Anger Management Bagi Setiap Insan

 
anger management

Anger atau marah itu bukan hal yang tidak diperbolehkan oleh agama atau siapa pun. Marah adalah bagian dari emosi kita yang tak bisa dielakkan. 
 
Emosi yang tidak bisa dihindarkan bagi setiap orang. Dalam emosi itu ada energi atau sering disebut dengan “Emotion in motion” Emosi merupakan reaksi dari situasi yang terjadi dan bagaimana tubuh itu meresponnya. 
 
Respon orang terhadap sesuatu peristiwa itu melibatkan cara berpikir (kognitif) dan bagaimana dia mengolah dengan persepsi yang telah diolahnya.  

Kesimpulan emosi karena marah itu diperbolehkan, tetapi jangan sampai kemarahan itu menimbulkan dampak negatif karena kita tidak mengolahnya dengan baik.
 
 
Adanya dua sikap yang mempengaruhi yaitu daya pikir (kognitif) dan aspek psikomotorik (konatif) dan aspek afektif . Orang mengenal emosi dengan EQ. EQ merupakan hasil dari olah pikir yang matang dan mengolahnya dengan perilaku yang dihasilkannya.
 
Contohnya : saya sudah bekerja dengan baik, hasilnya kok tidak dihargai oleh atasan , bahkan kenapa kok saya  dimarahi dianggap pekerjaan kurang bagus. Situasinya adalah kemarahan karena merasa tidak adil, sudah kerja keras tapi tidak dihargai. Lalu kita berpikir lagi, apakah pekerjaan yang kita pikir sudah bagus itu sudah sesusai dengan permintaan atau parameter atau kriteria pekerjaan yang diminta, 
 
Jika belum, jawabannya, kita belum berhasil menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik. Reaksi yang dihasilkan, alih-alih marah kepada bos, kita akan bertanya kepada bos, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. 
 

Apa pemicu kemarahan? 

 

Perasaan yang menimbulkan kemarahan apabila seseorang merasa: 

  • Diserang atau diancam 
  • Tertipu Frustrasi dan tidak berdaya 
  • Dipertalkukan dengan tidak adil b
 

Keadaan dapat menimbulkan kemarahan seperti berikut ini 

 
  • Masalah karena relasi dengan orang lain (suami, istri, anak, teman, teman kerja) 
  • Kondisi yang membuat kita frustrasi seperti terjebak dalam kemacetan lalu lintas, kita ditabrak , penerbangan kita dikansel 
  • Masalah pribadi dimana kita terlalu khawatir ekstrim Kenangan akan peristiwa yang traumatis atau menyebalkan. 
  • Apakah marah itu dapat dipendam supaya tidak melukai hati orang lain? 
 
Tidak Marah itu tidak boleh dipendam ke dalam supaya kelihatan baik-baik saja. Padahal kemarahan kita tidak hilang, bahkan jika kita semakin memendam, maka akan menjadi batu dan akhirnya meledak tanpa kita kendalikan atau ketahui. 
 

Bagaimana cara mengelola kemarahan? 

 

1.Menyadari ketika kita akan mulai marah (SADARI) 

 
Apabila kita akan marah, biasanya ada tanda-tanda yang terlihat , misalnya kita jadi tegang, muka terasa panas, perut jadi tegang, kepala jadi sakit. 
 

2. Mengenali (PAHAMI) 

Otak kita mulai berpikir, aku kesal kepada A, B, atau masalah yang timbul karena kondisi yang di luar control kita. Kita harus mulai mengenali dengan cara berikut ini: 
 
Bernafas Mengambil Jeda lagi Mengambil nafas , denyutan paling jauh Kenali apa sebabnya , misalnya apakah kemarahan disebabkan oleh kata-katanya atau perbuatan orang lain.
 

3. Menerima 

 
Apabila kita sudah mengetahui penyebabnya dan kita isa berpikir dengan logis, apakah penyebab ini bisa kita toleransi sejauh mana, jika tidak apakah kita bisa melakukan pendekatan dengan orang itu dengan baik, atau jika kita bisa selesaikan dengan diri kita sendiri dengan cara berdamai dengan diri kita sendiri.

4.Kelola 

 
Saatnya kita sudah mengenali, memahami dan menerima kemarahan, maka saatnya yang paling penting adalah mengelolannya. Kelola dalam Tindakan apa yang terbaik dari kemarahan kita . Jika itu dapat diselesaikan internal dengan teman, suami , istri atau anak dengan cara baik-baik pada saat yang baik (setelah kemarahan mereda). 
 
Penyelesaikan setelah kemarahan mereda membuat solusi jadi makin baik. Kita mampu berkata dengan hati-hati tanpa kemarahan dan akhirnya orang yang bersalah itu pun akan menerimanya dengan baik. 
 
Jika kemarahan internal dalam pribadi kita pun harus diselesaikan dengan cara yang baik. Setelah mampu menerima bahwa ternyata orang yang bersalah itu mungkin dalam kondisi yang tidak baik (dia sedang dalam kesulitan sehingga dia datang terlambat}..
 
Jangan sampai mengambil tindakan negatif terhadap kemarahan.  Akibat dari tindakan negatif akan berbuntut panjang .Contoh ekstrim, bisa membunuh atau menyiksa orang  karena kemarahan.
 

Marah Sebagai Pesan: 

 

Perasaan terganggu

Jika ada perasaan terancam, terganggu karena Tindakan seseorang, maka hal itu membuat kita bisa jadi marah. Jadi awalnya timbul perasaan marah (aktif) dan akhirnya tindakannya akan muncul ke atas permukaan. Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi 
 

Fisik terganggu

Apabila ada orang yang lapar atau “jutek”, kita pun akan ikut bersama dia ikut marah. Eloa dulu perasaan marah itu Untuk lapar, jika kita bisa mengendalikannya akan lebih baik, namun jika kita sudah dari awal mengetahui bahwa saya akan bekerja keras/meeting melampu batas makan siang, maka siapkan cemilan untuk mengganjal perut agar kita tidak merasa marah karena rasa lapar. 
 
Marah sebagai pesan itu tidak datang sendirian Artinya apabila kita melihat orang yang punya perasaan berikut ini: Cemas Terluka Kecewa Merasa sempurna Sedih 
Apa yang terlihat di permukaan itu belum tentu perasaan sebenarnya. 
 
 
Namun, pelampiasan perasaan yang ada di permukaan itu , pada dsarnya perasaan marah yang belum terselesaikan.
 
 Kenapa kita gagal terus untuk tidak marah? Hidup adalah proses menjadi sehingga kita tidak pernah berhenti berproses .

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!