5 Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial



Candu biasanya dikonotasikan sesuatu yang buruk. Benarkah demikian? Yach , candu adalah hal yang tidak baik dimana orang sangat terpikat,terjerumus dan terikat pada sesuatu. Misalnya candu dengan narkoba. 

Orang yang kecanduan,tidak bisa lepas sama sekali dengan barang atau makanan .

Keterikatan kita kepada sesuatu misalnya media sosial itu bukan hal yang aneh. Dari bangun tidur, saya sudah menjangkau gadget untuk melihat ada pesan baru di whatsapplication, Instagram, facebook.. Bukan hanya sebentar, kadang-kadang hampir lupa waktu, satu-dua jam. 

Disambung tiap kali  kita bekerja atau belajar, selalu terdistraksi dengan gadget. Tiba-tiba terdengar “ting”, ada notifikasi. Mata melihat, tangan pun menghampiri gadget untuk melirik dan membaca.

Bukan hanya sebentar loh waktu yang tersita. Menurut data dari We Are Social, media asal Inggris dalam laporan “Digital 2021: diterbitkan 11 Februari 2021,pengguna media sosial Indonesia adalah 170 juta.

Pengguna WhatsApp di Indonesia sekitar 30,8 jam per bulan, Facebook 17 jam per bulan, Instagram 17 jam per bulan, TikTok 13,8 jam per bulan, Twitter 8,1 jam per bulan, Youtube di peringkat atas 25,9 jam per bulan.

Apabila pekerjaan kita memang sebagai content creator, youtuber, atau yang ada hubungan /kaitan dengan media sosial, memang hal itu wajar. 

Tetapi jika waktu yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan produktif habis digunakan untuk berselancar di dunia media sosial terus menerus, betapa besarnya kerugian waktu yang kita habiskan hanya untuk media sosial saja.

Bagaimana caranya mengatasi  kecanduan media sosial ?

 

1. Non-aktifkan "Push Notification" untuk cek status media sosial

Inilah salah satu jalan ampuh untuk mengurangi distraksi dari perhatian kita untuk tetap bekerja denga nyaman,tidak terganggu oleh suara-suara “ting”. 

Ketika “push notification sudah off , kita tidak boleh lagi merasa seolah-olah ada yang hilang. Tak boleh ada perasaan atau pikiran kita melayang , kok tidak ada suara ting lagi yach. Sebuah keputusan harus diimbangi dengan tekad yang kuat agar kita tak tergiur lagi untuk melihat gadget kita.

 2.Gunakan hanya 1 perangkat untuk cek media sosial 


Apabila kita punya dua handphone atau 1 handphone dan 1 laptop, usahakan untuk menggunakan salah satu saja untuk mengecek media sosial. Pilih dan tentukan mana yang akan dipakagi untuk cek media sosial. Seandainya gadget, maka ketika kita bekerja di laptop, lanjutkan pekerjaan tanpa berhenti dan tidak usah melihat medsos di komputer. Jangan tergoda untuk melihatnya.

 3.Jauhkan ponsel ketika bekerja atau belajar 


Nach, apabila gadget itu jadi pilihan kita untuk cek media sosial, maka cara aman berikutnya adalah dengan menyingkirkan atau menyimpan gadget di tempat tersembunyi. 

Jika menaruh di dekat tempat kerja, ktia akan tergoda untuk setiap kali menengok gadget . Ini akan menimbulkan distraksi yang tak terkendalikan, apalagi jika kita pengin menjawab, merespon berbagai pertanyaan di gadget. 

 4.Alokasikan waktu khusus untuk akses media sosial


 etiap kita yang punya media sosial sebanyak 5 lebih, seharusnya sudah punya jadwal tertentu dan berapa lama untuk bermedia sosial. Misalnya saya biasanya mengalokasikan waktu untuk media sosial dua kali dalam sehari yaitu jam 10.00-10.30 dan 15.00 – 15.30 Cukup tidak cukup, kita harus disiplin kepada diri sendiri . Hal ini memang sulit ketika pertama kali dilakukan, tetapi akan menjadi kebiasan yang baik apabila kita disiplin. 

 5. Bebaskan diri dari gawai 1 jam sebelum tidur dan setelah bangun tidur.


Penting banget untuk bebas gadget sebelum tidur malam karena ketika kita terikat untuk melihat gadget sebelum tidur mata dan pikiran kita akan belum bisa istirahat saat kita sudah di tempat tidur. Sebaiknya pada pagi hari setelah bangun, kita tidak menggunakan gadget karena keteriktan pada pagi hari itu menjadi titik tolak kita tidak bisa beraktivitas dengan baik. Pemusatan pikiran kita harus tertuju kepada hal-hal terpenting bukan kepada media sosial. Semoga tips ini dapat dilakukan sehingga kita tidka lagi kecanduan gadget sepanjang hari.

7 komentar

  1. gara-gara teman akrab ngeributin capres yang bersebrangan di medsos

    perlahan lahan saya mundur, hanya menggunakan medsos untuk share artikel saya yang terbaru :D

    BalasHapus
  2. Wah iya, emang akses media sosial itu secukupnya saja ya Bu
    Bahaya KLO sudah kecanduan media sosial

    BalasHapus
  3. Candu yang mengarah ke negatif memang dampaknya gak baik apalagi sampai lupa waktu dan makan. Bagus Bu tipsnya jadi pengingat

    BalasHapus
  4. Itu benar. Semenjak saya mengalokasikan 1 jam saja untuk buka Instagram, 1 jam saja untuk buka Twitter, 1 jam saja untuk buka Facebook, ternyata saya bisa memanfaatkan waktu saya dengan lebih baik. Bahkan meskipun pekerjaan saya sehari-hari memang terkait sosial media.

    BalasHapus
  5. Paling berat itu yang no 3 Bu, bener bener harus dinonaktifkan baru bisa, masih sering kedistrak sama gawai ini

    BalasHapus
  6. Aku termasuk paling suka terdistrak liat notifikasi nih, jadi nomor 1 dan 5 itu pun masih jadi kebiasaan Mbak, tapi semoga setelah mencoba mengatasinya bisa lebih baik lagi

    BalasHapus
  7. Aku sudah berniat nih mau kurangi stalking medsos, tapi karena alasan cari uangnya dr medsos jadi kagak berhasil. Hehehe..
    Tapi emang harus punya waktu yg jelas mana waktunya bekerja mana waktunya main medsos

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman