Bedanya Puasa Tahun 2020 Ditengah Pandemi Covid-19


Sebelum puasa, biasanya orang sering datang ke kubur untuk nyekar ke kubur orang tua , keluarga yang dicintai. Namun, kali ini juga tidak dapat dilakukan karena Covid-19 melarang untuk berkumpul di Kuburan. Ada terasa yang kurang, yach kita hanya bisa mendoakan mereka di rumah saja.

Puasa tahun ini,2020, sangat berbeda dengan sebelumnya . Jika sebelumnya semua pemeluk Islam dapat beribadah puasa dengan shalat tawarih bersama-sama dengan orang lain di Mesjid, sekarang mereka harus lakukan di rumah saja.

Bukan shalat Tawarih, semua shalat juga tetap harus dilakukan di rumah tanpa ada orang lain. Hal ini pasti berbeda nuansa maupun kebersamaannya. Sebelumnya jika puasa, kita bisa berbuka bersama-sama dengan teman kantor, lalu baru pulang ke rumah tengah malam. Sambil menunggu jalanan yang macet jika langsung pulang saat berbuka puasa.

Demikian juga apabila kita kesulitan mencari takjil untuk buka puasa, yang awalnya semuan tersedia bermacam-macam di tempat pusat di Benhil maupun dekat kantor. Namun, semua yang biasa dilakukan di kantor dengan buka bersama, dan cari takjil tidak dapat dilakukan karena semuanya berbeda .


Harus di rumah saja. TEntunya hal ini tidak mengurangi makna dan arti sesungguhnya dari ibadah puasa. Jika semua dijalankan dengan sungguh-sungguh akan terasa lebih nikmat di rumah. Selain waktu yang lebih banyak juga dapat digunakan untuk mengaji dan memperdalam doa.

Menurut WHO, selama puasa, tetap pertahankan jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

  • Mengenai salam, gunakan salam yang disetujui secara budaya dan agama tapi menghindari kontak fisik seperti: melambaikan tangan mengangguk meletakkan tangan di atas hati.
  • Muslim melakukan wudu sebelum shalat.. Langkah-langkah yang harus dipertimbangkan berikut ini: Pastikan fasilitas cuci tangan dilengkapi sabun dan air yang memadai.Sertakan hand sanitizer (sedikanya 70 persen alcohol) di pintu masuk dan di dalam masjid.
  • Pastikan ketersediaan tempat sampah sekali pakai dengan liner dan tutup sekali pakai dan menjami pembungan limbah yang aman.
  • Menghimbau jamaah untuk gunakan sajadah pribadi di atas karpent. Menyediakan display tentang physical distanding, kebersiahan tangan, etiket pernafasan dan pesan umum tentang pencegahannya.

Tidak ada komentar