Surat yang Kutujukan Kepada Diriku dan Generasi Muda untuk Hutanku yang Kucintai


 
 
Halo Generasi Muda,
 
Saat surat ini kutulis, usiaku sudah tak muda lagi, boleh dikatakan jelang usia madya lansia, 63 tahun. 
 
Dalam usia yang tak muda lagi, aku berharap bisa berbuat sesuatu yang berharga bagi tempat  tinggalku bumi tempat berpijak, tetap lestari, Alam Sehat Lestari, ASRI. 
 
Namun, harapanku surat ini bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi juga dibaca oleh seluruh generasi anak-anakku agar kalian sekalian bisa membantuku untuk merealisasikan mimpi dan keinginanku yang sangat penting bagi bumi kita.
 
Beberapa bulan terakhir, hatiku resah, sedih, gagal paham kenapa bencana demi bencana datang. Aku tak paham, kenapa tiba-tiba bencana datang silih berganti. 
 
Memasuki tahun 2021, aku merasa optimis bahwa pandemi akan segera berangsur hilang, namun, justru bencana terus datang. Ternyata, bencana-bencana itu datang tanpa permisi, mereka datang karena adanya perubahan lingkungan, iklim. 
 
Siapa tidak sedih? Di tahun 2021, ada bencana seperti longsor di Sumedang pada tanggal 9 Januari di desa Cihanjuang, menewaskan 36 orang dan 1.020 mengungsi. 
Adopsi Bibit pohon
www.inatanaya.com
 
Banjir dan longsor di kota Menado pada tanggal 16 Januari 2021 akibat intensitas hujan tinggi. Dampaknya 6 orang tewas dan 10 unit rumah rusak sedang. Terakhir, hari ini, tanggal 4 April, 2021, terjadi banjir bandang menerjang Kabupaten Flores Timur, NTT dengan 54 korban meninggal. 
 
Hujan, angin kencang dan longsoran tanah menghatam pemukiman. Aku tertegun bagaimana semua ini terjad? Para pengamat ilmu pengetahuan mengatakan bahwa perubahan alam disebabkan oleh pengaruhnya iklim. 
 
Pastinya perubahan iklim ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor penyebabnya, efek gas rumah kaca, pemanasan global, kerusakan fungsi hutan, penggunaan chlorofluorocarbon yang tidak terkontrol. 
 
Dampak itu sudah tampak dengan terjadinya bencana alam angin puting beliung, musim kemarau berkepanjangan, berkurangnya air, curah hujan tinggi, peningkatan volume air akibat mencari es di kutub.
 
Juga ada kegiatan manusia yang sangat merusak bumi, contohnya pembalakan hutan, hutan gundul, banjir dan longsor akan terjadi, bahkan kesehatan manusia yang berada di sekeliling hutan pun jadi sakit.  Mereka sulit untuk mendapatkan sumber makanan di hutan mereka berada, mereka tidak bisa mengakses kesehatan karena semua sudah punah.
 
 Apakah kita hanya berpangku tangan menghadapi musibah tanpa bertindak sesuatu apa pun?
 
Mimpiku hutan itu akan segera pulih kembali. Ayo, generasi muda,  kalian semua yang memiliki kekuatan, kemampuan bergerak, tidak sekedar hanya berdiam diri, menyerah. 
 
Kegiatan yang paling sederhana dan sekecil apa pun  dapat kita lakukan secara bersama-sama, walaupun tampaknya pekerjaan tak bernilai, tapi aku percaya dampaknya pasti luar biasa. Lakukanlah forestrasi yaitu menghijaukan hutan kembali, hutan yang telah gundul akibat illegal logging. 
 
Mendengar hal itu, terbayanglah olehmu, untuk protes, “tidak”, aku tak mau ke hutan, aku bukan petani , aku orang kota tak biasa menanam pohon. 
 
Tak perlu resah dan takut bila kamu tak pernah ke hutan untuk menanam pohon. Hanya perlu usaha kecil yaitu stetoskop donasi, pilih salah satu dari program ini misalnya donasi, adopsi bibit, atau shop to support.
 
Apakah kamu masih belum percaya hanya dengan berdonasi,stetoskop kamu sudah menjadi penyelamat hutan? Dari donasi yang kamu kirimkan/berikan misalnya berupa dompet digital itu berarti engkau memberikan dana bagi mereka yang sehari-harinya bekerja menanam dan merawat hutan dan melindungi hutan. 
 
Jika kamu ingin mewariskan pohon pemberianmu itu untuk orang tersayang sebagai simbol kamu bisa menuliskan untuk siapa pohon itu engkau berikan. Kamu dapat mendukung program Adopsi Bibit Pohon dan Adopsi Pohon
 
Adopsi Bibit Pohon
www.inatanaya.com

Cara Adopsi bibit itu dengan membeli pohon buah sebesar Rp.75.000 per bibit, atau kayu kertas Rp.100.000. Bibit itu akan ditanam oleh mereka yang mengurus hutan, dan akan menjadi jejak hijau untuk orang yang engkau warisi . 
 
Aku pun tak mau ketinggalan untuk mendukung program ini dengan membeli satu pohon buah untuk anakku tercinta . Rasa bangga, puas dan Bahagia ketika aku berhasil menyumbang satu pohon yang sangat berarti bagi perawatan hutan kita semua. 
 
Jika kamu tidak mau adopsi bibit, kamu bisa berdonasi dengan dompet digital. Mudah sekali tinggal memilih “Shop to Support”, beli salah satu merchandise yang dijual misalnya resuable menstrual pads, reusable diapers ramah lingkungan, reusable straw glass/pyres, resuable straw metal
 
Semua dana dari pembelian itu akan dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung anak-anak yang tinggal di sekitar hutan. Mereka itu adalah penjaga hutan agar tetap lestari dan tidak dirusak oleh orang. 
 
Kututup surat  permintaanku agar 50 tahun lagi , aku sudah tidak ada dalam dunia ini, harapan dan mimpi itu  dalam penyelamatan hutan akan terwujud.
 
Hutan telah menghijau, bumi dan lingkungan hidup kita agar tetap ASRI dan Alam Sehat Lestari. Kita pun dapat hidup dengan damai dan sejahtera tanpa adanya ancaman bencana alam yang sangat mengganggu kehidupan kita.  Aku tak perlu bangun kembali karena aku sudah tenang di alam baka.
 

 

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!