Bagaimana Mengelola THR dengan Bijak

VpnRanks.com


Adalah suatu kebahagiaan bagi sebagian besar orang yang menerima THR tahun ini tepat waktu. 

Sebagian besar dari mereka yang masih bekerja aktif, produktif, harus mengencangkan ikat pinggang karena THR mereka ditunda sesuai kesepatakan bersama, ada pula yang tidak menerima THR karena cashflow perusahaannya terganggung, ada juga yang harus gigit jari karena harus dirumahkan atau kena PHK. 

Bersyukurlah untuk mereka yang masih menerima THR tepat waktu karena tahun ini adalah tahun yang paling sulit bagi sebagian besar dari mereka yang tak terima THR. Ketika kita menerima THR, jumlahnya bervariasi, artinya jika kita baru saja bekerja di perusahaan kurang dari setahun, biasanya jumlahnya pro-rata misalnya baru bekerja 4 bulan, maka THR yang diteirma adalah 4/12 x gaji sebulan dikurangi dengan pajak.

 Bagi mereka yang telah bekerja lebih dari setahun, akan menerima satu kali gaji penuh dikurangi pajak. Beberapa tahun yang lalu, saya juga mendengar bahwa ada perusahaan yang membedakan THR dari segi profit atau non-profit di bagian tempat kita bekerja. 

Misalnya kita di bagian layanan nasabah, di bagian teller atau di bagian operasional, disebut bagian non profit, sedangkan di bagian Treasury, marketing itu disebut profit. Di tempat yang profit itu selain THR mereka akan tambahkan bonus. 

Mengalokasikan dana THR itu perlu bijak karena jika tak melakukan alokasi yang benar, kemungkinan THR kita bisa habis tanpa diketahui dimana habisnya. Alokasi awal yang harus dijalankan adalah memperhatikan hal-hal penting seperti berikut ini: 

Pertama tentunya bagi yang beragama muslim akan mengalokasikan dengan Zakat. Zakat merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar. Apabila ada yang ingin ditambahkan bisa memberikan bantuan sosial terhadap lingkungan. Zakat merupakan kewajiban, sedangkan bantuan sosial sifatnya sukarela. Tetapi jangan lupa untuk membayar zakat yang tertunda tahun lalu.

Kedua, dana darurat. Dana darurat merupakan hal yang sangat penting karena dalam kondisi Covid-19 ini dimana kita tidak yakin sampai kapan ketidak pastian ekonomi akan berjalan sangat lambat ini . Kita perlu memiliki dana darurat tunai. 

Keluarga yang dapat bertahan dalam keadaan sulit adalah keluarga yang punya ketahanan sektor keuangan yang sehat. Sehat karena ada dana tunai yang disiapkan untuk ditarik apabila diperlukan. Menunggu bantuan sosial tentu tidak semua orang akan mendapatkan, sedangkan kita yang dulunya bekerja pun bisa kena PHK. 

Apabila sudah mengalokasikan, segera dimasukkan ke rekening terpisah dengan rekening yang biasanya untuk operasional. 

Ketiga, kebutuhan Lebaran seperti makanan , dan mudik yang belum sekarang dilakukan tetapi tetap harus dialokasikan. Jangan lupa kewajiban yang harus kita bayarkan misalnya utang, gaji dan THR pembantu, supir yang semuanya ini tidak boleh melewati dari 30% dari jumlah THR yang kita terima. 

Tetap mengingat bahwa segala kebutuhan lebaran itu ada prioritasnya, apakah kebutuhan atau keinginan. Hindarilah emosi untuk membeli barang yang tak produktif. Ada beberapa hal yang juga jadi pengeluaran yang perlu dialokasikan apabila kita mendapat THR, pengeluaran untuk membayar SPT anak sekolah dan kuliah yang sebentar lagi akan ditagih.

Disamping itu tentunya Anda juga harus ingat bahwa berinvestasilah selama ada sisa uang THR . Investasi itu akan menjadi passive income Anda . Passive Income jadi pendapatan sekunder yang sangat bermanfaat untuk menambah beberapa pengeluaran yang mendadak tetapi tidak dalam jumlah yang besar.

 Bagi yang tak menerima THR tahun ini, jangan berkecil hati, mencoba mencari pendapatan untuk sehari-hari lebih giat dan kreatif. Jika ada berlebih, segera ditabung dulu, ketika mendekati Lebaran baru digunakan. 

Bersyukurlah sedikit apa pun tetap masih ada yang digunakan dalam masa krisis Covid-19. Semoga alokasi THR anda dapat jadi sesuatu yang bermanfaat untuk kesehatan keuangan keluarga untuk masa depan.

Tidak ada komentar