Scale Up Tanpa Kehilangan Identitas: Cara Didiet Maulana Membangun Bisnis Kreatif

Tingkatkan Bisnis Kreatif


Bagaimana sebuah karya berbasis budaya bisa tumbuh menjadi bisnis kreatif yang mendunia? Didiet Maulana membuktikan bahwa kreativitas yang dirawat dengan visi dan konsistensi mampu naik kelas tanpa kehilangan jati diri. 


 Seharian mulai dari malam hingga dini hari hujan rintik-rintik, tak berhenti. Mendung membuat malas untuk datang ke workshop “Scaling Creatiave Business” by Didiet Maulana. 

 Dari empat event yang diadakan oleh Astra mulai dari pengumuman Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2025, “Jamu for Mindfulness”, “Pottery Painting”, Scalling Creative Business”, saya memilih untuk mengikuti workshop Scaling Creative Business di hari terakhir.

Meskipun temanya sangat tidak relevan dengan profesi saya sebagai penulis, tetapi justru topik ini sangat menarik untuk diangkat. Awalnya saya sendiri juga tak mengenal siapa Didit Maulana. Setelah mencari informasi dari Google, ternyata sosok Didit adalah seorang yang berhasil dalam memadukan warisan budaya ikat dengan desain yang relevan secara global.

Sebagai direktur kreatif dengan brand IKAT Indonesia, keberhasilan mengangkat tenun Indonesia ke dalam fesyen temporer. Di kancah global , termasuk peragaan busana di New York Fashion Week 2023. Kancah karirnya tak hanya berhenti di situ, dia berperan aktif sebagai educator dan storyteller dengan dua buku , Kisah Kebaya (2021) dan Pesan yang Datang Belakangan (PYDB) (2023). Dia juga ingin memberdayakan para UMKM melalui “Jadi Gini Belajar Bersama (JGBB), platform edukasi yang menjangkau 30.000 UMKM.

 Di sini saya baru menyadari bahwa topik “Scalling Creative Business” ini ada kaitannya para UMKM yang datang hadir di Galeri Astra. Kehadiran mereka itu memang tepat untuk mendengarkan workshop singkat . 

tepat banget jam 13.00 segera mulai. Nach Didiet memperkenalkan siapa dirinya. Bahkan sedikit perkenalan lebih jauh ketika masa kecilnya di usia 5 tahun pun dia sudah punya “sense of business” dengan uang jajan dari ibunya, seorang single parent. 

Berawal dari modal dengkul , buka sebagai fashion designer dengan hanya 3 orang saja. Dia merangkap segala jabatan mulai dari pembelian material, designer, pemasaran, bahkan customer service. Akhirnya sampai kepada puncak dari karirnya sebagai Creative Director of IKAT yang sudah mendunia. 

Dalam paparan singkatnya, Didiet tiga topik dengan sangat singkat: 

1.Bagaimana harus meningkatkan value produk serta berinovasi: 


Hal yang utama adalah mengenal usaha kita dulu.

 a.Mengapa kita mengerjakan ini?  Alasan utama yang paling penting . Dari alasan ini harus kuat dari segi motivasi dan kuat dari segi survei 

b.Produk apa yang kita jual: Produknya harus konsisten dan fokus

 c.Jualan kepada siapa? (Target pasar):  Kita harus mengetahui siapa calon pembeli kita , apa gender (perempuan), usianya (30,40,50 tahun).

 d.Bagaimana pemasarannya: Dari pengalaman, Didiet menjelaskan bahwa 10-20% dari penjualan itu harus dialokasikan untuk pemasaran. Apalagi produk baru yang dikenal oleh masyarakat harus punya pemasaran yang luas jangkauannya. 

e.Dimana jualannya:  Jika menggunakan media sosial, pastikan bahwa personal brand dari produk itu harus diperkenalkan secara unik . 

f.Apa kelebihan dan area yang perlu dikembangkan lagi?:

Keunikan produk yang Anda jual harus ditonjolkan dengan begitu pembeli potensial akan mengenal dan mengetahui proses pembuatan produk sehingga ada nilai tambah dari produk itu. Untuk pengembangan, setelah ada testimoni dari pembeli, perlu diperhatikan apa saja kebutuhan dari pembeli produk misalnya kemasannya harus bagus dan unik. 

2.Mengapa butuh branding? 

Tujuan dari branding adalah

1.Branding membuat persepsi 
2,Kejelasan tujuan dan visi sebuah brand akan memudahkan orang memilih product
3.Branding akan membuat keterkaitan emosi. 
4.Branding membantu orang untuk memilih produk kita. 
5.Branding akan meningkatkan nilai, meningkatkan penjualan dan membuat usaha kita lestari. 

3. Mengenal teknik dasar pemasaran/marketing


 Anda harus ingat bahwa orang tidak membeli barang dan jasa, mereka membeli kebutuhan cerita dan keajaiban. Langkah-langkah menyusun strategi marketing 

1.Analisa keadaan brand Anda : 1.Membuat list tentang situasi brand Anda 
2.Definisikan target market: Segementasi customer , studi demografis, 
3.Set tujuan marketing Anda; Membuat daftar tujuan anda membuat strategi marketing
4. Menentukan budget dan kegiatan: Detailing 
5.Pilih Platform marketing Anda: berada dimana target market anda berada 
6.Timeline: Menenukatn waktu eksekusi dan periodenya 

 Selanjutnya Didiet memaparkan “journey of Ikat Indonesia” dari nol hingga sukses, tidak mudah, penuh perjuangan dan penuh tantangan. 

 Last but not least, sesi diakhiri dengan Sesi review product UMKM yang sangat beragam. Para UMKM ini juga inovatif dan kreatif, mengajukan beberapa pertanyaan untuk masalah yang dihadapinya dalam membangun pasar untuk produknya.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman