Perilaku Makan yang Menyenangkan Bagi Anak-Anak


Banyak ibu-ibu yang mengeluh bahwa anak balitanya sulit ketika disuruh makan. Ada yang berlari-lari, ada yang buang muka, ada yang buang makanannya. Ibu-ibu kehilangan akal bagaimana caranya agar anaknya bisa makan. 

 Agar anak mau makan,  anak-anak balita diberikan makan oleh pembantu-pembantunya dengan cara membawa anak itu ke luar rumah, diajak jalan di luar rumah.

 Makan sambil jalan-jalan adalah salah satu kebiasaan yang tidak baik atau tidak sehat . Tidak baik karena melatih anak untuk berkeliaran di luar rumah saat makan. Tidak sehat karena makanan yang dibawa oleh pembantu itu sangat mudah terkontaminasi dengan pelbagai macam kotoran, debu dan zat-zat yang membahayakan.

 Perilaku makan untuk anak itu harus dimulai sejak bayi . Ketika seorang ibu menyusui anaknya. Ibu tentu membuat jadwal, kapan waktunya anak diberikan susu. Jadwal itu sesuai dengan laparnya atau hausnya anak bukan sesuai dengan keinginan ibu . Nach ketika anak beranjak berumur 1-3 tahun, pola makan tentu berubah karena anak sudah mulai mengenal pelbagai macam jenis makanan dan sedikit demi sedikit porsinya juga berubah.

 Namun, dalam implementasi perilaku makan, ada hal-hal yang penting agar sejak dini anak dapat memperoleh makanan yang sehat tapi juga berperilaku makan yang menyenangkan.

 Menurut Dr. Sophie Nicklaus , Research Director dari INRA, implementasi dari perilaku makan anak yang menyenangkan itu harus didasarkan kepada alimentation. Alimentation berasal dari bahasa Perancis. Artinya adalah Kebutuhan nutrisi yang berkelanjutan.

 Kebutuhan nutrisi berkelanjutan seorang anak itu hanya dapat dipenuhi apabila ada elemen-elemen berikut ini: 

Kebutuhan nutrisi dasar:
shutterstock.com

Perlu diperhatikan oleh ibu-ibu sejak trimester akhir kehamilan dan berlangsung terus sampai masa balita.

 Pada periode ini multiplikasi sel meningkat sangat cepat dan mencapai puncaknya di usia 2 tahun Di usia 1 tahun syaraf otak anak mencapai 3 kali otak lahirnya. Sementara di usia 2 tahun mencapai 4 kali erat otak lahirnya. Masa ini merupakan golden age atau periode emas untuk mengisi kebutuhan nutrisi dasar ini sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan mental dan kognitif anak. 

 Perkembangan daya nalar anak seperti asam linoleat , asam linulenat, AA, DHA, Kolin, taurin dan inositol harus dipenuhi. Sementara nutrisi penting lainnya adalah Vitamin C dan E, selenium, zinc serta oligofruktosa.

 Kenyamanan:
shutterstock.com

 Saat makan tentunya saat yang menggembirakan . Bukan sebaliknya tertekan karena dipaksa makan atau dimarahin atau dibentak karena sudah waktunya makan. Makan dengan suasana yang sangat menggembirakan tentu akan menambah selera makan. Ajak bercanda atau bermain sebentar saja supaya anak mau makan dengan nuansa makan yang enak.

 Sosialisasi: 
shuttestock.com

Jika si kecil sudah bisa diajak duduk bersama di ruang makan, ajalah anak itu untuk duduk bersama-sama sambil bercerita dan bercengkerama . Suasana pun ikut cair dan gembira menambah selera makan . 

Ajarkan Perilaku Makan sedini mungkin: Konsep dasar dari makan yaitu mengapa saya harus makan, bagaimana saya makan dan berapa banyak saya makan harus diajarkan kepada anak sedini mungkin. 

Apa yang harus dimakan: Tentunya yang bergizi , sayuran dan buahan . Jika dimungkinkan makan 6-7 sayuran dalam setiap minggunya. Buah2an juga harus banyak variasinya yang mengandung vitamin C dan E. 

Tektur makanan mulai dari susu, sampai makanan lembut , agak keras dan akhirnya makanan keras

Jumlah makanan: 
shutterstock.com

Setiap anak berbeda porsi makanannya, tidak boleh dipaksakan harus sekian banyak setiap hari. Ada kalanya anak makan banyak tetapi ada kalanya sedikit. Lihatlah suasana hatinya. Tentu yang penting anak sudah merasa kenyang dan tidak lapar. Ajarkan agar dia menakar sendiri makanan yang ingin disantapnya. Hal ini sangat bermanfaat agar makanan tidak terbuang jika sudah kenyang.

 Cara memberikan makanan: 
shutterstock.com

Ketika anak balita sudah bisa duduk, berikan tempat duduk tinggi untuk makan. Buatlah duduknya cukup nyaman. Lalu berikan sendok dan mangkok plastik dan ajarkan untuk menyendok makanan sendiri. Awalnya pasti tidak bisa, tapi ajarkan dengan lembut dan berkali-kali berikan contoh cara menyendok. 

 Makanan Sehat Suasana Menyenangkan:
danone.com

 Seringkali anak memilih makanan tidak sehat. Berikan alasan kenapa dia harus makan makanan sehat. Lalu berikan rasa yang enak pada makanan itu atau buatlah kreativitas makan itu menjadi sesuatu yang lucu seperti dibuat ala hoka bento sehingga anak otomatis ingin makan. Makan juga merupakan simbolik dari suatu “value” dari suatu perayaan. Misalnya ada yang ulang tahun. Makan bersama dengan makanan sehat dan bergizi bersama teman-temannya membuat anak jadi lebih menyukai makanan yang disajikan. Jangan buat pesta ulang tahun dengan makanan yang serba “fast food”

Perilaku makan yang menyenangkan membuat anak sehat, sehat secara berkesinambungan karena anak sudah memahami cara mengelola makan secara bijak , makan sesuai porsi karena resource makin berkurang,  pangan terjaga agar tidak rusak.



Tidak ada komentar