Let's Read, Cara Menghidupkan Dongeng Melalui Cerita Bergambar

Ketika membaca tentang Gerakan Literasi untuk anak-anak yang dilakukan Adi Sarwono , mataku ikut berkaca-kaca. Memoriku teringat beberapa tahun yang lalu aku juga punya empati kepada anak-anak tak mampu untuk mengajar bahasa inggris dengan buku cerita bergambar ke sekolah Paud informal. Sayangnya, saya tak bisa lama mengajar karena sekolah ini keburu ditutup oleh yayasan . 


LEt's Read
Kompas.com


Kak Adi (31) panggilan Adi Sarwono membuka sebuah Taman Baca Busa Pustaka Bandar Lampung. Letaknya puluhan kilometer dari tempat tinggalnya. Tapi mata hati dan jiwanya terpanggil bukan sekedar untuk menyediakan buku-buku anak tetapi, sambil mengenakan kostum tokoh Super Mario Bros, ia mengajar dengan cara mendongeng untuk buku-buku pelajaran . 

Tak punya pengalaman sebagai guru, tidak menyurutkan dirinya untuk mengajar anak-anak itu dengan cara yang unik. Ketika buku pelajaran dibawa oleh anak-anak itu, tidak dikuasainya, dia mencari jalan ke luar dengan mencari buku cerita bergambar yang ada relevansi dari buku pelajaran. 

Mata anak-anak itu selalu berbinar-binar ketika Kak Adi datang, apalagi Kak Adi bisa membantu menjelaskan pelajaran yang belum dipahaminya. Mendongeng  jadi bagian literasi pembelajaran bagi anak-anak di Lampung.

Buku Digital vs Buku Gambar Cetak


Let's REad
Dokumen pribadi


Di zaman “now” serbuan cerita atau buku cerita anak berbentuk digital . Mencari dan menemukannya sangat mudah sekali karena tinggal unduh aplikasi di google playstore. 

Kenapa Anak-anak lebih tertarik dengan buku digital bergambar ketimbang dengan buku cerita cetak tanpa gambar.

Buku cetak bergambar atau buku digital bergambar merupakan kolaborasi antara ilustrasi dan tulisan.  Ilustrasi itu dibuat oleh ilustrator , sedangkan tulisan dibuat oleh pengarang cerita anak.

Dengan adanya ilustrasi berupa gambar itu, visualisasi membuat  anak jauh lebih tertarik,  perhatiannya langsung kepada gambar.    Anak-anak balita perlu explorasi dan imajinasi , dia mendapatkannya melalui gambar yang bentuknya sangat berbeda-beda, juga warnanya.  Isi buku menjadi nyata bagi anak-anak.  Dengan gambar yang lucu dan bagus anak langsung ingat dan mengerti kata yang sederhana. Akhirnya anak dapat menangkap maksud cerita dari gambar yang disiapkan.

Membaca buku bergambar juga suatu hal yang baik bagi anak untuk menambah perbendaharaan kata.  Anak mengenal berbagai warna, bentuk dan dunia baru, serta pengikat hubungan yang erat dengan orangtua yang suka membacakan buku, cerdas secara sosial.
Sayangnya, beberapa anak ingin membaca buku bergambar jika ibunya bisa mendongeng.  Namun,
jika cara ibunya mendongeng monoton, tidak punya tehnik mendongeng yang bagus, anak jadi bosen, bahkan tidak memahami apa yang diceriterakan.

Sementara itu, buku digital untuk anak itu makin menarik anak karena lebih mudah visualisasinya, bahkan disertai dengan suara dan gerakan yang mudah dimengerti oleh anak.  Buku digital sangat memikat anak karena anak zaman now sudah memiliki smartphone dilengkapi aplikasinya.

Saat Aku Mendongeng Buku Cerita Bergambar

Ketika belum ada buku atau cerita bergambar digital, buku cerita bergambar cetak jadi bahan atau materi utama untuk mendongeng. Alangkah senangnya anakku ketika masih balita, begitu melihat ibunya masuk ke kamar tidurnya .

Dongeng jadi bagian penting agar anak bisa tidur dengan nyenyak. Aku siap dengan buku dongeng cetak dengan gambar-gambar yang berjudul “Kasuari dan Dara Kota”. Anak kupangku di tempat tidurnya. Sambil dia tiduran, aku membacakan buku gambar yang besar dan warnanya sangat menarik '

Aku membuka buku halaman pertama, ada hutan penuh dengan pohon-pohon rimbun, dua burung saling bicara, burung dara kota berteriak kepada Kasuari: “He! Kamu jangan serakah, ambil semua makanan, sisakan untuk kami!

 “Kamu terbangnya lama, badanmu kecil sich, harus perkasa seperti aku ini ! teriaknya dengan sombong. 

Begitu mendengar perkataan Kasuari yang sombong, Burung Dara Kota terus terngiang suara “Kamu kecil tak bisa cepat!” 

Lalu berlatihlah tiap hari Burang Dara Kota untuk mampu terbang cepat seperti Kasuari. Suatu hari diadakan lomba terbang antara Kasuari dan Burung Dara Kota.

Burung dara dapat terbang lebih cepat dari burung Kasuari. Tapi Kasuari tak mau kalah, dikejarnya burung Dara Kota. Ketika terbang Kasuari menengok kebelakang , untuk melihat dimana burung dara kota. 

Tanpa disangka, Kasuari menabrak sebuah pohon. “Bruk!” Dia terjatuh kesakitan, menangislah Kasuari minta tolong. 

Semua burung termasuk Dara Kota dan teman-temannya datang menolongnya. Sambil meringis, dia berkata : “Maaf atas kesombonganku, aku kapok tidak serakah lagi. Bunda mengatakan kepadaku, 

Kasuari sangat menyesal dia tak mau serakah lagi, dia mau rendah hati dan menolong teman-temannya yang lain. Sikap serakah dan sombong akan membawa kerugian sedangkan sikap rendah hati dan tolong-menolong akan membawa kebaikan seperti yang dilakukan oleh Burung Dara Kota. 

Begitu dongeng yang kubacakan selesai, anak sudah tertidur nyenyak dan lelap. Cerita dengan moral yang sangat baik itu melekat dalam kalbu dan pikiran anakku hingga kini.  Cerita itu meninggalkan pesan agar kita tidak serakah  karena serakah itu tidak baik, tetapi sikap menolong kepada orang lain adalah sikap yang baik, patut ditiru. 

Pahami Berikut ini Sebelum Jadi Pendongeng


LEt's REad
dokumen pribadi


  • Mendongeng bukan sekedar membacakan suatu cerita tanpa makna. Pendongeng harus membaca dan menghayati apa arti cerita itu bagi dirinya dan ditransfer kepada anak dengan makna yang sama dengan bahasa anak. 
  •  Bahasa anak itu sangat penting karena kosa kata anak balita masih terbatas, bahkan hanya satu-dua kata yang dimengerti. 
  •  Mendongeng juga berarti mentransfer bahasa ibu kepada anak sesuai dengan perkembangan usia anak. 
  • Penghayatan pendongeng harus ditransformasikan dalam bentuk suara yang berganti-ganti sesuai karakter dari tokoh yang ada dalam dongeng. Dengan gerakan tangan, mimik muka sesuai alur dongeng. 
  • Untuk mengevaluasi apakah anak mengerti atau memahami apa yang diceritakan, berikan pertanyaan yang sederhana, contoh: Apa sikap Kasuari? Jika menjawab serakah, langsung tanyakan: apakah itu baik atau tidak? Jika dijawab tidak, dilanjutkan, kenapa? 

Mengapa Perlu Dongeng Cerita Bergambar?



Let's REad
dokumen pribadi



1.Mengasah rasa ingin tahu anak

Ketika anak melihat cerita bergambar dan tertarik , dia mencoba memahami proses atau urutan dengan hubungan ceritanya. Dia juga senang melihat gambar-gambar yang sebelumnya belum diketahuinya.

2. Membantu Anak Mengekspresikan diri

Setelah anak mengetahui jalan cerita dan moral cerita, dia bisa mengexpresikan dirinya. Contohnya "Adit ingin jadi anak yang suka menolong seperti Burung Dara.

3. Menumbuhkan Minat Baca

Awalnya anak pasti hanya melihat buku itu dari gambar-gambar saja. Tapi setelah ada kosakata dalam gambar, dia mencoba untuk mengeja atau membacanya.  Minat baca mulai terasah ketika setiap kali dia mendapatkan buku cerita bergambar.

4. Langkah Awal Mengenalkan dunia buku

Membantu mengenalkan dunia buku seharusnya dimulai sejak anak-anak. Ketika anak mulai menyukai buku bergambar,  lama kelamaan dia pasti akan merasakan buku bergambar sebagai kebutuhannya.

5. Mengembangkan daya imajinasi anak

Membuka wawasan anak ketika membaca buku bergambar , disertai dengan menambah imajinasinya dia melihat dunia d luar yang sudah dikenalnya, mungkin juga dia membayangkan apa yang ada dalam benaknya.

Hambatan Melestarikan Dongeng Cerita Bergambar



Let's Read
dokumen pribadi



Orangtua sekarang ini selalu mencari dongeng bergambar yang praktis melalui aplikasi .  Sayangnya pemilihan media gambar dalam dongeng itu tidak selalu menyadari pentingnya peran gambar itu dalam mencapai tujuannya. Gambar tanpa expresi dari pendongeng tidak bisa mengungkapkan cerita yang ingin disampaikan . 

Orangtua seringkali tidak tepat mencari buku dongeng gambar sesuai dengan perkembangan usia anak. Bahkan ada orangtua yang justru memberikan dongeng cerita gambar dengan bahasa yang bukan sesuai bahasa ibu, Contohnya buku cerita bahasa inggris, sedangkan bahasa ibunya Indonesia. Hal ini menjadi gap dalam kemampuan bahasa, budaya.

Cara yang tepat dalam melestarikan dongeng bergambar adalah mencari aplikasi yang berwawasan luas tetapi sangat mudah untuk disampaikan dengan praktis yaitu dengan  aplikasi “Let’s Read” dari google playstore.

Proses sangat sederhana dan mudah, saya membukanya, lalu memilih cerita unggulan, saya memilih dengan judul “Teman yang Baik”. Cerita ini merupakan karya terjemahan dari karya asli pengarang May Kyaw. Tertulis dibawah judul tingkat tingkat kesulitan bacaan : Tingkat 2, jadi cerita ini pasti untuk anak SD bukan untuk anak balita. 

 
Setelah saya buka, gambarnya sederhana. Saya temukan dua tokoh yaitu tanaman tomat dan tanaman kacang. Tanaman tomat merasa iri, tidak dicintai karena tidak bisa berdiri, selalu membawa buah-buahnya sendiri. 

 Si tomat sangat keberatan membawa buahnya sendiri. Kacang mendukung tomat agar minta dibuatkan penyangga. Tomat belum apa-apa sudah merasa tidak pernah ada yang memperhatikan. Akhirnya, pemilik tomat membuatkan penyangga, tomat bisa berbuah banyak tanpa merasakan kesulitan lagi. 

Kacang pun mengingatkan tomat : “Kamu percaya aku sekarang? Kamu juga dicintai dan didukung,” ucap tanaman kacang. Tomat berterima kasih kepada kacang. 

Di akhir cerita, ada pertanyaan: 
1. Mengapa tanaman tomat bersedih?
2. Bagaimana cara tanaman kacang menghibur tanaman tomat? 
3. Apa yang diperlukan untuk menjadi teman baik? 
4. Tanaman apa yang kamu miliki di rumah? 

Mengenal Let's Read


Let's Read
Let's Read's application


Let’s Read berkontribusi menggiatkan minat baca pada buku anak melalui perpustakaan digital, membantu anak meningkatkan minat baca . Cerita atau konten cerita disesuaikan dengan Bahasa lokal yang diinginkan (ada 50 bahasa asing maupun lokal), fitur-fitur sesuai perkembangan usia anak dari 4- 10 tahun , dan jenis buku mulai dari unggulan sampai semua buku .
                                                     
                                                                     
 “Let’s Read”diprakasai oleh Books for Asia dari Asia Foundation. 

"Let’s Read" berkolaborasi dengan penulis lokal /pegiat literasi untuk menghasilkan cerita fabel atau cerita legenda sesuai dengan negara penulisnya. Anak-anak sebagai pembaca dapat meluaskan wawasan dari legenda negara yang belum pernah dikunjunginya, bahkan memahami budaya lokal suatu negara yang belum dikenalnya. 



Solusi ini sangat menolong bagi para ibu yang ingin membantu melestarikan dongeng cerita sebagai pengantar pendidikan anak untuk kemampuan bahasa dan pendidikan moral yang sangat mudah diberikan kepada anaknya.

23 komentar

  1. Cerita bergambar emang asyik dibaca. Bikin anak lebih mampu mengaktifkan daya imajinasinya.

    Anyway, aku belum pernah baca buku dari let's read. Jadi pingin baca juga. Thanks sharingnya, mbak..

    BalasHapus
  2. Saya membacakan Let's Read kepada anak saya semenjak awal pandemi 2020. Semula yang saya bacakan adalah cerita tentang virus Corona, lama-lama jadi melebar ke cerita-cerita yang lain. Kosakata anak saya tumbuh pesat karena saya dongengin tiap sebelum tidur. Dan alat andalan saya untuk mendongeng adalah aplikasi Let's Read.

    BalasHapus
  3. Kegiatan mendongeng dan menjadi pendongeng memang butuh waktu dan skill ya Bu. Ga segampang cuap2 saja, dan anak2 pun memang senang kalo mendengarkan dongeng, kelak akan terekam sampe dewassa ketika cerita2 dongeng menjelang tidur.
    Dan aplikasi Lets read ini emang solusi buat melestarikan dongeng dan menarik perhatian dengan cerita2 bergambar

    BalasHapus
  4. saya belum pernah di ceritain dongeng dari buku sebelum tidur saat saya masih kecil. Biasanya saya di dengerin dongeng dari karangan mama saya sendiri

    BalasHapus
  5. Cerita bergambar selalu menarik perhatian anak-anak karena warna-warnanya yang sangat menarik sehingga akhirnya timbul minat membaca, sharingnya sangat menarik setelah ini langsung deh ke google play store buat cari tahu tentang let's read.

    BalasHapus
  6. Senangnya ada aplikasi let's read yang bisa membantu mendongeng
    Saya ingat, semasa kecil saking inginnya dengar dongeng, saya kerap merengek pada seorang frater yang tinggal depan rumah
    Tentu saja dongeng nya sekitar para nabi 😀😀😀

    BalasHapus
  7. aplikasi lets read ini memang menjadi alternatif saya membacakan cerita bergambar sebelum tidur bu. kalau-kalau si sulung sudah bosan dengan buku ceritanya. seru ya dan gratis lagi

    BalasHapus
  8. Senang sekali dengan adanya Aplikasi Let's Read ini, apalagi memang saya dari awal ingin sekali menumbuhkan minat baca Anak-anak saya, salah satu caranya dengan membacakan dongeng hingga akhirnya Si Sulung saat ini sudah gemar membaca sendiri buku bergambarnya. Let's Read ini juga praktis, bisa dibaca kapan saja dan dimana saja.

    BalasHapus
  9. Aplikasi Lets Read sangat membantu saya yang sudah lama nggak punya keberanian untuk mengajak si kecil ke toko buku. Si kecil saya tetap bisa menemukan dongeng baru dari aplikasi ini.

    BalasHapus
  10. Inovasi yang menarik dengan adanya aplikasi Let's Read. Karena dongeng sebetulnya bukan cuma pengantar tidur sang anak, tapi juga budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

    BalasHapus
  11. Mendongeng penting bgt ya utk perkembangan anak. Let's read ini bener2 aplikasi kekinian yg membantu para ibu utk mendongeng ke anak2nya

    BalasHapus
  12. Wah langsung donlod Let's Read ah,makasih ya mba infonya

    BalasHapus
  13. Let's Read ini solusi praktis untuk mendongen anak ya. Waktu kecil Saya suka sekali mendengar dongeng, dan memang betul, tidak semua orang pandai berdongeng, jadi butuh special skill pendongengnya

    BalasHapus
  14. Kegiatan mendongeng baik itu menggunakan bacaan dari buku fisik ataupun buku digital seperti Lets Read pasti bermanfaat untuk anak-anak. Apalagi Lets Read ini dilengkapi dengan visualisasi juga ya

    BalasHapus
  15. Sebagai orangtua ya dengan anak balita aku menyadari bahwa kehadiran buku digital tak bisa dielakkan. Meski begitu au masih meminimalisir penggunaan gadget pada anakku. Hehe. Btw salut sama Kak Adi.. aku banyak temui orang seperti beliau sewaktu aku kuliah dan sewaktu aku pengabfuan ke daerah

    BalasHapus
  16. Saya lupa sejak kapan instal let's read di hp. Udah lama. Dan meski memori hp jadul ini udah penuh, saya tetap mempertahankan aplikasi let's read Karena itu tadi, banyak cerita bergambar yang bisa saya kisahkan kepada anak. Secara di kampung ini cari buku anak susah, mahal, donatur pun tidak ada ...

    BalasHapus
  17. Cerita yang didongengkan kepada kita sewaktu kecil itulah yang biasanya melekat di dalam ingatan. Bukan hanya ceritanya tapi unsur emosional yang dibangun di dalam proses bercerita itu.
    Saya sendiri bahkan mengunduh let's read walau belum dikarunia anak, karena suka dengan cerita dan ilustrasinya.

    BalasHapus
  18. Aplikasi let's read ini menjadi aplikasi bacaan favorit anakku jg nih bu. Setuju sekali dgn perlunya cerita dongeng bergambar. Bahkan anakku bisa cerita sendiri hanya dgn melihat gmbarnya. Seneng rasanya..

    BalasHapus
  19. Aku belum instal Let's Read nih. Kalau mendongeng masih, kadang suka beli buku dongeng juga buat anak, terutama kisah-kisah nabi.

    BalasHapus
  20. Aku belum pernah sukses mengajak anak baca lewat digital. Sepertinya aplikasi Let's Read bisa dicoba supaya aku dan anakku juga sama-sama bisa menumbuhkan minat baca. Biasa aku baca cuma lewat aplikasi full text buat aku sendiri. Thanks mba for sharing

    BalasHapus
  21. mendongeng ini memang gampang2 susah. aku itu nyoba banget ngedongeng tapi ternyata ga segampang yang dipikirkan xD Cuma terus belajar biar tambah pinter
    aku dulu install lets read ini cuma dah lama nggak memoriku penuh huhuh

    BalasHapus
  22. memang butuh terus dibudayakan ya dongeng itu, karena banyak sekali manfaatnya buat anak-anak :)

    BalasHapus
  23. Aplikasinya memang keren, kita seperti punya perpustakaan pribadi penuh buku-buku anak bergambar yang seru ya mba

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!