KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan, Dua Kali Bencana Banjir dan Covid

Banjir yang terjadi di awal tahun 2020, tepatnya 1 Januari 2020 merupakan hadiah terbesar bagi Kampung Berseri Astra(KBA) Pinang, begitu komentar dari Bapak Prabudi Nawarindra, Ketua Pilar Pendidikan KBA Pinang. 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Banjir 1 Januari 2020 di KBA Pinang
Setelah hujan semalaman dari Bogor, air kali Angke meluap melewati tanggul. Segala usaha untuk membendung dan mempompa air dari 5 unit tidak berhasil. Air banjir itu setinggi l l/2 meter meluap pada subuh hari sehingga warga tidak sempat menyelamatkan benda-benda berharga maupun benda-benda properti milik KBA Pinang. 

Banjir terbesar dalam sejarah KBA Pinang yang lokasinya di RW 6 Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, dekat dengan Gerbang Graha Raya ini mengagetkan sekaligus menyedihkan hati warga yang kehilangan properti berharga KBA Pinang seperti Rumah PAUD, alat peraga, Gerobak Baca, Bibit tanaman , kulkas dan alat penyimpan lele, bahkan ikan-ikan yang berada di tempat pemancingan pun ikut hanyut dibawa oleh air banjir.

Dalam kondisi yang sedih melihat kerusakan benda-benda milik KBA Pinang, bangkit bahu membahu membenahi properti KBA Pinang. KBA Pinang telah dirintis sejak berdiri Kampung Hijau pada tahun 2017 dan berubah jadi KBA Pinang 2018 . KBA Pinang yang meliputi 13 RT, 440 kepala keluarga dan anggota KBA yang dulunya 10 orang jadi 60 orang terdiri dari Ketua RT, PKK, Kader Posyandu, Guru Paud, Koperasi Pinang “Aku Bisa”, Tim Lapangan Olahraga, Kader KWT (Kelompok Wanita Tani). 

Dengan bantuan dari Astra, disediakan kembali meja, lemari untuk kelas PAUD. Demikian juga dengan buku-buku dalam Gerobak Baca yang rusak pun mulai dibenahi dari bantuan Dinas Pendidikan setempat. 


KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Banjir 25 Peb di KBA Pinang. Sumber: IG KBA Pinang

Belum selesai pembenahan, badai kedua terjadi lagi banjir pada tanggal 25 Pebruari 2020. Meskipun tidak sebesar seperti pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi hujan 2 hari tidak berhenti di daerah Bogor, melimpahkan air kali Angke ke komplek Pinang Griya Permai. Banjir itu mengganggu aktivitas anggota KBA Pinang.

Keberadaan KBA Pinang adalah bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Astra, melalui salah satu anak perusahaan Astra. Program CSR Astra untuk KBA dikenal dengan nama “Empat Pilar”. 
Keempat pilar itu adalah kesehatan, pendidikan, wirausaha, dan lingkungan.

Dalam bidang kesehatan, sebelum terjadinya Covid 2020, berdirinya posyandu utamanya melayani untuk balita . Ada sekitar 50 anak-anak, tetapi mencapai 100 balita saat ada imunisasi. Diadakan sebulan sekali, selain itu ada pemberian vitamin, obat cacing, pemeriksaan tumbuh kembang balita 
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Sumber:  Prabudi N.

Pelayanan Puskesmas yang seringkali bekerja sama dengan Posyandu apabila ada kesehatan yang perlu dirujuk ke Puskesmas maupun rumah sakit. Untuk Posbindu, warga Pinang yang sebagian besar lansia , sangat antusias apabila pemeriksaan tensi, darah, kolesterol, gula darah diadakan satu bulan sekali. 

Bahkan, para kader ibu Dias Rochdiyasih , usia sekitar 75 tahun, tetap setia mengugrape dirinya dengan mengikuti pelatihan tentang pengetahuan Penyakit Menular yang diadakan di kantor Astra. Kader Kesehatan ini menceriterakan bagaimana usahanya saat mengumpulkan dana untuk persediaan ampul, stick, jarum alkohol, obat yang harus punya modal mandiri sedangkan mereka hanya mengenakan biaya Rp.40.000 untuk pelayanan pemeriksaan lengkap kepada warga. 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Seminar Parenting diadakan sebelum Covid.   Sumber: Prabudi N.


Sayangnya, Covid-19 yang mulai merebak di bulan Maret membuat kegiatan di atas terpaksa dialihkan menjadi satgas siaga corona . Kegiatan ini disahkan oleh Bapak Lurah dan Bapak Camat. 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Spanduk Covid 19. Sumber: KB Pinang's instagram













Satgas siaga corona itu punya tugas dan program kerja yang jelas dan cukup strategis yaitu:

  1.  Edukasi WA group dan spanduk .
  2.  Pembatasan jalan masuk ke komplek dengan sistem portalisasi.
  3.  Penertiban pemakaian masker di pintu masuk komplek.
  4.  Pemasangan tempat cuci tangan dengan sabun di beberapa titik .
  5.  Membuat jadwal ruitn penyemprotan disinfektan ke warga tiap RT.
  6.  Kerjasama dengan Ambulance Masjid Uswatun Hasanan untuk warga yang membutuhkan.
  7.  Membangun lumbung pangan dan Dapur Umum untuk warga terdampak Covid 19.
  8.  Edukasi Agraria untuk jaring pangan warga .
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Menyemprot disinfektan.  Sumber: KBA Pinang's instagram

Semua kegiatan di atas melibatkan semua warga aktif bahu membahu melakukannya bersama-sama. Contohnya Penyemprotan disinfektan ke rumah warga secara rutin setiap akhir pekan dilakukan oleh SIGACOR tingkat RT 01-14 berkordinasi dengan RW 06 dan didukung oleh alat semprot (1 unit dari Kelurahan, 1 unit sumbangan dari Kampung Berseri Astra, 1 unit sumbangan warga).

Contoh lainnya, pengadaan lumbung pangan untuk warga sungguh menarik. Caranya mengumpulkan beras bantuan baik dari Pemkot Tangerang, mencatat warga yang terdampak (SIDATA) dan mendistribusikan sesuai dengan catatan dan dicatat lagi untuk pelaporannya (SIGACOR) Pertanggungan jawab dan administrasi yang dilakukan sangat rapi. 

Juga diadakan lumbung pangan mandiri di rumah masing-masing warga dengan menanam sayuran di halaman rumah.

Memasuki bulan September, ada pemeriksaan balita di posyandu dengan protocol kesehatan. Juga bagi warga yang ingin mengikuti swab test, terutama bagi warga berusia 60 tahun keatas diutamakan mereka yang memiliki riwayat komorbid (penyakit penyerta). 

Dalam bidang pendidikan, sebelum Covid-19, anak-anak sangat senang dan antusias mendengarkan dongeng ini. Inilah salah satu usaha pilar pendidikan dari warga Pinang untuk literasi pendidikan anak-anak usia dini sampai balita dengan cara mendengarkan dongeng. 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Mendongeng:  Sumber: Instagram KBA Pinang


KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Mendongeng. Sumber: IG KBA Pinang






















Aktivitas mendongeng diadakan hampir setiap hari Sabtu di Hutan Kota Pinang Griya. Pendongeng atau pengajar adalah Guru PAUD atau Volunteer. Bahkan ada event khusus mengundang Kak Tardi dari "Happy Holy Kids" agar orangtua belajar cara mendongeng yang baik untuk anak-anaknya. 

Dari sebuah dongeng, anak dapat memperoleh nilai-nilai kehidupan, menambah wawasannya mengenai kesehatan yang harus dijaga, bagaimana cara bertoleransi dengan temannya. Belajar menggambar, balok susun untuk melatih motorik, kognisi, sosial, afeksi anak.
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Gerobak Baca .  Sumber: Instagram KBA Pinang
 “Kegiatan ini kami selenggarakan karena kami juga ingin agar warga tetap bersemangat untuk mendidik anak/cucunya dengan mendongeng buat balita yang belum bisa membaca. Juga merupakan terobosan dari buku-buku baca Gerobak dibaca dulu oleh orangtua baru dibacakan kepada anak,cucu”, jelas Ibu Ida selaku Ketua KBA Pinang. 

Bahkan di tahun 2019, KBA Pinang pun ikut serta dalam Lomba Foto Pilar Pendidikan dengan tema “Permainan Tradisional”. Usaha keras dari kader pendidikan dan peserta yang notabene adalah istri Bapak Prabudi Nawarindra, yaitu Ibu Rika Sulistianingsih beserta putranya, Sakti dapat mencapai penghargaan tingkat KBA se-Indonesia. Beliau beserta putra berangkat ke Kupang sebagai hadiahnya. 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Sumber: Prabudi N.
Banjir memporak-poranda buku bacaan yang basah karena gerobak baca yang terguling. Tak mau terpuruk dalam kesedihan dan kegalauan, diadakanlah Festival Literasi dengan tema “ Festival Hujan Ceria”, tujuannya untuk mendongeng buat anak dan edukasi buat orangtua dan dengan pembicara dari Universitas Indonesia bahkan para beberapa lulusan S2. 

Ketika Covid-19, para kader pendongeng pun datang ke rumah anak-anak tiap 3 hari sekali untuk mengantarkan dan meminjamkan buku-buku bacaan. Lalu tiga hari berikutnya mengambil dan meminjamkan buku-buku yang lainnya. Dengan demikian literasi baca pun tetap dilanjutkan.

Berjuang untuk tetap bisa menggapai pilar pendidikan yang terbaik, KBA Pinang telah mengajukan solusi pendidikan dengan edukasi Guru Paud Dahlia, penambahan sarana dan prasarana, penambahan alat peraga edukatif, penambahan siswa Paud yang lebih banyak. 

Dalam bidang wirausaha, Ibu Susiharti atau sering dipanggil Ibu Pangkat (nama suaminya). Di usia senjanya , perempuan berusia sekitar 70 tahun dengan 6 orang cucu, ini tak pernah berhenti bekerja sebagai wirausaha. Dulu ketika muda, beliau memiliki catering yang melayani beberapa perkantoran di sekitar segitiga emas, Sudirman.
KBA Pinang Bangkit
Kolam pembibitan Lele Ibu Pangkat. Sumber: IG KBA Pinang

Namun, jelang usianya yang sudah lanjut, beliau pun masih tak mau berdiam diri, jiwa wirausahanya terus membara. Beliau melakukan ternak lele yang serba organik. Dengan mendapat pelatihan dari TIM UI Labsosial, mulailah dilakukan usaha dari ternak lele itu.





 Dimulai dengan 1 ekor jantan dan 2 betina lele, sekarang usahanya sudah menghasilkan 100 kg per hari dengan brand “ Clarias “. Pakan dari lele itu terbuat dari “pur khusus” artinya makanan yang berasal dari dedak dan campuran tetes tebu bukan dari ternak. Hasil ternak lele itu lalu dimasak dengan resep khusus dan dipacking setiap kilogram dijual ke pelbagai supermarket , warga, teman, dan Yayasan Anak Kebutuhan Khusus yang sudah jadi pelanggan tetapnya. 

Banjir yang menghanyutkan tempat pendingin, kulkas untuk usaha lele ini.  Tetapi usaha lele Clarias ini terus menggeliat maju dengan masuk sebagai nominasi salah satu dari “KBA Inovasi UMKM” dan masuk dalam 10 finalis. 


Para anak muda pun tak mau kalah dalam bidang usaha wirausaha konveksi. Konveksi yang menghasilkan jaket,kaos,baju untuk seragam dinas. Usaha keras ini berkat bantuan dari Bapak Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian, yang memberikan sumbangan 4 unit menjahit, juga pelatihan dari Koperasi. Sebelum Covid, mereka sering mengadakan event bazaar untuk mempromosikan hasil karyanya. 
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Pra Koperasi KBA Pinang.  Sumber: IG KBA Pinang


Pra Koperasi KBA Pinang berdiri sejak tahun 2018 . Badan hukum koperasi ini secara legal sedang diurus oleh Astra, tetapi telah mampu melayani warga dan pengurus KBA dalam kebutuhan primer seperti beras ,minyak goreng, gula. 

Pelayanan penjualan itu sangat diperhatikan dengan memberikan delivery service langsung kepada pembeli. “Harapannya di kemudian hari mereka ingin Pra Koperasi ini berkembang melayani pelanggan dengan berbagai variasi kebutuhan primer lainnya seperti gula, catering, lele bermanfaat dari warga untuk warga,” ujar Pak Lukito selaku kader Pra koperasi. 




Koperasi (Pra) bekerja sama dengan unit usaha binaan Astra menerima jasa catering, nasi box, prasmanan, jenis makanan lain, yang mau order pun bisa WA di nomer yang telah ditunjuk. 

Dalam bidang lingkungan, sebelum banjir saya teringat pernah berkunjung ke KBA Pinang pada tahun 2018 . Kegiatan yang semangatnya luar biasa dari para warga yang saat itu menantikan kunjungan dari tim Laboratorium Social Universitas Indonesia dan beberapa karyawan Astra yang terlibat sebagai volunteer.
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Rumah Tandur sedang dibenahi. Sumber:  IG KBA Pinang


Rumah tandur tempat yang tidak berpenghuni, dan rumahnya dibiarkan tanpa penghuni. Lalu, dengan semangat para volunteer itu mengubah tempat itu jadi tempat asri dengan mengecat temboknya, dan menanami beberapa tanaman.

Sekarang tempat ini telah berubah menjadi taman cantik sekali dengan mural yang sangat indah, hasil pengecatan, dinamakan Taman Flamboyan. Selain itu ada tempat persemaian bibit pun yang disebut dengan Kebun Cempaka. 
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Tempat penyemaian bibit.   Sumber: IG KBA Pinang

Pak Dani , usianya telah lanjut, tapi semangatnya luar biasa untuk menekuni tanaman. Di tempat penyemaian terdapat bibit terong 396 pollybag, bibit tomat 516 pb, bibit kangkung 622 pb dan biji sawi 222 pb. 

 Mereka memindahkan benih yang telah berubah jadi bibit selama 2 minggu di pollybag ke sebuah tempat pollybag yang lebih besar dengan media tanam berupa sekam dan pupuk. 

Dengan pengarahan dari Adit, seorang mahasiswa Universitas Indonesia, bibit yang telah besar tunasnya itu harus dipisahkan menjadi beberapa bagian kecil dan memasukkan ke dalam media tanam . 

Selesai itu memasukkan ke dalam polybag yang besar, barulah disiram dengan air dengan alat siram . Menyiramnya juga perlu hati-hati dengan ukuran yang secukupnya.
KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan
Tempat penyemaian .   Sumber: IG KBA Pinang

Sayangnya, semua bibit tanaman yang ada baik di Taman Kepodang maupun Kebun Cempaka hancur dihanyutkan oleh banjir. Menyedihkan sekali bukan, semua usaha yang telah berkembang dan berhasil harus dimulai dari nol lagi. 

Tapi tidak, tak mau terpuruk dan larut dalam kesedihan, Kelompok Tani yang diinisiasi oleh Ibu Lurah pun telah membuat bibit tanaman obat keluarga, sayuran di Kebon Bibit Cempaka, anggotanya ada sekitar 30-40 orang.

Kegiatan Unggulan dari KBA Pinang 

KBA Pinang Bangkit dari Keterpurukan


Dari sebuah inspirasi menonton sebuah episode tentang “Amazing Race” di channel AXN, timbullah ide dari Pilar Pendidikan untuk menerapkan dan menyatukan 4 pilar program Astra , menjadi Kampung Wisata Edukasi.

Kolaborasi antara wisata dan mendidik untuk anak SD kelas 4-6 dengan cara mencatat dan menjawab soal dari tiap lokasi kegiatan 4 pilar KBA, dimulai dari pilar wirausaha hingga pendidikan. 

  • Pilar wirausaha, ditanyakan kapan lele organickdipanen? 
  • Pilar lingkungan, bagaimana cara menanam tanaman cabe dari polybag sampai dipraktekan.
  • Pilar kesehatan, bagaimana cara membalut luka di posyandu. 
  • Pilar pendidikan, bagaimana anak bisa menari sesuai dengan permintaan.

Peserta ada lima anak dari tiap RT, setiap anak membawa sepeda, alat tulis dan papan jalan.
KAB Pinang masuk dalam kategori 10 finasils "KBA Inovasi UMKM"


KBA Pinang ikut dalam dua Lomba yang diadakan oleh ASTRA, yaitu KBA Inovasi 2020, KBA Inovasi UMKM juga telah masuk dalam kategori 10 finalis.

 Semangat dan bangkit dari keterpurukan jadi ciri utama KBA Pinang yang tangguh. 

Tangerang Selatan,
Ina Tanaya

16 komentar

  1. Bermanfaat sekali mbak, edukasinya.Saya jadi inget bencana banjir yang melanda pada awal tahun 2020 yang lalu.

    BalasHapus
  2. Bagus sekali kegiatan kampung ini. Sayang ya sebagian kegiatan terpaksa tereliminasi karena banjir dan pandemi. Mudah-mudahan jiwa entrepeneurship para penduduk kampung membuat warga tetap berusaha sejahtera kembali ya. :)

    BalasHapus
  3. SAlut sama KBA PInang yang bangkit dari keterpurukannya, apalagi engan mengikuti dua lomba dan masuk 10 finalis, semoga menang yaaa.
    Btw mupeng banget sama lelenya, nyomoot seplastik. Ehh, makin salut edngan penjualan lele yang sampe 100kg sehari, huwooo..

    BalasHapus
  4. Wah hebat ya, warga yang semangat berkolaborasi dengan Astra yang siap membantu
    Ngga semua bisa diselesaikan pemerintah. Harus ada dukungan pihak swasta

    BalasHapus
  5. Banjir memang bencana tetapi bukan alasan untuk selalu terpuruk. Semangat KBA Pinang ini patut ditiru sih.

    BalasHapus
  6. jiwa enterpreneurship yang juga ikut didukung oleh astra nih tahan banting banget ya meski sudah dilanda banjir dan covid seperti saat ini. Terharu dan merasa kecil saat bu ina menceritakan tentang sosok para orangtua sepuh yang masih giat bekerja dan belajar untuk mengembangkan apa yang bisa dilakukan saat ini. semoga sehat selalu, dan tidak lagi banjir ya

    BalasHapus
  7. Seharusnya KBA Pinang ini bisa menjadi contoh daerah2 lain. Saat bencana alam melanda banjir dll, warga nya saling bergotong royong dan tentu bisa melakukan kegiatan2 positif dan bermanfaat terlebih agar gak terlalu larut dalam keterpurukan / kesedihan. Terimakasih Bu Ina sudah berbagi ;)

    BalasHapus
  8. Semangat dari Warga KBA Pinang semoga dapat selalu menginspirasi kita semua untuk senantiasa berjuang dan bangkit dari keterpurukan. Warganya yang kompak dan saling peduli satu dengan yang lainnya, membuat ujian demi ujian jadi lebih ringan dihadapi walau pasti tetap gak mudah.

    BalasHapus
  9. Wah KBA Pinang lengkap sekali pelayanannya. Mulai daru pendidikan, wirausaha,kesehatan.

    Oia mungkin bisa didetailkan Bu, KBA Pinang ini terletak di Kota/Kabupaten mana? Karena Pinang juga ada di Jaksel d daerah lainnya hehe.

    Good luck buat lombanya Bu.

    BalasHapus
  10. Keren sekali masyarakat disini snagat guyub dan inovatif serta memanfaatkan betul kesempatan csr yang mereka dapatkan dari astra. Semoga sehat selalu warganya

    BalasHapus
  11. Ini pantes bgt jdi kampung teladan ya, dimna slama tinggal di jkt saya ngerasa warganya individualis bgt, tpi tdk di KBA pinang ya

    BalasHapus
  12. Tidak salah KBA Pinang ini memenangkan Award karena bisa dijadikan teladan kampung yang lainnya. Warganya juga sangat produktif dan tidak terbentur dengan usia. Hebat.

    BalasHapus
  13. patut dicontoh, layak menjadi juara, keliatan banget digarap dengan serius sampe bisa berubah gitu kondisi lingkungannyaya mba. Semangatttttt

    BalasHapus
  14. Sediiihhh buku bacaan pada basah kena banjir...untungnya cepat teratasi
    Waktu saya masih anak-anak, buku2 dongeng yg paling seru.

    BalasHapus
  15. Ya Allah sediih bgt liatnya :( tp liat semangatnya bener-bener menginspirasi luar biasa ya :)

    BalasHapus
  16. Hebat warga KBA Pinang, semangatnya patut ditiru , semoga usaha mereka makin maju dan ngga kena banjir lagi.

    BalasHapus

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!