![]() |
| freepik.com |
Judul di atas memang lebih tepat dituliskan dalam bahasa Inggris ketimbang diterjemahaan dalam bahasa Indonesia.
Pengertiannya lebih dalam jika ditulis dalam bahasa Inggris. Makna terjemahannya mungkin kurang tepat,
Jika pasanganmu (suami) mengendalikan semua aspek mulai dari keuangan hingga semua keputusan rumah tangga, maka pasangannya (istri) akan merasa tidak bermanfaat.
Dalam sebuah keluarga memang tidak pernah ada yang sempurna . Namun, apabila ada situasi salah satu pasangan yang mengendalikan keuangan (finansial) dan mengatur seluru keputusan rumah tangga , hal ini akan menmibulkan rasa ketimpangan kekuasaan. Artinya pihak lain atau pasangan yang lain merasa tidak berharga, terkekang, dan tidak memiliki kebebasan.
Kondisi ini akan menimbulkan dan menciptakan ketimpangan kekuasaan, dimana pihak lain merasa tidak berharga, terkekang, dan tidak memiliki kebebasan.
Untuk mengetahui kekuasaan atau control apa yang dilakukan oleh pasangan, berikut ini adalah rinciannya:
1.Tanda-tanda finansial abuse:
Membatasi akses uang: Pasangan menahan dana, membatasi akses ke rekening bersama, atau memaksa pasangan lain meminta uang untuk kebutuhan dasar.
Menyembunyikan informasi: Pasangan tidak jujur mengenai jumlah pendaptan, utang atau aset.
Mengontrol keputusan: Semua keputusan (pengeluaran, karier, hingga aktivitas sehari-hari) ditentukan oleh satu pihak.
2.Dampak pada pasangan yang dikuasai : Rasa tidak berharga: Pihak yang dikontrol merasa tidak dihargai, tidak dianggap sebagai mitra setara, dan kehilangan harga diri.
Ketergantungan ekstrem: Terjebak dalam ketergantungan finansial, membuatnya sulit untuk mengambil keputusan sendiri atau keluar dari hubungan.
3.Stres dan Cemas: Adanya tekanan emosional yang tinggi karena merasa tidak memiliki kebebasan.
4.Bahaya bagi hubungan
Hubungan tidak sehat (Toxic relationship): Hubungan yang didasarkan pada manipulasi dan ketidakseimbangan kekuasaan , bukan kepercayaan
5.Potensi perceraian: Ketimpangan ekonomi dan masalah control keuangan adalah salah satu penyebab utama tingginya angka perceraian.
Dampak psikologis
Kondisi ketidakseimbangan kekuasaan dalam hubungan seringkali berujung pada pelecehan finansial. Ketika salah satu pihak mengendalikan seluruh askes ekonomi dan keputusan, pasangan lainnya kehilangan otonomi dan harga diri.
1.Kehilangan kepercayaan diri: Pasangan dikendalikan merasa “kerdil” dan tidak berdaya karena merasa harus minta izin untuk kebutuhan dasar.
2.Isolasi: Ketergantungan finansial seringkali digunakan untuk membatasi interaksi sosial pasangan dengan dunia luar.
3.Anxiety dan depresi: Perasaan terjebak dalam situasi yang tidak setara memicu stres kronis.
Solusi dan Cara mengatasi:
Apabila kekuasaan hanya pada suami sedangkan istrinya tidak dipercaya, istrinya tidak pernah diajak berkomunikasi, istrinya tidak pernah belajar berbagai aspek kehidupan, keuangan, hukum, dan lainnya .
Hal ini bukan karena sang istri tidak mampu belajar, tetapi karena istri percaya suaminya sebagai orang yang pertama yang mengerjakannya.
Jadi masalah utamanya adalah bukan karena bukan merasa seorang diri saja, tetapi karena “Ketidak pahaman “ apa yang seharusnya dikerjakan .
Komunikasi terbuka: Mulailah bicara tentang literasi finansial dan tujuan bersama. Jika suami mengerti tentang keuangan, sedangkan pasangann tidak mengerti, maka suami harus melibatkan istrinya dalam hal keuangan untuk mencapai keseimbangan.
Edukasi dan membangun kemandirian: Anda harus sadar bahwa anda adalah mitra bukan dominasi. Untuk bisa mandiri, mulailah menabung secara rahasia dan mengasah keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan.
Transparansi keuangan: Buat rekening bersama atau sekpakai anggara bersama yang adil.
Tetapkan batasan : Tegaskan bahwa dalam hubungan, kedua belah pihak setara, meskipun ada perbedaan pendapatan.
Cari Bantuan: Jika control sudah mengarah kepada kekerasan fisik/mental, konsultasikan kepada ahli atau konselor pernikahan.
Jika ingin rumah tangga harmonis dengan kekuasaan seimbang, usahakan ada tugas suami dan istri yang pembagiannya sebagai berikut ini:
Suami
- Jangan hanya menyimpan semua pengetahuan
- Melibatkan istrinya dalam aspek keuangan
- Jelaskan apa pun meskipun istri tidak bertanya
- Siapkan kehidupan istri selanjutkan jika anda tidak ada
Istri
- Selalu bertanya dirinya sendiri
- Belajar keuangan dasar
- Mengerti dimana dokumen disimpan
- Ketergantungan membuat kerusakan diri sendiri
Love should create helpessness. Knowledge should be share in every relationship
Dr.Tushar Chokshi

Tidak ada komentar
Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!