Jalan-jalan Virtual ke Sumba Bersama Atourin



Selama Covid-19,  kita semua pasti jenuh dan bosan di rumah terus. Terbayang kerinduan/keinginan untuk jalan-jalan ke luar kota untuk menghilangkan kejenuhan di dalam rumah terus . 

Jalan-jalan memang salah satu solusi untuk mendapatkan mental health. Namun, ternyata dalam kondisi Covid-19, semua wisata di Indonesia sedang lumpuh. Tidak ada pesawat, penginapan dan tempat-tempat wisata yang dibuka.

 Lalu bagaimana solusinya? 

Pegiat wisata Atourin berinovasi dallm kondisi sulit untuk mengajak kita yang rindu jalan-jalan secara virtual  ke Pulau Belitong, Pulau Sumba,Banjarmasin, Yogyakarta, Poso, Pulau Natuna, Labuan Bajo, Tanjung Puting, Gunung Rinjani, Danau Toba, Desa Adat Baduy sampai Raja Ampat . 

Dengan tema Festival Libur Lebaran secara virtual Tour berlangsung dari 26 Mei hingga 7 Juni 2020. 

Nach, saya pun ikut mendaftar sebagai salah satu peserta Festival Libur Lebaran Virtual menuju ke Pulau Sumba .

Ingin menikmati panorama ,budaya indah meskipun dengan cara virtual. 

 Caranya sangat gampang sekali:

 Langsung mendaftar di https://atorin.com/festival

 Harga paket Festival Libur Lebaran: 
  •   À la carte 1 destinasi: Rp  50.000  
  •  Terusan 3 destinasi    : Rp 135.000  
  •  Terusan 6 destinasi    : Rp  260.000 
  •  Lengkap 12 destinasi  : Rp 500.00

Tepat pukul 19:10 saya mulai siap di ruang zoom yang ditentukan. Screen dengan panorama 360 terlihat besar dan lebar.  Perkenalan dari fasilitator Atourin pun. Autorin adalah perusahan wisata online dan offline di Indonesia.

 Lalu, pihak Atourin pun memperkenalkan pemandu wisat, Marthen Bira. Beliau sebagai kepala desa Tebara yang telah memiliki segudang pengalaman dan pemenang dari Desa Percontohan Nasional tahun 2018 dalam pengeloaan dana desa.

Day 1:
 
Laguna Weekuri :  Sumber: InfoSitusBudaya.com
Tour Virtual dimulai dari Tambaloka Airport menuju Laguna Weekuri, tempat danau dikelilingi oleh bebatuan kars. 

Danau dengan warna air hijau itu sangat indah. Sudah terdapat fasilitas penunjang. Waktu yang tepat berkunjung adalah pagi dan sore hari.
 
Kampung Adat Ratenggoro;  sumber:Radiodms.com
 Setelah itu kita menuju ke Kampung Adat Ratenggoro. Tempat 10 kampung dengan rumah adat yang sangat unik sekali. Dipercayai arsitek rumah adat Ratenggoro ini sangat kuat terhadap gempa. Yang unik adalah atapnya yang tinggi dan terbuat dari daun-daun bamboo.

Di bagian bawah adalah tempat untuk makanan dan di atasnya tempat penyucian dan paling atas untuk tempat tinggal. Walaupun oleh WHO dikatakan tempat itu kurang sehat tapi tetap penduduk lokal tetap mempertahankan.

Tempat selanjutnya Pantai Bawana, airnya sangat biru, dan putihnya pasir sangat menyenangkan untuk berselfie dan menyatu dengan alam yang sangat indah. 


Wisata Air Bendungan Waikelo Sawah, panorama pemandangan sawah dengan tempat bendungan yang menyatu . Dikelilingi dengan adat yang sering kita temukan.

Kampung Tarung, terletak di perbukitan dekat dengan kota. Kampung tua yang tetap dipertahankan ditengah modernism kota. Sangat menarik untuk mempelejari budaya Sumba dari penduduk setempat.

Pantai Bodo Indigeous Village Ende Tempat menarik pantai dengan Karena hari sudah malam kita beristirahat 

Day 2:

REsort Nihiwatu.  Sumber: World wonderlust.com

Mengunjungi Resort Nihiwatu , Sumba Selatan. Pantai dan tempat resort yang sangat artisistik dan sangat private. Harganya sangat mahal sekitar Rp.12 juta /per malam. 
 
Pasola Lamboya. Sumber:nativeIndonesia.com

Lapangan Pasola Lamboya, tempat budaya dari penduduk setempat untuk bertanding dengan menunggang kuda dan lembingnya. Mereka yang menang dalam pertandingan dianggap hero atau dapat menyunting perempuan yang dipilihnya.

 Festival Pasola itu hanya ada di bulan Februari dan Maret. 


Air Terjun Matayangu -  Octa Ana Mila


Air Terjun Matayangu, terletak di Sumba Tengah, kita harus menuruni perjalanan yang terjal sekitar 1 jam. Cape dan sangat lelah ketika harus menapaki perjalanan, tetapi terbayar dengan keindahan warna air terjun dengan airnya yang sangat biru .
Padang Savana, Bukit Wairinding. Sumber  scarfmedia.id


Padang Savana, Bukit Wairinding, sebuah pemandangan savanna yang sangat indah bak di suatu sahara. Menyerupai bukit-bukit di tengah pada pasir. 

Kampung Raja Prailiu, terkenal dengan kampung penenun khas Sumba.  Para penenum perempuan dengan cara menenun yang masih gunakan mesin manual menghasilkan indahnya sarung tenun Sumba


Akhirnya kita beristirahat di Vila Morinda .

Day 3:


Pantai Walakiri-Sumber Autorin
Pantai Walakiri.  Sumber: atourin

 Pantai Walakiri, sebuah pantai dengan hutan bakau. Bagaikan berada di Afrika , tempat yang sungguh bagus untuk berselfie karena unik. 


Air Terjun Wai Marang-Sumber Atourin


Air Terjun Wai Marang, suatu air terjun yang lokasinya juga harus dieksplorasi dengan berjalan kaki sepanjang 1 jam. Begitu kita sampai di tempat itu, mata kita langsung tertuju kepada air terjun dan air yang dibawahnya yang hijau segar sekali. TErbayarlah cape itu dengan keindahan air terjun biru dengan bebatuan di sekelilingnya.

Pantai Watuparunu, terkenal dengan pantai dengan bebatuan dari karst yang terbentuk karena abrasi air laut.  Bentuk bebatuan itu sangat unik dan indah untuk tempat selfie.


Tidak terasa perjalanan 3 hari secara fisik dapat kita nikmati dengan cara virtual dalam waktu 2 jam.

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!