Kebersamaan Buka Puasa dan Tarawih Dirindukan Saat Ramadan



 
 
Kebersamaan dan Buka Bersama dan Tawarih yang dirindukan Saat Ramadan Bagi teman-temanku yang pemeluk agama Islam, hari Selasa tanggal 13 April 2021 adalah momen penting untuk memasuki Ramadan pertama yang telah ditetapkan oleh MUI . 
 
Menjalani puasa tahun ini tentunya berat seperti yang pernah dilakukan pada tahun lalu. Jika tahun lalu, pandemic masih mulai datang, dengan segala kekhawatirannya, orang berpuasa dan bersalat di rumah sendiri-sendiri tanpa adanya kebersamaan.
 

Sepinya Tarawih

Pengalaman seorang sahabatku yang sedih karena sepinya Tarawih tahun ini sama dengan tahun yang lalu. Dia berpuasa sendirian dan tidak bertemu dengan teman-temannya karena dia tingal sendirian di kos di Jakarta. Keluarganya ada di Juwana.
 
Ketika saat tarawih tiba, dia pun tidak bisa ke masjid karena mesinya ditutup . Hal itu memang untuk mengikuti peraturan prokes. Meskipun beberapa orang agak nekad untuk ikut tetap tawarih di masjid. Namun, dia lebih berpikir jernih, jika dia hanya mengikuti nafsu hanya kepentingan fisik dan duniawi, dia masih belum bisa mengerti makna puasa yaitu untuk menunda keinginan sendiri. 
 
“Saya sudah jaga kesehatan maximal, tetapi belum tentu orang lain yang ada dalam lingkungan dekat saya juga menjga Kesehatan seperti saya”. Masih ada “gap” bagaimana bentuk kebersamaan yang dia inginkan . Hal itu tak sinkron dengan pertimbangan Kesehatan yang dia anggap penting juga. 
 
Ramadan buat sahabat saya ini jadi momen kedua yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya, kerinduan untuk kebersamaan saat salat tarawih dan buka puasa yang tak bisa hilang dalam ingatannya. 
 
Makin jauh dari orang tua, dia merasakan dirinya harus dekat dengan Alloh yang melindungi dirinya. Dia harus berhikmat untuk tetap jaga kesehatan dalam kondisi pandemi meskipun hatinya merindukan saat seperti dulu itu segera dapat dialami lagi.
 

 Buka Puasa Bersama Secara Virtual

 
 Kebersamaan saat berbuka juga dirindukannya. Beberapa tahun sebelum pandemi dia biasanya akan berbuka bersama dengan teman-teman kantor. Mereka rencanakan buka bersama tempat dan biaya yang harus ditanggung bersama. 
 
Begitu bukber, rasanya seru sangat, makanan yang dipesan secara bersama-sama itu bisa ludes dalam waktu singkat. Memori yang indah itu tak pernah dilupakannya. 
 
Perbedaan yang mencolok terjadi. Dia sendirian tanpa teman untuk buka puasa. Dia tak bisa bertemu dengan teman . Namun, dalam zaman teknologi yang canggih, dia pun tidak mau berdiam diri saja .Sadar bahwa hidup sendiri itu tak baik bagi seorang mahluk social. 
 
Lalu, dia pun mengadakan bukber secara virtual. Ternyata keseruan terjadi juga. Mereka saling menunjukkan apa yang dimakannya. Cerita yang unik bagaimana makanan itu diperolehnya. Ada yang memasak sendiri, ada yang order harus 2 jam sebelum bukber takut tidak mendapatkannya, ada yang dibuatkan oleh pacar.
 
Setelah selesai, mereka saling cerita aktivitas , buat virtual photoshoot, atau cerita tentang game baru yang sedang tren. Fresh dan Fun jadi buka bersama virtual.
 
 Kerinduan memang ada, tapi siap untuk menggantikan dengan apa yang tepat untuk menghindari terjadinya sakit Covid.

1 komentar

  1. Waaaah. Bagus artikelnya. Karena judul yang menarik sy jadi mampir. Yang betul Tarawih ya kak, bukan tawarih hehe. Punten

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!