Hindari Minum Obat Bebas tanpa Konsultasi Dokter

google.com


Berawal dari pemikiran bahwa jika sakitnya ringan, mudah sekali minum obat bebas . Cara belinya sangat mudah , tidak perlu ke dokter, langsung ke apotik. Beli obatnya, langsung diminum dan merasakan sembuh.

Ngga ada larangan untuk membeli tanpa resep karena obat bebas itu memang dikategorikan sudah sesuai izin Depkes dengan label yang berlingkaran biru artinya masih dianggap "ringan".

Namun, pengalaman yang saya hadapi saat minum obat yang saya sangka ringan itu dan saya konsumsi selama berbulan-bulan hinggan hampir satu tahun, ternyata membawa efect cukup berat. Jantugn saya berdebar-debar keras hampir satu minggu, tanpa saya sadari bahwa itu akibat minum obat bebas.

Keteledoran saya ketika mengonsumsi obat adalah tidak membaca dengan teliti sama sekali apa effect dari obat itu. Pertama yang harus kita baca adalah kandungan dari obat itu. Contohnya untuk Nalgestan: obat itu mengandung Phenylpropanolamine HCL 15mg dan Chlorpheniramine Malate 2 mg. Juga seperti Decolsin mengandung Pracetamol 400 mg; Pseudoephedrine HCL 30mg, Chlorphenamine Maleate 1 mg, Detromethorphan HBr 10 mg, Guaifenesin 50 mg.

 Setelah baca kandungannya, kita baca side effectnya.
Nalgestan ada peringatan dan perhatian:
  • Hati-hati penggunaan pada penderta dengan gangguan fungsi hati dan ginajl, glaucoma, hipertrofi prostat, hipertiroid dan retensi urin.
  • Tidak dianjurkan pada anak usia dibawah 6 tahun , waniha hamil .
  • Selama minum obat tidak boleh mendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

Pada Decolsin tertera kontraindikasi:
  • Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat
  • .Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus.

Efek samping:
  • Menangantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, talkardian, arimia, mulut kering palpitasi, retensi urin.
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.

Peringatan-peringatan tentang efek samping itu sangat penting bagi kita yang ingin konsumsi obat bebas. Ketika saya mengalami debar jantung yang hebat, saya tidak menyangka bahwa itu disebabkan oleh konsumsi obat bebas yang berlangsung lama. Jantung saya tidak kuat lagi dengan Phnylpropanolamine HCL (walaupun dalam dosis yang kecil sekali pun).

Oleh karena itu ketika saya terpaksa ke dokter specialis pun, dokter langsung mengatakan bahwa saya harus berhenti untuk konsumsi dua obat yang menyebabkan jantung saya itu berdebar kencang. Setelah berhenti, memang kondisi berubah sama sekali. Detakan jantung kembali ke normal adanya.

Nach, bagi yang suka minum obat bebas, sebaiknya konsultasi kepada dokter sebelum ada komplikasi yang membuat badan kita bukannya sembuh tetapi menderita yang lainnya (biasanya side effect lebih tidak baik dari sakit yang diderita).

Tidak ada komentar