Pengin Dibidik oleh Brand Terkemuka, Yuk Belajar SEO Content

 
shutterstock
Belajar SEO Content sudah wajib bagi penulis. Blogger zaman “now” harus beda dengan blogger zaman dulu. Loh kenapa harus beda? Sekarang brand melirik blogger yang memiliki tulisannya sudah terindex oleh Google dan sangat ramah buat pembacanya. Lirikan para brand pun terus terang membuat para blogger tidak bisa menulis semau gue saja.

Menulis sesuai dengan keinginan sendiri sendiri tanpa mengenal kaidah-kaidah yang sudah diatur oleh google membuat kita terhengkang dari edaran google. Tulisan blog kita tidak bisa kita ditemukan di SERP atau di page 1 sampai 10 dari Google, mungkin masuk hanya di halaman belakang saja. 

Kalau sudah hengkang dari google, maka tidak ada seorang pun yang melirik tulisan kita dan tinggallah kehidupan seorang penulis yang tak punya pembaca maupun tak punya masa depan karena zaman “now” parameternya tulisan harus serba SEO. Untuk bisa SEO, salah satu syaratnya adalah memperhatikan SEO Content. 

Penting sekali diingat bahwa kita sebagai penulis tentunya bukan menulis untuk sekedar hanya membuang “uneg-uneg pribadi atau curcol pribadi”. Tetapi tujuannya pasti ingin agar terindex oleh Google. Terindex artinya tulisan kita masuk ke dalam index google dan berguna atau bermanfaat bagi pembacanya. Tulisan curcol hanya untuk pribadi sendiri sedangkan tulisan yang berguna adalah untuk kepentingan semua pembacanya . Isinya sangat bersahabat , tidak untuk hasutan, kekesalan atau komplain pribadi . 

Tulisan yang dibuat dengan tujuan agar pembaca mendapatkan manfaatnya.  Pembaca dianggap sebagai manusia yang mengetahui apa manfaatnya membaca tulisan kita.  Dulu google menggunakan mesin agar tulisan terindex. 

Namun, sekarang ini sudah berubah, Google justru mengenal tulisan kita jika tulisan itu bermanfaat bagi manusia. Manfaat itu dilihat dari segi mutunya dan panjangannya tulisan harus paling sedikit 1000 kata. 

Syarat-syarat untuk membuat SEO Content:

  1.   Artikel 1.000 kata 
  2.  Pilih Tema 
  3.  Cari keyword 
  4.  Judul yang menarik 
  5.  Upload Gambar 
  6.  Meta Discription 
  7.  Internal link dan eksternal link 
  8.  Gunakan bold dan heading 

Ternyata berat yach untuk sebuah tulisan yang ber “SEO”. Pertama kali saya ikut workshop SEO Content, saya langsung shock melihat syarat-syarat tulisan ber-SEO, secara pribadi, saya hampir putus asa. Pengin tulis kok harus memenuhi banyak kaidah yang begitu banyaknya. Bayangkan jika kita tidak mengikuti salah satu dan membuat tidak terindex. Sayang sekali bukan. Kompetitor begitu besar, jadi kita ngga bisa main-main sekarang. Ayo sekarang kita mulai belajar bagaimana dan apa SEO Content Article, Tips Cara Membuat Konten Viral, Belajar Edit foto dan VideoGoogle Analytical.

Berikut ini adalah SEO Tips for Content writing

 Artikel 1000 kata:

 Ini suatu tantangan berat sekali. Menulis itu ternyata harus dengan banyak referensi, survei dan opini. Jika menulis asal menulis saja, tidak akan panjang dan tidak ada maknanya. Cari sumber referensi, survei dan sebagainya. 

Tema: 

Memilih tema itu juga harus perlu diperhatikan sebagai berikut ini: 
• Berita yang sedang populer (opini terhadap kehidupan kita, jangan nyinyir).
• Sesuatu yang sedang dialami (catatan perjalanan, catatan harian).
• Opini Mencari keyword: Ada tehnik yang perlu kita cermati dalam pencarian keyword.

Beberapa contoh dengan menganalisa di beberapa situs seperti berikut ini:
• Keyword.id 
• Keywordtool.io
• Google adwords 
• Add on

 Tidak perlu mencari keyword dengan jumlah view yang besar, karena jumlah view besar artinya saingan pun makin besar. Ada dua jenis dari keyword. Yang pertama Keyowrd Utama dan yang kedua adalah longtail Keyword .

 Keyword utama :

 • Harus diletakkan di Judul,
 • Paragraf pertama kalimat pertama, di tengah artikel dan di paragraf terakhir 

 Longtail keword:
 • bisa disisipkan dimana saja, terdiri lebih dari satu kata. 
 • Sebagai arah pembahasan artikel.
 • Tidak usah ditulis sesering keyword utama  
 Longtail keyword Sudah otomatis keyword utama 
Contoh : Keyword utama Longtail keword Kacamata Kacamata minus Jerawat Bekas jerawat Senam Senam Aerobik Ada hal lain yang perlu diperhatikan selain keyword utama, longtail keyword, juga Latent Semantic Indexing (LSI)

 LSI -------------------- Google

 Persamaan kata atau kalimat yang terindeks oleh Google. 

Keyword Semantik : adalah kata-kata yang sama, tetapi ada tambahan 

Contoh: SUSU IBU HAMIL                  SUSU PERTUMBUHAN 
•  Nutrisi ibu hamil                                  o  Susu anak 
•  Susu ibu Menyusui                               o  Susu pertumbuhan anak
•  Nutrisi ibu menyusui                            o  Susu anak terbaik 

 JUDUL YANG MENARIK:

 • Harus mengandung keyword
 • Pilih kata-kata yang menarik (contoh: Jangan Hanya Membuat, Ayah Juga Harus Pandai Merawat Bayi) 

Paragraf pertama adalah paragraf yang menentukan bagi pembaca untuk meneruskan membaca atau tidak . Faktor penentu itu membuat kita harus mencoba untuk menulis semenarik mungkin.

 UPLOAD FOTO:

 Ada dua hal yang merupakan syarat agar foto kita bisa jadi terindex oleh Google:
• Foto Sendiri 
• Rename (Keyword, nama blog) contohnya keyword : ayam, nama blog saya inatanaya maka rename foto yang akan kita save itu dengan nama ayam-inatanaya
• Jangan ambil foto dari web gratis tanpa lisensi, jika terpaksa harus beri sumbernya di caption 
• Untuk memperkecil ukuran foto dapat dilihat di compress.image.com 

META DESCRITPION: 
• Membuat ringkasan kata sebanyak 156 karakter
• Harus mengandung keyoword 
• Menarik orang untuk mencarinya

INTERNAL LINK DAN EKSTERNAL LINK

Gunanya untuk meningkatkan pengunjung dan meningkatkan bounch rate dan average time agar pengunjung betah di artikel yang sedang bacanya.

  • INTERNAL LINK: sebaiknya ada 6 paling sedikit 
  • EXTERNAL LINK: diletakkan di akhir paragrah

GUNAKAN BOLD DAN HEADING: 

Untuk Sub Title:
 • Paragraf pertama di bold (semuanya).
 • Sub title dengan menggunakan HEADING 3 

 STRUKTUR ARTIKEL:

Setiap artikel selain harus berbobot , berkualitas, bermanfaat, perlu juga terstruktur dengan elemen-elemen berikut ini: 
1. Pembuka 
2. Pengalaman 
3. Informasi 
4. Pengakuan 
5. Tips: berdasarkan apa yang dialami oleh penulisnya 
Contoh: http://nunikutami.com/hidup-sehat-dan-bahagia-tanpa-narkoba.html 
6. Gunakan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dengan akses https://kbbi.kemendikbud.go.id/
 Contoh: kata yang benar adalah kedaluwarsa; praktik 
Di /ke + keterangan tempat = selalu dipisahkan di rumah; ke Jakarta 
Partikel pun: harus dipisah kecuali berikut ini :  Maupun, kalaupun, ataupun, meskipun,adapun,bagaimanapun, sunggguhpun, andaipun, kendatipun, walaupun,biarpun,sekalipun 

Beberapa kata yang penggalannya harus diperhatikan:
Naik = ke atas 
Turun: ke bawah 
Maju : ke depan 
Mundur: ke belakang 
Masuk: ke dalam
 Keluar : ke luar 

Belajar SEO Content ternyata ngga mudah yach! Semua yang sulit dimulai dengan latihan. Apa pun sulitnya, jika dimulai dengan rajin berlatih, maka akan sempurna. Suatu latihan kecil yang dilakukan secara rutin akan menghasilkan hasil yang sempurna. Sayang saya masih belum bisa berhasil. “Practising make us Perfect”