Dibalik Larangan Buka Puasa Bersama, Ada Tujuan Mulia

Larangan Berbuka Puasa
dokpri



Siapa yang sudah baca larangan Buka Bersama yang dikeluarkan oleh Sekretariat Negara? Pasti yang belum mendengar, akan kaget dong. Komentar netizen pasti banyak, terutama mereka yang sudah terbiasa setiap Ramadan, akan buka bersama dengan teman-teman.

Salah satu kegiatan rutin yang sering dilakukan pada bulan Ramadhan adalah buka bersama. Buka Bersama atau disebut dengan ifthar jama’I sangat dianjurkan oleh Nabi SAW karena akan mendatang keberkahan. 

Ketika saya masih bekerja, di hari Ramadhan, di hari pertama pasti teman-teman saya buka bersama dengan keluarga intinya. Tetapi seminggu kemudian, gaya buka bersama dengan teman-teman satu divisi pun mulai dijadwalkan. 

Hampir tiap minggu ada buka bersama entah itu satu atau dua kali . Setiap kali buka bersama, kami telah mengatur dimana akan buka bersama, juga dananya pasti patungan . Hebohnya jika akan buka bersama, begitu teng jam 17:000 artinya selesai jam kerja ( jam kerja kami tetap seperti biasa), maka kami sudah mulai beberes untuk menuju ke restoran yang dituju. 

Setelah tiba di restoran, teman-teman saya sudah mulai sembahyang dulu . Selesai itu, barulah mereka menunggu di meja. Semua menu sudah disiapkan dari pukul 17.30. Nach begitu bedug, mulailah semua yang berbuka bersama saat waktu Magrib. 
Kehangatan kebersamaan dan kebersamaan berkumpul berbuka puasa menjadi suatu kenikmatan tersendiri. 
portal islam



Sayangnya, tiba-tiba di hari jelang Ramadhan, kita mendengar bahwa Presiden melarang Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah menggelar buka puasa bersama. Alasan yang diajukan adalah karena kita sedang dalam masa transisi dari pandemi menuju ke endemi. 

Arahan larangan buka bersama itu juga ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri untuk menindak lanjuti arahan . Presiden ingin agar para gubernur, bupati dan wali kota juga mematuhi dengan alasan penanganan Covid 19 masih dalam transisi, karena itu kehati-hatin diperlukan.

Narasi yang tidak komprehensif Alasan yang dikemukakan oleh Presiden sebagai larangan buka bersama untuk para ASN, pejabat hanya karena alasan covid dianggap sebagai alasan tidak masuk akal atau kurang jelas .

 Pelbagai kalangan jadi ikut berbicara dan sangat mengharapkan agar larangan itu punya alasan spesifik yang lebih komprehensif pemaparannya atau narasinya.

 Nur Hidayat pakar kebijakan public menilai bahawa larangan aparatur sipil ((ASN) dan pegawai negeri sipil (PNS) untuk berbuka buka puasa bersama pada Ramadhan tahun 2023 tidak memiliki narasi yang komprehensif. 

Juga Hidayat menuturkan ASN dan PNS dilarang berkumpul bersama pada Ramadhan, tapi ribuan perangkat desa hadir di Gelora Bung Karno (GBK) dan diizinkan menggunakan pertunjukan music yang digelar besar-besaran belakangan ini. 

Juga Hidayat mempertanyakan saat kunjungan presiden ke berbagai pelosok daerah bersama dengan ASN dan pejabat juga terus terjadi. Jadi sungguh tidak masuk akal larangan buka bersama justru dilarang hanya karena alasan Covid 19 yang sebenarnya sudah tidak ada lagi larangan untuk berkumpul bersama. Terlihat bahwa larangan buka bersama itu tidak ada konsistensi dengan pelonggaran kebijakan Covid 19 demi pemulihan ekonomi .

Dari epidemiolog di Griffith University, Dicky Budiman ,menilai bahwa larangan itu memang untuk kehati-hatian dan meskipun situasi terkendali tapi lebih penting untuk tidak melakukan kegiatan buka bersama puasa secara massal. 

Ditegaskan oleh Pramono Andung selaku Sekretaris Kabinet bahwa arahan Presiden itu ditujukan kepada Lembaga pemerintah non kementerian. Bukan untuk kalangan masyarakat umum. Manfaat Buka Bersama: 

Jadi sekarang kita semua sebagai warga negara yang tidak duduk di jajaran Pemerintah boleh lega dong, bisa buka bersama. Apalagi dengan manfaat buka bersama yang sangat bagus yaitu 

 1. Mempererat tali silaturahmi 


Mempererat tali silaturahmi dengan menyantap hidangan buka bersama , jalinan silaturahmi makin erat. Menyambung kehangatan tali silaturahmi yang putus dan ikatan kekeluargaan makin dekat. 

2.Sarana interaksi yang positif 


Buka bersama bersama akan menjalin komunikasi dan interaksi yang positif baik dengan rekan kerja maupun keluarga sambil menikmati buka puasa.

 3. Mengisi waktu luang yang bermanfaat 


Waktu luang jelang buka bersama jika dimanfaatkan secara bersama-sama akan terasa manfaatnya, saling tukar informasi, ilmu dan pengalaman. 

4.Menghilangkan stres 


Stres yang menumpuk akibat pekerjaan dan aktivitas yang lain akan mereda saat buka puasa bersama. 

Tujuan pelarangan berbuka puasa bersama itu ternyata punya tujuan mulia.  Anggaran Berbuka puasa yang dilarang bagi ASN, PNS atau Pejabat non kementerian dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk mereka yang membutuhkan . Tujuannya sangat mulia, jika anggaran Buka berbuka Puasa untuk departemen itu yang makan adalah pekerjanya, sementara jika disalurkan maka mereka yang butuh uluran tangan bisa menjadi berkat.

1 komentar

  1. jadi ini penyebab ga dibolehinnya buka bersama oleh pemerintah, di sosial media udah rame aja soalnya.
    Ternyata peruntukannya untuk lembaga pemerintah non kementerian
    dulu waktu masih rame ramenya angka covid, kayaknya tempat makan nggak rame seperti bulan ramadhan sebelumnya, karena orang juga takut untuk kumpul di ruang terbuka

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman