Healing Trauma (Inner child)Masa Kecil

Healing Trauma Masa Kecil



Tiap orang pasti mengalami masa kecil. Tak ada seorang pun tiba-tiba tumbuh dewasa. Ketika kita masih kecil, pasti mengalami peritiwa yang bisa diingat maupun tidak bisa diingat. 

 Ada peristiwa yang menyenangkan sehingga saya bisa merasakan senangnya. Saat kita menginjak dewasa sensasi senang itu timbul dan ketika kita terkoneksi dengan peristiwa yang mirip sama, kita akan dibawa ke masa kecil yang sama yang menyenangkan. 

 Jadi dalam Bahasa inner child itu adalah ingatnya seseorang melihat suatu perisitwa dan menimbulkan perasaan (biasanya menyenangkan), orang itu akan mengingat kembali pengalaman atau peristwa yang sama dengan sensasi perasaan yang sangat mendalam. 

Biasanya semakin kuatnya perasaan itu semakin kuat pula pengalaman detail yang diingatnya. Contoh seseorang masa kecil pengin punya anjing. Dia memohon kepada ayahnya agar dia dapat memelihara anjing. Suatu hari ketika anak itu ulang tahun, ada seorang anak anjing kecil diberikan sebagai hadiah ulang tahunnya. Begitu bahagianya anak itu melihat puppy kecil. 

Saat dewasa, ketika orang ini melihat seekor puppy kecil yang lucu, dia sellau teringat kepada peristiwa dimana dia mendapatkan hadiah anak anjing, dan perasaan yang sangat gembira mendapatkan hadiah anjing. 

Dalam Bahasa psikologi, inner child itu adalah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanakkanakan yang dimiliki oleh setiap individu. Inner child yang dimiliki oleh setiap orang akan berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari pengalaman kita di masa anak-anak. 

Inner child itu bagian dalam diri kita yang tidak dapat tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak, tersembunyi dan menetap dalam diri kita. Bagian ini menggengam erat setiap ingatan dan emosi kita dan akan ke luar dari tempat persembunyian saat terjadi peristiwa yang sama . 

Apabila inner child yang dialami menyenangkan, maka pengalaman dan perasaan yang menyenangkan itu tidak begitu mempengaruhi hidup orang itu terkait dengan hubungan dengan orang lain. 

Namun apabila inner child yang dialami oleh pengalaman yang tidak menyenangkan, maka rasa tidak aman, marah, sedih, kesal, dibully, diremehkan, yang merupakan luka masa kecil, akan mempengaruhi dalam keputusan sebagai orang dewasa dengan menjalani hubungan orang lain.

 Mengindetifikasi inner child


Pernahkah kita bertemu dengan seseorang yang seringkali emosinya meledak marah ketika ada  seseorang yang mengatakan bahwa dirinya yang tidak "becus" untuk melakukan suatu pekerjaan. 

Karyawan A sangat marah, jika dinilai marahnya sampai ke level 4 . Pemicunya karena dihina atau dibully oleh temannya sendiri. Kemarahan itu bukan sekali saja terjadi. Apabila gengsi atau martabat A diremehkan oleh siapa pun dia akan marah sekali dan tidak terkendalikan. 

Dalam trauma di masa kecilnya orang yang sering marah itu ternyata disebabkan ketika dia masih kecil dia sering dihina oleh neneknya bahwa dia tidak secantik atau dia terlalu kurus dibandingkan dengan saudaranya, atau dia tidak sepintar saudara kandungnya yang lain.

Dalam rumusnya inner child dari orang ini 


 Rinto + Marah (level 4) + waktu diremehkan oleh teman, orang terdekat Inner child tidak akan terluka jika dia selalu mendapatkan gelas cinta yang dipenuhi dengan penuh.

 Bahasa cinta yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan seseorang anak. Contohnya Bahasa cinta : dengan kalifmat, waktu (quality time), tindakan, sentuhan, hadiah dan sentuhan fisik .

 Rumus pemenuhan cinta  inner child 


Saya + perasaan + level + peristiwa + oleh siapa Rinto merasa senang (level 5) ketika saya mendapatkan anak anjing yang dibeli oleh ayah.

 RED BUTTON


Setiap orang yang terluka itu pasti punya “red button” yang bisa meledak perasaannya ketika red button itu dipencet .

Red Button adalah tombol pemicu emosi yang tidak menyenangkan ketika ditekan baik sengaja maupun tidak sengaja. 

Setiap orang punya satu red button atau bahkan bisa lebih dari satu, diakui maupun tidak diakui, didasari atau tidak didasari. 

Berikut ini adalah jenis Red Button 

1.Dimarahi 
2.Direndahkan 
3.Disepelekan 
4.Dibandingkan 
5.Dihakimi 
6.Dihukum 
7.Dibohongi 
8.Dikata-katai 
9.Dianka tirikan 
10.Tidak dilibatkan

 Formula red button


 Timbulnya satu perasaan (misalnya marah) ditrigger oleh satu peristiwisa (dibully). Dalam satu peristiwa bisa menimbulkan banyak perasaan (kesal, marah, maki2-an). 

Setiap peristwa netral, perasaan yang muncul juga banyak, berbeda. Kita tidak mungkin memulihkan diri apabila kita tidak menyadari apa red button kita.

 Berbicara tentang ornag terluka, penyebabkan bukan atas apa yang dilakukan oleh orang, tetapi juga atas apa yang tidak orang lakukan. 

 Sebaliknya bukan apa yang orang katakan, tetapi juga apa yang tidak orang katakana 

Namun, yang terpenting adalah orang yang terluka itu sebaiknya punya satu perasaan dan satu tindakkan.

 Rumus dari RED BUTTON


Saya + Nama PErasasaan +Ketika di … + oleh… Ritma + marah + ketika dibully /diremehkan + oleh atasan/teman dekat 

 Red button jadi titik awal untuk berpulih. 

 TRACING BACK: 


Kita akan mengingat kembali, menelusuri masa kecil kita (mulai dari 5 tahun) melalui lagu, music kisah seseorang, coaching, alam, menulis, berdoa. 

Skenario dibagi dua yaitu tracing back untuk inner child yang menyenangkan. Skenario berikutnya adalah tracing back untuk inner child yang tidak menyenangkan, traumatis.

 Semuanya tidak bisa dihilangkan atau didelete, perlu suatu proses untuk pemulihan.

 RUmusnya


 Dulu saya +Nama Peraasan + Level + di.. + Oleh

Contoh perasaan yang menyenangkan: 

  • Mira + senang sekali +level 5 + diberikan hadiah sepeda + oleh kakek 
  • Nama dari perasaan: “Kesenangan saya”
Conroh perasaan yang traumatis:

Mira + sedih+ level 5 + anjing yang mati diracun + orang jahat 

Nama perasaan: “Sedih Luar biasa” 

 PROCES SELF HEALING 


 Setelah kita menemukan Red Button dengan level 3-5 , berikan judul dan mulailah healing saat red button terpencet.  

Tracing back , temukan siapa penyebab pertama (akar luka) 
dalam diri kita .


 Inilah klimaks dari self healing yang harus dilakukan apabila kita mau sembuh dari inner child yang terluka sehingga hubungan kita dengan sesama akan jauh lebih baik .

Step 1 Ditinggalkan > Saya terluka parah waktu didtinggal orang yang saya sayang 

Step 2 Dulu saya ditinggal Mamah pergi waktu usia 5 tahun tanpa memberi tahu kapan dia akan Kembali 

Di bagian akhir dari step 3 , kita menemukan awreness terhadap keadaan dan pelaku
Juga acceptance terhadap pelaku.
 Step 3: 

Part 1: (Nama saya) kecil, aku kamu sedih waktu ditinggalkan Mama dan tidak tahun kapan Kembali. Kamu bisa bilang ke Mama apa yang ingin kamu sampaikan.” 

 Part 2: “Mama, aku sedih sekali waktu Mama pergi, aku ga tahu Mama ke mana,. Mama ga bilang sama aku Mama pergi tiba2, aku bingung khawatir. Aku ketakutan, ngomong sama aku dulu seupaya aku ngerti dan ga kaget ma” 

Part 3 ini merupakan permintaan pengampunan kepada Tuhan atas diri kita dan diri pelaku.  

Part 3: “Tuhan ampuni aku yang lemah dan tak berdaya ketika ditinggalkan, berkati aku dengan kekuatan kasih TUhan yang lembut memelukku.” Tuhan ampuni Mama yang telah meninggalkanku, sekarang aku tahu mungkin Mama saat ini tidak berpikir jernih, mungkin Mama piker itu yang terbaik bagi kita semua.”


1 komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!

Total Tayangan Halaman