![]() |
Finansial Freedom/Freepik.com |
Sepasang suami istri di usia senjanya tinggal di daerah cukup elit , di Bandung. Kondisi rumahnya sangat tidak terawat, berantakan, ada banyak alat-alat rumah tangga yang dibiarkan berdebu, tidak dibersihkan maupun ditata .
Keadaan rumah berantakan ini disebabkan Ibu Lauren, usia 76 tahun itu tak punya waktu mengurus rumah karena dia harus mengurus suaminya yang terkena stroke, dan anaknya yang autis.
Di usia senjanya, ibu Lauren terpaksa harus mencari uang sendiri untuk bisa mencukupi kebutuhan biaya hidup dirinya, suami serta anaknya. Dia menjajakan nasi goreng dengan hasil cukup Rp.200.000 untuk semua kebutuhan hidup termasuk obat-obatan suami dan anaknya.
Sungguh tragis bukan melihat kondisi lansia yang dulu di usia muda pernah mengalami kejayaan hidup dengan glamor , serba kecukupan, tapi justru kini di usia lansia, hidupnya penuh sengsara .
Kisah lain adalah mereka para lansia yang juga merasa “terbuang” ketika anak-anaknya (ada yang memiliki dua anak, ada juga yang memiliki empat anak), menyerahkan ibunya ke Griya Lansia. Sebuah panti seharusnya khusus untuk mereka yang secara finansial tak punya kemampuan untuk merawat dirinya sebagai lansia. Dari segi ibu lansia, kenapa kita tidak menjadi manusia yang mandiri secara finansial.
Hikmah dari kisah kehidupan di atas adalah manusia ketika saat masa produktif , masih berkecukupan di masa mudanya, lupa untuk menyisihkan dana untuk passive income setelah pensiun. Akibatnya para lansia itu tak punya finansial freedom.
Data dari BPS menunjukkan bahwa lansia yang punya Tabungan atau passive income setelah pensiun hanya 6% dari total tenaga kerja formal/informal .
Apa itu finansial freedom?
Kita semua akan menghadapi fase kehidupan dari lahir, bayi, dewasa, bekerja, tua dan meninggal. Pada akhir fase sebelum meninggal, orang akan menjadi tua. Tua itu tak bisa dihindari, kecuali mereka yang meninggal di usia muda. Di usia tua itu, kita juga masih punya kebutuhan hidup.
Sayangnya,ketika anda masih muda dan produktif, punya dana yang cukup untuk ditabung untuk hari pensiun, tapi kesadaran itu selalu datangnya terlambat.
Apabila kita punya passive income sejak muda, kita tidak akan terlantar di usia senior. Finansial freedom itu menjadi penting karena kita tidak akan kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan kita di saat senior, cukup uang untuk menutup pengeluaran yang besar di saat tua karena kesehatan yang menurun dan kita juga ingin tetap punya gaya hidup dan kualitas hidup yang memadai. Hal ini hanya dapat dikover apabila kita punya passive income yang sudah dipersiapkan sejak dini.
Berikut ini adalah langkah-langkah finansial freedom yang perlu dilakukan
1.Meningkatkan literasi keuangan
Literasi keuangan atau pengetahuan tentang berbagai macam produk keuangan perlu dipahami. Untuk mengetahuinya banyak sekali sumber-sumber yang dapat diakses, baik itu buku maupun dari sumber softcopy dari berbagai Lembaga keuangan.
2.Membuat anggaran yang realistis
Usia pensiun di tiap kantor pasti berbeda, ada yang usia 55, 58, 65 dan sebagainya. Namun, prinsipnya kita buat anggaran berapa lama kita akan pensiun dan rentang berapa lama kita masih produktivitas. Jika kita baru bisa menabung di usia 34 tahun, sedangkan usia pensiun 55 tahun, artinya kesempatan untuk menabung hanya tinggal 21 tahun saja.
Sementara itu, kita perlu menghitung dulu berapa kebutuhan dari usia pensiun dengan lamanya kita hidup, misalnya usia harapan hidup untuk perempuan adalah 80 tahun, artinya kebutuhan hidup setelah pensiun adalah 25 tahun (80 tahun – 55 tahun).
Jika kebutuhan hidup di usia 55 tahun adalah 10 juta maka Anda butuh 10x 12 x 25 tahun = Rp.3 milyar
Dengan uang Rp.3 milyar ini artinya Anda harus menabung sekitar Rp.11 juta per bulan. Apabila gaji Anda belum memungkinkan untuk menabung sebesar itu, Anda harus realistis seoptimalnya Anda untuk menabung sesuai dengan kemampuan .
3.Hindari Hutang yang tak diinginkan
Di saat jelang pensiun, selalu hindari hutang yang tidak produktif. Misalnya beli mobil, motor, peralatan hobi yang mahal. Hutang itu akan membebani Anda dalam alokasi nabung untuk pensiun.
4.Emergency fund
Setiap pekerjaan selalu ada risiko kerjanya. Diharapkan Anda selain nabung untuk pensiun, juga punya emergency funds yang besarnya sekitar 3x gaji terakhir.
5.Investasi
Dari dana yang terkumpul pada poin kedua itu, kamu harus mulai dengan menginvestasikannya ke dalam produk-produk pasar saham, obligasi, atau reksadana, emas dan sebagainya. Dari jumlah investasi yang sedikit, selalu ditambah atau top up sehingga mencapai total jumlah portofolionya hingga Rp.3 milyar.
Perlu diingat bahwa inestasi ini untuk kepentingan pensiun, nach pilihlah inestasi yang risikonya kecil supaya dana yang sudah terkumpul dan sebagai portofolio itu tak habis dikurangi kerugian yang ditimbulkan.
6.Diversifikasi pencapatan
Ketika Anda sudah sampai di titik pensiun, dan menggantung diri dari imbal hasil invstasi untuk pendapatan, sebaiknya cari investasi yang memasng sesuai dengan profil. Namun, juga harus diingat bahwa jangan meletakkan investasi hanya di satu produk investasi saja, tapi dimasukkan ke beberapa produk yang memang Anda kuasai.
Mengapa finansial freedom sangat penting?
1.Kualitas hidup di masa pensiun
Anda pasti menginginkan bahwa kualitas hidup di masa pensiun jadi rendah, misalnya harus kekurangan gizi karena tidak mampu beli makanan yang baik dan bernutrisi. Kualitas hidup yang terjaga akan merawat kesehatan kita . Hal ini juga akan mengurangi risiko sakit berat atau sakit kritis.
2.Hindari ketergantungan kepada keluarga
Seperti kedua di atas, para ibu-ibu yang merasa “dibuang” oleh anaknya yang tak mau merawat anaknya. Mereka itu bukan tidak mampu, tetapi tidak mau merawat orang tua yang telah mendidik dan membesarkan dengan kasih sayang.
Bagi kita sebagai lansia, suatu pembelajaran yang sangat baik untuk tidak tergantung finansial kepada anak-anak. Meskipun fisik sudah tak mungkin bekerja di kantor, di rumah, tetapi ada passive income kita yang memampukan hidup kita tidak sia-sia.
3.Mengatasi inflasi
Setiap tahun harga barang pokok, kebutuhan hidup pasti naik. Kenaikan harga kebutuhan itu disebut dengan inflasi. Ada yang mengatakan inflasi normalnya sekitar 2%. Nach jika kita masih hidup 25 tahun lagi, artinya ada sekitar 50% dari kebutuhan hidup yang harus kita siapkan.
Memperhitungkan inflasi atas kebutuhan itu, ada investasi yang melindungi aset kita, misalnya dengan beli emas .
4.Memberi ketenangan dan keamanan finansial
Bayangkan apabila Anda sudah pensiun, tidak ada uang pensiun dari perusahaan maupun simpanan dana pensiun untuk melanjutkan hidup. Apa yang terjadi? Kita akan gentar, takut, bingung dan berpikir gamang.
Sebaliknya jika kita sudah memeprsiapkan diri dengan dana pensiun yang mencukupi kebutuhan hidup sesuai dengan gaya hidup sederhana, maka kita akan merasa nyaman, tenang karena ada keuangan yang menjaminnya.
Metode 4% Rule
Sebagai Strategi Dana Pensiun
William Bengan, seorang penasihat keuangan , pada tahun 1994 telah memperkenalkan suatu strategi bagaimana membangun portofolio ivnestasi saat pensiun dan tidak banyak risiko dan kehilangan dalam jangka panjang.
Metode ini dapat digunakan apabila kamu telah mencapai target pensiunmu, misalnya 5 milyar di usia 55 tahun. Pada tahun pertama masa pensiun, kamu hanya bisa mencarikan 4% dari total portofolio investasi, misalnya 200 juta untuk kebutuhan dalam jangka waktu satu tahun.
Namun, pada tahun berikutnya angka 4% itu akan hilang relevansinya karena dampak dari faktor inflasi. Misalnya inflasi yang terjadi sebesar 2% maka penarikan penarikannya akan menjadi Rp.200 juta x 102% = Rp.204 juta.
Hal yang sering dilupakan orang dan kurang kesadarannya bahwa ada faktor-faktor inflasi dan faktor ekonomi lainnya yang membuat metode 4% ini tidak bisa berlaku lagi.
Selalu mengadakan review atau analisa untuk penyesuaian strategi agar perubahan signifikan dalam kondisi pasar atau kebutuhan keuanganmu.
Tidak ada komentar
Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!