Cintailah Bumi dengan Keanekaragaman Hayati #MSIGCintaBumi




Tuhan menciptakan alam, bumi ini dengan kekayaan dan keanekargaman hayati (biodiversity) dengan sangat indah sekali. Keanekaragaman hayati itu adalah tingkat variasi bentuk kehidupan mengingat ekosistem bioma spesies atau seluruh planet.

Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam, anugerah Tuhan yang indah karena eko- sistemnya ditata dengan baik. Indonesia memiliki kekayaan hayati terbesar di dunia, 25,000 tumbuhan bunga, 1500 spesies burung, 600 spesies reptil, 270 spesies ampibi, 1700 spesies ikan laut dan 1400 ikan tawar. Relasi mahluk hidup, manusia, tanaman, hewan, air dengan lingkungan sangat baik karena mereka saling membutuhkan dan melindungi satu sama lainnya

Ekologi dan ekosistem menjadi fungsi utama agar kehidupan manusia dan seluruh mahluk saling membutuhkan,melindungi dan berdampingan hidup satu sama lainnya. Ekosistem tertata baik dalam siklus yang menyatu, hutan dapat menyediakan tempat bagi tanah dan air dan tanaman/pepohonan tumbuh dengan baik.
google.com

Keragaman tanaman yang baik digunakan untuk konsumsi hewan herbivora seperti sapi, kambing, rusa, kuda, jerapah, badak, anoa dan tempat berteduhnya. Sementara hewan juga dikonsumi oleh manusia. Air digunakan untuk konsumsi oleh tanaman, hewan dan manusia.

Sayangnya, kekayaan alam yang sejatinya untuk kesejahteraan semua mahluk hidup itu berubah.  Keserakahan manusia untuk kepentingan ekonomi, merusak hutan dengan melakukan pembalakan liar dan penebangan liar terhadap hutan. 
google.com

Salah satu sumber hayati, pepohonan hilang, hutan jadi gundul, tanah tidak lagi subur, air tidak terkendali karena tidak ada resapan menjadi banjir, hewan terancam keberadaannya.   Bahkan,semua ini juga mengancam kehidupan manusia karena adanya longsor, banjir.

Kerusakan hutan telah membuat kesengsaraan manusia sendiri. Ekologi rusak.  Tidak ada yang indah dan kenyamanan hidup bagi tanaman, hewan dan manusia. Rusaklah alam semesta yang indah.


Pengelolaan suaka dilaksanakan untuk rehabilitasi dan restorasi hutan Paliyan. Caranya adalah dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat lokal tentang pendidikan pertanian yang berkelanjutan dan mendapatkan panennya sehingga mereka mendapatkan kemandirian keuangan. 

Secara teknis, MISG berkolaborasi dengan Universitas Gajah Mada untuk memberikan bantuan teknis pengetahuan, edukasi lingkungan, pelestarian lingkungan kepada guru-guru Sekolah . Lalu guru-guru sekolah mengajarkan kepada anak didiknya atau siswanya dan generasi mendatang untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya pelatihan dan pendidikan itu hasilnya dapat merestorasi dan merehabilitasi kondisi hutan Paliyan: 
  •  3,000,000 tanaman untuk ditanam
  •  23 spesies burung yang didokumentasikan
  •  9 spesies kupu yang didokumentasikan
  •  19 sekolah yang berpartisipasi untuk mengedukasi lingkungan
  •  165 guru yang dilatih untuk edukasi lingkungan
  •  97,057 benih tanaman didistribusikan
  •  185 rumah tangga dilatih untuk metode penanaman yang baik 

Jaga bumi mulai dari diri sendiri:

 Bagi saya yang pernah mendapat edukasi tentang plastik, plastik bukanlah musuh kita. Paradigma sering salah karena satu lumba mati akibat makan plastik, maka plastik itu dianggap sebagai pembunuhnya.

 Ternyata manfaat plastik itu sangat banyak. Kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan plastik. Mulai dari makanan pembungkus, kemasan makanan, sampai banyak alat-alat rumah tangga dan pembungkus kosmetik dan lainnya 
danone.co.id

Tak ada yang salah soal plastik karena ternyata selain manfaatnya banyak, juga telah disurvei oleh peneliti bahwa bahan dari pembuatan plastik itu ada yang ramah lingkungan dan tidak membuat rusak lingkungan. Bahkan penggunaan plastik di Eropa jauh lebih besar ketimbang di Asia. Namun, penggunaan plastik di Eropa itu sudah menggunakan sistem circular economy sehingga tak menimbulkan keresahan atau masalah sampah plastik karena mereka telah mendaur ulang hampir 53% nya. 
Circullar Economy     Sumber: danone.co.id

Sementara di Asia belum melakukan hal itu . Hal ini terkendala dengan infrastruktur pembuangan plastik dan kesadaran dari sampah plastik. Di Asia masih gunakan sistem Linear Economy artinya plastik diproduksi, digunakan dan dibuang tanpa didaur ulang.

Pengganti Plastik    Sumber: danone.co.id

Rupanya penelitian dari Trucost membuktikan bahwa jika kita ingin menggantikan plastik dengan bahan lain seperti kaca, timah, aluminium hasilnya sebagai berikut ini:
  • Dari segi pemeliharaan lingkungan: Plastik lebih baik dibandingkan bahan alternatif , nilainya USD 139 vs USD 533 .
  • Dari segi kesehatan manusia dan ekosistem: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan  alternatif, nilainya USD 63 vs USD 343.
  • Dari segi perubahan iklim : Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif, nilainya USD 71 vs USD 183.
  • Dari segi kerusakan laut: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif , nilainya USD 5 vs USD 7.

 Jadi intinya plastik itu akan menjadi masalah jika kita tidak mampu mengelola sampah plastik. Sampah plastik di Indonesia telah mencapai 3,2 juta ton . Berhubung sampah plastik ini tidak dikelola dengan baik maka sebanyak 0,48-1.29 juta ton telah mencemari laut . Sampah plastik yang dikelola dengan daur ulang hanya 9% saja, sisanya hampir 91% dibuang begitu saja dan akhirnya mencemari laut, lingkungan hidup dan mengganggu kesehatan manusia karena polusi. Bahkan, setiap tahunnya kemasan plastik kehilangan nilai ekonominya sebesar 95% setelah penggunaan pertama.

 Berikut ini adalah implementasi saya sebagai pribadi agar dapat melestarikan bumi dengan cara berikut ini:

  1.   Daur ulang plastic botol pet, wadah non-polystyrene foam dan bubble wraps. Jika saya belum paham bagaimana cara mendaur ulangnya, saya akan membawa barang-barang plastik itu ke tempat RBU (Pengelolaan Daur Unag Limba Plastik). 
  2.  Menggunakan Tumbler untuk menggganti botol minuman plastik.
  3.  Membawa “Tempat plastik” apabila saya belanja ke pasar untuk membeli daging atau ikan.
  4.  Menggunakan tas belanja untuk mengganti bungkus plastik. 
  5.  Memilah sampah antara organik dan non-organik.

1 komentar

  1. Sampah memang meresahkan. Harus dimusnahkan atau paling enggak cara pengelolaan yang baik berdampak pada lestarinya lingkungan. Misal dengan tidak membuang sampah sembarangan

    BalasHapus