Investasi Saat Resesi. Kelola Aset Portofolio dan Produktif. Cashflows is the Queen

Investasi Saat Resesi



Sebelum membahas tentang investasi saat resesi, tentu Anda sudah memiliki Financial Planner sesuai dengan tujuan keuangan keluarga.

Dalam tujuan keuangan keluarga dibagi atas 3 strategi seperti berikut ini:


Jangka Pendek: 


  • Tujuan Keuangan      : Dana Liburan 
  • Strategi                      : Tabungan 

Jangka Menengah : 


  • Tujuan Keuangan          : Dana beli rumah, dana pendidikan anak 
  • Strategi                          : Investasi 

Jangka Panjang   : 


  • Tujuan Keuangan   :  Dana Pendidikan anak, dana ibadah haji, dana pensiun,dana kesehatan 
  • Strategi                   :    Investasi 

Mengapa harus berinvestasi? 


  1.  Tingkat inflasi: Setiap tahun tingkat inflasi cukup tinggi, kecuali pada tahun 2020. 
  2.  Kebutuhan masa depan:  Tidak ada yang menjamin masa depan kita akan aman, hanya dengan investasi dan tabungan yang bisa dimanfaatkan dan digunakan maka kita masih bisa “survive”. 
  3. Potensi Keuntungan:  Dalam memilih investasi, kita pasti memilih investasi yang menguntungkan dengan tingkat risiko sesuai dengan profil kita.

Bagaimana Berinvestasi Saat Pandemi? 


Kita harus menghitung, meneliti kondisi keuangan yang sehat. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah keuangan kita sehat atau tidak: 

1. Apakah cashflow minus? 
2. Apakah cicilan diatas 30%? 
3. Apakah mampu menabung?

 Apakah casflow minus: 


Di saat pandemi,  casflow is the queen.  Cashflow adalah transaksi-transaksi baik itu pemasukan dan pengeluaran yang digunakan untuk transaksi keluarga. Jika pemasukan lebih besar dari pengeluarkan pasti hasilnya minus. 

Ketika mengetahui saldo minus, tentunya hal ini pertanda tidak baik. Kita harus mempertahankan agar pemasukan dan pengeluaran harus seimbang, jangan sampai minus karena jika minus kita harus mencari jalan keluarnya, yaitu kita harus mengurangi pengeluaran atau justru menambah pemasukan yang memang jauh berkurang. 

Apakah cicilan diatas 30%? 


Perlu dievaluasi lagi apakah cicilan dari barang yang kita beli lewat pinjaman itu nilainya 30% dari pemasukan kita. Jika ya, maka hal ini harus dievaluasi dan direstrukturisasi agar kondisi keuangan kita jadi sehat.

Seharusnya nilai cicilan itu tidka boleh lebih dari 30%. Evaluasi pinjaman dimasa kritis dari kategori pinjaman. Misalnya pinjaman rumah, tetap dipertahnkan, pinjaman kendaraan harus di zero, dan pinjaman untuk online, tidak diperbolehkan. 

Apakah Mampu Menabung? 


Menabung bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Ada yang mengatakan tidak bisa menabung karena pemasukannya kecil, tak ada sisa uang lagi. Meskipun gaji naik, tetap saja tidak bisa menabung. 

Gaya hidup jadi masalah utamanya. Menabung itu diharapkan jadi kebiasaan bukan suatu keharusan. 

Ketika kita bekerja dan punya gaji , maka begitu gajian, sisihkan dana untuk tabungan paling sedikit 10%. Tabungan jadi hal yang penting ketika terjadi resesi, gaji dikurangi, bahkan PHK, maka tabungan yang sudah kita tabung sejak kita bekerja jadi andalan utama. 

Ingat bahwa kita harus punya dana darurat untuk masa kritis adalah 12 X pengeluaran rutin bulanan. 

Investasi Saat Pandemi:


 Apabila keuangan ada sudah sehat, maka investasi yang dapat digunakan saat pandemi adalah aset fisik berupa emas batangan dan Surat berharga (SBN Ritel, saham, reksadana). 

 Investasi merupakan aset dari keuangan kita. Aset itu ada dua yaiatu aset portfolio dan aset produktif. 

Bedanya apa?

 Aset portofolio:

1. Memberikan keuntungan berupa hasil berkala dan capital gain.
2. Berbentuk aset keuangan 
3. Tidak perlu pengelolaan aktif. 

Aset produktif: 

1. Memberikan keuntungan berupa hasil berkala dan capital gain. 
2. Berbentuk aset riil seperti rumah atau bisnis 
3. Memerlukan pengelolaan aktif 

 Dalam berinvestasi saat pandemi, kita evaluasi lagi pemasukan yang merupakan hal terpenting:
  • Apakah kita seorang pekerja yang punya gaji, THR, Bonus Aset portofolio adalah bunga tabungan, kupon obligasi, dividen saham .
  • Aset produktif adalah sewa kontrakan, hasil usaha, bisnis online. 
Jika semua aset dikurangi tabungan dan pengeluaran primer masih bersisa, maka kita perlu berinvestasi untuk meningkatkan aset produktif . Aset produktif yang dapat digunakan untuk kepentingan masa depan.



Sumber:

Kelola Investasi Saat Resesi - Prita Ghozie

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!