Fenomena Flexing yang Menggiurkan tetapi Menjerumuskan

Fenomena Flexing



Sosial media menjadi tempat yang empuk untuk mempertontonkan fenomena crazy rich yang tren beberapa bulan yang lalu. 

Mudahnya untuk menjadi kaya dalam waktu singkat, jadi impian dari Sebagian penonton yang tergiur dengan kemewahan. 

Pamer harta, kekayaan maupun rumah atau mobil yang luar biasa super mewah. Rumahnya bak rumah selebrity Hollywood papan atas. Mobil super mewah seperti Lamborgini, Ferrari, Mc Laren. Mereka yang ingin menunjukkan arti sebuah hidup dengan kemewahan yang dimilikinya. 

Apakah mereka ini hidup dalam kenyataan atau tidak? Kemewahan dianggap sesuatu yang bernilai tinggi dan harus dimiliki. Namun cara memilikinya dianggap tidak realistis, menunjukkan sesuatu kepemilikan atau pencapaian dengan yang sangat mudah tetapi tidak mungkin terjadi , hanya suatu “kamuflase” , keinginan tanpa adanya kerja keras. 

Kembali kepada pengertian flexing yang ada di media sosial adalah pamer harta kekayaan yang sebenarnya bukan miliknya sendiri atau orang kaya palsu.

Mereka yang pamer harta kekayaan dari hasil perbuataan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan , misalnya membuat investasi bodong . Tujuan pamer di media sosial adalah agar semua yang menonton flexing akan tergiur dan tertarik untuk berinvestasi bodong. 

Ketika mereka berhasil menggaet orang yang tertarik dengan investasi bodong, akhirnya orang-orang itu akan terjebak dalam illegal investasi. Uang mereka akan hilang dan apa yang diimpikan untuk bisa kaya beli rumah dan mewah yang tinggal imian.

Fenomena yang sangat menyedihkan menurut pakar bisnis Profesor Rhenald Kasali, mudahnya orang ingin kaya secara instan tanpa berpikir panjang menunjukkan bahwa orang muda tidak bisa menghargai proses panjang dari suatu kesuksesan.  Hanya melihatnya secara hasil instan

Pelajaran dari "flexing"


Ketika orang-orang yang memamerkan kekayaan itu berhasil menggaet orang yang tergiur , kepalsuan itu akhirnya terbongkar juga. 

Mereka yang memperdayakan investor itu akhirnya harus masuk penjara akibat perbuatannya yang melanggar hukum, illegal investasi. 

Kepalsuan bahwa orang itu tak punya integritas dalam usahanya, hanya mencari korban untuk bisa berinvestasi . Illegal investasi yang merugikan bagi investor yang tak berpikir panjang. 

Pelajaran yang sangat besar dan berharga apabila kita mulai menghargai kembali nilai sebuah kehidupan bukan dari suatu hal yang mewah saja. 

Kemewahan dari suatu hidup itu hanya semu saja. Uang memang sangat penting untuk hidup karena sering dikatakan bahwa orang tidak bisa hidup tanpa uang. Tetapi uang bukan segala-galanya. 

Kehidupan dibangun dengan cara berproses dan berjuang. Kita boleh belajar untuk mencari figure yang sukses dengan membangun bisnis dari nol. Proses Panjang dan jatuh bangun dengan daya juang yang kuat. Bersemangat untuk memulai dari titik nadir dan satu demi satu mengumpulkan usahanya menjadi besar. 

Setiap insan yang punya kemampuan untuk punya daya kekuataan berusaha dan nalar, jadi fundamental utama dalam perjuangan hidup. 

Realistis dan berpikir nalar kritis 


Setiap kali kita menghadapi godaan dan kesulitan dalam kehidupan, kita harus berpedoman untuk bertumpu pada pelajaran hidup. Berpikir secara kritis dan realistis supaya setiap kali ada godaan kita perlu menganalisa dan mencari jalan keluar atau solusi dengan cara yang benar dan bijak.

Tak perlu mencari jalan keluar atau solusi instan. Solusi instan hanya menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran. Percayalah kepada diri anda untuk selalu tetap dalam track yang benar.

15 komentar

  1. Kejadian2 di atas memberikan pelajaran buat aku Ibu, semoga kita termasuk orang2 yang ga tergiur dengan hal2 yang instan dan tetep waspada dengan investasi2 yang ada.
    Seruu banget pokonya di sosmed mah, aku hanya jadi penonton saja mereka yang memamerkan kekayannya, hiiii.

    BalasHapus
  2. Kalau saya kok malu ya Bu jika harus pamer gitu. Apa memang mereka sengaja flexing agar banyak peminat yg ingin menjadi anggota dari aktivitas yg mereka kerjakan? Wallahu a'lam

    BalasHapus
  3. Trend flexing ini memang jadi fenomena tersendiri ya. Dan entah kenapa banyak orang yang mudah tergoda ingin cepat kaya tanpa melewati proses. Apa karena sifat manusia yang cenderung serakah?

    BalasHapus
  4. setuju banget, dari skandal ini akhirnya kita diajarkan bahwa tidak ada cara menjadi kaya yang instan. Semuanya butuh proses. Semoga kebiasaan flexing jauh-jauh dari lingkungan kita ya.

    BalasHapus
  5. Mereka flexing untuk mencari korban , Mbak

    karena ternyata kendaraan mewah tsb bukan dibeli, cuma minjam

    demikian kwitansi bertuliskan milyaran rupiah dan uang bergepok-gepok, ternyata bisa disewa

    BalasHapus
  6. memang bener-bener kalau tidak tahu ilmunya, mending jangan ikut-ikutan ya :( kadang yang instan tidak selamanya nikmat :)

    BalasHapus
  7. nice your article, sangat bermanfaat

    kunjungi kami disini Jasa Kirim Mobil

    BalasHapus
  8. Ya memang kasus crazy rich ini pelajaran untuk kita semua, bahwasanya hidup itu tentang proses dan berjuang. kagak ada yang benar-benar instan di dunia ini. Nikmati saja setiap prosesnya.

    BalasHapus
  9. Ketika pamer harta harus siap saat diuber petugas pajak.
    Bahkan sebaiknya mencontohkan juga dengan pamer tepat waktu bayar pajak, hehe

    BalasHapus
  10. Semuanya butuh proses, nggak ada yang instan. Sepahit dan seberat apa pun prosesnya harus dihadapi dan dijalani. Dan yang penting jangan nipu orang agar rejeki kita berkah juga, kadang rejeki nggak hanya soal materi.

    BalasHapus
  11. Belakangan emang marak banget fenomena flexing ya. Aku baru tahu istilah itu beberapa bulan lalu. Semoga kita bisa menahan diri tapi tetap berusaha ya.

    BalasHapus
  12. A very nice & useful article bu 🙏😊😀

    BalasHapus
  13. Trend ini memang banyak di akhir akhir ini, awalnya menggiurkan tapi akhirnya bikin nyesek huhu, makasih banyak ya bu tulisannya bagus sekali

    BalasHapus
  14. setuju nih flexing yang awalnya untuk memotivasi malah lebih bnayk mudaratnya ya ...apalgi kalau flexing uang tak berseri wah langsung jadi buruan pajak hehehe

    BalasHapus
  15. Entahlah kenapa ada yang suka pamer kekayaan padahal jelas jelas dalam agama sudah ada pedomannya untuk tidak demikian. Pengakuan manusia? Aduh itu sungguh tidak ada yang abadi...

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman