Mendidik Anak Menghargai Perbedaan Tanpa Bullying

Kasus Bullying atau penindasan/risak merupakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain. Meskipun sudah ada Undang-Undang yang terkait pembullying akan diberikan sanksi, tapi pada prakteknya di lapangan hal itu tetap terjadi kekerasan. 
 
Bahkan kasus bullying itu terus meningkat setiap tahunnya. Statistik dari Januari 2011 hingga Agustus 2014 terdapat 61 , tahun 2011 terdapat 61, tahun 2012 130 kasus dan tahun 2013 terdapat 91 kasus dan tahun 2014 terdapat 87 kasus. 
 
Hati Brad selalu gelisah tiap kali dia harus masuk ke dalam kelas . Dia selalu menunduk , takut dengan cibiran dari teman-temannya. Bahkan, serangan dari temannya itu bagaikan sengaja dibuat untuk menjelekkan kelemahan dirinya.
 
 Ejekan datang dari temannya yang punya "gang", pengejek. Salah satunya adalah, Benny. Dia selalu mencibirnya, “Hi, goblok, kenapa kamu masuk kelas ini, seharusnya kamu yang tak bisa baca, ssssenannnnn, (menirukan kesulitan Brad dalam mengeja) tidak ada di sini, 
 
Brad mengalami disleksia sejak kecil. Pada usia 4 tahun, umumnya anak-anak sudah mampu bicara dengan lancar. Namun, Brad sulit untuk mengucapkan satu kata. 
 
Setiap kata yang dikeluarkan dari mulutnya seperti tersumbat. Dia sangat perlahan dan sulit mengucapkan, bahkan, tersendat-sendat. Contohnya, dia harus mengucapkan kata "komunikasi". 
 
Apa yang ke luar dari mulutnya, "kom…"..berhenti lama sekali, dan harus dibimbing untuk bisa melanjutkan, tertatih-tatih, dia melanjutkan, kommmmmnniiiiiiiikaaaasssssi. 
Kesulitan untuk mengeja dan mengindetifikasi kata-kata menjadi suatu huruf atau kalimat. 
 
Bel berbunyi, semua anak harus masuk kelas.  Diana,  seorang guru yang mengajar pelajaran geographi pun sudah masuk ke ruang kelas. Beliau bertanya : “Siapa yang akan membaca halaman klima tentani dan semesta? 
 
Semua anak mengangkat tangan , hanya Brad yang tidak angkat tangan, bahkan dia tertunduk lesu. Ibu Guru Diana, menunjuk Brad untuk membaca. Seluruh anak-anak tertawa, bahkan Benny segera mencibir: “Hu… dia , si Tolol itu harus membaca? Pasti lama sekali , tidak bisa cepat selesai. Ibu Guru Diana langsung membentak Benny: “Kamu tidak pantas berbuat demikian!” 
 
Muka Brad merah padam mendengar tertawa dan cibiran teman-temannya. Dia berusaha untuk membaca dengan sangat sulit  satu kata dari kalimat panjang. Terdengarlah suara riuh rendah, mengejek Brad. 
 
Akhirnya, ibu Guru Diana mengajak Brad ke luar dari ruang kelas. Dia mengatakan: “Sebaiknya kamu belajar di kelas baru bersama Ibu Wati”. 
 
Lalu ibu Diana mengantarkan Brad ke satu ruang kelas baru . Brad bertemu dengan Ibu Wati. Ibu Wati menyambut Brad dengan kasih yang tulus: “Di sini kamu tidak perlu takut untuk dibully oleh teman-temanmu. Tidak perlu mendengarkan apa kata teman-temanmu. Belajarlah apa yang engkau cita-citakan. Apa pun yang engkau Yakini , pasti kamu dapat berhasil mencapai hal itu. Percayalah. 
 
Ibu Wati memberikan sebuah buku berjudul “Whatever you believe, you can achieve itu!” Penulis bertanma Tonny Robbins. “Tony Robbins juga mengalami hal yang sama seperti dirimu. Tapi dia tak pernah menyerah. Dia belajar dan melawan kekurangannya dengan penuh percaya diri,. Akhirnya dia berhasil membuktikan bahwa dia bisa mengalahkan apa yang dikatakan oleh temannya sebagai kelemahan, dan dia menjadi pemenang seperti yang dia inginkannya. 
 
“Lihatlah foto dari Tony Robbins dengan tulisan tangannya.  Jadikan foto ini jadi pegangan hidupmu. Kamu dapat mewujudkan mimpu dan percaya bahwa kamu dapat mengubah kehidupanmu!’ nasehat ibu Wati kepada Brad. 
 
Foto Tonny Robbins dengan tulisan tangannya itu dipegang erat oleh Brad. Dia merasa ada getaran jiwa , berjuanglah, lawanlah kekuranganmu. 
 
Brad dengan tekun terus belajar dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya. Ternyata, dia bisa melalui segala rintangan. Bahkan, dia berhasil lulus ujian Sekolah Menengah Atas dengan hasil nilai yang gemilang . Prestasi yang luar biasa.
 
 Namun, perjuangan belum berakhir di situ. Brad yang penuh semangat ingin menjadi penulis terkenal seperti idolanya, Tony Robbins itu menawarkan buku cetakan pertamanya. 
 
Usahanya gagal, buku yang menurutnya sudah optimal itu, tidak ada yang membelinya. Dia kesal dan membuang semua buku-bukunya. Dia hampir putus asa, hingga satu hari dia tanpa sengaja “menyenggol” seorang perempuan sehingga  buku-buku yang dibawanya  itu terlempar dan terjatuh. 
 
Ada sebuah foto yang terlempar dari buku itu. Selipan foto itu ternyata foto dengan tulisan tangan Tonny Robins. Brad .   Apa yang tertulis dalam foto itu sangat menggugah sanubarinya, “Whatever you believe, you can achieve it!” 
 
Setelah Brad minta maaf kepada perempuan yang dia “senggol",. dia lmelanjutkan pulang dengan semangat dan inspirasi yang kuat sekali. 
 
Buku yang kedua diterbitkan.  Ternyata buku itu  mendapat sambutan hangat dari warga. Bahkan buku itu menjadi “bestseller “ dan disukai oleh pembacanya. 
 
Brad tak pernah melupakan jasa dari guru Wati. Dia mengunjungi Ibu Wati. Ibu Wati sangat kaget ketika dia melihat Brad datang dengan sangat kerennya. Brad mengatakan kepada ibu Wati: “Apa yang engkau katakana itu benar adanya, semuanya telah aku kerjakan.
 
 Keberhasilan sudah kuraih  sesuai denga apa yang dikatakna oleh Tonny Robins. “Aku pun tidak melupakan janjiku untuk  memberikan bukuku ini sebagai tanda keberhasilanku”, jawab Brad kepada Ibu Wati.
 

 Dampak Bullying 

 

Siapa pun yang melakukan bully baik itu anak, orangtua, teman,maupun anak yang mem-buly atau menyaksikan bullying akan berdampak negatif . 
 
 Dampak negatif  ini akan merusak kesehatan fisik, mental. Anak yang kena bully merasa marah , dia sakit hati dan mengurung diri di rumah tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Tak mau belajar dan kehilangan kecerdasan (IQ ) , kemampuan analisis siswa. 
 
Anak akan mengalami kehilangan percaya dirinya, pada kasus yang lebih berat, anak akan mengalami depresi, dan akibat fatal lainnya adalah bunuh diri. 
 
Sebaliknya anak yang membully , merasa percaya diri tinggi dan harga diri yang tinggi, bahkan cenderdung bersifat agresif dan perilaku kekerasan. Dia punya watak yang tak terpuji, toleransi rendah terhdap orang lain dan kurang berempati terhadap targetnya. Jika hal ini dibiarkan terus, dia akan menjadi kriminal yang tidak bisa dihentikan. 
 
 

Peran orangtua dan guru 

 
Kondisi yang memperburuk apabila penangan bullying itu tidak terintegrasi dengan baik orangtua, guru maupun lingkungan. Sebaiknya bullying dicegah sebelum terjadi. 
 
Pencegahannya tentu dimulai dari rumah oleh orangtua. Orangtua yang selalu memberikan dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak. Menghormati perbedaan terhadap siapa pun. Perbedaan baik itu suku bangsa, agama, fisik, cacat maupun kondisi social (miskin). 
 
Lingkungan seperti kegiatan agama, memberikan dan menanamkan nilai-nilai agama yang mengajarkan cinta kasih antar sesama. Sekolah mengajarkan etika terhadap sesama, menumbuhkan kepedulian dan sikap menghargai dan membangun rasa percaya diri untuk mengembangkan cara bersosialisasi 
 
Sekolah juga selalu membantu kepada murid yang jadi korban bully maupun mengadakan pertemuan secara berkala tentang kondisi anak yang membully dan anak yang dibully. 
 
Pemulihan atau disebut rehabilitasi pun perlu diadakan karena kita tidak bisa membiarkan seorang pembully berada ditengah-tengah sekolah. 
 
Cara pemulihan dengan pengintegrasiantara murdi yang kena bully dengan murid yang melakukan bully bersama dengan komunitas murid lain ke dalam komunitas sekolah. Upaya murid agar memiliki daya tahan dan menjadi anggota sekolah yang patuh dan bertanggung jawab terhadap nilai yang berlaku. 
 
Prinsip yang perlu diterapkan adalah tanggung jawab, peduli kepada orang lain, menghormati orang lain dan bertanggung jawab tingkah laku dan menghargai perasaan orang lain.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!