Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan

Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan


Sejahtera Ekonomi terjadi apabila ada  pemerataan ekonomi di seluruh pelosok Indonesia. Sayangnya, bonus demografi tidak memungkinkan karena perbedaan jenjang pendidikan dan ketrampilan. Solusinya, hanya dengan membuka akses keuangan bagi UMKM Mikro dan dukungan milenal sebagai pendana.

Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan
www.inatanaya.com

Bonus demografi 2030-2040 akan dialami oleh Indonesia .  Jumlah penduduk usia produktif usia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif ,usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Diprediksi penduduk usia produktif itu akan mencapai 64% dari total jumlah peduduk yang diproyeksikan 297 juta jiwa.

Manfaat dari bonus demografi ,ketersediaan manusia usia produktif dan melimpah harus diimbangi dengan kualitas dari sisi pendidikan, ketrampilan, dan pasar tenaga kerja. Tantangan pertama adalah pendidikan, 63% tenaga kerja lulusan sekolah menengah pertama atau rendah. Kedua, pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Sektor pendukung terkuat ekonomi Indonesia adalah UMKM.  Konsentrasi dan dukungan pemerintah   adalah UMKM . 

Anak milenial ini punya potensi untuk mengasah kemampuannya jadi UMKM mikro atau makro. Untuk mengenal dunia UMKM, bukan sekedar mengetahui pengetahuan berbisnis saja, tapi juga inklusi keuangan.

Inklusi keuangan itu berhubungan dengan literasi keuangan. Literasi Keuangan menunjukkan tingkat pengetahuan dan pemahaman ,ketrampilan, motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Indeks Literasi keuangan Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 67,8 persen (2016, menjadi 76.19 persen (2019). 

 Para milenial tentunya sudah memiliki pengetahuan produk dan layanan jasa keuangan sebanyak 37-61 persennya. Tapi sangat rendah mengenai pasar modal dan lembaga pembiayaan.

Sementara Inklusi keuangan akses seseorang atau lembaga bisnis terhadap produk dan jasa keuangan sesusai dengan kebutuhannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

Nach, jika seseorang milenial ingin jadi bekerja mandiri jadi UMKM mikro tetapi tidak punya akses untuk ke bank karena dia baru saja lulus dari perguruan atau lulus dari SMA , belum punya data lengkap untuk pinjaman. 

Lalu bagaimana caranya? 


Perbankan nasional pada umumnya telah beralih ke layanan digital sesuai dengan perkembangan teknologi. Layanan berevolusi dari sistem yang konvesional jadi e-banking berbasis internet dan mobile banking dari telepon pintar.
Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan


Bukan hanya perbankan saja yang menyediakan jasa keuangan untuk penyimpanan dan peminjaman, tetapi ada lembaga non perbankan yang disebut dengan Finansial Technology (Fintech). 

Fintech itu sekarang punya fungsi yang sangat penting untuk menjangkau para milenial yang punya pendidikan tinggi dan jadi target meningkatkan inklusi keuangan. Mereka ini termasuk kelompok yang cukup baik mengetahui produk dan layanan jasa keuangan yang menguntungkan dan memudahkan transaksi sehari-hari dan kepentingan berusaha. 

Salah satu micro finance yang telah menjembatani inklusi keuangan untuk para milenial yang butuh jasa keuangan adalah Amartha . 

 PT. Amartha Mikro Fintek (Amartha), sebagai microfinance yang berdiri sejak tahun 2010, pioner fintek yang memiliki misi menghubungkan pelaku usaha mikro dengan pemodal secara online. Berpengalaman dalam dunia keuangan tepatnya untuk pengusaha mikro yang kesulitan mendapatkan modal usaha keterbatasan jaminan, mereka dibimbing untuk jadi penerima pinjaman yang berkualitas. 

Disamping itu Anda juga dapat jadi pendana bagi para pengusaha mikro ini sehingga terciptalah sebuah keseimbangan sosial ekonomi dan ketahanan ekeonomi pun akan bertumbuh.

Dipimpin oleh tim yang solid dan berpengalaman dalam bidang keuangan dengan leadership yang kuat untuk membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.

Pada tahun 2018, Amartha telah menggandeng 553,768 pengusaha mitra dimana 152.000 perempuan pelaku usaha mikro di pelosok Indonesia sebagai mitra dan mengucurkan dananya sebesar RP.2,73Triliun, kenaikan yang significant mencapai 200% dari tahun 2017. 

Amartha bertransformasi dalam dunia digital: 

Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan



Bidang peminjaman yang ditawarkan oleh Amartha adalah Peer to Peer Lending (P2P) yang merupakan platform pinjam-meminjam uang secara online. Jika pelaku UMKM mikro butuh modal kerja untuk pengembangan maupun modal perdana maka dia bisa mencari alternative pembiayaan dari P2P . 
Milenial Melek Inklusi dan Literasi Keuangan


Alasannya  mengapa memilih P2P, selain mudah menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro yang mungkin tinggal di desa, juga pembimbingan bagi pelaku usaha untuk bisa mengembalikan dana dan berkembang usahanya.

Ada dua keuntungan yang bisa dinikmati baik oleh pendana maupun peminjam. Bagi pendana, dia dapat ikut berpartisipasi dalam menumbuhkan perekonomian yang lebih inklusif, pemerataan ekonomi dan peluang bagi kesejahteraan keluarga.

Bagi pengusaha mikro yang biasanya tinggal di pedesaan dan sulit untuk dijangkau oleh akses layanan keuangan,

Amartha telah memiliki para pengusaha mikro yang sudah produktif dan telah diseleksi secara algoritma skor kredit untuk dinilai kelayakan berdasarkan analisa usaha dan kepribadian. Contohnya Grade A mempresentasikan keberhasilan bayar, sedangan grade A- hingga E kemungkinan gagal bayar. Saat ini status pembayaran lancar  89.61% . 

Prosesnya dari P2P

Milenial Melek FInansial
amartha.go.id


  • Pembentukan Kelompok: peminjam ini diajukan secara berkolompok 15-20 orang dengan domisili berdekatan dan dibentuklah kelompok masing-masing. Mereka ini wajib mengikuti pelatihan dan bertanggung jawab secara renteng jika salah satu anggota mengalami kesulitan pembayaran. 
  • Setelah punya kelompok, mereka mengajukan pendanaan berdasarkan usaha dan profil calon penerima pinjaman. Calon Penerima pinjaman ini akan dievaluasi berdasarkan sistem skor kredit. Lalu pengajuan dana ini ditampilkan dalam marketplace . Setelah disetujui dan difasilitasi oleh Amartha, mereka tanda tangan akad.
  • Selama masa peminjaman mereka diwajibkan mengadakan pertemuan mingguan dengan difasilitasi Amartha sebagai mentor dalam bidang pengelolaan keuangan, kedisiplinan dan cara memajukan usaha.


P2P Amartha Bukan “Crowd Funding”

Bagi calon lender atau pemberi pinjaman, perlu diketahui bahwa pinjaman yang diprakasai oleh Amartha bukanlah dana pinjaman yang didanai oleh beberapa orang untuk satu pinjaman.  Tetapi satu peminjam dan satu pendana , sehingga terjadi keseimbangan bagi Amartha tidak berat sebelah.

Dana dari seorang lender kepada seseorang peminjam.   Jadi pinjaman baru itu biasanya sangat cepat habis atau laku.   Amartha harus berusaha keras untuk mendapatkan lender baru setelah dana dapat diserahkan kepada pihak penerima atau mitra peminjam.

Variasi pinjaman dari Amartha

Tujuan dari variasi pinjaman adalah agar investor atau lender dapat memaksimalkan likuiditas yang dimilikinya dan menyusun perencanaan keuangan .

Jenis pinjaman di Amartha adalah pinjaman personal atau pribadi dengan tujuan untuk usaha mikro.  Dari jenis usaha peminjam mulai dari perdagangan, pertanian, warung.

Penerima pinjaman adalah pedagang /petani/  usaha mikroeconomy dan UMKM.

Tingkat risiko dari UMKM ini dari segi pembiayaannya memang tidak besar, tetapi saat pandemi, banyak yang minta perpanjangan waktu pengembalian .

Umumnya tenor waktu peminjaman 50 minggu yang cukup panjang.  Ada pinjaman berjangka 1 bulan atau sestengah tahun, tapi sangat cepat habis karena lender menggunkan fitur autolending untuk pinjaman janka pendek.

Platform jumlah pinjaman lebih rendah dari 5 juta rupiah.  Jadi jika anda sebagai investor yang punya kelebihan dana, dapat berinvestasi di sini.

Cara pengembalian pinjaman di Amartha sangat unik, setiap minggu peminjam harus mengembalikan pokok beserta bunga kepada pemberi pinjaman.  Dari pengembalian itu Anda masih bisa melakukan investasi kembali.

 Keamanan Pinjaman

Dari segi perusahaannya, Amartha telah memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa KEuangan). Jika ada peminjam yang gagal bayar maka faktor risiko yang paling besar dicermati adalah tanggung  renteng antara peminjam dan pemberi pinjaman.  Tentu tidak ada tanggung jawab dari Amartha karena Amartha bertindak sebagai fasilitator saja.


Manfaat P2P

  • Aman :  Triple Proteksi:
              - Mitigasi Risiko tanggung renteng
              - Resmi izin dari OJK
              - Gratis Asuransi

  • Menguntungkan:
              - Bagi hasil 15% flat per tahun 
              - Kode Voucher 50RIBU
              - Bonus 50RIBU untuk pendanaan pertama

  • Berdampak Sosial:
              - Pendanaan khusus ibu-ibu dari pedesaan untuk modal usaha

  • Mudah & Cepat:
            -  Cukup isi data diri dari aplikasi P2P
            -  Pendukung lain
            -  Uang
           

Siapkah Anda jadi pelaku usaha yang tangguh dan pendana yang berkontribusi untuk kesejahteraan ? Segera hubungi Amartha saja!




16 komentar

  1. Lengkap sekali informasinya mbak :)

    BalasHapus
  2. Saya penasaran kalau si peminjam ingkar janji karena usaha bangkrut lalu bagaimanana penyelesaian hutang piutangnya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam perjanjiannya tertulis syarar risiko ditanggung renteng.

      Hapus
  3. Adanya P2P yang trusted jadi wadah untuk para investor or lender ya mba dan pastinya membantu para milennials yang mau merintis bisnisnya

    BalasHapus
  4. Saya pernah dengar Amartha ini. Ada program investasi juga. Ternyata bisa dijangkau juga ya sampai pedesaan

    BalasHapus
  5. Wahh nambah lagi nih lembaga keuangan di Indonesia. Saya baru dengar soal Amartha ini. Jadi semakin banyak ya pilihan untuk masyarakat buat yang mau mencoba P2P

    BalasHapus
  6. Aku pun familiar sama Amartha ini, ada beberapa pelaku usaha temenku pake itu juga. Semoga saja makin melek financial nih para milenials difasilitasi oleh Amartha, semoga berkah buat semuanyaa.

    BalasHapus
  7. Amartha ternyata sekarang merambah ke Peer to peers's lending, hebat ya?
    UMKM harus kita dukung karena mereka lah fondasi perekonomian kita

    BalasHapus
  8. wah baru tahu nih, bagus informasinya :) sekarang jadi makin mudah ya untuk merintis bisnis, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Aku lender di Amartha. Dan ngerasain banget gimana transparannya Amartha terhadap Lender pun kooperatif terhadap borrower. Alhamdulillah sejauh ini pembayaran dari Mitra lancar

    BalasHapus
  10. Perkembangan jaman terus memberi kemudahan, termasuk hadirnya P2P yang turut go digital. Semoga amanah dan terus memudahkan.

    BalasHapus
  11. wah ini produknya tanggung renteng dan jangkauannya sampai ke pedesaan yaa. Semoga bisa membuat banyak orang semakin melek sama investasi dan inkluasi keuangan yaa

    BalasHapus
  12. Wah ... Enak ini kalau butuh modal, bisa secara online

    BalasHapus
  13. Aku udah tau Amartha dari lama banget pas jaman masih liputan tapi masih belum berani investasi di sini 🙈🙈 Padahal keren ya P2P lending yang satu ini

    BalasHapus
  14. Baru tahu sekarang tentang Amartha , ternyata menarik juga ya mba , terima kasih informasinya mba .

    BalasHapus
  15. Saya baru tau soal amartha lewat blog post ini malah. Jadi dipermudah untuk dapet modal ya umkm mikro lewat fintect p2p lending amartha.

    Agung Kharisma - Daily Blogger Pro Academy

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!