Jangan Bete Jika Lebaran di Rumah Saja. Ada kok Tipsnya



Tips Lebaran Saat Pandemi Lebaran secara virtual.  Sebenarnya lebih afdol jika beribadah atau salat Ied di Mesjid itu secara offline.  Tapi kita sudah mendengarkan fatwa MUI bahwa beribadah shalat Ied di rumah saja.

 Dengan resminya pengumuman itu, saya yakin benar bahwa Lebaran kali ini kita harus tawakal , sabar dan tidak membiarkan mata rantai Covid-19 terus terhubung kemana-mana dan meningkatkan korban yang terpapar.

Lebaran di rumah, bukan berarti kamu hanya tinggal diam saja. Ada pelbagai acara yang bisa kamu persiapkan untuk sambut lebaran.

Bertukar Makanan Virtual:

Ayo sedikit kreatif dengan cara bertukar makanan virtual. Loh gimana caranya. Tentunya kamu sudah masak untuk santapan istimewa Lebaran. Tidak ada salahnya jika biasanya kamu mengirimkan makanan kepada tetangga, orangtua makanan istimewa juga.

Tapi kali ini kamu bisa mengirimkan dengan cara virtual. Buka video call, lalu katakana kepada mereka bahwa kau ingin mengirimkan makanan dalam bentuk virtual. Tentunya ini tidak bercanda, tapi serius.

Pengeritiannya, kondisi boleh jadi yang memaksa kita tidak bisa mengirimkannya . Dalam lebaran kali ada pengecualian yang tidak bisa control , kita harus ikuti.

Silaturahmi Virtual:

Biasanya tahun sebelumnya kita dapat lebih mudah bersalaman, berjabatan tangan bahkan berciuman untuk silaturahmi, bermaaf-maafan.

 Tapi kondisi saat virus Covid-19 sedang merajelala, kita harus tinggalkan tradisi ini. Persiapkan diri keluarga mulai dari anak-anak sampai istri/suami untuk berjanjian dengan orangtua untuk silaturahmi secara virtual.

Bisa dengan video call, atau dengan zoom. Semoga silaturahmi virtual tidak menghilangkan kesan dan semangat dari silaturahmi. Adanya kedekatan emosional dan hanya caranya saja yang beda. Kita masih bisa dipertemukan walau dalam keadaan yang tidak memungkinkan tatap muka.

Mengunjungi Orangtua Saat Pandemi Berakhir:

Taka da salahnya jika kita langsung datang ke rumah orangtua atau tentukan waktunya sesuai dengan cuti kerja . Inilah yang dinantikan oleh orangtua. Mereka menantikan kedatangan anak sebagai salah satu obat dari kangen dan salah satu tanda maaf.

Kehidupan keluarga yang harmonis tetap terjaga saat kita juga tetap melakukan relasi hubungan secara langsung tanpa menunda waktu.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!