Dukung Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Demi Masa Depan yang Berkelanjutan

Dukung Pelestarian

 
 
Pada mulanya, alam, bumi dan ekosistemnya diciptakan dalam kondisi yang seimbang dan baik. Alam yang dirawat oleh manusia akan membawa keaekargaman hayati .Pelestarian lingkungan, perawatan dan pemeliharaan alam , hutan, udara dan air jadi parameternya.
 
 
Pelestarian Lingkungan
www.inatanaya.com

 
 
Tujuannya pasti untuk kesejahteraan manusia generasi mendatang dan demi masa depan yang berkelanjutan. Sayangnya, ketika manusia sudah mulai banyak jumlahnya, mereka mulai serakah, industriliasasi tidak lagi memperhatikan alam, cerobong asap yang dihasilkan oleh industri yang hitam pekat memenuhi udara yang kotor, akibatnya polusi udara . 
 
Dukung Pelestarian Lingkungan

Pencemaran air oleh industri dengan membuang limbahnya ke sungai, merusak hulu dan hilir sehingga sungai bukan lagi jadi sumber kehidupan tapi malapetaka bagi manusia. 
 
Bukan hanya peristwia di atas,  hutan-hutan yang seyogyanya dijaga dan dilestarikan, saat ini  dirusak dengan penebangan kayu illegal atau yang disebut dengan illegal logging. Hutan sebagai pemberi kehidupan itu berubah fungsi, tidak lagi jadi tempat untuk mendapat dan memberi kehidupan, menjadi malapetaka bagi manusia. 
 
Ketika hutan jadi gundul karena aktivitas manusia  Kehidupa hewan pun terusik,  hewan-hewan yang dulunya punya tempat berlindung, tempat untuk kehidupannya di hutan, berlari mencari tempat mendekat pemukiman manusia.
 
Menurut Prof. Johan Iskandar, PhD, seorang Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran, fenomena transmisi penyakit menular dari hewan sebagai reservoir primer ke manusia disebabkan oleh karena aktivitas manusia sendiri.
 
 
Asal usul Covid. Sumber : healthdetik.com

 
 
Manusia merusak lingkungan, maka kerusakan itu berakibat kepada manusia . Pakar Etnobiologi Unpad memaparkan bahwa pandemic covid 19 penyebabnya adalah masifnya transmisi virus dari hewan ke manusia saat ini. 
Sumber: AyoBogor.com


 
Penyebaran SARS Cov-2 yang memicu Covid-19 disebabkan oleh transmisi virus dari hewan ke manusia. Sebagaimana kita ketahui Ketika Virus Covid 19 ditemukan pertama kali di Wuhan karena adanya kelelawar sebagai reservoir utama dari virus. 
Sumber: kompas.com
 
Begitu cepatnya virus itu menyebar dari hewan ke manusia , lalu ke manusia lainnya mencapai seluruh dunia, tidak ada satu negara pun luput dari Covid-19. Dalam pertumbuhan penduduk yang makin besar dan pertumbuhn ekonomi yang tidak berbasis lingkungan maka kondisi alam dan lingkungan jadi satu penyeb utama dari transmisi Covid 19. 
 
Mengapa manusia modern begitu lupa dengan kekayaan budaya local dari masyarakat tradisional seperti Badui , Kampung Naga . Mereka itu memiliki nilai budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai ekologi yang tetap mempertahankan lingkungan tanpa sentuhan duniawai yang merusak lingkungannya. 
 
Sebagai manusia modern, patut belajar bagaimana pembangunan perlu dilakukan dengan dasar lingkungan dan ekologi tradisional yang memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Selalu mempertahankan ekologi dengan sejumlah tradisi yang dianutnya. 
 
Ada tiga Kawasan yang selalu dibentuk, pertama Kawasan perkampungan/hutan dusun, Kawasan kedua (huma dan reuma) dan Kawasan kestiga (huta leluhur). Jadi dengan adanya pola ekologi tradsional , peran menjaga kualitas lingkungan tetap terjaga dan manusia selalu berhati-hati dalam tindakannya untuk melakukan 
perubahan .
 
Kehadiran Covid -19 telah menjadi pandemi, merusak kesehatan dan kesejahteraan manusia dari Aceh hingga Papua. Perubahan besar terjadi pada kondisi kesehatan warga Indonesia yang makin buruk. Jumlah orang yang terpapar covid 19 terus bertambah, sampai tangga 16 Februrari 2021 mencapai 1.233.959 orang , meskipun jumlah yang sembuh cukup tinggi, 10.029, tetapi warga yang meninggal akibat Covid 33.596 orang.
 
Dukung Pelestarian Lingkungan

 
 

Bagaimana memulihkan alam dan kesehatan dari Covid-19? 

1.Untuk pemulihan alam: 

 

Adanya dukungan konservasi alam ,lingkungan dan penelitian hutan dilakukan oleh MSIG Indonesia.  MISG Indonesia adalah  Asuransi Umum (Asuransi Umum adalah Asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda). 
 
Bentuk dukungannya dengan bermitra dengan Convervation International Asia Pacific (CIAP) untuk lindungi keanekargaman hayati , dukung konservasi hutan, laut. 
 
Dalam 3 tahun, telah menyokong kesejahteraan hidup jutaan orang melalui air,makanan, bahan bakar, obat-obatan dan pengaturan iklim. Hutan yang telah dikonservasi sekitar 9.500 hektar hutan, khususnya di Indonesia , proyek Green Wall, di taman nasional Gunung Gede Pangrango. 
 
Kemitraan dalam pelestarian dan perlindungan Birds Head Seascape (BHS) . Program Kerjasama dengan Conservation International selanjutnya adalah untuk memberikan edukasi, perbaikan kehidupan dan membantu mengembangkan pariwsata kelautan yang berkelanjutan. 
 

2. Untuk pemulihan Kesehatan: 

 

a. Patuh Prokes 

 
Untuk tetap tertib mengikuti prokes yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu 5M, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas. Kedisiplinan dan komitmen untuk melakukan 5M adalah kunci kesuksesan kita terhindar dari Covid 19. 
 
Kita harus paham bahwa tertular covid tanpa melakukan ke-5 gerakan itu sangat berisiko tinggi. Saya telah kehilangan teman, saudara yang terpapar Covid tanpa diketahuinya dari siapa dan bagaimana tertular. Begitu mudahnya kita semua terpapar covid tanpa kita ketahui. Meskipun sekarang sudah ada vaksin untuk beberapa golongan warga, tetap kita harus jalankan ke5 gerakan itu.
 

b.. Miliki Asuransi Kesehatan & Jiwa 

 
Lalu, bagaimana jika kita terpapar, tentunya kita harus memiliki asuransi kesehatan dan jiwa untuk mengurangi risiko hilangnya nyawa dan kepastian untuk bisa dirawat di rumah sakit sebagai pasien Covid. 
 

Alasan Pentingnya memiliki Asuransi Kesehatan dan Jiwa 

 

a. Analisa dan Dampak secara Finansial

 
Secara statistik jumlah yang terpapar di Indonesia memang tidak besar dibandingkan dengan negara lain. Namun, risiko penyebaran virus terus berubah dan membuat orang tanpa gejala (OTG) pembawa virus, tingkat risiko harus dihitung bedasarkan tingkat aktivitasnya. 
 
Semakin tinggi orang itu bekerja di lingkungan risiko tinggi, semakin besar pula risiko untuk terpaparnya. Selama ini memang pengobatan Covid 19 ditanggung oleh Pemerintah sepenuhnya. Namun, jika kita memiliki penyakit komorbid, maka penyakit yang terserang jadi berat sekali. Misalnya yang diserang jantung, maka penyakit jantung itulah yang jadi penyakit yang harus diobati.
 
 Apabila pengobatan itu dalam jangka waktu lama, maka kita tidak bisa mengandalkan biaya dari pemerintah, apalagi jika kita kehilangan pencarian akibat terlalu lama di rumah sakit. Risiko inilah yang membuat kita harus memiliki asuransi yang mengcover kita dari sakit Covid di premi asuransi yang kita miliki. 
 

b.Risiko kematian 

 
Apabila kita menderita penyakit penyerta, maka risiko menjadi leibh tinggi . Kita harus punya asuransi jiwa yang mengkover kematian karena covid. Hal ini penting bagi kita semua, apabila kita sebagai  tulang punggung keluarga. Keluarga butuh kesejahteraan setelah kematian kita. Tanpa adanya asuransi jiwa hal ini tidak mungkin terjadi.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!