumah. Tak semua keluarga bisa menciptakan rumah sebagai tempat cinta yang abadi,sebaliknya justru yang terjadi adalah sumber konflik, kesepian dan penderitaan. 

 Apa isi buku Antologi “Caraku Mencintai Diri Sendiri”? 


Proses panjang untuk mencintai diriku sendiri. Penuh dengan perjuangan karena salah konsep tentang mencintai diri sendiri. Mencintai sendiri bukan tentang egoisme semata. Bukan karena ingin menjadi yang utama dan menang dalam bullying, tetapi tentang penerimaan siapa diriku seutuhnya dan penerimaan tanpa harus menghakimi siapa dan mengapa orang lain tak menerimaku.

 Bullying dan penolakan jadi salah faktor utama penghalang dalam mencintai diriku sendiri. Namun, proses panjang itu membuktikan bahwa hidup tanpa self love, tak mampu mencintai orang lain dengan seutuhnya. 

Buku “Cara Mencintai Diriku Sendiri” ditulis oleh 15 penulis yang punya cerita self-improvement dalam mencintai dirinya sendiri. Mereka punya cerita ketidak mampuan untuk mencintai dirinya karena kegalauan dari penolakan orang lain dan hal-hal yang tak menyenangkan terjadi dalam hidupnya. 

 Namun, dengan proses panjang mereka akhirnya bisa menciptakan self love untuk dirinya sendiri. Buku ini sangat bermanfaat untuk mengubah cara pandangmu. Terutama bagi mereka yang sedang galau, sedih, kecewa, cemas dengan berbagai kesulitan komunikasi, interaksi dengan orang lain , orang terdekat . Kesulitan tu disebabkan oleh kehilangan “self-love” . 

 Buku ini menjadi inspirasi bagi dirimu yang ingin mendapatkan solusi bagaimana cara mencintai diri sendiri dalam kondisi sulit. Dengan membaca buku “Cara Mencintai Diriku Sendiri”, nikmati self -love yang Anda rasakan dengan sepenuh hati , memampukan dirimu untuk percaya diri dan mencintai orang lain dengan sepenuh hatimu.

Rem “Impulsive Buying “ Saat Bulan Ramadan Agar Anggaran Tak Bengkak

Impulsive buying.  Dokumen pribadi

Siapa yang tidak suka belanja? Hampir semua orang menikmati kegiatan ini. Belanja bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, bahkan jika hanya sekadar cuci mata tanpa membawa uang. Namun, apakah bijak jika belanja berlebihan hingga melebihi anggaran yang tersedia atau membeli makanan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari yang bisa dikonsumsi sekaligus? 

Awalnya, saya berpikir bahwa selama puasa kebutuhan akan berkurang, sehingga pengeluaran pun akan menurun. Namun, asumsi saya ternyata salah. Setiap hari Sabtu, saya berbelanja mingguan di sebuah pasar swalayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biasanya, saya pergi berbelanja sekitar pukul 14:00 dengan asumsi swalayan masih sepi, terutama di minggu ketiga setiap bulannya, ketika banyak orang belum menerima gaji.

 Saya sudah menyusun daftar belanja dari rumah agar bisa lebih cepat menyelesaikan belanjaan. Namun, saat saya tiba di kasir, saya sangat terkejut melihat antrean panjang di setiap loket pembayaran. Tiap pembeli membawa belanjaan dalam jumlah luar biasa banyak, dengan satu hingga dua troli penuh. 

Beruntung, saya bisa membayar di kasir khusus untuk pembeli dengan keranjang. Belum selesai keterkejutan saya, saya juga mengamati hampir semua restoran di sekitar swalayan penuh dengan pengunjung. Padahal, saat itu masih tanggal 22 Februari, yang berarti banyak orang belum gajian. 

Fenomena apa yang sedang terjadi? Sambil berjalan keluar, saya baru menyadari bahwa minggu depan akan memasuki bulan Ramadan. Keesokan paginya, saya pergi ke pasar tradisional dan mendapati suasana yang sangat ramai. Hampir semua lapak penuh sesak dengan pembeli. Saya pun berpikir bahwa waktu belanja saya kurang tepat karena suasana hiruk pikuk membuat pengalaman belanja kurang nyaman.

 Kembali ke asumsi awal saya, ternyata pengeluaran selama bulan puasa justru membengkak. Saya pun bertanya kepada seorang teman yang juga sedang berbelanja. Dia bercerita bahwa minggu lalu pengeluarannya untuk belanja Ramadan sudah dua kali lipat dari biasanya. 

Sedangkan hari ini, karena besok adalah hari pertama puasa, ia merasa perlu menyiapkan makanan yang lebih spesial, sehingga total belanjaannya hampir tiga kali lipat dari biasanya. Jika biasanya ia belanja Rp75.000, hari ini ia menghabiskan Rp225.000. 

Fenomena borong belanja di swalayan ini membuat saya kembali merenung. Mengapa kebutuhan selama puasa Ramadan begitu besar sehingga pengeluaran menjadi tidak terkendali? Apakah ini merupakan tradisi yang harus selalu dipenuhi demi kepuasan makan makanan serba enak? Tentunya, hal ini sangat tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing keluarga dan pribadi. 

Impulsive buying artinya perilaku membeli barang secara tiba-tiba tanpa pertimbangan matang.

Dampak Impulsive Buying atau Belanja Tanpa Kontrol: 

Dampak Impulsive Buying.Canva.com


1. Memunculkan perilaku boros. 
Gaya hidup konsumtif membuat seseorang sulit mengatur pengeluaran dan kehilangan kendali terhadap keuangan. 
2. Belanja dan memasak berlebihan dapat menyebabkan peningkatan limbah makanan. 
3. Sampah makanan yang berlebihan akan semakin menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA). 4. Apakah makan berlebihan menjamin kesehatan? Jawabannya tergantung pada kualitas makanan yang dikonsumsi. 
5. Menghambat proses menabung. Jika sebagian besar uang habis untuk belanja, maka tidak ada sisa untuk ditabung, sehingga rencana menabung pun gagal.
 6. Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Uang yang seharusnya digunakan untuk membayar listrik, uang sekolah, atau biaya kesehatan bisa saja tidak tersedia akibat pengeluaran yang tidak terkendali. 

 Tips Cegah Impulsive Buying

Cegah Impulsive buying
Cegah Impulsive Buying - Canva.com


Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi panduan untuk mengontrol pengeluaran selama Puasa Ramadan agar tidak membengkak.

Pertama, hindari "Impulse-Buying" atau membeli kebutuhan pangan dalam jumlah besar sekaligus. Beberapa orang mungkin berpikir membeli di awal lebih baik untuk mengantisipasi kenaikan harga. Namun, faktanya, tidak semua barang mengalami kenaikan harga, hanya beberapa jenis seperti cabai dan telur.

Memborong semua kebutuhan dalam satu waktu justru berisiko. Bahan makanan bisa rusak atau kehilangan kesegarannya jika disimpan terlalu lama. Dari segi keuangan pun kurang menguntungkan—daripada membayar lebih untuk satu atau dua barang yang naik, lebih baik tetap membeli secara bertahap agar anggaran tetap terkendali.

Kedua, buat anggaran sejak awal sebelum Ramadan. Pisahkan anggaran untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Untuk anggaran Ramadan, catat semua kebutuhan sesuai kategorinya dan alokasikan dana secara terpisah agar lebih terkontrol.

Selain itu, batasi frekuensi ikut buka puasa bersama di luar. Tetapkan berapa kali akan menghadiri acara buka puasa dan sesuaikan dengan anggaran yang telah dibuat. Disiplin dalam membelanjakan uang sesuai rencana sangat penting agar pengeluaran tetap terkendali.

Untuk Idul Fitri, alokasikan anggaran yang lebih besar karena kebutuhan meningkat, seperti biaya mudik, makanan untuk tamu, pakaian baru, dan dana untuk berbagi dengan keluarga.

Ketiga, siapkan dana untuk zakat (fitrah dan mal). Zakat adalah kewajiban bagi umat Muslim, sehingga perlu dipersiapkan lebih awal. Begitu menerima THR, segera alokasikan dan bayarkan agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain.


Keempat, efisiensi anggaran. Jika Pemerintah melakukan efisiensi anggaran, kenapa Anda juga tidak melakukannya? Barangkali yang perlu dipotong anggaran untuk beli baju, mudiknya cukup berkumpul di Jakarta saja, makanan yang serba sederhana tapi tetap enak, tidak perlu makan di restoran setiap hari. 

Kelima, buatlah menu satu bulan selama Ramadan. Siapkan dan susun menu selama satu bulan di bulan Ramadan agar kita tidak bingung mau measak apa dari hari ke hari. Menu yang disiapkan cukup rumit, menu sahur dan menu berbuka puasa. Tidak berlebihan tapi sesuatu yang bergizi , seimbang nutrisinya. 

Keenam, buatlah list belanja. Ketika menu sudah siap, lalu buat list belanja dari hari ke hari. Kita bisa Menyusun bahan-bahan yang diperlukan untuk makanan yang akan dimasak. Dengan list itu kita tidak akan belanja yang tidak ada dalam list. 

Ketujuh berikan kelebihan makanan. Jika Anda memasak dan masih bersisa, silahkan bisa diolah Kembali atau jika tidak mau dimakan lagi, berikan keapda mereka yang membutuhkannya. 

Kedelalapan Mengolah sisa makanan. Setiap sisa makanan akan dibuang di tempat sampah. Bertumpuk di tempat TPA. Jika semua orang membuang sisa makanan dalam jumlah berlebihan, maka tumpukan sampah pun jadi dua kali lipat.

Bagaimana jika Anda olah dulu sisa makanan itu dengna menjadikan kompos dan sisanya baru dibuang. Belanja memang menyenangkan, tetapi penting untuk tetap bijak dalam mengatur pengeluaran. 

Menghindari impulsive buying dan berbelanja sesuai kebutuhan akan membantu menjaga stabilitas keuangan serta mengurangi pemborosan, terutama selama bulan Ramadan.

Belanja Jelang Ramadan Tak Perlu “Panic Buying”

Belanja Jelang Ramadan
Freepik.com



Secara rutin, Sabtu sore adalah hari belanja mingguan saya. Nach tanggal 22 Pebruari yang lalu, saya belanja mingguan di salah supermarket. 

Ketika saya sudah selesai belanja, saya ingin bayar di kasir. Melihat antrian panjang sekali dengan pembeli yang bawa belanjaan penuh satu troli,, saya kaget dan bingung. Ada apa gerangan dengan “panic buying”? 

 Begitu juga pada hari minggu Minggu siang,  restoran  hampir penuh sesak oleh pengunjung. Saya berpikir khan yang bekerja belum gajian dan yang tidak bekerja formal, pastinya akan sayang makan besar restoran yang besar dan cukup mahal. Meskipun untuk berkumpul-kumpul bisa diadakan secara sederhana di salah satu rumah dengan pesan makanan saja. 

Kesadaran saya baru kembali setelah saya ingat-ingat bahwa seminggu lagi semua umat Muslim akan berpuasa. Namun, masih dengan satu pertanyaan yang belum terjawab yaitu mengapa bulan puasa seharusnya pengeluaran jauh lebih kecil dan belanja lebih sedikit, faktanya belanja banyak dan alhasil pengeluaran pun makin bertambah besar.

 Makna puasa tentunya bukan sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri untuk tidak berbelanja sebegitu besarnya dan akibatnya tentu pada anggaran belanja akan membengkak, berkurang banyak. 

Tentu momen puasa harus disambut dengan berbagai acara mulai buka bersama keluarga, teman, dan sekaligus makan bersama istimewa. Nach bagaimana caranya untuk mengatur keuangan yang membengkak di bulan Ramadan karena tak sedikit yang masih merasa “berdosa” jika tak makan enak dalam jumlah yang banyak.

Berikut ini adalah tipsnya agar mengatur keuangan saat Ramadan 


1.Membuat rencana keuangan 


Secara sederhana saja sejak awal sebelum Ramadan, buatlah sebuah anggaran. Apa yang akan dibeli dalam jumlah yang cukup, prioritaskan barang atau bahan yang perlu dibutuhkan jauh hari, tapi jumlah terbatas saja. Tentukan anggaran pengeluaran untuk sahur, berbuka, serta kebutuhan poko dan kebutuhan primer seperti listrik, kesehatan, uang sekolah. 

 2.Utamakan kebutuhan bukan keinginan 


Melatih diri untuk selalu memenuhi kebutuhan primer seperti di nomer 1 bukan keinginan untuk beli barang-barang yang belum tentu digunakan, atau dalam hal ini belanja karena lapar mata, padahal tidak dimasak.

 3.Kelompokkan pengeluaran antara bulan Ramadan dengan Hari Raya Idul Fitri


 Buat dua anggaran yang dikelompokkan menjadi dua yaitu Ramadan (sebelum Idul Fitri ) dan Hari Raya Idul Fitri dengan keperluan kebutuhan pokok sehari-hari. Sebelum mendapatkan THR, tak perlu berbelanja atau merencankan untuk menyiapkan hadiah THR kepada keponakan atau saudra terdekat. 

4.Buat daftar menu sahur dan buka puasa 


Agar dapat efisien dan tidak membuang dana cukup besar untuk berbuka puasa di luar, buatlah menu selama sebulan untuk sahur dan buka puasa. Anggaran pasti dapat dihemat jika semuanya dilakukan di rumah, kecuali satu atau dua kali saja. 

5.Catat pengeluaran harian 


Dengan membuat catatan pengeluaran harian, Anda dapat mengetahui berapa banyak pengeluaran harian dan total dalam satu bulan. Bahkan, Anda dapat mengontrol pengeluaran mana yang terbesar sehingga dapat memperbaik dan memprioritaskan

Top 10 Keterampilan yang Dibutuhkan oleh Karyawan 2025

Top 10 keterampilan
Top 10 skill yang dibutuhkan tahun 2025 (sumber: weform.org)



Perkembangan dan perubahan pola kerja di tahun 2025 terus berubah . Tidak ada yang statis dalam dunia kerja. Untuk mengantisipasi perubahan yang cepat terutama untuk pekerjaan formal baik itu bidang industri, manufaktur, keuangan dan lainnya, para karyawan /karyawati harus mengembangkan juga skill yang dibutuhkan sesuai kriteria dari industri. 

Dimulai sejak Covid-19 melanda di Indonesia, kita masih ingat betul bahwa semua pekerja baik yang formal maupun informal terpaksa bekerja dari rumah atau disebut work from home (WFH). Setelah 4 tahun covid berlalu, bekerja dari rumah tidak lagi dilakukan, hanya beberapa saja yang melakukannya.

 
freepik.com


Namun, metode kerja saat WFH itu menjadi dasar dari perubahan, internet , teknologi digital, terakhir dengan adanya Artificial Intelligence menguasai semua pekerjaan . Tak ada lagi pekerjaan yang dilakukan secara manual. Dengan adanya perubahan yang demikian pesat, sementara tenaga kerja belum siap dengan teknologi yang cepat berubah, para pekerja diharapkan untuk cepat beradaptasi dengan ketrampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan . 

Bahkan dalam laporan Pekerjaan Masa Depan 2025 (Future of Jobs Report 2025) yang dirilis oleh Forum Ekonomis Dunia pada tanggal 8 Januari 2025, penerapan teknologi canggih untuk bisa bekerja dari jarak jauh, teknologi buatan sudah menguasai semua perusahaan, hanya mereka yang memahami dan menavigasi perubahan itu yang dapat bekerja . 

Memang tingkat gap supply dan demand dari tiap negara sangat berbeda. Untuk negara yang maju, pasti jumlah permintaan tidak banyak karena supply sudah dapat mengatasi permintaan, tenaga kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan sudah memadai jumlahnya. Sementara untuk negera berkembang, ada gap yang cukup tinggi antara supply dan demand. Banyak demand tapi tidak bisa memenuhi karena supply dari karyawan yang benar trampil kurang memadai.

Keterampilan para karyawan belum sesuai dengan kriteria dengan yang dibutuhkan. Berdasarkan survei dari Laporan Pekerjaan Masa Depan 2025, keterampilan yang sangat penting dimiliki adalah pemikiran analitis, keterampilan fleksibel, ketangkasan, kepemimpinan dan pengaruh sosial, pemikiran kreatif dan motivasi, kesadaran diri, literasi teknologi, empati dan aktif mendengarkan keingintahuan dan mau terus belajar; manajemen talenta, orientasi pelayanan dan layanan pelanggan, kecerdasan buatan.

Selain itu ada keterampilan inti yaitu ketangkasan, inovatif, kolaboratif, dan kemampuan memecahkan masalah, penguasaan kecerdasan buatan, mahadata . Untuk keterampilan yang terakhir sangat diperlukan dan dibutuhkan di hampir semua sektor dan harus menguasai secara penuh.

 Dari World Economic Forum, ada 10 top skill yang dibutuhkan di tahun 2025: 

  1. Pemikiran analitis dan inovasi 
  2. Pembelajaran aktif dan strategi pembelajaran 
  3. Pemecahan masalah yang kompleks
  4. Berpikir kritis dan analisis
  5. Kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif
  6. Kepemimpinan dan pengaruh sosial 
  7. Penggunaan teknologi, pemantauan dan kontrol 
  8. Desain teknologi dan pemrograman
  9. Ketahanan, toleransi stres dan fleksibilitas 
  10.  Penalaran, pemecahan masalah, dan ide 

Lalu, bagaimana cara pekerja dapat mengembangkan diri dengan banyaknya keterampilan yang harus dikuasai. Ngga mungkin, seluruhnya dapat dikuasai sekaligus. Dalam hal ini negara harus turun tangan membantu program pelatihan keterampilan dan pembelajaran berkelanjutan. 

Namun, masih satu pertanyaan besar, apakah negara sudah siap untuk punya program pendidikan yang dapat mengentaskan para pekerja yang kebanyakan masih dalam skill yang berlevel dibawah sampai menengah menjadi menengah keatas dengan penguasaan keterampilan.

Negara pernah mengatakan bahwa Indonesia kekurangan 9 juta talenta digital hingga 2030. Tapi itu hanya pernyataan tanpa ada suatu gerakan atau pembuatan program pengembangan . Jika negara belum ada fasilitas pengembangan itu, lalu apakah kita harus menunggu, lalu ketinggalan dengna orang lain yang sudah mengejar keterampilan itu. 

Jadi kesadaran bahwa kita tidak dapat naik kelas jika kita tidak bergerak sendiri, memanfaatkan momentum dengan usaha keras untuk mencari sumber-sumber tempat pelatihan yang tepat dan kredibel untuk bisa mengejar keterampilan

Diet Mediteriana: Murah dan Fleksibel Dietnya, Perpanjang Usia, Kurangi Risiko Penyakit

Diet Mediteriana
kompas.com



Dalam beberapa minggu ini pikiran saya penuh dengan tema “Long Live, Dying Alone”. Wah hal ini sangat mengerikan banget yach, usia hingga mencapai ratusan tapi ketika saat meninggal hidupnya sendirian. 

 Lalu, apa manfaatnya jika kita hidup panjang tapi saat meninggal ditemukan dalam kondisi membusuk karena tak ada seorang pun yang menemani. Nach, sekarang masalahnya bukan soal panjang usia, tapi ketika menjalani usia yang panjang itu dalam sakit di ranjang. Contohnya seperti ibu saya, tidak sakit, tetapi invalid karena kecelakaan sehingga selama 17 tahun harus berada di ranjang, tak bisa berjalan sama sekali. 

Soal usia memang berada di tangan Tuhan. Namun, jika Tuhan berikan usia panjang, sebaiknya juga diberikan kesehatan yang prima sehingga saat menjalankan kehidupan dapat mandiri dan tak perlu menyusahkan orang lain. Salah satu dari usaha kami (suami dan saya), penderita gerd dan IBS (Irrestesbile Bowel Syndrome), mulai dengan mencoba pola diet Mediteranian. 

Tujuan dari Diet Mediterania itu untuk mencari dan mendapatkan kenyamanan pencernaan bukan untuk tubuh yang langsing. Kesimpulannya diet Mediterania itu manfaatnya untuk memperpanjang usia. Saat dilakukan penelitian, diet bukan sekedar makan zaitu bersama buah-buahan dan ikan untuk melawan penyakit. Dengan diet Mediterania usia panjang tetapi tetap sehat ..

Penelitian yang komprehensif dari Douglas Mashek, Guru Besar Departemen Kedokteran dan Biokimia, Biologi Molekuler Universitas Minnesota, menggunakan minya zaitun itu adalah kunci utama untuk memperpanjang usia terutama mencegah penaykit penuaan. 

 Dari Penelitian NIH juga menyatakan manfaat anggur yang mengantung senyawa resveratrol, aktifkan sel proses tertentu dalam memperanjang usia sekaligus mencegah penyakit. 

 Diet ini bukan hanya mengkonsumsi minyak zaitun saja, tapi perlu olahraga sehingga lengkap antara minyak zaitun dan energi yang dikeluarkan Apa Diet Mediterania? Diet mediterania adalah pola makan yang didasarkan pada masakan tradisional Yunai, Italia, Spanyol dan negera-negara lain yang berbatasan dengan Laut Mediterania. 

Sebagai sumber referensi dari diet mediterania, kita mengadopsi pola makan penduduk kawasan Mediterania. Diet ini sudah terbukti secara otentik bermanfaat bagi kesehatan.e Jenis makanan teridir atas makanan laut, biji-bijian, kacang-kacangan yang mengandung lemak sehat termasuk lemak tak jenuh ganda.

 Persentase makanan untuk diet mediterania yaitu: Karbohidrat = 40-65%, Lemak = 28-40% dan Protein = 10-35% Khusus untuk biji-bijian konsumsilah 3-6 porsi per hari, l/2 cangkir biji-bijian, pasta atau sereal yang dimasak, 1 potong roti, 1 cangkir sereal kering. Pilih gandum, barley atau beras merah. Panggang atau bakar kentang berkulit merah, atau ubi jalar berkulit merah. Pilih roti gandum utuh, sereal kuskus, dan past. Batasi atau hindari karbohidrat olahan. Gunakan minyak zaitun murni (EVOO). 

 Cara tepat diet Mediterania

 Berikut ini langkah sederhana untuk menerapkan diet mediterania: 
1.Menu buah dan syauran dalam pola makan harian Anda. Bisa ditambah dan mengganti porsi secara perlahan. 

2.Ganti camilan yang mengandung gula dan tepung dengan camilan yang menyehatkan seperti buah-buahan dan kacang. 

3.Sebagai pengganti garam dan MSG, gunakan bumbu dapur atau rempah-rempah. 

4.Jika ingin lebih sehat, manfaatkan gandung utuh yang sangat baik untuk karbohidrat dan baik untuk pencernaan. 

5.Kurangi asupan lemak tidak sehat, lemak trans dan lemak jenuh. Gunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng.

6.Menggantikan daging merah dengan ikan atau daging putih. 

7.Membatasi konsumsi lemak dari olahan susu. Sebaiknya pilih susu skim atau keju rendah lemak. 

8.Ketika makan di restoran, pilih makanan jangan digoreng tapi gunakan minyak zaitun (ini paling susah, mesti bawa sendiri minyaknya). Pilih makanan berbasikan ikan. 

Saya tertarik dengan Menu mediterania ini karena tidak perlu ketat diet yang super sulit. Justru aspek penting diet mediterania adalah mudahnya diikuti dalam jangka waktu yang panjang dan pedoman yang sangat flexibel sesuai dengan masakan atau gaya hidup apa pun untuk gaya makan berkelanjutan.

Total Tayangan Halaman