Belanja Secukupnya, Tak perlu Berlebihan. Hindari Gaya "Food Waste"

Belanja Secukupnya

 
 
Siapa tak suka belanja? Tentu hampir semua orang suka belanja. Sangat menyenangkan. Namun, apakah tepat jika belanja yang berlebihkan melebihi dana untuk uang belanja yang tersedia, melebihi porsi dari kapasitas makan yang tidak bisa makan sekaligus banyak.
 
 Fenomena yang saya lihat jelang Ramadan, pasar tradisional, pasar modern maupun supermarket disebu oleh pembeli.  Pembelinya banyak. Jumlah yang dibeli juga banyak.
 
Mereka mengantri beli bahan makanan. Umumnya mereka beli dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Apakah mereka itu keluarga besar? Apakah setiap hari harus makan besar? 
Belanja Secukupnya
Pasar Tanah Abang. Sumber: dokpri

 
 
Pada sabtu dan Minggu tanggal 30 April dan 1 Mie 2021, warga berjubel naik kereta api menuju ke Tanah Abang. Pasar Tanah Abang dipenuhi dengan kerumunan orang yang datang untuk belanja. Mereka seakan lulpa bahwa saat ini pandemi itu belum berlalu. 
Kondisinya makin parah ketika melihat para pembeli itu datang tanpa prokes, tanpa masker maupun tanpa berjarak. 
 
Tiap seminggu sekali ,tepatnya tiap hari senin saya belanja di supermarket untuk kebutuhan sehari-hari Saya pun punya pengalaman yang unik tentang belanja. Untuk menghindari kerumunan dan penuh sesaknya para pembeli di supermarket, Jam 10.00 pagi saya sudah tiba di area supermarket, kelihatannya pengunjung masih sepi karena supermarket baru saja buka. 
 
Saya langsung belanja sesuai dengan list belanja yang sudah saya susun dari rumah. Begitu selesai belanja, saya menuju ke kasir, saya pikir tidak penuh, ternyata antrian yang hanya beberapa orang itu cukup lama. Tiap pengunjung belanja sangat banyak sehingga menunggu lama di kasir untuk selesai pembayaran. 
 
Apakah Anda sudah memilikiKesadaran diri untuk belanja secukupnya? Entah mengapa kebutuhan belanja Ramadan ini kelihatannya selalu penuh dengna emosi , belanja banyak untuk bisa memuaskan hati dan keinginan. 
 

Apakah Anda mengetahui apa efek dari lapar mata dan belanja berlebihan? 

 
1.Uang belanja yang cepat habis ketika konsumsi berlebihan 
2.Belanja dan memasak berlebihan , membuang sampah makanan yang berlebihan 
3.Sampah makanan itu membuat tumpukan sampah di TPA makin menggunung 
4.Apakah dengan makan berlebihan tubh jadi sehat? 
 

 Solusi agar kita tidak belanja berlebihan: 

 

1.Buatlah menu satu bulan selama Ramadan 

 
Siapkan dan susun menu selama satu bulan di bulan Ramadan agar kita tidak bingung mau measak apa dari hari ke hari. Menu yang disiapkan cukup rumit, menu sahur dan meu berbuka puasa. Tidak berlebihan tapi sesuatu yang bergizi ,seimbang nutrisinya.
 

 2.Buatlah list belanja 

Ketika menu sudah siap, lalu buat list belanja dari hari ke hari. Ktia bisa Menyusun bahan-bahan yang diperlukan untuk makanan yang akan dimasak. Dengan list itu kita tidak akan belanja yang tidak ada dalam list. 
 

3.Berikan kelebihan makanan 

Jika Anda memasak dan masih bersisa, silahkan bisa diolah Kembali atau jika tidak mau dimakan lagi, berikan kepada mereka yang membutuhkannya.
 

 4.Mengolah sisa makanan 

Setiap sisa makanan akan dibuang di tempat sampah. Bertumpuk di tempat TPA. Jika semua orang membuang sisa makanan dalam jumlah berlebihan, maka tumpukan sampah pun jadi dua kali lipat.Bagaimana jika Anda olah dulu sisa makanan itu dengna menjadikan kompos dan sisanya baru dibuang.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!