Krisis Air Dampak Perubahan Cuaca, Solusi Alamiah Bukan Solusi Bisnis



Canva.com

Saya baru sadar bahwa pola musim panas dan musim hujan di Indonesia dua tahun terakhir ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Biasanya pada bulan yang berakhir dengan “ber” seperti September, Oktober, November dan Desember itu sudah memasuki musim hujan. 

Tapi justru pola musim hujan itu bergeser, bulan September hingga Desember itu musim kering dan musim hujan baru dimulai mulai Pebruari 2020 hingga sekarang bulan Mei. Musim hujan lebih sedikit dan pendek, sementara musim panas lebih panjang . 

Perubahan iklim global untuk perubahan jangka panjang dengan pola yang diharapkan dari iklim rata-rata setiap daerah, dalam jangka waktu yang ditentukan. Karena iklim makin panas, maka iklim akan merubah pola hujan, penguapan, salju, aliran sungai dan faktor-faktor yang mempengaruhi suplai dan kualitas air. 

Dampak khusus yang dapat terlihat, temperatur air yang makin panas, mengakibatkan kualitas air dan polusi air yang makin cepat. 

Penyebab global warming adalah gas dari rumah kaca uap air , yang menyebabkan sekitar 36-70% dari efek rumah kaca; karbon dioksida (C02), yang menyebabkan 9-26%; metana (CH4), yang menyebabkan 4-9%; dan ozon (O3), yang menyebabkan 3-7%.  
Dampak  Perubahan Iklim Terhadap Sumber Air di Indonesia:

www.inatanaya.com

Sebenarnya dampak dari global warming atau perubahan iklim itu disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Dalam konperensi Perubahan Iklim di Paris disebutkan bahwa semua negara industri mengakui bahwa mereka membangun negara dari segi perspektif sebuah negara maju yaitu dengan pembangunan industri dan mengabaikan dan tidak memperhatikan kelestarian dan keseimbangan alam. 

Bukan hanya negara industri saja yang berlomba untuk industrialisasi, tapi Indonesia pun juga sama kondisinya. Pembangunan fisik kota besar hanya mementingkan fisik dan industri tanpa memperhatikan lingkungan atau sumber-sumber air yang seharusnya dipelihara dan dirawat. 

Jombang ada 6 desa yang selalu mengalami kekeringan. 3 faktor kekeringan di Jombang, secara global krn perubahan iklim, faktor geologi, ulah oknum yang merusak hutan sehingga merusak mata air.

Jombang, bencana yang sangat besar, tapi semua industri yang meracuni air seperti penambangan, NTTP dan Jombang. Tidak diimbangi oleh kebijakan yang baik oleh Pemerintah.

Waduk Grajokan, Desa Pelabuhan, Kecamatan Plandan, Jombang yang seharusnya menampung air hujan saat musim hujan, dan mengairi sawah dan pertanian saat musim kering. Ternyata, justru tidak berfungsi dan mengering saat musim kering. (lihat foto).
Waduk Grojokan . Sumber:  National.Republika.co.id


Demikian juga DAS Sungai Brantas yang seharusnya mengaliri air dari hilir ke hulu, tetapi ironisnya 22 DAS Brantas dikelola Perum Jasa Tirta I Malang rusak karena penebangan pohon oleh masyarakat sekitarnya. 

Pemaparan di atas telah menunjukkan bagaimana  kebijakan Pemerintah  yang tidak berpihak kepada lingkungan dan kerusakan alam dilakukan oleh warga untuk kepentingan pribadinya. 

Pemerintah harus mengubah kebijakannya ketika melihat hasil dari pembangunan itu meleset dari tujuan melestarikan air untuk kepentingan rakyat, demikian kata Muhammad Reza, KRuHA , Koordinator Koalisi Rakyat Hak Atas Air.

Penyebab krisis air di Indonesia itu sebenarnya disebabkan pertama : dominan atau kelangkaan air karena air itu tidak diproduksi. Air itu ada karena harus dikelola dengan baik. Tetapi jika salah urus atau mismanagemen atau politisasi maka timbulkan ketidak-adilan bagi warga /perusahaan yang bisa akses air karena punya uang . Sementara yang tidak punya uang terpaksa tidak bisa mendapatkan air untuk kehidupan rumah tangga/perusahaan. 

Yang kedua adalah tidak adanya sinkronisasi antara kebijakan dengan respon pemerintah terhadap masalah yang dihadapi Contohnya: membangun waduk , menembok tempat yang justru tempat air, lalu rusak, tidak berkelanjutan. 

Beruntung bahwa cara pandang /mindset/masyarakat dari akar rumput, di Jombang sudah diubah oleh Cak Purwanto, pendiri Yayasan Air Kota Jombang. Pola tertentu untuk sosialisasikan kepada masyarakat. Masyarakat dari kampung sampai ke kampus diedukasi . 

Mendampingi anak usia dini sampai SMA dibagi perkelompok, kesenian sampai materi pendampingan materi air hujan . Kesenian kelompok Wayang Beber , pelestarian kebudayaan dan untuk menyuarakan kepentingan pelestarian. 

Contoh mereka berhemat air dengan menggunakan bipori. Hemat air dengan menampung air hujan digunakan untuk air minum . 

Krisis air bukan hanya jumlahnya atau kuantitasnya saja tetapi juga kualitasnya . Air sungai yang dulu jernih sekali dari hulu hingga hilir, sekarang tak mampu jadi tempat untuk bermain bagi anak-anak, bahkan untuk kehidupan hewan air sekali pun. 

Bagaimana kita bisa menunjang kehidupan dengan air jika kualitasnya sudah buruk, penuh dengan racun industry bahkan dengan racun hasil penambangan illegal.

Pesan dari dua nara sumber untuk Gunakan Air dengan bijak:

Cak Purwanto : 

Gerakan yang dilakukan oleh Cak Purwanto bukan sekedar air hujan, tetapi juga air tanah. Krisis air tidak hanya kuantitasnya tetapi juga kualitasnya. Memanfaatkan air hujan yang bisa digunakan sebagai air minum. Sinergi antar semua elemen baik dari pihak pemerintah, komunitas masyarakat untuk selalu bekerja sama dan membuat solusi atas masalah yagn dihadapi. 

Muhammad Reza:

Dominan atau kelangkaan harus segera diatasi Pemerintah juga harus menaati konsistutsi 2005 dan 2013 dimana ada pembatasan tentang UU Air tanah dan air lainnya dan 7 prayasarat secara konstitusional air minum.

Inilah cara Hemat ala saya: 

1.Selalu gunakan air toilet secukupnya
2. Sisa cucian beras untuk tanaman 
3. Cara mencuci piring dan alat-alat makanan Kotor langsugn dimasukan ke suatu tempat besar
4. Mandi dengan air secukupnya.
5. Segera mematikan dan mengganti jika ada kran bocor
6. Gunakan gelas yang tidak berganti-ganti 

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini

Sumber:  - Kantor Berita Radio - KBR
               -  Wikipedia
               -   Youtube

1 komentar

  1. Penebangan pohon sembarangan merupakan salah satu faktor yg menyebabkan krisis air dan menurunnya kualitas air..

    Salam saya, Informasi Kesehatan

    BalasHapus