![]() |
| wedding-ceremony-priest-puts-wedding-ring-groom-s-hand.jpg |
Di tengah tren pesta pernikahan yang menghabiskan ratusan juta rupiah, banyak pasangan lupa bahwa yang terpenting bukanlah kemewahan sehari, melainkan kebahagiaan yang dibangun seumur hidup. Benarkah pernikahan harus semahal itu?
Setelah hampir tujuh berturut-turut penurunan, angka pernikahan tahun 2025 menunjukkan kenaikan. Di tahun 2025 mencapai 1.480.048, dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar 1.478.302 pernikahan.
Jika hanya melihat angka pernikahan yang menurun lalu naik lagi, ada suatu fenomena yang menarik yang perlu dibahas saat ini.
Para calon pengantin yang ingin memasuki dunia baru, dunia keluarga, rupanya sudah berhitung secara matematis, tentang tingginya biaya pernikahan.
Di Indonesia, jika menikah tanpa pest aitu dianggap kurang afdol. Sementara biaya pesta pernikahan, apalagi di gedung cukup besar biayanya.
Lalu, mereka mulai memikirkan bagaimana caranya menikah tanpa ribet, dengan konsep yang paling sederhana sekali.
Justru esensi suatu pernikahan sebenarnya bukan pesta yang besar yang dikagumi semua orang. Namun, selesai nikah, justru membuat kepala pening karena banyaknya biaya yang harus ditanggung. Bahkan, ada calon pengantin yang berani mengambil risiko dengan mengutang untuk semua biaya pernikahan.
Yuk, kenapa tidak kembali kepada konsep sederhana makna pernikahan sederhana adalah memprioritaskan esensi, keintimana, dan efisiensi biaya. Ini cukup berfokus pada akad nikah atau pemberkatan , membatasi tamu undangan (inti dan hanya kerabat saja), menggunakan Lokasi alternatif seperti di rumah , KUA atau taman, sehingga menciptakan suasana sakral dan personal.
Bagaimana konsep pernikahan sederhana?
Intimate wedding: Jumlah tamu undangan di bawah 100 orang, sehingga momen lebih berkesan dan komunikatif.
Lokasi alternatif: Memanfaatkan ruang terbuka (taman, backyard), rumah ibadah, atau KUA dibandingkan dengan sewa gedung mewah.
Dekorasi minimalis: Menghindari dekorasi berlebihan. Lebih menonjolkan, pencahayaan alami (outdorrs) atau estetika ruangan yang sudah ada.
Efisiensi Anggaran: Anggaran dialokasikan kepada prioritas utama seperti mahar, cincin, dan dokumentasi dibandingkan elemen hiburan besar atau souvenir yang masif.
Pilihan konsep alternatif:
Pernikahan di KUA/Rumah ibadah:
Pilihan paling praktis, hemat biaya, dan fokus pada syarat sah pernikahan dan doa bersama keluarga init.
Golden picnic/party: Konsep luar ruangan yang santai, menyatu dengna alam, dan dekorasi yang memanfaatkan elemen lingkungan sekitar.
DIY (Do it Yours):
Melibatkan keluarga atau teman dekat untuk memeprispakan beberapa elemen seperti souvenir, undangan digital atau dekorasi untuk menekan biaya pengeluaran.
Tips Persiapan:
1.Kurasi daftar tamu: Buat daftar tamu prioritas (keluarga inti dan sahabat terdekat).
2.Pilih catering yang sesuai: Menggunakan sistem prasmanan sederhana atau memasan makanan rumahan yagn disesuaikan dengan jumlah tamu.
3.Manfaatkan layanan digital: Gunakan undangan digital dan live streaming untuk kerabat yang tidak bisa hadir secara langsung.

Tidak ada komentar
Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!