7 Fondasi Menanamkan Kepercayaan Diri Bagi Anak

 
mindmoves.co.za

Menghargai Upaya Anak:

Anak Anda perlu belajar bahwa proses selalu lebih penting daripada hasil. Jadi sekali pun mereka tidak berhasil melakukan sesuatu, Anda tetap menghargai apa yang telah mereka lakukan. Sampaikan kepada mereka bahwa mereka tidak seharusnya merasa malu lantaran telah mencoba dan berusaha. 

Dukung Minat Mereka:

 Dukung anak apa pun yang mereka minati. Dorong mereka untuk mempraktekan. Misalnya mereka berminat pada bidang musik, dorang mereka mengexplorasi dan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan potensinya. Anak-anak yang tahu minatnya sejak kecil akan tumbuh lebih percaya diri.

 Biarkan Memecahkan Masalah Sendiri:

Jika Anda selalu melakukan semua hal untuk anak Anda, maka mereka tidak akan pernah mengembangkan kemampuan atau kepercayaan diri untuk memecahkan masalah sendiri.

 Mendorong rasa ingin tahu: 

Seringkali kita mendapatkan anak bertanya terus tanpa henti-hentinya. Rasa ingin tau ini harus Anda ladeni dengan menjawabnya dan mendoong untuk tetap bertanya. Keluarga yang memotivasi anaknya untuk selalu bertanya, tercatat memiliki keunggulan dibandingkan teman-teman sekelasnya. Hal ini karema mereka lelah berlatih mengambil informasi dari orang tua mereka sehingga mereka lebih percaya diri. 

Tidak Mengkritik kinerja mereka :

Jangan mengkritik apa yang sedang mereka kerjakan. Sebaliknya, sebaiknya berikan umpan balik yang bermanfaat. Kritik dapat menghilangkan motivasi dan harga diri mereka. 

Biarkan Membuat Kesalahan:

 Jangan selalu melindungi anak dari segala kesalahan yang ia perbuat. Justru, ajarkan anak untuk belajar dari kesalahan untuk membangun dirinya.

 Tidak Menunjukkan Kekhawatiran: 

Sebaiknya, Anda tidak memberi tahu mereka saat Anda khawatir tentang mereka. Kekhawatiran orang tua sering dapat ditafsirkan oleh anak sebagai ketidak percayaan diri. Orang tua yang percaya akan menghasilkan anak yang percaya diri.

Tidak ada komentar