Panduan Bagi Orangtua Bagi Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pandemi, semua anak sekolah harus belajar di rumah. Lalu bagaimana pelajaran dari guru diberikan? Guru yang sebelumnya tak pernah mengajar secara daring. Gagap, kaget, bingung . Bagaimana cara mengajar secara daring? Jika hanya berbicara , menjelaskan seperti di ruang kelas, memang mudah. Namun, bagaimana guru bisa berinteraks dengan anak didiknya apabila mereka belum paham. 

Memang ada aplikasi zoom, Google hangout yang dapat dibuat interaksi. Tapi tidak semudah yang dikatakan, guru dan murid harus menyiapkan semua infrastruktur pembelajaran sebelum pembelajaran dimulai.

 Lalu, beban pembelajaran pun dilakukan dengan cara yang sangat kaku, guru memberikan instruksi dan tugas kepada murid. Entah murid mengerti atau memahami pelajaran yang diberikan itu atau tidak, terserah kepada murid.

 Evaluasi hasil pembelajaran pun sulit dibuat parameternya. Bagaimaan cara mengevaluasi murid itu sudah memahami atau tidak. Tugas yang diselesaikan itu mungkin hasil dari pembelajaran anak dengan ibu atau ayah atau kakaknya. Tidak ada yang memantau sejauh mana pelajaran itu memang bermanfaat bagi intelektual atau pengetahuan anak itu sendiri.

Kendala utama dari pembelajaran jarak jauh adalah gap antara guru, murid dan orangtua. Lalu, bagaimana menjembataninya? 

Belajar di rumah, belajar di sekolah tetap berpihak pada anak. Guru dan orangtua yang berdaya menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan anak.

Tujuan:

Mendorong kolaborasi orangtua, guru dan muridi untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus Corona. Memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai kemampuan dan kebutuhan anak. 

Memahami konsep:

Praktik pembelajaran yang memandu murid bukan menguasi konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks. 

Anjuran 1: 

Lakukan penjelasan terlebih dahulu kepada orangtua khususnya pada anak kecil tujuan dan proses belajar jarak jauh dan penggunakan aplikasi atau situs melalui video tutorial. Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran.

 Rancang tugas atau kegiatan belajar yang mencakup 2-3 pelajaran. Berilah tugas yang terkait dengan lingkungan rumah pada kelas kecil terkait persoalan yang sedang menghangat. 

Hindari 1: 

  • Memberikan tugas sekedar untuk latihan soal atau pengerjaan LKS, tanpa disertai diskusi dan refleksi. 
  • Hindari tugas yang memindahkan materi dari buku teks ke lembar tugas 

 Memilih tantangan: 

Praktik pembelajaran yang memandu murid mengasai keahlian melalui proses berjenjang dengna pilihan tantangan yang bermakna.

 Anjuran 2: 

Tentukan jam belajar yang fleksibel sesuai jam aktivitas orangtua. Pada kelas besar, sediakan jam belajar sesuai jam sekolah . .Kombinasikan aktivitas dengna diskusi atau bergerak, tidak hanya duduk dan menulis saja atau aktivitas bergerak saja. 

Sediakan pilihan tugas. Perlihatkan beberapa aktivitas dari sumber berbeda. Beri kesempatan murid memilih tugas yang bisa dilakukan, kemudian sepakati bersama orangtua. .Hindari memberikan tugas yang terlalu mudah dan terlalu sulit bagi murid. 

Hindari 2:

 Memberikan tugas sesuai kurikulu, tanpa mengaitkan dengan lingkungan atau kehidupan sekitar 

Memberdayakan Konteks:

Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan. 

 Anjuran 3

  • Menyediakan tugas yang membuat murid bisa menerapkan kemampuan pada konteks dan tugas ehari-hari di rumah. .Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran. 
  • Bagi murid yang tidak memiliki gawai, guru bisa membentuk kelompok murid yang tinggalnya berdekatan , untuk memudahkan guru dalam pengiriman tugas dan pengumpulan tugas mellaui orangtua. 
  • Bila murid tidka mempunyai gawai dan lokasi jauh dari teman satu sekolah, guru sebaiknya mendatangai rumah murid untuk meberikan tugas. Pengiriman dan pengumpulan tugas sebaiknya tidak per hari, tapi per minggu. 
  • Menyediakan tugas yang membuat murid dan orangtua merasa berkontribusi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarakan. 


Hindari 3:

  • Hindari memberi tugas yang mendorong murid berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah untuk mencari atau membeli bahan dan perlengkapan tugas.
  •  Hindari memberi tugas hanya dari satu sumber atau buku teks semata.
  • .Hindari memberikan tugas yang sama untuk semua murid tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi murid yang berbeda rumah atau wilayah. 


 Dikutip dari :
 #SekolahLawanCorona #KerjaBarenganLawanCorona

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!