![]() |
| sad-hopeless-young-woman-sitting-alone-home-feeling-desperate.jpg |
Pernahkah Anda merasa cemas tanpa alasan jelas, seolah pikiran tidak pernah benar-benar istirahat? Kekhawatiran yang awalnya kecil bisa tumbuh menjadi beban besar yang mempengaruhi kesehatan, hubungan, bahkan cara kita menjalani hidup. Tanpa disadari, kita bukan hanya memikirkan kemungkinan buruk, kita sedang hidup di dalamnya berulang-ulang.
Di hari-hari belakangan ini, dijumpai orang baik dewasa, tua , anak muda yang dari fisiknya terlihat sehat dan baik-baik saja. Namun, ketika kita sudah bicara dengan mereka, jawaban dan komentar yang diberikan seringkali menjadi indikator response yang sangat menunjukkan adanya anxiety.
Contoh konkritnya, saya sedang duduk santai menunggu antrean di dokter . Tiba-tiba terdengar suara yang jangan jelas , saya tidak mampu menghadapi realitas yang jelek ini. Bagaimana jika dokter saja tidak bisa menolong? Saya harus ngapain? Buat apa saya ke dokter?
Kekhawatiran atau anxiety itu adalah hal yang biasa atau normal bagi setiap orang. Apalagi kita sekarang ini menghadapi dunia dengan berbagai masalahnya baik ekonomi, sekolah, pekerjaan yang tidak ada kepastiannya. Kesulitan itu begitu banyak dan kadang-kadang tidak ada ujung pangkalnya, bahkan tidak menemukan solusi pastinya.
Apakah kekhawatiran ini bisa menimbulkan efek yang berbahaya?
Memang secara langsung gangguan kecemasan dan serangan panik tidak menyebabkan kematian. Gejala fisik memang menakutkan, seperti detak jantung cepat dan nyeri dada, namun tidak mematikan secara instan.
Namun, kecemasan kronis yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan memicu kesehatan.
Jika kecemasan itu menjadi kronis atau berkelanjutan dan terus menerus, dan tidak ditangani, bahkan dibiarkan saja, kondisi ini dapat merusak kualitas hidup, memicu masalah fisik, sakit jantung, pencernaan bahkan risiko bunuh diri.
Dampak dari kecemasan kronis:
Dampak jangka panjang:
kecemasan kronis dan stres berat dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (jantung).
Risiko tidak langsung: Gangguan kecemasan berisiko tinggi jika disertai depresi berat , penggunaan zat atau komorbiditas penyakit fisik, secara tidak langsung dapat meningkatkan kematian dini.
Serangan panik:
Serangan panik dapat terasa seperti serangan jantung, namun jarang berakibat fatal atau menyebabkan kematian langsung.
Perilaku bunuh diri: Dalam kasus ekstrem dan parah, gangguan kecemasan dapat menyebabkan pikiran untuk bunuh diri.
Ada beberapa gejala fisik maupun gejala lain dari kecemasan
- Pusing
- Berkeringat
- Mual
- Merasa gelisah atau resah
- Sesak nafas
- Diare
- Mudah lelah
Selain gejala fisik yang dapat langsung dilihat ada hal-hal lain yang terlihat dalam pola pikir seperti:
- Percaya bahwa hal terburuk akan terjadi
- Kekhawatiran terus menerus
- Pola pikir serba atau tidak ada sama sekali
Generalisasi berlebihan
Dalam menentukan apakah penyebab seseorang menjadi cemas, lakukan observasi berikut ini:
- Menghindari situasi yang ditakuti
- Mencari kepastian
- Meragukan diri
- Rasa mudah tersinggung dan frustasi dalam situasi yang ditakuti
Tindakan kompulsif
Ketahuilah apa yang tidak boleh dilakukan:
Apabila kita menemukan orang yang cemas, tindakan yang harus kita hindari:
Cara kita yang paling baik saat menemukan orang yang cemas bukan berusaha keras menghilangkan atau menghindari penyebab kekhawatiran tersebut.
Kecemasan biasanya tidak hilang. Justru kecemasan akan tumbuh jika dia terus menghindari situasi sulit.
Menghindari situasi sulit bukan berarti dia akan lepas dari kesulitan, tetapi justru sebaliknya Anda menjerumuskan orang tersebut untuk tidak menghadapi ketakutan dan belajar menguasai kecemasan.
Jika dia terus menghindari, dunia semakin terbatas, kecemasan semakin meningkat.
Jangan memaksa konfrontasi
Apabila orang yang cemas itu belum merasa siap , jangan Anda masuk untuk menyelesaikannya.
Ada tahap-tahap yang harus dilakukan oleh mereka yang sudah ahli, hantarkan mereka kepada terapis professional sehingga orang yang mengalami kekhawatiran itu dapat melangkah setapak demi setapak melalui bimbingan seseorang yang berpengalaman.
Gunakan tips kecemasan yang ampuh:
Berikan validasi
Jangan pernah mengatakan : “Aku tidak percaya kamu kesal karena hal sekecil ini!” Hal ini berarti meremehkan seseorang. Anda justru harus memberikan dukungan: “Kecemasan kamu memang benar aku akui. Anda harus peka dan memahami apa yang dialami orang lain.
Ungkapan keprihatinan
Setiap melihat atau mendapatkan seseorang kena serangan panic attack, atau serangan panik, Anda hanya bisa minta dia untuk menarik nafas, buang nafas.
Saat Anda melihat teman atau keluarga dekat mulai menarik diri dari aktivitas yang dulu disukainya, Anda tak perlu menyembunyikan kekhawatiran Anda. Sebaiknya justru mendekatinya dengan cara hangat dan positif. Mulailah dialog bahwa Anda telah memperhatikan situasi perilaku yang berubah. Contohnya: “Hai saya perhatikan Anda menghindari datang ke pertemuan teman-teman . Bisakah Anda berbagi dengan saya apa yang menyebabkan perubahan itu? APakah mereka membutuhkan bantuan Anda?
Kapan menghubungi bantuan professional
Apabila mereka sudah tidak mampu lagi menikmati hidup, sulit untuk bergaul dengan teman-teman dan mulai adanya perubahan fisiknya yang memburuk, maka Anda harus mengingatkan mereka untuk bertemu dengan terapis atau professional.
Cara Terapi Kognitif:
Terapi kognitif Perilaku (CBT) untuk kecemasan fokusnya mengubah pola pikir negatif dan perilaku menghindari yang memicu cemas.
Caranya melakukan Terapi Kognitifi (CBT) untuk kecemasan
1.Identifikasi Pikiran Negatif: Terapis mengenali pola pikir “Katastropik” atau skenario terburuk sering muncul saat cemas.
2.Restrukturisasi kognitif (tentang pikiran): Anda belajar menantang pikiran negatif dan mengganti dengan perspektif yang lebih realistis dan seimbang.
3.Menulis jurnal pikiran: Mengatasi emosi, situasi, dan pikiran cemas setiap hari untuk memahami pola pemicu kecemasan
4.Teknik relaksasi dan mindfulness: Latihan nafas dalam atau kesadaraan saat ini untuk meredakan gejala fisik kecemasan.
5.Terapi Paparan (Exposure Therapy): Menghadapi situasi yang ditakuti secara bertahap dalam lingkungan yang aman untuk mengurangi ketakutan
6.Pekerjaan Rumah: Terapis sering memberikan tugas untuk mempraktikkan keterampilan baru dalam kehidupan sehari-hari.
Prosedur sesi terapis
1.Menentukan tujuan: Bekerja sama dengan terapis untuk menentukan tujuan spesifik.
2.Menguraikan masalah: Mengenai masalah besar dan kecil yang memicu kecemasan.
3.Evaluasi Diri: Memantau perilaku dan gejala secara berkala.
Kekhawatiran memang bagian hidup, tetapi bukan untuk menguasai hidup kita. Mengenali batasnya, memahami dampaknya dan mengambil langkah kecil untuk mengelolanya adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri. Dan ketika kita melihat orang lain tenggelam dalam kecemasan , kehadiran yang tenang mendengar tanpa menghakimi, seringkali menjadi pertolongan paling sederhana namun paling berarti. Karena pada akhirnya kita semua hanya butuh diingatkan, tidak semua harus ditanggung sendirian.

Tidak ada komentar
Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!