Harapanku Terbesar, Blogku Jadi Diary yang Bermanfaat

Harapanku terbesar, blogku

 
 
Saat aku mulai ngblog, belum terpikir untuk siapa dan bagaimana nasib blog yang aktif aku tulis hampir tiga kali seminggu. 
 
Tentunya tujuan awal menulis ada selain untuk networking, ikut lomba, review, monetize maupun untuk aktualisasi passion yang ada dalam diri. 
 
Namun, dari hari ke hari, setelah hampir 9 tahun, aku baru tersadar dengan mindfulness, tujuan terbesar dari blog ini dibuat.
 
Dengan berbagai pemikiran yang aku sedang persiapkan baik itu secara ide maupun pemikiran, aku pengin blogku menjadi diary yang berguna atau bermanfaat untuk setiap orang yang ingin membacanya. 
 
Loh kok diary? Memang aku tak punya niche tertentu yang kusukai secara intensif. Namun, aku percaya tiap menulis, aku berbicara dengan diriku, apakah tulisan ini hanya sekedar untuk memuaskan diriku atau untuk diambil manfaatnya untuk pembaca.
 
Berbagai gejolak sebelum nulis itu timbul terus. Tren terakhir dari penulisanku memang aku sedang menuju kea rah yang benar, aku selalu menulis dengan tujuan “Apakah tulisan ini bermanfaat bagi orang lain?” 
 
Suatu harapan tentunya tidak bisa memuaskan semua orang. Ada kalanya orang beranggapan , ach tulisan itu tak ada suatu nilai yang ada manfaatnya. Mungkin, persepsi atau sudut pandang tiap orang beda. Tapi aku memang berusaha terus agar aku tak melakukan hal-hal yang ditulis dalam perspektif yang sempit dan hanya untuk kepentingan diri. 
 
Banyak orang di luar yang belum memiliki pengetahuan soal sepele seperti persiapan kebakaran, persiapan hadapi pandemi, persiapan untuk hadapi anak masuk perguruan tinggi, persiapan hadapi pension. 
 
Semoga setapak demi setapak jalur tulisanku bisa mengikuti arah yang sudah mulai aku benahi. TIdak ada gading yang tak retak. 
 
Setiap kali usaha diprakrasai, pasti ada kendalanya. Namun, aku percaya kendala itu mampu diselesaikan apabila aku kembali kepada arah semula, yaitu manfaat untuk diary bagi semua orang. 
 
Kenapa tidak dibuatkan buku? Bagi saya yang tak suka ribet untuk urusan administrasi atau urusan penerbitan, penjualan buku, saya lebih menyukai blog yang memang gampang di akses setiap orang. Bisa dibaca kapan, siapa saja tanpa harus bayar dan juga kesempatan yang tepat untuk membaca. 
 
Semoga ide yang sebenarnya tidak besar, dalam arti spektakuler ini benar-benar dapat menggugahku ketika aku menulis saat ini juga.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!