Kiat Mencari Solusi Jika Gigi Palsu tidak dicover oleh BPJS

Jika ditanyakan mengapa saya memakai gigi palsu. Sebenarnya, menggunakan gigi palsu itu tidak enak. Lebih enak menggunakan gigi sendiri. Tapi apa daya ketika gigi sendiri itu tak selalu bisa dipertahankan. 

Sejak kecil, gigi saya memang tak baik pertumbuhannya. Sering lubang kecil sampai besar. Ketika lubang besar sudah tak bisa dipertahankan, akhirnya gigi itu harus direlakan untuk dicabut. Bahkan, ada bebeapa gigi yang tak mau dipertahankan , sudah goyang-goyang, terpaksa dicabut . 

Ada 7 gigi yang sudah hilang. Jika dibiarkan terus menerus, ketahanan gigi asli itu bisa rusak apabila tidak didukung dengan adanya gigi palsu. Fungsi dari gigi palsu selain bisa mendukung gigi asli, juga kita bisa makan dengan mengunyah jauh lebih baik ketimbang tanpa gigi palsu. 

Nach, hampir selama 10 tahun saya telah menggunakan gigi palsu . Awalnya, susah sekali menyesuaikan diri dengna adanya gigi palsu. Ngga enak karena ada yang mengganjal, bahkan sering tidak nyaman. Namun, saya pikir semua hal yang baru memang perlu penyesuaian. Kita harus mampu menyesuaikan supaya lebih bisa merasa lebih enak

 Akhirnya setahun saya bisa merasakan sudah terbiasa dengan gigi palsu, tiap pagi digunakan, tiap malam sebelum tidur harus dilepaskan karena saya memilih untuk gigi palsu non permanen.

Gigi Palsu
alodokter.com


Gigi palsu itu saya pesan dari dokter gigi. Tentunya dengan biaya yang cukup besar, tapi karena saat itu saya masih bekerja, jadi tidak terasa untuk mengeluarkan dana sekaligus besar sekitar Rp.4,5 juta. 

Suatu hari, ketika sedang makan siang, ada terasa yang aneh di mulut saya ketika sedang mengunyah. Ada potongan keras yang ada dalam mulut. Ketika diambil, ternyata pecahan satu gigi dari tujuh gigi. Wah ini ngga bisa dipakai lagi kalau hilang satu karena rangkaiannya sudah menyatu. 

Terpaksa saya pergi ke dokter gigi untuk konsultasi tentang gigi palsu yang patah. Ketika bertemu dengan dokter, dia memberikan “proposal” harga untuk 7 gigi karena tidak mungkin membuat satu gigi yang sudah patah. Harga yang diberikan cukup fantastis bagi saya , sekitar Rp.6,5 juta. 

Beruntung, saya mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk mencoba ke tukang gigi yang tidak jauh dari rumah saya. Akhirnya saya mendapatkan ahli atau tukang gigi yang berhasil menyambung kembali satu gigi yang patah itu. Jadi saya cukup bayar satu gigi itu saja. 

Ingat gigi palsu itu tidak murah jadi berhati-hatilah yang sudah menggunakan gigi palsu agar merawatnya dengan baik. Jika diantara teman-teman yang ingin bertanya kenapa tidak gunakan BPJS untuk gigi palsu. 

Di sini saya berikan ketentuan dari BPJS KEsehatan untuk pembuatan gigi palsu. Menurut saya gigi palsu itu dianggap sebagai aksesori, bukan suatu hal yang mandatory, jadi biayanya tidak mungkin diabsorb oleh BPJS. 

Menurut BPJS Kesehatan No 1 Tahun 2014 Pasal 52 Ayat 1, perawatan gigi dan mulut yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut :

  1.  Administrasi pelayanan, meliputi biaya pendaftaran pasien dan juga biaya administrasi lainnya yang terjadi selama proses perawatan atau pelayanan kesehatan pasien. 
  2.  Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis yang berhubungan dengan kesehatan gigi.
  3.  Pramedikasi, pemberian obat-obatan yang dilakukan sebelum tindakan anastesi atau pembiusan sebelum operasi. 
  4.  Kegawatdaruratan oro-dental.
  5.  Pencabutan gigi sulung dengan anastesi topikal atau infiltrasi. 
  6.  Pencabutan gigi permanen tanpa penyulit. 
  7.  Obat-obatan pasca pencabutan gigi (ekstraksi).
  8.  Penambalan dengan bahan komposit atau GIC. 
  9.  Pembersihan karang gigi atau scaling gigi setahun sekali. 

Selain itu, BPJS kesehatan juga memiliki layanan tambahan berupa tanggungan untuk seseorang yang akan melakukan pembuatan gigi palsu. Namun, tidak semua pembuatan gigi palsu ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hanya pada kondisi tertentu saja BPJS dapat menanggung pembuatan gigi palsu. Terdapat batasan karena dana yang digunakan berbentuk subsidi.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!