Cara Mendongeng Terbaik

Mendongeng  .Sumber:  Kompas.com

Taukah Anda bahwa hari ini, 20 Maret 2020  adalah Hari Dongeng Sedunia. Jika Anda adalah seorang mom anak balita , tentunya mendongeng jadi alat untuk mendidik anak . Mendongeng menjadi satu hambatan bagi mereka yang belum tau bagaimana caranya untuk mendongeng.

Apalagi saat ini anak jauh lebih lekat untuk melihat gadget nya sendiri ketimbang mendengar dongean dari ibunya.

Menjadi seorang penceritera atau pendongeng bukan harus seorang ahli. Tetapi tetap harus dipelajari teknik dasar mendongeng agar tetap bisa menarik dan menyenangkan anak.

Lalu apa tips mendongeng menarik itu.


1. Memilih Cerita yang Baik:


Memilah buku dongeng yang baik dan berkualitas. Saat ini banyak sekali terbiat buku-buku cerita yang meanrik. Usahakan untuk mencari buku yang tidak tebal tetapi memiliki banyak gambar, penuh warna dan pesan moral. Cerita yang baik adalah cerita yang mengandung unsur pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsur peperangan, kekerasan, balas dendam, sihir dan lain-lainnya.


2.Menguasai Jalan Cerita:


Cara terbaik adalah bukan dengan menhafalkan bukunya, tetapi memahami seluruh isi cerita. Dibutuhkan membaca berkali-kali hingga dapat menguasai cerita sepenuhnya. Berikan modifikasi cerita agar tetap menarik. Hindari modifikasi cerita sangat penting, tapi hindarilah kata-kata yang belum layak di dengar anak-anak.


3.Pelajari Karakter Tokoh:


Mempelajari karakter dari tokoh-tokoh yang ada dalam satu cerita sangat penting. Makin banyak tokohnya main menarik dan anak-anak makin mengerti ada banyak karakter yang ada dalam dongeng. Tetapi perlu diingat bahwa pencerita harus memahami masing-masing karakter dan mengexpresikan baik dalam saura, tingkah lakuknya, gaya serta suaranya sehingga anak makin tertarik. Bahkan, dapat mengubah karakater anak yang dulunya tidak suka makan, jadi mau makan.


4.Suasana yang tepat :


Suasana terbaik bagi anak mendengarkan cerita dongeng adalah malam hari jelang tidur. Momen ini adalah suasana yang tidak tegang maupun tidak formal, tetapi tepat sekali ketika rasa kantung jelang tidur, anak dapat dengan mudah menyerap cerita di alam sadarnya. Anak akan terus ingat dan mau melakukannya.


5.Kontak Mata dan Fisik:


Kontak mata dengna anak sangat penting sekali untuk “mencuri perhatian” anak. Bila mata kita tidak focus pada mata anak, maka anak pun kehilangan konsentrasi dan tidak mau mendengarkan ceritanya. Kontak fisik segera dilakukan ketika konsentrasi anak mulai pudar. Bawakan expresi cerita dengan mata yang saling bertatapan dan menambah kedekatan dengan anak.
6.Gunakan Media :


Seringkali pencerita dapat membawa alat-alat yagn telah disiapkan dari awal misalnya gambar orang, gambar suasana kota atau gunung tempat dimana cerita itu . Ada visualisasi jelas sehingga Anak makin dapat mengimajinasikan cerita itu kea lam pikirannya.

7. Gunakan Media boneka:


Sekarang ini lebih banyak pilihan alternative untuk alat peraga seperti boneka. Boneka itu jadi wakil tokoh dalam cerita itu. Gerakan boneka sesuai dengan percakapan yang terjadi dengan mimic dan suara yang sesuai dengan karakter dari boneka. Selamat berdongeng kepada Anak. Anda menjadi pendongeng dalam rangka pendongeng dunia

Tidak ada komentar

Pesan adalah rangkaian kata yang membangun dan mengkritik sesuai dengan konteksnya. Tidak mengirimkan spam!