"Work From Home", Badan Jadi Langsing atau Langsung?



Work from Home, badan jadi langsing atau langsung? Sebenarnya pertanyaan ini sederhana sekali. Bisa langsung dijawab "langsing" atau "langsusng". Yang menjadikan jawaban makin sulit ketika memiliki berbagai alasan dengan melihat kenyataannya sebagian besar dari kita yang selama tiga bulan ini berada di seputaran rumah. 

Rumah tempat kerja, tempat mendidik anak dan tempat beribadah. Ketika tempat yang besarnya hanya seputar rumah, pekerjaan kita sudah selesai, langsung ke dapur atau ke lemari mencari makanan kecil atau kudapan. 

Selesai itu kita bermain dengan anak-anak, dengan main yang cukup membasuh keringat kita , misalnya naik sepeda mengitari kompleks rumah. Begitu pulang dari sepedaan, kita pun beristirahat, minum secukupnya. 

Setelah minum, merasa lapar karena tenaga untuk mengayuh sepeda cukup berat. Tak bisa menahan nafsu, walaupun sebentar lagi akan makan siang, cemilan yang ada di ruang tamu pun disantap sekaligus. 

Padahal dari pagi hingga siang , kudapan yang sudah dimakan itu cukup memakan besar dari segi karbohidratnya. Lalu sebentar lagi, makan siang.

Makan siang yang cukup banyak karena habis olahraga. Jadi nasi yang dikonsumsi pun satu setengah porsi. 

Selesai makan siang, bekerja lagi, duduk tanpa olahraga. Ketika selesai bekerja, merasa lapar. Pergi lagi ke dapur dan mencari makanan yang dapat dikunyah. Cemilan yang enak misalnya penganan yang disukai, gorengan tahu, tempe dan kentang. Gorengan itu enak sekali di mulut, tetapi kadar kolesterol yang berasal dari saturated dan trans fat, menyebabkan kadar kolesterol dalam darah naik. 

Malam harinya, ketika habis makan malam, mengajari anak. Terasa lelah pikiran dan tenaga terkuras karena mengajar. Melihat ada makanan kecil di meja, gorengan combro yang disukai. Lalu dimakan habis tiga. 

Nach, kegiatan semacam ini dikerjakan hampir tiga bulan berturut-turut. Tidak terasa, tubuh yang dulunya langsing dan kencang, ketika dilihat di kaca dan ditimbang dengan berat badan, kok tiba-tiba naik hingga 4-5 kg. Ini baru tiga bulan, bagaimana jika Work from Home diperpanjang hingga akhir tahun, tentunya badan kita bukannya langsing tapi langsung. 

Rahasia agar kita tetap sehat dan Langsing:

1.Mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan: 

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Faktor jenis kelamin, usia, riwat kesehatan hingga berat aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Porsi makan siang yang ideal adalah yang dapat dikendalikan dengan kebutuhan kalori tubuh. 

Untuk mengetahui kebutuhan kalori setiap hari, kita dapat menghitung dengan Rumus Harris-Bennedict, Rumus dari World Health Organization (WHO) dengan menggunakan kalkulator dapat diakses pada link http://bit.ly/kalkulatorkebutuhankalori.

 2.Hindari makan cemilan dan membagi komposisi makanan: 

Cemilan yang digoreng dan tidak sehat selain kolesterol tinggi juga jadikan lemak. Jika sudah makan besar, usahakan makan cemilan sekali saja pada sore hari dengan catatan cemilan yang bermanfaat untuk tubuh. Komposisi makanan sesuai dengan pedoman baru bertajuk “Isi Piriku” menganjurkan membagi isi piring dengan komposisi: Makanan pokok seperti nasi, bihun, mi, roti atau penggantinya: ¾ dari isi piring Lauk pauk, seperti protein hewani dan nabati: l/4 isi piring. Sayur-sayuran: ¾ isi piring Buah-buah: l/4 isi piring. 

Contoh makan siang: Lauk hewani setara 75 gram ikan kembung, 1 butir telur ukuran besar, 2 potong ayam ukuran sedang tanpa kulit. Lauk nabati yang dimakan sebanyak 2 potong tempe ukuran sedang atau 1 potong tahu ukuran besar. 

3. Berolahraga tanpa makan ringan 

Berolahraga paling sedikit 30 menit – 60 menit seminggu dua kali. Setelah olahraga usahakan hanya minum mineral saja sebagai pengganti keringat yang mengucur. Tidak perlu harus bawa makanan untuk kudapan . Jika masih merasa ingin makan, makanlah sayur saja dan tidak yang lainnya. 

Tidak ada komentar