Kenalilah Brand Lokal Kecantikan dan Kesehatan yang Memanfaatkan Potensi Komoditas Berkelanjutan

 
 
Kecantikan dan Kesehatan
Photo by Laura Chovette on Unsplash

 
Di saat pandemi pamor produk kesehatan sangat melesat tinggi. Bayangkan, orang yang peka pentingnya menjaga imunitas tubuh, segera mengejar dan membeli serta mengonsumsi vitamin. 
 
Di suatu hari, ketika saya mau mencari vitamin D dan E di dua apotik di dekat rumah saya, ternyata habis . Lalu, saya coba mencari di apotik lainnya, juga habis, usaha lainnya membeli lewat online/ e-commerce. 
 
Sulitnya menemukan dan mendapatkan vitamin di era pandemi. Layaknya hukum ekonomi, banyak permintaan, suplai sedikit, maka harga pun ikut naik. Kesulitan ini bukan karena setiap warga membutuhkannya, tapi juga kesadaran warga untuk menjaga imunitas tubuh. 
 
Bahkan tidak hanya vitamin saja yang diserbu oleh warga, tetapi herbal seperti jahe merah, kunyit, temulawak, meniran, lengkuas. Dipercaya bahwa herbal itu sangat membantu meningkatkan imunitas karena kandungannya yang dapat menjaga kekebalan tubuh. 
 
Demi kesehatan, kesadaran untuk mengonsumsi herbal yang dibeli lewat pasar tradisional dalam bentuk bahan mentah, misalnya jahe mentah. Setelah dibeli, warga akan mengolahnya dalam bentuk minuman. 
 
Sekarang ini, bahan mentah herbal telah bertransformasi, bukan sekedar dijual mentah, tapi juga dijual dalam bentuk minuman kesehatan seperti sari temulawak dikemas dalam botol cantik. 
 
Semua bahan baku dari minuman kesehatan yang merupakan komoditas lokal itu diolah oleh petani di sekitar daerah dingin, salah satunya di Bandungan, Jawa Tengah dengan cara tanam yang memprioritaskan konservasi, restorasi, dan menjadikan kualitas komoditasnya unggulan 
 
Ketika komoditas  yang dulunya dibeli mentah lalu berubah jadi produk unggulan maka harga jualnya juga tinggi. Kualitas tinggi itu juga selalu disesuaikan dengan penjagaan lingkungan, alam, membuat komoditas ini dianggap sebagai komoditas berkelanjutan. Tidak ada kerusakan alam maupun lingkungan setelah selesai menanam komoditas itu. 
 

Cantik Menunjang Komoditas Berkelanjutan 

dokumen pribadi

Selain produk kesehatan, ternyata produk kecantikan pun juga punya pamor yang masih cukup tinggi di saat pandemi. 
 
Meskipun acara-acara pesta, fashion, pernikahan, atau pertemuan kantor sudah tidak dapat diadakan secara formal lagi karena semua kegiatan sekarang ini lebih berpusat di rumah, tapi bukan berarti para perempuan melupakan “skincare” untuk perawatan kulit wajah maupun tubuhnya. Justru warga yang berada di rumah ini, lebih suka memperhatikan kesehatan tubuh plus kesehatan kulit wajah dan tubuh. 
 
Beberapa perempuan menyatakan alasan mengapa mereka tetap memperhatikan perawatan kecantikan dengan skincare, untuk mengurangi stres dan tetap memiliki kecantikan (luar). 
 
Suatu hari, ketika saya bertemu melalui daring dengan seorang teman, saya terkejut ketika melihat perubahan wajah. Pada awal pandemi, saya melihat wajahnya sangat kusut, tapi sekarang penampilan wajahnya sudah berubah, “glowing”. 
 
Saya pun terkesima menatapya sambil bertanya kepadanya : “Loh, kamu sekarang  kok jadi cantik , merawat muka dengan skincare yach?”. Dia menjawab dengan tertawa keras: “Iya dong, harus merawat wajah dengan skincare alami supaya wajah tetap menarik  bagi suami meskipun dalam kondisi yang sulit, stres”. 
 
Percakapan dilanjutkan dengan topik skincare alami . Saat ini, saya sedang membuat survei tentang kecantikan perempuan Indonesia . Kecantikan yang mengandalan perawatan dengan skincare alami atau branded (lokal atau internasional) Survei membuktikan bahwa perawatan kulit itu yang disukai perempuaan saat ini dengan perawatan menggunakan brand dalam maupun luar negeri. 
 
Sayangnya, para perempuan itu tidak membeli skincare dengan pengenalan jenis kulitnya terlebih dulu , bahkan, mereka menyukai produk skincare ini berdasarkan referensi dari influencer yang berasal dari orang-orang terkenal. 
 
Bahkan, mereka tak peduli apakah produk skincare yang dibeli itu dari bahan-bahan mentah yang ramah lingkungan atau produk turunan dari komoditas unggulan dari suatu daerah di Indonesia.  
 
Sementara skincare yang digunakan oleh orang di zaman era sebelum milenial, mereka lebih suka dengan produk skincare lokal berdasarkan kandungan lokal yang alami. Ketika saya sering mampir di kota kecil dekat kota Semarang, perempuan-perempuan muda saat itu ingin cantik dengan perawatan sabun wajah. 
 
Sabun wajah merupakan komoditas lokal alami yang mudah didapatkan, tanpa olahan bahan  kimiawi. Harganya yang terjangkau, bahan mentahnya dari budidaya lebah madu . Ketika peternak lebah memilih budidaya lebah unggul yang tergolong jinak , dan juga menguasai manajemen koloni. 
 
Petani ini bisa menjual hasil budi dayanya yang berupa madu, juga menjual madunya kepada pengusaha skincare untuk dibuat sabun wajah. Petani dapat menikmati hasil budi daya, membantu pelestarian lingkungan , juga menambah segarnya pekarangan karena ada bunga yang harus ditanam, tidak merusak ekosistem alam (lebah madu membantu penyerbukan). 
 

Berkenalan dengan Organic Lombok

 
Tatapan muka saya jadi berkerut ketika melihat banyak vlek hitam yang makin bertambah banyak di wajah saya. Saya akui bahwa usia lanjut membuat perubahan dalam pigmentasi. Namun, saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menggunakan sunscreen yang mengandung B3. 
 
Sayangnya, skincare ini tak banyak membantu karena kuatnya sinar matahari ketimbang zat pelindungnya. Jika dulunya saya bersedia di laser pada bagian vlek di wajah saya, sekarang saya tak bersedia lagi karena cara perawatan dengan laser tidak menghilangkan vlek sama sekali, hanya memberikan kesan seolah-olah hilang. Salon perawatan muka mengharapkan saya datang kembali ke tempat perawatan untuk sinar laser yang biayanya cukup mahal dan tidak menjanjikan untuk benar-benar berhasil hilang vleknya.
 
Keinginan saya untuk mencari skincare yang benar-benar alami, dan cara pengolahannya tidak merusak lingkungan, menjadi produk yang ramah lingkungan serta produk turunan ikut bantu kesejahteraan petani.
 
Tanpa disengaja saya menemukan sebuah nama,  Organic Lombok.  Organic Lombok yang diinisiasi oleh seorang perempuan milenial bernama Septia Erianty, berhasil mendapat anugerah Award of Spirusea dalam Anugerah Bangga Buatan Indonesia sebagai brand lokal terbaik dalam bidang skincare di Indonesia tahun 2020. 
 
Bayangkan, Lombok itu ternyata punya banyak sekali potensi kekayaan sumber alam yang ditemukan seperti Spirulina (Arthrospira Plantesis), coklat, rumput laut, kopi, beras putih. 
 
  • Cocoa Butter

 
kecantikan dan kesehatan alami
Cocoa Butter. Sumber: organic lombok.com

Orang sering mengenalnya dengan nama coklat. Perkebunan coklat seluas 100 hektar ini telah menjadi sumber kehidupan bagi warga di Nusa Tenggara Barat selama lebih dari 20 tahun. Para petani ini mengolah coklat untuk biaya hidup sehari-hari. Hasil produksinya mencapai 500-600 kg per ha setiap tahunnya. Setiap tahun bisa menghasilkan 24,000 tons. 
 
Sayangnya coklat ini hanya digunakan untuk bahan makanan saja. Di tangan Organic Lombok, para petani ini mendapatkan  penghasilan tambahan untuk menjual produknya  diproses menjadi perawatan skincare yang alami.
 
Coklat dengan kualitas terbaiknya diproses dengan bahan-bahan yang lainnya dan menjadi bahan utama dari setiap produk untuk moisturizer dan anti aging untuk Green Goddness skin. 
 

Seaweed (Euchema Seaweed) 

Seeweed . Sumber: organiclombok.com
 
Orang sering mengenal sebagai rumput laut, ditemukan di Lombok, Indonesia sebagai bagian dari segitiga karang dunia. Nilai ekonominya yang sangat tinggi. Ada 10 provinsi di Indonesia yang memproduksi rumput laut, salah satu yang terbaik dari Lombok, Sumbawa, Bima Dompu, NTB. 
 
Bagian dari rumput laut yang disebut Euchema itu dengan ekstrak tertentu dan diproses secara standar dapat menghasilkan bubuk rumput laut Euchema Cottoni dan nutrisi alami dari Green Goddess Skin 
  
Organic Lombok telah memanfaatkan bubuk rumput laut Euchema Cottoni yang isinya mengandung vitamin, mineral, amino acids, antioxidants dan membantu menghindari penuaan dini, dan menjadi moisturizer alami untuk kulit. 
 
  • Coffee (Coffea Robusta Extract)

 
Kecantikan dan Kesehatan
Coffee.  Sumber: organiclombok.com


Orang sering mengenalnya sebagai kopi, ditemukan di Lombok Utara dan Sajang, di Gunung Rinjani. Letak Sajang sekitar 10 km sebelah utara desa Sembalun Lawang, desa yang terkenal sebagai pusat pertanian hortikular di Lombok. 
 
Di dalam desa ini, terdapat pertanian kopi yang luasnya sekitar 1,400 hektar. Jumlah warga desa Sajang  2000 orang. Tiap warga memiliki pekarangan dan halaman seluas 1 hektar. 
 
Mereka menggunakan pekarangannya untuk menanam kopi dengan standar roasting, untuk menghasilkan bubuk kopi yang dapat menjadi eksfoliasi (pengangkatan sel-sel mati kulit) untuk green Goddness Skin. 
 
  • White Rice

White Rice. Sumber: organiclombok.com

 
Orang sering mengenalnya sebagai  beras putih, lumbung padi di Lombok. Bagian dari beras putih yang mengandung tyrosinase dapat dimanfaatkan untuk  menghindari produki melanin yang berlebihan di kulit. 
 
Juga manfaat beras putih lainnya,   konsentrasi tinggi PABA (Para Aminobenzoic Acid) yang sangat efektif sebagai pelindung matahari untuk kulit. 
 
Organic Lombok memanfaatkan beras putih yang berkualitas tinggi dengan standar ekstrasi untuk menghasilkan tepung yang dapat digunakan untuk eksfoliasi untuk Green Goddness skin.
 
 

 KESIMPULAN


 

Dari Semua bahan mentah yang kualitas tinggi sebagai potensi lokal Pulau Lombok itu telah dimanfaatkan oleh  Organic Lombok untuk produk turunan, menghasilkan skincare alami berkualitas tinggi yang sering disebut “Green Goddness “ dengan memberdayakan petani lokal. Masyarakat petani sejahtera, penghasilan meningkat, melestarikan komoditas lokal untuk lestarikan lingkungan dan komoditas berkelanjutan. 
 
Sebagai perempuan yang merawat kecantikan, kesehatannya secara alami, tentu punya mimpi yang harus diwujudkan untuk menggunakan produk yang  memanfaatkan potensi alam yang dikelola dengan lestari, berkelanjutan. Bahkan, para milenial yang punya kemampuan entreprenur dapat mulai menggandeng petani yang memiliki potensi produk lokal berkelanjutan dan petani punya mindset untuk pengelolaan alam lestari.
 
Kita semua masing-masing bertanggung jawab, pengguna membeli produk lokal yang berpotensi berkelanjutan, pemerintah mendukung dengan regulasi dan fasilitas, petani  berkontribusi kepada alam apabila petaninya mengolah alam dengan  lestari  dan  berkelanjutan,  menghasilkan komoditas turunan yang unggul.  Pada akhirnya, kesejahteraan petani akan meningkat, produk unggulan lokal akan banyak permintaan dan mampu berkompetisi dengan brand dari luar negeri, tanah dan lingkungan yang dirawat akan lestari dan berkelanjutan hasilnya.


 

Sumber:

  • Lombok Post, “Organic Lombok,Skincare Asli NTB yang Gunakan Bahan Alami”
  • Majalah Peluang, Setia Erinty, Jejak Petualang, HijraKeh  Organik”
  • Keling Kumag Group,”Keling Kumang Dampingi Petani Lebah Madu” 
  • Organic Lombok, “Ingredents”,   https://organiclombok.com

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!