Optimalkan Tulisan Blog Keren Agar Dilirik Oleh Brand Terkemuka

Blog Keren Sesuai SEO
Sumber : Dokpri

 

Tulisan Blog keren bagaikan etalase berjalan. Di luar cantik dan menarik. Di dalamnya juga tak kalah menyenangkan. Membuat orang betah baca hingga akhir dari cerita. Daya kreativitas ciptakan karya tulisan keren adalah yang utama. 


Keren bukan sekedar viral: 


Sering saya terjebak untuk sekedar menulis blog agar terlihat aktual dan viral. Begitu berpikir ada tema aktual, saya langsung catat. 

Setelah itu menuliskan dan menuangkan di draft, dipindahkan ke blog tanpa berpikir panjang. Tanpa pendalaman atau riset dilakukan, langsung diposting dalam waktu yang tidak lama. Jadilah karya kejar tayang yang pengin viral. Ternyata tulisan viral seperti ini tidak disukai brand maupun SEO, lalu apa masalahnya ?

Blog keren
Dokumen pribadi


Ternyata tulisan saya bukan konten yang keren. Keren itu berarti bermanfaat bagi pembaca, memenuhi kriteria SEO, memenuhi persyaratan dari brand .

Dalam bulan Agustus yang lalu, satu agency dan satu brand mengajukan penawaran kepada saya. Mereka menganggap tulisan saya cukup berbobot untuk bidang yang mereka inginkan. Tetapi satu kalimat yang membuat saya kaget adalah mereka mengajukan syarat yaitu tulisan saya harus bisa memenuhi standar Search Engine Optimatization (SEO) dan posisi berada dalam peringkat google page  One.

Saya kaget dan hening mendengar permintaan yang berat itu. Bagi saya riset konten saja berat, apalagi riset keywords untuk bisa jadi tulisan SEO, Apalagi saya belum sepenuhnya kuasai tehnik SEO. 
Berkecamuklah keraguan hati saya, mampukah untuk menulis seperti itu? Dalam hati saya, timbul pertanyaan mengapa brand hanya melirik tulisan sesuai parameter SEO. 

Saya menemukan jawabannya bahwa penghargaan penulis dilihat dari kualitas tulisannya. Apabila tulisan itu keren itu akan mendatangkan traffic . Kerennya tulisan karena telah ditulis sesuai dengan kaidah SEO . Otomatis jika banyak pembaca yang datang membaca tulisan saya maka tulisan saya akan bertengger di page 1 google. Tercapailah tujuan tulisan yang bagus ,keren dan viral. 

Bagaimana menulis secara SEO


Tulisan Blog Keren
canva.com


 Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan dalam ngeblog supaya tulisan kita benar-benar dapat dilirik oleh pembaca dan syukur-syukur dilirik oleh brand. Ketiga aspek itu adalah  estetika, fokus editorial, dan konten editorial berbasis data. 
Tulisan Blog Keren
Sumber: dokpri

Brand hanya melirik tulisan-tulisan blog yang keren sesuai dengan kaidah SEO , kualitas kontennya harus original, panjangnya paling sedikit 800 kata, kedalaman pembahasan jadi titik penting dan krusial.  

Untuk nulis secara SEO, terpaksa saya bongkar catatan webinar yang pernah saya miliki, contohnya tentang riset keywords, penempatannya. Saya langsung ikut webinar (lihat ceritanya di bawah ini), riset kata, riset tema, riset konten, menyiapkan pendukung tulisan seperti foto, ilustrasi. Setelah itu saya posting tulisan, dan saya optimalkan tulisan saya dengan menyebarkan ke media sosial yang saya miliki. Blok walking saya lakukan. Berharap besar tulisan itu bisa menduduki ranking satu di google page view.     Hasilnya cukup menyenangkan, tulisan itu bertengger di  halaman pertama.


 Undangan Webinar:


Di saat saya sedang mempersiapkan tulisan keren, saya mendapatkan kesempatan emas mendapat undangan webinar dari Ibu-ibu Doyan menulis, dalam acara Ngeblog Barang IM3 Ooredoo Jaktim-IIDN, temanya “Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog”. Webinar ini merupakan salah satu seri dari serangkaian webinar yang diadakan oleh IbuibuDoyan Menulis bekerja sama dengan IM3 Ooredoo selama bulan Agustus 2020.

Begitu acara dimulai, pembicara Priangga Otviapta, SEO Optimizer, menjelaskan apa itu SEO bagi pemula, mengapa penulis butuh keahlian SEO . Sebagai seorang praktisi SEO. Priangga menegaskan bahwa ada hubungannya antara tulisan berkualitas dengan SEO. 

Persaingan yang diciptakan mesin pencari membuat seorang pemilik website berlomba meningkatkan kualitas artikelnya. Salah satu cara agar tulisan kita bisa menaikkan peringkat kualitas berkaitan dengan SEO, adalah dengan mengenal SEO offpage

Dengan melakukan SEO offpage, kita akan mendapatkan traffic dari mesin pencarian google. Istilah keren ini membuat saya jadi penasaran sekali.

 Apa itu SEO offpage? Ternyata kita harus melakukan kegiatan backlink dari website orang lain. 

Backlink ini akan membantu keyword yang telah saya buat untuk bisa muncul di halaman utama google. 

Inilah yang benar-benar saya butuhkan. 

Dalam pemaparan mas Priangga, saya baru mengenal beberapa jenis backlink seperti :

  1. Backlink profile: Mudah caranya dengan menebarkan situs kita di situs milik orang lain. Membuatnya juga mudah. 
  2. Backlink komentar: dapat dilakukan dengan mudah saat kita meninggalkan komentar di kolom komentar yang disiapkan oleh blog orang lain . 
  3. Social bookmark: jenis backlink para member website dapat diperbolehkan mengirimkan artikel blog pribadi. 
  4. Kontekstual backlink:
  • Membuat tulisan di website orang lain. 
  • Meminta teman untuk memasang referensi ke blog artikel kita.
  • Membuat artikel berkualitas agar orang lain pun ikut bersedia memberikan backlink ke blog kita. 
  • Menggunakan jasa pihak ketiga. 

Setelah saya mendapatkan ilmu ini, segera saya praktekkan . Bangga dan senang ketika tulisan saya muncul di halaman pertama google. Ketekunan belajar dan kesempatan belajar dari Komunitas Ibu-Ibu Doyan Menulis membuat saya semangat terus untuk menulis konten viral dan keren. 

Nilai Belanja Paket Data yang makin meningkat:
Tulisan Blog Keren
Jumlah Pengguna Internet.  Sumber:  Kompas.ID


Menurut statistik dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia sebesar 256 juta di tahun 2019, jumlah pengguna internetnya sekitar 143,2 juta orang. Jumlah pengguna internet ini terus bertambah 10 tahun terakhir terutama dengan masuknya telepon genggam/seluler. Ditambah terjadinya kondisi Covid-19 melanda di seluruh Indonesia, terjadilah perubahan pola bekerja dan belajar atau disebut disruptif, bekerja, belajar dan beribadah di rumah (Work from Home).


Kebutuhan dasar yang dulunya hanya sandang dan pangan saja, sekarang berubah , penggunaan kuota internet diperlukan . Hasil survei sosial ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik, mengatakan 93% pengguna internet akses media sosial, mencari info, hiburan, platform pembelajaran, platform e-commerce.

Jumlah pengguna internet di rumah makin seru, kami bertiga, suami, dan anak. Ketiganya dengan aktif gunakan internet saat pagi hingga siang. Anak yang dulunya bekerja di kantor, tiba-tiba ikut “nimbrung” di rumah karena harus “work from home”. 

Terpaksa kami harus berbagi kuota yang memang terbatas sekali. Hambatan utamanya adalah sering terjadi, tiba-tiba kuota habis dan kami bertiga terpaksa berhenti bekerja dan menunggu hingga kuota internet ditambah. Pekerjaan dan produktivitas kerja jadi terhambat.  Sering saya merasa bersalah jika tidak mempersiapkan kuota internet yang cukup banyak untuk tiga orang dalam jangka waktu sebulan. 

Ternyata IM3Ooredoo Imprenuer  membantu saya dan keluarga untuk dapat menyelesaikan beberapa karya penullisan dengan tepat waktu karena jaringan yang lancar dan kuota yang mencukupi.  Saya tak khawatir lagi dengan terhentinya produktivitas, bahkan biaya internet  tiap bulan tidak membengkak.
Tulisan Blog Keren
Nilai Belanja Paket Data . Sumber:  Kompas.K

Nilai belanja paket data yang disajikan oleh Litbang Kompas mengatakan bahwa Internet Per Kapita Indonesia Rp.86.800 per bulan ini telah naik dua kali lipat pada tahun 2018 (sebelumnya hanya RP.43.500). Bayangkan jika dalam satu keluarga , ayah, ibu dengan tiga anak berarti total 5 orang ,biaya untuk belanja paket data bisa mencapai Rp.432.500. 

Belum lagi jika ditengah bulan, sudah habis dan harus beli retail, total biaya untuk beli paket data jadi membengkak. Beli retail jika dijumlahkan secara total itu lebih boros apabila kita bisa membeli dalam paket yang sudah pasti pengeluaran kita sebulan dan pembagian kuota pun dapat diatur antara sesama anggota keluarga. 

 
Pusing dan pening ketika orangtua yang memiliki anak-anak dengan status pelajar, mahasiswa. Ketika kondisi Covid-19 masih terus berlangsung lama, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun diterapkan oleh sekolah maupun kampus. 

Kebutuhan handphone dan paket data jadi penting sekali. Tak bisa menghindari karena inilah kebutuhan mutlak untuk belajar agar tidak tertinggal dalam pembelajaran. 

Ternyata kepusingan orangtua terhadap masalah biaya paket data jadi concern atau perhatian dari Kementrian Pendidikan. Belajar lama 5 jam paling sedikit, membutuhkan kuota yang cukup besar paling sedikit 30 GB dalam waktu sebulan. 

 Kemendikbud telah bekerja sama dan dukungan dengan Operator Telekomunikasi untuk pembelajaran di rumah. Kemendikbud telah menunjuk sekolah-sekolah yang dapat bekerja-sama dengan Indosat Ooredoo.  Kegiatan Pembelajaran Jarak jauh ini melalui online (dalam jaringan) difasilitasi dan diberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dosen ,mahasiwa oleh operator telekomunikasi. 

Diharapkan mereka semua dapat belajar produktif di rumah. Salah satu pembelajaran gratis diberikan oleh Indosat Ooredoo . Kuota internet gratis ini dapat dimanfaatkan dengan mengakses lebih dari 60 platform e-learning salah satunya adalah RuangGuru dan 60 situs-situs resmi dari Universitas Indonesia agar mahasiswa dan dosen tetap tetap dapat lanjutkan perkuliahan. 


18 komentar

  1. huaaaaa aku dari mahasiswa sampai skrg pake indosat. soalnya harganya ramah dikantong apalagi dimasa sulit ini kalau lagi gak ada duit bisa beli yang paling murah jadi internet ttp bs on

    BalasHapus
  2. Saya pengguna setia indosat lho hehe, ramah di kantong dan jaringan lancar jaya(pengalaman pribadi)

    BalasHapus
  3. Benerrr banget ini
    Tulisan di digital world memang seyogyanya senantiasa mengaplikasikan SEO.
    Tapi teteupp kita nulisnya untuk dibaca manusia, jadi harus pakai perasaan qiqiqi

    BalasHapus
  4. Menurutku tulisan yang menarik tidak melulu yang berada di page one Google.
    Aku juga pakai 1m3. Sinyalnya ok di rumahku.

    BalasHapus
  5. Menurut saya ilmu SEO itu susah2 gampang ya mba. Ada seninya kalo orang bilang mah. Dan memang jadi kebanggaan buat kita kalo tulisan kita brhasil nangkring di halaman pertama google.

    BalasHapus
  6. Saya nggak ikutan kelas yang ini. Terima kasih Mbak Ina, jadi dapet rangkuman materi, deh, saya. Saya baru ngedalemin blog, pas ada SEO agak kaget juga. Ternyata ilmu ngeblog, dalem banget

    BalasHapus
  7. Harus diaplikasikan terus menerus juga kalau ilmu ini. Biar gak lupa juga biar gak berlalu begitu saja. SEO itu bagaikan ilmu LUX

    BalasHapus
  8. Senang sekali bisa mampir ke tulisan Ibu Ina kali ini. Wah iya nih. Sama masih berkutat dengan SEO On Page dan belum pernah coba coba bermain di ranah of fpage. Pengen coba juga deh. Mana tau tulisan saya bisa masuk page one.

    Btw soal Indosat. Saya pakai juga nih dari jaman SMA. Sudah lama sekali.

    BalasHapus
  9. SEO ini perlu konsisten menerapkannya ya. Apalagi untuk offpage yang harus rajin tanam2 link di situs lain, lumayan makan waktu. Tapi hasilnya juga bagus sih

    BalasHapus
  10. Eh ada tambahan ilmu baru nih ttg per-seo-an. Jujur saja, sebagai orang yg baru belajar SEO gini, proses menuju posting tulisan itu ternyata lebih panjang dari biasanya. Apalagi kalo harus taruh2 link gitu ya

    BalasHapus
  11. Nulis berkualitas dan tebar manfaat, makasih bu Ina untuk sekilas pengetahuan SEOnya. Aku masih baru di dunia SEO

    BalasHapus
  12. setuju mbak Ina, selain berkualitas sebaiknya bisa mematuhi kaidah SEO agar tulisan kita lebih menebar banyak manfaat
    Karena itu saya ikut ISB Course yang juga memberi materi SEO, hasilnya lumayan banget

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah selama ini aku menggunakan paket data ooredo dari im3, dan selama ini jarang terjadi gangguan :)

    BalasHapus
  14. Menulis tidak sembarang ya, harus bisa memenuhi kebutuhan pembaca. Alhamdulilah nih saya baru selesai belajar tentang SEO semoga bisa diterapkan ya

    BalasHapus
  15. belajar SEO itu berat hahhaa, aq sampai sekarang masih belum mudeng, tapi tetap berusaha utk terus belajar

    BalasHapus
  16. Pernah dengar juga kak, ada pengusaha sukses jualan bawang goreng bisa omset ratusan juta hanya karena bisa mengandalkan SEO

    BalasHapus
  17. Saya lagi belajar SEO juga, Teh. Lumayan pusing hahaha. Teteh keren loh bisa menerapkan SEO sampai page one :)

    BalasHapus
  18. Kadang yang terlalu ngejar keyword itu gak mikirin kontennya, contoh yang paling gampang ditemuin itu banyak pengulangan kata yang gak perlu, bahasa yang belibet atau sulit dibaca. ujung - ujungnya malah kita males sendiri bacanya. Salam kenal omah Ina dari bloger yang hobinya rebahan

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!