Belanda, Tempat yang akan Aku Kunjungi Saat Covid 19 Berakhir



Big plan bagi saya adalah Belanda.  Saya sebenarnya punya plan yang cukup lama sudah saya rencanakan sejak tahun lalu . Bahkan rencana ini adalah rencana yang sebenarnya cukup besar bagi saya.

Sederhananya saya pengin sekali ketemu kakak saya satu-satunya di Belanda. Saya sudah tak bertemu dengannya hampir 7 tahun setelah ibu saya meninggal.


www.bing.com


 Begitu Ibunda meninggal, pesan yang saya dapat dari kakak saya bahwa dia tak bisa lagi ke Indonesia. Dalam hati yang terdalam saya sedih banget, jadi kapan ketemunya? Apakah hanya sekedar chat di email dimana kita hanya bisa sekedar mencurahkan hati tanpa tatap muka.

 Jika komunikasi lewat email, maka saya baru menerima jawaban dari email kadang-kadang baru 8 jam muncul karena perbedaan waktu antara Indonesia dengan Belanda. Tentunya saya berharap besar untuk bisa bertemu.

Tahun 2019 yang lalu, tiba-tiba ada kerinduan besar dari pihak saya untuk bertemu dengan kakak. Ketika saya kemukakan apakah dia punya waktu (maklum kita harus menghormati etika Belanda untuk datang dan mengajak bersama-sama itu tidak mudah , harus sesuai dengan jadwal beliau ada atau tidak).

Singkat kata, gayung bersambut , kakak saya rupanya cukup gembira menyambut rencana kedatangan saya. Saya pun harus mulai menyusun rencana dari pembelian tiket pesawat, hingga persiapan visa yang cukup lama dan sangat detail sekali.

Rupanya manusia boleh berencana tapi Tuhan menentukan itu memang benar ada. Ketika semua sudah ada di tangan, tiket pesawat, dan visa sudah ready, justru, Covid 19 membuat rencana itu berantakan sama sekali.

 Pesawat KLM membatalkan kberangkatan pada tanggal 6 Juni 2020. Semuanya harus dikansel dan tidak bisa berangkat. Apa boleh buat. Saya hanya bisa berdoa sekarang. Apabila memang niat untuk bertemu ini masih bisa dilakukan dan direstui oleh Tuhan, maka saya ingin sekali tahun depan setelah Covid berakhir, saya masih ingin ke Belanda. Niat dan doa ini hanyalah satu-satunya harapan yang tinggal dalam kalbu saya. Semoga Tuhan mendengarkan dan merestuinya.

Tidak ada komentar