Muda Berinvestasi, Bebas dari Jeratan Kaum Menengah (Middle Class Trap)



Mendengar dari beberapa teman anak saya, dulunya mereka itu saat mulai bekerja sebagai pegawai baru, istilahnya “fresh graduate”, gaji yang diterima cukup untuk makan dan beli baju. Katakanlah gaji awal itu Rp.5 juta per bulan. Dia mencoba menabung sekitar Rp.1 juta per bulan karena dia memiliki kebiasaan bawa bekal makan siang. 

Berhubung prestasi kerja yang bagus, dia mendapat kenaikan gaji sebesar Rp.8 juta per bulan. Dia tidak lagi bawa makan dari rumah, tapi makan di kantin . Namun, jumlah uang yang ditabung tetap saja hanya RP. 1 juta per bulan. 

Performance kerja yang terbaik ditunjukkan oleh anak muda ini. Atasannya memberikan kenaikan gaji yang cukup besar yaitu RP. 15 juta per bulan , meningkat hampir dua kali lipat. Sayangnya, dia tetap menabung hanya Rp.1 juta per bulan. Hal ini disebabkan uang untuk makan makin meningkat, tidak lagi di kantin, tapi di mall. Hampir setiap hari makan di mall, termasuk Sabtu dan Minggu. 

Fenomena ini terjadi di generasi milenial Kesadaran untuk menabung, investasi hanya 0,4% dari total generasi milenial. Pola dari Kebiasaan lama dari kecil ketika Ibu memberikan uang jajan ketika masih SD Rp.2.000 , naik menjadi Rp.5,000 ketika SMP dan naik lagi ketika SMA menjadi Rp.10.000 . Namun, tabungan tetap saja hanya seribu . Uang jajan dihabiskan untuk konsumsi, tidak mengingat pentingnya menabung. Hal yang sama juga diterapkan ketika anak sudah bekerja.

Pentingnya berinvestasi? 


Apakah kaum muda tidak ingin memiliki aset yang meningkat tiap tahunnya? Aset bukan barang konsumerisme  seperti handphone /gadget , motor atau mobil. Aset di sini berarti memiliki suatu dana atau jaminan, lindungan dari risiko masa depan. Baik itu berupa asuransi, investasi maupun dana yang dapat melipat gandakan dana yang kita miliki saat ini. Jika kita menghabiskan gaji kita untuk gaya hidup sesaat tetapi kita tidak memikirkan risiko perolehan uang yang tidak stabil di masa depan. Kita tidak ingat untuk menumbuhkan aset dalam pengelolaan keuangan. 

Tidak ada yang salah dengan gaya hidup ketika penghasilan naik. Tapi alokasi untuk menaikkan aset (keuangan pribadi) itu justru yang harus diutamakan. Risiko dari jebakan kelas menengah itu dilatar belakangi oleh seretnya aset keuangan pribadi dengan tidak adanya cadangan dana sebagai persiapan pensiun, atau ketika kita tiba-tiba mendadak sakit kronis tidak mampu bekerja lagi. Akibatnya orang tidak dapat berdaya lagi secara finansial saat masa pensiun atau masa sakit. 

Pasar modal jadi jawaban yang tepat untuk berinvestasi. 

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kerentanan dalam berinvestasi: 

Selain keengganan untuk mengalokasikan dana untuk investasi, para milenial itu rentan sekali dengan laju kenaikan harga atau inflasi. Hal yang sangat penting ketika harga pangan dan bahan bakar naik maka ketahanan untuk bisa mengalokasikan dana juga sulit dilakukan. Bukan hanya hal itu saja, kaum milenial ingin meningkatkan investasi hanya jika hasilnya (return) tinggi tapi belum tentu aman. 

 Mereka sering terpengaruh kepada tawaran-tawaran investasi bodong yang sangat mengiming-imingi return yang sangat tinggi, tidak masuk akal karena jauh lebih tinggi dari pasar

Para milenial juga enggan jika harus datang ke Bursa Saham atau Bursa Efek, belajar tentang investasi yang banyak ragamnya. 

Aplikasi "Ajaib" adalah jawaban dari kerentanan dalam berinvestasi: “Malas belajar untuk investasi karena segudang paper atau document yang harus ditanda-tangani!” jawab sebagian milenial. Memang sekarang sudah tidak zamannya untuk tanda- tangan di banyak dokumen, belum lagi harus baca segala terms and conditions atau persyaratannya untuk investasi.

"Ajaib" merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mengantongi izin dari OJK (ini sangat penting sekali) dan didukung oleh Softbank. Untuk mengenal produknya tinggal masuk ke dalam situsnya, di situ terdapat ragam Reksa dana terpopuler, Investasi Bertema, Resiko Terendah, Syariah, Saham, Obligasi, campuran.

Semua reksadana ini disimplifikasikan menjadi tiga oleh pakar. Disesuaikan dengan profil resiko investor (agresif, moderat atau konservatif). Dibangun berdasarkan algoritma sistem "Ajaib" setelah dianalisa oleh para pakar reksa dana yang berada di Indonesia dan divalidasi oleh Tim Ahli Ajaib.

Kenapa harus berinvestasi reksa dana?
Slideshare.net

 Reksadana mempunyai tingkat pengembalian hingga berkali lipat dibandingkan dengan tabungan bank . Suku bunga bank untuk tabungan terus turun. Jadi reksa dana yang memiliki banyak ragam atau jenisnya itu cukup bervariasi mulai dari Reksa dana saham, Reksa dana obligasi dan Reksa dana campuran. Produk ini sangat sesuai dengan profil dari investor milineal yang pemula untuk mengawali investasinya sesuai dengan tujuan finansial mereka, ada yang moderat, konservatif atau yang tinggi hasilnya. 

 Bagaimana caranya untuk masuk dalam aplikasi “Ajaib”? 

                         #  1.   Install    # 2. Daftar   #   3. Isi Data

                            #4.Baca T&C   #5.Verify Email     #6.Setor



Masuk ke GooglePlaystore, mencari   Aplikasi  "Ajaib"
1. Menginstall aplikasi
2. Mendaftar
3. Mengisi (no ponsel, email, password, konfirmasi password, kode referral
4. Baca "Terms and Conditions"
5.  Verify Email
6.  Setor :  mulai berinvestasi
7.  Kalkulator  Imbal Hasil:  Lebih besar dibandingkan dari deposito (ini hanya prakiraan)

"Ajaib"












"ajaib"

Aman  Terpercaya, Mudah


Masih belum percaya dengan integritas , kemanan dan kepercayaan aplikasi “Ajaib”. Buktikan dulu dengan misi "Ajaib" untuk membuka pintu akses terhadap investasi. Satu-satunya startup dari Asia Tenggara yang bersama tim yang gemilang, mewujudkan solusi investasi terbaik untuk semua orang

 Mudah mendaftarnya , seperti contoh di atas, saat berinvestasi jika anda sebagai pemula, Anda tidak perlu belajar semua jenis Reksa dana yang tidak bisa dikuasai dalam waktu singkat. Berhubung profil kita sudah disiapkan oleh Algoritma, maka hanya tinggal beberapa pilihan Reksa dana yang sesuai profil.  Kita tidak bingung lagi karena tinggal pilih salah satunya.  Pilihan ini yang terbaik karena sudah dikaji oleh tim ahli reksa dana yang teruji.

Cara perhitungan dari imbal hasil reksa dana yang dipilih, dapat dicoba dengan alat penghitung yang ada di situs di sini.  Angka hasil imbal hasil hanya merupakan perkiraan saja, bukan hasil yang pasti. Tapi kita bisa mendapatkan gambaran, reksa dana mana yang paling optimal hasilnya, namun resikonya juga berbeda dengan yang lainnya.

Dana dapat didebit atau dikreditkan sesuai dengan mitra bank kustodian dari “Ajaib”. Apabila akan ada penarikan dari jumlah reksa dana yang ditempatkan, maka tinggal membuat instruksi penarikan dan biaya yang dikenakan untuk transfer hanya Rp.5.000 per sekali transfer.

Tidak ada komentar