Masih Bingung antara Asuransi atau Tabungan? Pentingnya Melek Asuransi #asuransi-lifepal

Sebuah pertanyaan yang menggelitik datang dari seorang pemegang polis asuransi: “Saya sudah menabung di asuransi Rp.500.000 per bulan selama 10 tahun. Tidak pernah ada klaim sama sekali, tetapi saat saya cek ke customer service, hanya bisa menarik dana Rp.15 juta-an. Ke mana larinya uang tabungan saya? 
 
Sebuah persepsi asuransi sebagai tabungan jadi masalah besar ke depannya. Di Indonesia literasi tentang produk keuangan seperti perbankan, asuransi, pasar uang, finansial teknologi, saham dan obligasi masih sangat minim. 
 
Padahal Pemerintah telah mencanangkan keuangan bagi seluruh warga Indonesia di tahun 2021 mencapai 90%. Terlihat ketimpangan inklusing keuangan yang tidak merata atnara pusat dan daerah. Di wilayah perkotaan besar inklusi keuangan sudah mencapai 84 persen sementara di pelosok daerah/desa di desa banyak yang belum paham tentang keuangan hanya 69 persen saja. 
 
Ketimpangan ini lebih terasa di saat era digital, mereka sudah jauh tertinggal. 
 
Usaha yang dilakukan Pemerintah dengan melakukan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) sepanjang bulan Oktober 2021, digelar bersama dengan Kementrian, /lembaga, industri jasa keuangan dan pihak terkait. 
 
Diharapkan dengan adanya BIK mampu mempercepat pengetahuan literasi keuangan, khususnya tentang asuransi itu sendiri dan pemulihan ekonomi setelah pandemi.
 
Hanya dengan mengetahui apa tujuan keuangan kita untuk beli asuransi, maka kita akan dapat lebih mendalami mengapa kita perlu beli asuransi. Tujuan dari berasuransi adalah untuk mengurangi risiko yang terjadi dalam kehidupan kita. 
 
Tentunya risiko kehidupan itu bermacam-macam. Risiko kebakaran rumah, risiko pencurian mobil/motor, risiko kecelakaan, risiko Kesehatan, risiko meninggal dunia, risiko kehilangan barang berharga, risiko kecelakaan, risiko pendidikan. 
 
Nach, dari sekian banyaknya risiko hidup, kita perlu memilah dan memilih mana risiko terberat dalam kehidupan kita. 
 
Bagi  saya yang sudah berhasil menyelesaikan tanggung jawab pendidikan anak, maka prioritas risiko terbesar/terberat saya adalah rumah, kesehatan dan jiwa. 
 
Dalam perenanaan keuangan rumah tangga, saya mencoba mengantisipasi jika ada risiko terberat itu terjadi dalam hidup saya, maka apa yang diminimalisir untuk mencegahnya? 
 
Keuangan saya sangat terbatas untuk membeli semua asuransi untuk mengantisipasi risiko. Untuk itu saya perlu prioritaskan dulu mana yang terpenting . Saya sudah memilih tiga asuransi seperti rumah untuk proteksi dari kebakaran, kesehatan dan proteksi jiwa. 
 

Asuransi Kesehatan 

Melek Asuransi Lifepal
 


Asuransi Kesehatan adalah jenis asuransi yang dapat mengcover atau membantu pengelolaan risiko kerugian finansial akibat sakit. 
 
Saat ini ada dua jenis asuransi Kesehatan swadaya yang dapat dipilih. Pertama asuransi Kesehatan rawat inap yang memeriksakan penggantian rawat inap atau biaya tindakan . Kedua, asuransi kesehatan yang memberikan santunan tunai harian. 
 
Perbedaan keduanya adalah untuk alternatif dari asuransi Kesehatan pertama, yaitu pergantian tidak mempertimbangkan tindakan atau penyakit, tapi memberikan pergantian sesuai dengan durasi rawat inap. 
 
Umumnya di asuransi Kesehatan ada rider (tambahan klausa dari asuransi utama) untuk penyakit kritis. Apabila kita tiba-tiba menderita sakit kritis dan kita tidak membeli rider asuransi penyakit kritis itu maka klaim pengobatan penyakit kritis itu tidak akan diganti. Kita harus membayar sendiri. 
 
 Untuk beli rider sakit kritis, kita perlu dicek kesehatannya, apa saja yang pernah kita alami. Jika kita sudah punya penyakit jantung, umumnya asuransi tidak memperkenankan kita untuk beli rider karena risiko besar bagi asuransi untuk menggantinya. Mungkin ada beberapa asuransi yang memperbolehkan, tapi biaya rider sangat besar sekali. 
 
Berbeda lagi dengan asuransi pengobatan swadaya untuk karyawan kantor. Umumnya hanya digunakan untuk berobat jalan saja. Keterbatasan fasilitas ini tidak mencakup untuk perawatan di rumah sakit. Juga tidak ada penggantian untuk kacamata, melahirkan, perawatan gigi. 
 

Benarkah menabung lebih baik dari asuransi Kesehatan? 

 
Ada yang berpikir lebih baik menabung saja untuk Kesehatan, tidak perlu bayar premi asuransi. Apabila Anda menabung untuk kesehatan, lalu tabungan Anda sudah mencapai 100 juta. Tiba-tiba, Anda sakit dan biaya perawatan mencapai 100 juta, Anda harus membayar pengobatan itu dengan tabungan Anda. Setelah pembayaran pengobatan, tabungan Anda menjadi nol . 
 
Sementara jika Anda gunakan asuransi kesehatan, dimana Anda bayar premi sebesar Rp.500 ribu tiap bulan, untuk pertanggungan kesehatan sebesar Rp.75 juta dan Anda sudah bayar premi selama 10 tahun dengan total pembayaran Rp.72 juta. Ketika terjadi sakit yang biayanya mencapai Rp.75 juta, semua biaya itu akan diganti sesuai dengan kontrak polis asuransi kesehatan . Anda cukup mengeluarkan biaya asuransi dalam bentuk premi (bukan tabungan). Pembayaran premi merupakan bagian dari risiko kesehatan yang telah Anda sisihkan. 
 
Jelas bahwa Anda tidak merasa rugi untuk membayar sekaligus karena premi dibayar bulanan atau tahunan. Kesimpulannya asuransi bukan investasi maupun tabungan, tetapi meminimalisir kemungkinan kerugian finansial yang akan terjadi di masa mendatang. 
 

Bagaimana saya mengetahui bahwa saya perlu asuransi Kesehatan?

 
Pertama , evaluasi kebutuhan proteksi kesehatan keluarga. Setiap keluarga punya Riwayat Kesehatan yang berbeda bagi anggota keluarganya. Ada yang punya sakit ringan saja, tapi ada yang punya sakit berat seperti diabetis, jantung, gagal ginjal. 
 
Kedua, kemampuan membayar premi tiap bulan/tahun harus direncanakan sesuai dengan pengeluaran keuangan keluarga. Yang paling ideal untuk membayar premi asuransi Kesehatan plus BPJS adalah 5% dari total penghasilan bulanan. Hitung dulu sebelum membeli polisnya, apakah kita sanggup membayar premi dengan Kesehatan keuangan keluarga kita. Jangan sampai harus mengambil porsi yang lain yang juga penting sekali misalnya porsi sekolah anak. 
 
Ketiga, mempelajari kontrak asuransi kesehatan. Kita tidak boleh terbuai oleh bujukan atau penjelasan oleh agen asuransi. Meskipun sudah dijelaskan oleh agen asuransi, tetapi kita sebagai calon pemegang polis perlu membaca semua klausa dengan teliti dan cermat. Jika kita sudah terlanjur membeli polis, masih ada grace period 21 hari setelah polis dibeli untuk diteliti kembali, apakah kita menyetujui semua klausa yang tercantum dalam perjanjian kontrak. 
 

Bagaimana  menghindari asuransi yang tidak kredibel? 

 
Menyedihkan sekali beberapa nasabah dari perusahaan asuransi yang merasa tenang karena dia sudah  membeli premi asuransi (baik Kesehatan, jiwa, Pendidikan) dari perusahaan asuransi BUMN yang dianggapnya kredibel.  
 
Ingat perusahaan BUMN bukan berarti milik Pemerintah. Masing-masing perusahan BUMN itu pengurus yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. Sebagai calon nasabah asuransi, kita tidak boleh gegabah dalam memilih perusahaan asuransi hanya berdasarkan persespsi “BUMN” atau “teman/saudara/kenalan baik” berada di perusahaan itu. 
 

Pilihlah perusahaan asuransi kredibel berdasarkan berikut ini: 

  • 1.Pilih perusahaan asuransi punya reputasi baik 

Reputasi baik dari sebuah perusahaan asuransi harus dilihat dari mengumpulkan informasi dari surat kabar atau media digital mengenai penanganan klaim nasabah. Testimoni dari teman, saudara yang pernah memiliki asuransi . Perhatikan dengan kasus temuan dari keluhan nasabah, kasus penipuan, apabila menemukannya, kita harus berhati-hati dan kesampingkan perusahaan asuransi tersebut. 
 
  • 2.RBC di atas 120 persen 

 
Pentingnya untuk memilih perusahaan asuransi dengan Rasio Solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC). RBC artinya Kesehatan keuangan perusahaan asuransi . Apabila rasio RBC semakin besar, maka semakin besar kondisi Kesehatan finansialnya. 
 
Patokannya adalah 120 persen. Untuk mengetahui RBC suatu perusahaan, kita dapat mengecek neraca keuangan perusahaan yang biasanya diterbitkan di koran atau situs resmi perusahaan terkait.
 
 RBC 120 persen itu merefleksikan bahwa perusahaan dapat mampu memenuhi janji pembayaran atas klaim yang diajukan.  
 

  • 3. Pilih premi yang terjangkau 

 
Mahal atau murahnya premi tentu berdasarkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah jenis dari asuransi yang diambil (termasuk rider), kedua usia calon nasabah (semakin muda, premi akan jauh lebih murah). 
 
Namun, bukan berarti premi mahal pasti menjamin kualitas program asuransi tersebut bagus. Perusahaan yang baik pasti memberikan harga premi yang terjangkau dan berkualitas. 
 
Untuk mengetahuinya, Anda bisa membandingkan produk yang sama atau sejenis dari dua atau tiga perusahaan sekaligus. 
 
  •  4. Pilih perusahaan asuransi bekerja sama dengan rekanan yang baik kualitasnya 

 
Ketika kita sakit, tentunya kita ingin memilih rumah sakit atau fasilitas Kesehatan yang terdekat dengan kualitas yang baik, tepat penanganannya. Untuk itu kita harus mengecek terlebih dulu apakah akses pelayanan Kesehatan yang jadi rekanan dari perusahaan asuransi itu memang ada sesuai dengan kebutuhan kita. 
 
  • 5. Pelajari sistem asuransi 
 
Tujuan mempelajari system asuransi adalah agar kita dapat memanfaatkan asuransi saat pengajuan klaim. Ada dua jenis sistem klain asuransi, yaitu reimburse dan cashless
 
Apabila sistem yang digunakan reimburse, artinya jika Anda mengalami peristiwa yang tidak diinginkan, maka Anda harus mengurus administrasi pengobatan selama di rumah sakit dengan biaya sendiri. Setelah itu Anda dapat ajukan klaim atas biaya pengobatan kepada pihak asuransi.
 
  • 6. Manfaat yang dibutuhkan
 
Kebutuhan dari masing-masing orang sangat berbeda. Kamu harus pelajari manfaat yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi itu apakah benar sesuai dengan kebutuhkanmu. 
 
Contoh: kebutuhan utama Anda adalah asuransi Kesehatan yang dapat menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap. 
 
Pilihannya adalah asuransi murni yang dapat memenuhinya. Anda tidak perlu beli asuransi unit link dengan harga yang sama tetapi manfaatnya tidak sesuai kebutuhanmu. 
 
  • 7. Pilihlah agen yang memiliki lisensi
Agen resmi perusahaan asuransi harus terdaftar dan diawasi oleh pemerintah. Pastikan status agen tersebut dengan mengecek keanggotaannya di Asosiasi Asuransi Jiwa Inodnesia (AAJI). Penting sekali dalam pemilihan agen ini untuk kepentingan bantuan saat mengurus pengajuan klaim. 
 
 
  • 8. Miliki asuransi ketika masih sehat dan muda

Tidak ada seorang pun yang mengharapkan sakit. Namun, sakit dapat terjadi kapan saja, siapa saja. Ketika kita tidak mampu untuk membayar saat sakit itu bukan pilihannya. 
 
Pilihan yang tepat adalah jika kita tetap sehat dan kita masih mendapatkan keuntungan dari premi yang dibayarkan. 
 
Apabila kita dalam kondisi sakit, tidak ada seorang pun atau perusahaan asuransi yang mau menanggung biaya pengobatan. 
 
Membeli premi di usia muda jadi penting sekali. Semakin kita membeli saat muda, kita masih dapat membeli premi dengan harga lebih murah. Pertimbangan muda risiko jatuh sakit lebih sedikit ketimbang nasabah yang sudah tua. 
 
 
  •  9. Hindari pilih asuransi dengan tawaran cash plan
 
 Pembelian asuransi cash plan artinya asuransi dengan pemberian manfaat dihitung hanya berdasarkan berapa lama rawat inap tanpa menghitung biaya lainnya. 
 
Contohnya ketika kita rawat inap 3 hari dengan biaya kamar sehari 1 juta, maka pihak asuransi akan membayar total tagihan hanya biaya kamar sebesar 3 juta tanpa biaya kunjungan dokter, obat dan lainya. 
 
Pilihlah asuransi dengan tanggungan biaya sesuai plafon sehingga tak harus membayar kelebihan biaya . 
 
  • 10. Pilih asuransi keluarga untuk yang telah berkeluarga

 Bandingkanlah jika kamu harus membeli polis masing-masing anggota keluarga dengan satu polis untuk seluruh anggota keluarga. Selain harganya yang lebih murah, pengurusan klaim lebih mudah apabila ada dua orang anggota keluarga tiba-tiba jatuh sakit bersamaan. 
 
  • 11. Pilih asuransi murni 
 
Jika Anda dihadapkan untuk memilih asuransi murni atau asuransi unit link, pilihlah asuransi murni. Apakah perbedaannya? 
 
Asuransi unit-link adalah selain asuransi proteksi juga terdapat investasi. Umumnya pada awal masuk asuransi unit-link, sudah dikurangi dengan biaya-biaya untuk tiga bulan pertama, sehingga nilai pokoknya yang masuk ke investasi itu sudah berkurang , otomatis nilai investasi berkurang . 
 
Jika dibandingkan dengan asuransi murni, selain sama-sama mahal tetapi manfaatnya yang ditawarkan untuk asuransi murni lebih banyak ketimbang asuransi murni. 
 

Asuransi Lifepal

 
Apakah  dengan penjelasan di atas, Anda masih bingung dengan pilihan perusahaan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan? Jika masih, tidak ada salahnya Anda datang ke Perusahaan Asuransi Lifepal
Asuransi Lifepal memiliki penawaran asuransi yang lengkap dengan jumlah nasabah 17 ribu individu yang telah terlindungi, bekerjasama dengan 40 + partner asuransi yang dapat dipercaya , memiliki Google Review Rating 4.9. 
 
Manfaat lainnya 
  • Ada ratusan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda 
  • Diskon harga terbaik yang dapatkan dibandingkan dengan kompetitor-kompetitor 
  • Saat membeli Lifepal, Layanan gratis hingga klaim 
  • Prosesnya mudah dan praktis 
 
Berasuransi mendaftarkan diri untuk mengurangi risiko kehidupan, kesejahteraan pun tercapai! 
 
Melek Asuransi #asuransilifepal

 
 
Sumber Referensi: 
 
  • 13 Tips Memilih Ausrnasi agar Mendapat Premi Terjangkau oleh lifepal.co.id 
  • Wandah Hamidah Sadar Asuransi Bukan Tabungan, Tapi… oleh Nugraha- hot.detik.com

14 komentar

  1. bagus banget tulisannya Mbak Ina

    pendekatan asuransi dengan membandingkannya dengan tabungan

    berbeda dengan tabungan yang bisa ditarik kapanpun, asuransi gak demikian

    karena memang bertujuan untuk dicairkan pada saat dibutuhkan

    BalasHapus
  2. kasus wanda hamidah ini bikin banyak orang mulai sadar ya, bahwa memang asuransi itu ya bukan tabungan. Sayangnya kita tuh mash suka eman kalau uangnya hilang begitu saja seperti tidak terpakai. padahal yaa adanya asuransi itu utk mewanti wanti ya bu.

    BalasHapus
  3. saya pilih dua duanya, Bu. Asuransi untuk proteksi tabungan untuk di nikmati hari tua

    BalasHapus
  4. pilihan asuransi membang banyak ya, kita mesti pandai memilih dan memilah mana yang sesuai dengan kebutuhan personal dan keluarga. Sehingga menguntungkan dan memproteksi secara maksimal

    BalasHapus
  5. saya rasa dua-duanya penting bu, tabungan dan asuransi. beda fungsi juga kan soalnya. kalau asuransi sih udah pasti harus ya karena saya sudah merasakan manfaatnya, kalau tabungan jelas untuk investasi

    BalasHapus
  6. TFS Bu, ini lengkap banget penjelasannya. Memang harus diteliti dulu ya sebelum memutuskan mengambil asuransi. Jangan karena kesalahan sendiri yang kurang teliti, endingnya jadi main salah ke pihak lain.

    BalasHapus
  7. Saya setuju banget dengan poin no 11. Kalo sebaiknya kita memilih asuransi murni. Karena tak dimungkiri banyak sekali orang yang tergiur akan asuransi yang dikemas dengan embel-embel investasi. Semoga lebih banyak lagi sosialisasi mengenai pentingnya asuransi ini ya

    BalasHapus
  8. Soal asuransi ini karena banyak banget jenis dan pilihan preminya yg bikin njelimet dan suka bikin bingung banyak orang sih yaaa. Makanya perlu bgt melek asuransi, yupp embel2 BUMN g bisa jadi jaminan asuransi yaa. Ada juga yg colaps dan banyak yg nuntut ganti rugi

    BalasHapus
  9. Kadang memang dilema ya antara pilih asuransi atau tabungan. Kebanyakan memang masih awam literasi asuransi ya

    BalasHapus
  10. Tabungan dan asuransi itu sama sama penting sih
    Tapi klo untuk perlindungan risiko ya baiknya asuransi ya mbak

    BalasHapus
  11. Tabungan dan asuransi itu sama sama penting sih
    Tapi klo untuk perlindungan risiko ya baiknya asuransi ya bu

    BalasHapus
  12. Tabungan dan asuransi sama -sama dibutuhkan. Karena keduanya akan mengcover kebutuhan kita yang secara tak terduga terjadi

    BalasHapus
  13. Tabungan dan asuransi memang 2 hal penting yang harus kita punya di kehidupan yang penuh resiko ini..
    Lifepal ini jadi salah satu perusahaan asuransi yang terpercaya dan banyak banget pilihan asuransinya

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!