Gaya Hidup Konsumtif Merugikan Dirimu Sendiri! Yuk, Ubah Gaya Hidupmu

Gaya Hidup Konsumtif
pexels-angela-roma



Jika kita melihat di media sosial, para sosialita memamerkan gaya hidup konsumtif. Mulai dari pakaian yang dikenakan pasti dari brand ternama, assesori (jam, kalung dan tas), hingga makanan dan rumah yang dimiliki semuanya serba wah!  

Tidak setiap orang mampu membeli barang-barang brand dan hidup mewah.  Kemampuan tiap orang pasti berbeda satu dengan yang lainnya.

Well, gaya konsumtif itu adalah perilaku yang berlebihkan dan membabi buta untuk beli barang untuk dipamerkan dan kepuasan dari orang yang memilikinya. 

Gaya konsumtif bukan sekedar dimiliki oleh segelintir individu saja, tapi juga dimiliki oleh orang yang punya perilaku setiap orang yang membeli sesuatu secara membabi buta tanpa memikirkan apa cukup uangnya atau bisa membayarnya jika belinya gunakan kartu kredit. 

 Kerugian gaya konsumtif: 


1.Pengeluaran belanja yang diluar dari pendapatan , bahkan apa yang dibelanjakan itu tidak selalu diperlukan untuk dipakai. 
2.Nafsu belanja karena kepuasan materi semata 
3.Perilaku hedonism dan sulit dikontrol 
4.Membuat kecemburuan sosial bagi orang lain , ada juga yang ingin meniru gaya hidup seperti itu . 
5Tidak dapat menabung 
6.Tidak memiliki dana darurat Apabila kita memahami bahwa gaya hidup konsumtif itu hakekatnya merugikan diri sendiri, apakah kitab isa memperbaiki diri . 

Cara menghindari pola perilaku konsumtif dapat dilakukan berikut ini:


1.Membuat anggaran pengeluaran bulanan dan menentukan prioritas utama untuk kebutuhan.Anggaran ini sebagai dasar agar kita tidak menghabiskan dana terlalu besar dalam pengeluaran atas suatu barang yang tidak dibutuhkan. Juga kita dapat menahan agar tidak belanja secara impulsif.

2.  Membuat anggaran biaya. Bukan hanya anggaran pengeluaran, tapi anggaran spesifik yaitu anggaran belanja pun harus dirinci dengan teliti. Dari anggaran biaya kami bisa mengetahui pos-pos pengeluaran apa yang harus dipenuhi dan apa yang harus dikurangi atau dihindari dari pembelanjaan di luar anggaran.   Jika tidak kamu lakukan akan membuat keuangan jadi minus.

3. Mencatat setiap pengeluaran. Belum terbiasa untuk mencatat setiap pengeluaran? Memang sulit karena pada dasarnya untuk melakukan anggaran biaya, kamu mulai membiasakan diri dengan pencatatan. Setiap pencatatan dapat dimonitor apakah sudah dianggarkan dalam anggaran atau belum. Ketika kamu mencatat semua belanja, kamu akan merasakan betapa tinggi pengeluaran, dan kamu bisa stop untuk melakukan penghematan. 

4.Mengalokasi dana pada kebutuhan primer seperti asuransi Kesehatan atau pendidikan. 

5.Kurangi bepergian Jika kita bepergian pasti membutuhkan transportasi, belum lagi jika kita terpaksa makan siang atau makan malam di luar, pasti ada biaya yang tak terduga yang harus dikeluarkan. Sebaiknya anggaran untuk bepergian pun dilakukan supaya kita dapat menekan biaya untuk bepergian. 

6.Membuang jauh rasa gengsi yang dimiliki. Sering mendengar kata “gengsi itu mahal”. Jika kita hidup hanya untuk gengsi , misalnya diajak teman makan di resto mahal tak sesuai dengan kantong, kita tak perlu gengsi yach. Katakan jujur saja, “tak bisa karena tak punya uang”. 


Ketimbang menerima tawaran, setelah itu bingung cara bayarnya gimana atau ngutang kesana kemari. 

Sering juga demi gengsi, orang ingin punya mobil padahal tak ada pendapatan sama sekali. AKhirnya biaya mobil yang menumpuk dan terpaksa ngutang. Gengsi mahal bukan? 


Semakin kita mengenal diri kita dan mampu menahan diri, tentu gaya hidup konsumtif dapat dikurangi atau bahkan diubah dalam diri kita. Yang penting bahagia hidup seadanya dan tidak perlu gengsi.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman