Green Jobs: Peluang Kerjanya Anak Muda Indonesia Lebih Bersih

sumber: dokpri

 
 
Mata bocah perempuan berusia 8 tahun itu seolah tak percaya apa yang terjadi dihadapannya. Sekolahnya yang terletak hanya 100 meter dari Sungai Ciberang, luluh lantak. Tak ada satu bangunan yang utuh, semuanya , tiga sekolah hancur, terendam banjir bandang. Bangunan itu diseret oleh banjir bandang yang terjadi 1 Januari 2020 di desa Lebak.

Elegi longsor dan banjir di pertengahan Januari 2021, sungguh tragis . Bencana hidrometerologis tak henti-hentinya menggoncangkan Kab Bogor (Jawa Barat), Kab Sumedang, Jawa Barat, Kab.Banjar, Kalimantan Selatan, Kab Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kota Menado, Sulawesi Utara, Provinsi Aceh.

Penyebabnya bukan hanya karena cuaca ekstrim, hujan yang lebat saja, tetapi buruknya kerusakan alam lingkungan yang tidak pernah kita rawat dan lestarikan. Dari hulu hingga hilir semuanya rusak. Mulai dari perambahan perkebunan, pembalakan liar, penambangan liar tanpa reklamasi kembali, daerah aliran sungai. 

Cuaca ekstrim membuat hujan lebat dan bencana hidrometeorologis ini menunjukkan adanya pemanasan global . 

Pemanasan global yang telah dibicarakan dan disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam Paris Agreement untuk menurunkan temperatur global tidak melebihi 2 derajat celsius dan mengupayakan menjadi 1,5 derajat celsius. 

Realisasi dari penurunan suhu itu harus dilakukan dengan mengurangi emisi rumah kaca, mengubah kebijakan energi dari energi fosil kepada energi terbarukan, merawat dan melestarikan hutan, sungai , laut.
 
Covid-19 jadi barrier untuk kehilangan pekerjaan, padahal pekerjaan jadi faktor penting dalam pembangunan negara.  Untuk itu, kesempatan untuk mendapatkan "Green Jobs" yang ada dalam beberapa sektor seperti energi terbarukan, industri, pertanian, perkembunan dan limbah.

Green Jobs

Green Jobs
Sumber:  dokumen pribadi


Sayangnya, sebagian orang masih belum memahami apa “Green Jobs”. Mereka menganggapnya sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan pelestarian lingkungan saja.

Ada yang menganggap jenis pekerjaan sebagai aktivis atau relawan lingkungan hidup.

Konsep “Green Jobs” semakin luas . Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs mengurangi dampak lingkungan akibat dari perusahaan atau sektor ekonomi yang tidak melestarikan lingkungan hidup. Secara eksklusif artinya pekerjaan yang dapat membantu ekosistem dan biodiversitas, mengurangi energi, materi, materi dan konsumsi melalui strategi meningkatkan efisisensi , dekarbonisasi perekonomian, mencegah pembuangan limbah dan polusi. 

Di negara berkembang seperti Indonesia, Green Jobs mencakup manajer, ilmuwan, teknisi, mereka yang berminat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan yang dulunya sangat “kotor” karena adanya limbah yang berbahaya, maka Green Jobs difokuskan untuk mengalihkan pekerjaan hijau untuk melestarikan lingkungan hidup. 

Ada dua perspektif atau pendekatan yang berbeda tentang Green Job yang dipaparkan oleh Ibu Maria Adenita Gita Elmada, selaku Dosen di Universitas Multimedia Nusantara. 

  1.  Eco Industry: Jobs are green by nature of activity, artinya menurut industri ramah lingkungan, pekerjaan dianggap sebagai pekerjaan hijau sesuai dengan aktivitasnya. 
  2.  Transformation approach, all jobs are greening, artinya menurut pendekatan transformasi, semua pekerjaan adalah pekerjaan hijau .

Apa  Kata Milenial Tentang Green Jobs?

Paradigma kaum milenial tentang “pekerjaan” adalah pekerjaan yang keren bergengsi seperti teknologi , bekerja di suatu start up company. Bekerja di suatu perusahaan dengan jenjang jabatan keren akan mendatangkan karir tinggi, gaji besar.

Ketika mereka ditawarkan untuk beralih kepada “Green Job”, mereka terheran-heran kenapa harus bekerja di bidang sektor yang belum tentu menjanjikan. Bahkan anggapan mereka , “Green Job” itu sebagai pekerjaan sampingan, nanti saja apabila pekerjaan kantor sudah selesai. 

Sebaliknya mereka yang sudah sadar akan pentingnya lingkungan. Menurut penelitian Angga Ariestya , kesadaran perubahan iklim pada generasi Z sekitar kurang dari 80% Sayangnya kesadaran itu hanya sebatas di level kognitif saja belum mencapai kesadaran konatif. Artinya para milenial itu hanya mengetahui pentingnya isu lingkungan secara pengetahuan saja, tetapi dalam praktek mereka tidak melakukan apa-apa. 

Mereka sangat enggan untuk melakukan perubahan yang bisa mengurangi perubahan iklim atau membuat inovasi tidak terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Keengganan untuk terjun bekerja dalam bidang lingkungan karena kurang kuatnya komitmen dan belum melihat orang-orang yang berhasil pekerjaan jika bekerja dalam lingkungan hidup.

Prakarsa Green Jobs

Green Jobs
Sumber: ILO.com


Diprakasai oleh ILO, International Labour Organization, Program Lingkungan PBB bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Internasional. Dalam prakarsa itu diminta agar pemerintah, pengusaha dan pekerja terlibat langsung dalam dialog maupun program-program yang menciptakan perekonomian hijau melalui Green Jobs.

Dukungan Pemerintah Indonesia 


ILO bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Asosiasi Pengusaha, membuat proyek Green Jobs di Asia bekerja sama juga dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan koherensi kebijakan di Tingkat Nasional, dapat menghasilkan lapangan pekerjaan berwawasan lingkungan, pembangunan ramah lingkungan rendah karbon dan ketahanan iklim. 
 
Realisasi dan Target RUEN.  Sumber: Dokpri
 




Kementrian Energi dan Mineral bersama dengan Kementrian Lingkungan hidup memiliki target pencapaian “Clean and Green Environment”.


Indonesia terikat kepada komitmen bersama dalam UN Climate Change pada Paris Agreement untuk menjaga temperatur global tidak melebihi 2 derajat C dan mengupayakan menjadi 1,5 derajat Celsius. 

Dalam rangka melakukan perubahan temperatur global maka komitmen nasional untuk menurunkan emisi GRK 29% dari kemampuan sendiri atau 41% dengan bantuan international , harus dicapai pada tahun 2030 sesuai Nationally Determined Contribution (NDC).
Tingkat Emisi GRK Nasional oleh KLKH . Sumber : Dokpri





NDC bagian dari Persetujuan Paris yang merupakan komitmen negara yang menyetujui Kerangka Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin mengubah NDC sektor Energi yang punya emisi GRK 2010 juta ton dengan cara memitigasi energi terbarukan sebesar 170,42 juta ton, konservasi energi sebesar 96,33 juta ton, pembangkit energi bersih 31,80 juta ton. 

Realisasi untuk mengubah NDC itu dengan menargetkan penurunan sektor energi fosil dan meningkatkan pemanfaatan Energi terbarukan dan efisiensi energi .Sayangnya target EBT (potensi energy terbarukan) sebesar 23% di tahun 2025 itu baru terealisasi sebesar 11% di tahun 2020. Oleh karena itu ESDM terus menggali potensi dari energi terbarukan seperti tenaga surya, bioenergi, bayu (angin), hidro (air) . 

Realisasi dan target itu telah dimasukkan dalam Rencana Umum Energi Nasional. Kebijakan yang bersifat mandatory seperti Biodiesel B30 , B100 terus dilakukan , demikian juga konversi pembangkit listrik BBM ke EBT untuk mengurangi emisi dilakukan di daerah Jawa 24MW, Sumatera 40MW, Kalimatan 36MW, Sulawesi 49 MW, Papua 0.3MW, Malku 66MW dan Nusa tenggara 11MW. Pengembangan PLTS Skala besar 2020-2035 dengan target 10,7GW untuk daerah NTT Sumba. 

Clean, green” to make a change in climate bukan sekedar wacana, tetapi usaha pemerintah untuk mengubah lingkungan bersih , hijau sudah jadi kenyataan dengan konversi energi fosil kembali kepada alam. 

Apa Saja Cakupan Green Jobs?

Adanya komitmen dari negara-negara termasuk Indonesia yang sadar tentang perawatan bumi, berarti makin banyak pekerjaan “green jobs” yang tersedia. Adanya dukungan Pemerintah membuat lapangan pekerjaan di perbagai bidang terutama pertanian, industri manufaktur yang hilirnya maupun hulunya dalam proses kerjanya berkontribusi untuk perawatan dan penjagaan kualitas dari lingkungan hidup, juga pekerjaan yang menyediakan jasa , administras.

Green Jobs bukan sekedar pekerjaan sampingan lagi tapi melibatkan tugas yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan. 

Tugas yang tidak mudah ini tentunya disertai dengan benefit atau keuntungan bagi kesejahteraan keluarga, kesehatan maupun gaji dan kondisi pekerjaan yang layak. 

Mengapa Kamu Harus Memilih Green Jobs Sebagai Masa Depanmu?

  • Pekerjaan yang sekarang ada tetapi akan segera bertransformasi menjadi pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan “green” atau penghijauan. Contoh penimbunan sampah jadi pembakaran limbah atau daur ulang.
  • Pekerjaan baru akan diciptakan seperti perusahaan pembuatan alat pengontrol polusi yang dipasang pada peralatan produksi yang sudah ada.
  • Beberapa pekerjaan akan dihilangkan karena ada perubahan dari enengan tanpa harus diganti, Contohnya bahan pembungkus plastik akan dilarang total. 
  • Terciptalah pekerjaan  baru seperti berikut ini: 

  1. Pengusaha Produk Ramah Lingkunga atau Ecopreneur 
  2. Arsistek design Ramah Lingkungan atau Eco Design Architect 
  3. Pengusaha Fashion Ramah Lingkungan atau Eco Fashionpreneur 
  4. Tekniksi Mobil Listrik atau Electric Car Technician 
  5. Startup Energi atau Energy Startup 
  6. Pengusaha Makanan organic atau Organic Foodpreneur
  7. Teknisi Panel Surya atau Solar Panel Technician 
  8. Petani Kota atau Urban Farmer 
  9. Start up untuk Manajemen Limbah atau Waste Management Startup 

Skill yang Dibutuhkan 


Tiap pekerjaan tentunya punya kompetensi inti, peran, teknis . Disamping itu dibutuhkan ketrampilan atau skill. Lalu, bagaimana dengan Green Jobs? 

Kebutuhan skill dalam Green Jobs: 
  •  Literasi yang berkesinambungan dalam bentuk soft skill, kesadaran, aksi kompetensi.
  •  Leadership (Kepemimpinan )dan skill manajemen dalam rangka transisi hijau. 
  •  Teknologi, pekerjaan yang berkaitan dengan ilmu 
  •   Motivasi kuat 
  •   Konsep diri 
  •   Karakter

Apakah Green Jobs  itu Menjanjikan? 


 Tidak dapat dipungkiri, salah satu tujuan bekerja adalah mencari uang. Uang yang digunakan untuk kesejahteraan hidup. Lalu , pertanyaan berikutnya apakah Green Job itu benar-benar menjanjikan bisa menghidupi kesejahteraan keluarga. 

 Steve Jobs mengatakan kepada mahasiswa Stanford di tahun 2005: “The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking”.

Intinya bekerja temukan passion dulu dan kesuksesan uang akan datang dengan sendirinya. Bagi seorang anak muda bernama Abdul Choliq, Co-founder dari Sayuran Pagi. 

Green Jobs
Abdul Choliq, Co-Founder Sayuran Pagi. Sumber: Dokpri


Latar belakang seorang anak petani dari Lereng Gunung Sumbing. Meskipun kehidupan ekonomi keluarganya dalam kondisi ekonomi lemah, tetapi dia memperoleh anugerah kehidupan dapat sekolah dan hidup dari kemurahan hati orang-orang yang memberikan dana dan tempat tinggal untuk hidup selama dia bersekolah hingga kuliah matematika di Universitas Indonesia.

Kerja dan sekolah jadi kenikmatan hidupnya. Lulus dari UI bidang matematika, jiwanya terpanggil untuk pulang ke desanya, membangun pertanian dan pendidikan di tanah kelahirannya. Dia ingin membalas kebaikan hati orang-orang yang telah berjasa didalam hidupnya dengan Jalan untuk “Pulang”.
Green Jobs
Tim  Sayuran Pagi .  Sumber Dokpri

Demi memenuhi keinginan adik asuh yang punya komitmen yang tinggi untuk modernisasi sistem pertanian di desa. Juga bersama dengan beberapa orang yang memiliki bersemangat untuk berkecimpung dalam pertanian modern, mulailah mereka membangun bisnis sayuran segar dengan sistem hidroponik. 

Bagi Abdul, bidang pertanian bukanlah bidang yang hina atau paling terbelakang. Dengan latar belakang ilmu yang berbeda (semua temannya punya latar belakang yang berbeda, matematika, ekonomi, teknologi, sastra arab), semuanya bertekad untuk belajar hal yang baru, pertanian hidroponik. 

Pertanian dengan sistem hidroponik jadi embrio untuk menghasilkan penghijauan tanpa harus punya sawah. Ketahanan pangan dimulai dari tanaman segar yang dihasilkan dengan manajemen berteknologi tinggi.

 Hasil produknya sangat mengagumkan, kerja dari hati yang “passionate” itu menghasilkan sayuran terbaik, "Sayuran Pagi merupakan produk sayuran (hidroponik yang bebas dari pestisida. Disamping itu mereka juga memiliki produk jasa pembuatan instalasi dan alat hidroponik sesuai dengan keinginan kustomer.


 Jasa lainnya sebagai operator dari Greenhouse operator dan konsultan hidroponik. Mimpinya bukan sekedar berkebun sayuran hidroponik saja, tapi dia sudah membuat aplikasi Lokatani.id , mampu memonitor semua kegiatan pertanian hanya dalam satu aplikasi.

Green Jobs
Rencana Kerja Masa Depan Sayuran Pagi.   Sumber: Dokpri



Teknologi untuk mencocokan tanaman dengan medianya melalui teknologi. Ingat bahwa peluang pekerjaan di masa mendatang adalah penggunaan energi yang berasal dari sumber terbarukan, energi bersih, dan keberlangsungan hayati. 


Kontribusiku


Aku sudah pensiun, namun dalam keseharianku, aku sudah melakukan "Green Jobs" secara informal. Berikut ini adalah bagian kontribusiku:
 
  • Memilah sampah rumah tanggaku menjadi dua yaitu organik dan inorganik. Tentu aku tak gunakan ember karena petugas sampah di tempatku, tugasnya angkut sampah tiap rumah tangga yang dimasukkan dalam satu plastik sampah.  Aku gunakan dua plastik sampah, satu yang organik untuk diambil oleh Petugas sampah untuk diberikan kepada truk angkut sampah, sementara yang inorganik, berharap pemulung yang datang pagi-pagi untuk mengambilnya.
  • Aku punya kerinduan dan tanggung jawab untuk bumi tempat tinggal aku berpijak, bagaimana cara sosialisasi RT dan ibu-ibu serta tukang sampah untuk berubah memilah sampah.  Bagaimana caranya? Tentu aku belum bisa memaksa perubahan total, hanya video tentang pemilahan sampah kukirim kepada Bapak RT, ibu-ibu rumah tangga warga RT ku.  Semoga mereka tergerak untuk adanya perubahan.
  • Selama ini jika belanja ke pasar, aku membawa tas tetapi lupa membawa plastik. Alhasil, semua belanjaan yang dibeli tetapi dibungkus plastik. Hasilnya, begitu banyak plastik yang dikumpulkan (bayangkan sehari 2 bungkus plastik, sebulan 30x2=60). Untuk mendaur ulang plastik tidak mungkin, jadi kuberikan plastik bekas pembungkus kepada tukang sayur untuk digunakan sebagai pembungkus.
 
Masih ragu dengan Green Jobs?  Tentukan masa depanmu  dengan "Decent Green Jobs" , selain mendapatkan pekerjaan juga dapat berkontribusi kepada lingkunganmu.
 
 
Sumber referensi:
 
  •  Factshet on Green Jobs Ina.indd-ILO
  • Talkshop : “Yuk, Cari Kerja di Sektor Green Jobs” diselenggarakan oleh Koaksi Indonesia ,13 Januari 2021
  • Menteri ESDM dan Menteri LHK Jadi Pembicara di MGN Summit Indonesia 2021: https://www.metrotvnews.com/play/kELC8B5d-menteri-esdm-dan-menteri-lhk-jadi-pembicara-di-mgn-summit-indonesia-2021


23 komentar

  1. hal yang paling menarik adalah dengan kita menerapkan ke diri kita sendiri ya, bu :)

    BalasHapus
  2. memilah sampah ini yang kadang bikin malas. padahal sebenarnya dengan proses memilah sampah justru memberikan kemudahan bagi para pemulung yang sering lewat dan mengambil sampah ya bu.

    BalasHapus
  3. Ditempatku hampir semua swalayan sudah tidak menyediakan plastik lagi, Alhamdulillah aku jadi terbiasa membawa tas buat nyimpen belanjaan 😂

    BalasHapus
  4. hal termudah menerapkan green jobs, start dari diri sendiri untuk diri sendiri dan orang sekitar.. untuk kedepannya smg bisa berkembang manfaatnya untuk orang banyak

    BalasHapus
  5. sepertinya seru ya klo ditelaah mendalam soal profesi perihal green jobs ini. Layaknya ekosistem sebaiknya qt terus mensosialisasikan soal green job dan kebutuhannya

    BalasHapus
  6. Di beberaoa daerah sudah ada yg berhasil memanfaatkan gas metana dari sampah sebagai bahan bakar alternatif. minyak jelantah juga bisa dijadikan Biodiesel

    BalasHapus
  7. Setiap ke pasar aku juga bawa tas sendiri jadi meminimalkan penggunaan plastik. Tapi untuk memilah sampah ini, kadang kalau masaknya buru-buru suka lupa. Huhu... Semoga kedepannya lebih aware lagi.

    BalasHapus
  8. Persoalan plastik memang menjadi momok ya, saya sendiri kalau ke minimarket dan belanja sedikit sudah nggak mau pakai plastik. Dimasukin ke tas saja

    BalasHapus
  9. Green jobs ini keniscayaan menurutku
    energi fosil pasti habis,yang berimbas pada industri pupuk kimia
    Otomastis penduduk dunia akan berpindah ke green jobs
    Tinggal siapa yang lebih dulu melakukannya ^^

    BalasHapus
  10. Benar sekali ya bu, Green Jobs ini memang harus dipilih oleh anak anak muda
    karena Green Jobs menjadi salah satu pekerjaan di masa depan yang sangat menjanjikan sekaligus ramah lingkungan
    klo buat yg lain, meski g bekerja di Green Jobs tetap bisa jaga lingkungan, diet plastik contohnya

    BalasHapus
  11. Saya pun membereskan plastik yg bersih, lalu memberikannya lagi ke para pedagang, biar nanti dipakai lagi. Kecil sih kontribusi saya tapi semoga konsisten...

    BalasHapus
  12. Jadi urban Farmers itu sepertinya menarik sekali, bertani di lingkungan kota bisa sedikit membantu untuk mengurangi polusi udara juga. Semoga aja ke depan saya bisa mewujudkan impian tersebut bersama keluarga

    BalasHapus
  13. Aku juga sudh milah nih bu. Tapi ngga kepikiran buat ngasih plastiknya lg ke penjual sih, selama ini masih tak kumpulin aja dlu.

    Kmrn ikutan liat videonya juga yg ada mas abdul ini. Suka sama prinsipnya beliau, aku juga beberapa kali beli sayur online jg yg minim plastik jg..

    BalasHapus
  14. sama bu ina, aku juga ke tukang sayur bawa tas kain. ada warung sayur dan ibu penjual sayur dekat rumah juga senang jika kuberi plastik2 bekas belanja.
    memang kita harus pelan2 bisa berkontribusi, semoga para anakmuda jg tergerak untuk terjun ke green jobs ini ya bu

    BalasHapus
  15. Semoga kontribusi ibu di lingkungan sekitar banyak yang mencotoh ya. Minimal hal sederhana yang telah ibu lakukan.

    BalasHapus
  16. Kedepannya kehidupan akan beralih ke green job. Memang betul bu, Sumber Daya Alam yang ada sekarang juga semakin menipis, tentu butuh Sumber Daya Alam pengganti yang lebih ramah lingkungan seperti biogas yang berasal dari limbah misalnya.

    BalasHapus
  17. Green jobs ini menurutku cocok nih dikerjakan sama ibu rumah tangga dan anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, for a better world, why not ya kan

    BalasHapus
  18. Aku sih gak ragu lagi deh kalo ada peluang kerja dari Green Jobs ini. Apalagi bencana-bencana sudah terjadi di depan mata kita, kalau lingkungan tak segera diselamatkan segera bisa musnah deh bumi yang kita pijak*

    BalasHapus
  19. Ini nih gerakan yang cocok untuk semua kangan baik yg tua maupun muda.

    BalasHapus
  20. Aku juga sudah mulai melakukan ini mbak, memilah sampah organik dan non organik. Biasanya sampah-sampah non organik aku langsung kasih sama penampungan limbah non organik ini, untuk di daur ulang. kalo sampah organik di ambil langsung sama tukang sampah langganan

    BalasHapus
  21. Aku mulai tertarik untuk bisnis makanan organik nih. Tujuannya adalah menyehatkan masyarakat. Sedih ya Gen Z tuh blm sadar soal lingkungan. Huft

    BalasHapus
  22. Semoga kita semua jadi orang2 yang turut mendukung dan mensuport kepada kelestarian alam ini ya Mba.tidak hanya dlm pekerjaan tapi dalam keseharian kita...

    BalasHapus
  23. memang kudu terus digaungkan ya soal issue lingkungan biar semakin sadar untuk menjaga bumi :)

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!