Review: Puspa Ragam Kisah Inspiratif Warga 50+

Review Puspa Ragam Kisah Inspsiratif
sumber: Jim Mintarja



Usia 50 boleh dikatakan “golden ages”. Usia bukan sekedar angka saja. Walaupun dikatakan usia emas, tetapi tak ada artinya jika di usia 50 kita tidak mampu berbuat sesuatu yang produktif atau membahagiakan orang lain. 

Justru di usia 50 inilah kita sebagai lansia atau “senior people” perlu membuktikan bahwa usia tak membatasi kemampuan kita untuk menorehkan segudang pengalaman hidup yang penuh sarat makna dalam suatu tulisan. 

Motivasi kuat untuk bisa mewariskan suatu “legacy” itu membuat proses penulisan buku yang berjudul “Puspa Ragam Kisah Inspiratif Warga 50+” tak pernah berhenti meskipun banyak tantangan baik dari segi editor maupun jadwal waktu penyelesaian untuk pencetakannya. 

Saya merasakan beberapa orang senior yang belum pengalaman menulis, dan baru pertama kali menulis untuk buku. Saya merasakan getar-getar kegembirakan menuliskan pengalaman hidup terutama nilai-nilai kehidupan yang sangat bermanfaat bagi lintas generasi.

 Saya sebagai salah satu kontributor  buku ini merasa kurang percaya diri . Saya merasa tidak optimal dan tidak merasakan getar pengalaman hidup yang bisa saya bagikan. Kurang maksimal tulisan saya membuat saya tak begitu antusias untuk memesan buku ini secara kolektif melalui panitia peluncuruan buku kepada penerbit.

Namun, saya begitu buku ini sudah ada di depan saya, saya menyadari bahwa buku berhalaman 306 dengan 64 cerita pendek seperti “Chicken Soup” , tiga kategori yaitu Kemurahan Hati, Integritas, dan Rahmat sebagai Senior ternyata merupakan sebuah buku yang sangat berharga untuk dimiliki .





Mata saya tertuju cover buku yang sangat menarik karena warnanya yang cerah , merah, kuning, hijau dengan angka 50plus bertebaran, serta gambar artistik, bunga Puspa dan goresan kuat dari seorang yang punya darah seni, Saedarma Wijono.   Warna yang berwarna-warni merupakan falsafah dari beragam cerita penulisnya yang berjumlah 33.

3 Favorit tulisan yang saya sukai adalah  “Pemberian Kecil yang berdampak Besar”, “Ujian Lampu Merah”, “Anak Sebelas Kosong dan Zero Mind”. 

Mengapa ketiga cerita itu menjadi favorit saya?




"Pemberian Kecil yang Berdampak Besar",  hal.7

 Saya merasakan getar-getar suasana kebatinan dari penulisnya mengutarakan bagaimana pemberian sekecil itu yang dia anggap tidak bisa berguna atau bermanfaat, ternyata membuahkan hasil yang luar biasa bagi penerimanya. 

"Ujian Lampu Merah", hal 133

Cerita yang unik, lucu bahkan menggambarkan dengan detail bagaimana penulis yang harus menembus hujan  dengan motornya dan rasa ingin ke belakang terpaksa berbuat curang dalam beretika lalu lintas. 

Lampu merah diterjangnya. Kata-kata yang sangat tepat menggambarkan bahwa dia tak bisa lulus dengan etika lalu lintas, Aku lolos tapi tidak lulus. 

"Anak Sebelas Kosong dan Zero Mind",  hal 311 

Pergulatan batin untuk mendapatkan anugerah seorang anak belum juga didapatkan . Hingga usia perkawinan yang ke sebelas masih kosong artinya belum memiliki anak. Dengan iman yang teguh kepada Allah, dan mengarungi kelanjutan hidup dengan zero mind dalam pengertian tanpa harus beragumentasi mengapa dan kapan anugerah itu diberikan, akhirnya terkabullah apa yang diinginkan.  Suatu pengalaman hidup pernikahan dan pergumulan batin yang sangat sakral. 

 

Keunggulan Buku Puspa Ragam

  • Semua karakter kehidupan pengalaman hidup yang diutarakan dalam buku ini benar-benar “real”, tidak ada rekayasa, baik itu pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain yang dikenal penulis. 
  • Tidak ada hal yang tersirat dalam buku ini, semuanya dituliskan dengan dan jelas mengenai pengalaman hidup masing-masing penulis. 
  • Ada cerita khusus yang membuat saya tertegun, kagum, dan bangga bahwa orang yang diceritakan dalam buku itu punya karakter yang kuat menghadapi segala tantangan hidup.
  • Semuanya dirangkum dalam balutan cerita kehidupan senior yang tangguh dan pejuang kehidupan yang kuat.  

Kekurangan Buku Puspa Ragam

  • Proses pembuatan buku terlalu cepat dalam waktu 4 bulan setelah training untuk penulisan. Bagi sebagian besar mereka yang tak memiliki background untuk menulis, dipaksa menulis dengan ide yang sangat minim (kurang pengembangan dari ide cerita). Kekurangan ini membuat cerita yang mereka tuliskan tidak lengkap bahkan terlalu pendek dan kurang dimengerti apa yang dimaksud dengan kebanggaaan semu mereka itu.
  • Juga bagi mereka yang belum terbiasa menulis gaya tulisan “chicken soup”, sering terjebak dengan berbagai teori atau praktek yang mereka lakukan dalam pekerjaan. Justru pengalaman hidup yang sesungguhnya itulah yang sebenarnya sebuah cerita hidup yang indah. 
  • Cerita yang mengedepankan kehidupan di usia 50 plus tetapi tidak ada nilai kehidupan yang bisa diwariskan, sekedar bercerita pengalaman.

 Last but not least, saya bisa merekomendasikan buku ini bagi para generasi muda maupun generasi senior agar mereka juga bisa produktif menulis seperti kami.

 Kesan & Pesan dari Penulis


 Berikut ini adalah kutipan komentar dari para peserta tentang kesan dan pesan mereka menulis di buku Puspa Ragam:

 1. Sonya: Para sahabat "Menulis" dan mentor ku (kang Bugi, pak Jim) yg ku cinta. Buku edisi 1 Puspa Ragam ini amat sangat berbobot banget, mengingat banyak pemula penulis yg TDK muda lagi sich..semangatnya bagaikan πŸ”₯ Api.. Terima kasih ya grup ini dan para mentor sudah memberikan WArna Lain dalam kehidupanku.. Semangat tetap menyala ya..utk menulis edisi berikutnya. God bless your day 🌷❤️😘 Gilaaaaaaaaaa abis buku ini.. 

 ⭐ 2. Bugi: Saya melihat buku Puspa Ragam ini adalah cerminan para penulisnya yang juga sangat Puspa Ragam. Puspa berarti bunga. Ragam artinya bermacam-macam. Masing-masing dari kita adalah bunga yang dalam kelompok ini kita sangat beragam. Namun, masing-masing kita, dengan tulisan yang dibuatnya dan dibukukan dalam buku Puspa Ragam ini, menebarkan aroma wangi bunga yang berupa nilai-nilai kehidupan yang akan sangat bermanfaat bagi yang membacanya. Betapa indahnya hidup kita bila selalu dapat menebarkan manfaat kepada sekeliling, kepada sesama. Teruslah menulis, teruslah menebar manfaat. Agar hidup kita akan semakin berkah dan manfaat. Amin

 ⭐ 3. Sutarno: Kesanku sebagai penulis ya : CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’– Seperti membuka kenangan indah Ada getaran hangat Banyak kisah diingat Banyak cerita diungkap Cinta lama bersemi kembali Kala pertama memeluk pena Menuangkan ide sederhana Dalam goresan menjelma dalam tulisan Puspa ragam ingatkanku Kisahmu bukan hanya untukmu Tebarkan dalam pena Semarakkan karya bersama sahabat tercintaπŸ’– 

⭐ 4. Harry: Dengan terbitnya BPR, yang ingin saya ungkapkan pertamakali adalah rasa syukur kpd Tuhan Yang Maha Esa, betapa Dia telah memberikan mukjizatNya sehingga 33 orang SENIOR yang sebelumnya tidak saling mengenal dan, biasanya kurang bergairah thd hal2 baru, bisa menorehkan prestasi sekaligus legacy melalui sinergi di dunia maya. Rasanya belum pernah ada hal semacam itu di Indonesia. Dengan demikian kesan saya sangat mendalam dan takjub atas terbitnya BPR. Harapannya, kita tidak cepat berpuas diri sebab banyak peluang untuk meningkatkan kualitas karya2 kita di masa depan. Tetaplah bersinergi krn dgn sinergi, 4 x 4 itu tidak hanya berjumlah 16. Melalui sinergi, 4 x 4 bisa menghasilkan jumlah 24 atau 30 atau 36, bahkan lebih besar lagi. 

⭐ 5. Imma Alhamdulillah. Ternyata usia hanya angka. Nyatanya penulis BPR bak kelapa, semakin tua semakin berminyak dan legit tulisannya. Bravo! πŸ˜πŸ™πŸ» 

⭐ 6. Evelyn Sutedjo: Bhineka Tunggal Ika !!! Buku Puspa Ragam perwujudan beragam laku yang menyatu dalam buku cerita. Semoga pembaca menemukan makna

 7. Meidy Marinka: Buku ini karya nekad para 50+, akhirnya terwujud juga berkat kesabaran kang Bugi dan pak JimπŸ™ Bondo nekad, kata arek SuroboyoπŸ’ͺπŸ’ͺ 

 8. Wied Dahlan: Pak Jim, kang Bugi dan semua bpk ibu kelg besar Puspa Ragam, saya hanya bisa menghaturkan trimakasih dg tulus. Bangga nama saya ada di Buku Puspa Ragam. Semula saya yg sdg melayang, diruang kosong yg hampa, sepeninggal suami dan anak yg hampir bersamaan, rasanya tdk mungkin sy bisa menulis. Ttp ternyata bpk" ibu" dsn mampu menarik sy dari ruang kosong pindah ke aula yg gegap gempita dan membuat saya tersadar untuk mau ikut menari" dg jemari yg sdh kaku ini, shg terlahir sebuah cerita sederhana. Bpk ibu semua, trimakasih sekali sdh membuat sy yg minder menjadi tertawa. Berharap tetap berkenan membimbing saya yang tdk pernah menulis ini. Atur nuhunπŸ™πŸ™ 

 9. Wulandari: Buku Puspa Ragam adalah buku yang dahsyat ...buku pemersatu didalam aneka ragam perbedaan ... ke-dahsyatannya mendatangkan keajaiban. Bagi saya...sangat beryukur dan berterima kepada teman2 semua yang berkenan berdampingan dengan segala keberdaan saya ..karena sesungguhnya teman2 semua adalah BPR itu sendiri( best personal remarkable )

 10. Yusti Inawati: Komunitas The Real Growing Old Usia menyusuri tepian cakrawala Berjalan bertongkatkan pena Menoreh adab mengukir asa Hati membara menebar wangi kehidupan Bagai cahaya menepis kabut Menyibak keheningan menuai semburat cahaya 

 11. Nia Afriana : Membaca buku Puspa Ragam ini memang benar-benar serasa berada di Taman Bunga yang indah dan harum. Soalnya isi buku ini hanya menampilkan kebaikan yg mewangi.

 12. Kustiyana: Ada kata ada makna Rangkuman kata menguntai kalimat Susunan kalimat menata paragraf Tumpukan paragraf memakna cerita Ragam cerita menjelma buku Buku Puspa Ragam Ada rasa bangga di dada Terima kasih Pak Jim, Kang Bugi, Pak Harry dan Bapak Ibu Semua.... Tanpa Anda Semua, nama saya tidak ada di sana... 

 13. Dewa: Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan YME atas perkenanNya saya berada di keluarga 50+ ini, Bersama dengan para senior saya mendapatkan bimbinganya utk bertumbuh bersama. Terima kasih. I πŸ’Œ you. 

 14.Frans D. Viera: Untuk Buku Puspa Raga mini saya hanya bisa nulis begini: Ketika kata menjadi aksara Terbata aku Menyusun tanda baca Terangkai kisah kasih penuh makna Tersusun ragama puspa Kuncupnya aneka ragam Biar tangan kita tetap erat Erima kasih Sahabat Yang telah membuat Hati tetap berbunga Merubah bumi ini penuh warna Beta suka walalu beda rasa Teruslah kita merangkai kata Cinta Salam Jumat berkah!



Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman