Keandalan Transportasi untuk dukung Ekonomi dan Pariwisata



Program kerja Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla 2014-2019 telah selesai dengan pencapaian hampir 100 persen. Pembangunan infrastruktur nasional berhasil diselesaikan.

Rencana strategis Kementrian Perhubungan 2019-2019 itu bertujuan untuk menggiatkan pembangunan infrastruktur transportasi darat, laut, udara dan perkeretapian sebagai salah satu program unggulan.

dephub.go.id

dephub.go.id
dephub.co.id
dephub.co.id




















Sebagian besar masyarakat tentu ingin mengetahui secara rinci bagaimana pembangunan masing-masing infrastruktur yang telah dikerjakan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan dalam membangun transportasi baik itu darat, laut  dan udara untuk menunjang perekonomian daerah. 

Sebelum membicarakan tentang pencapaian transportasi darat, laut dan udara yang telah tercapai, tujuan dari pembangunan semua infrastruktur itu adalah untuk menunjang ekonomi. Dari hilir sampai hulu semua pembangunan infrastruktur merata dan prioritas utama adalah semua tempat terpencil pun saling terhubung sehingga tidak ada ekonomi mahal di daerah terpencil.
Untuk mengurangi ketimpangan dan meratakan ekonomi daerah dimana Indonesia itu terdiri dari hampir  17.504 pulau  dan luasnya dari Sabang sampai Merauke. Dengan adanya kemudahan transportasi, sarana, prasarana angkutan, jasa transportasi untuk pengangkutan barang dan penumpang maka  biaya dapat ditekan, membuat harga barang di semua daerah akan sama.  Bila harga barang sama maka kemampuan daya beli warga di semua daerah juga sama,  ekonomi nasional pun akan stabil dan berkembang.

Perhubungan Laut:

Tol Laut  oleh Pelni   Sumber: dephub.co.id

Wilayah Indonesia tidak semuanya dapat terjangkau dengan udara, tetapi ada beberapa daerah atau wilayah terluar, terdepan dan perbatasan yang butuh tol laut . Oleh karena itu program tol laut dengan 18 rute pelayaran untuk menunjang kelancaran distribusi logistik nasional. Sebagian besar dari tol laut ini dioperasikan oleh PT Pelni dan perusaa pelayaran swasta

 Kapal-kapal ini menyediakan pengangkutan utamanya kebutuhan pokok ke daerah terpencil. Termasuk menyiapkan angkutan kapal perintis untuk kelancaran distrbusi muatan kapal laut sebagai angkutan feeder. 

24 Pelabuhan Penyeberangan dibangun untuk transportasi semakin meningkat, konektivitas antar wilayah juga semakin mudah, cepat dan biaya pun dapat ditekan dengan lebih murah. Setelah pelabuhan penyeberangan, tentunya harus dilengkapi dengan 17 unit pembangunan kapal penyeberangan . 

Dengan ketersediaan sarana angkutan penyeberangan kegiatan transportasi daerah makin lancar. Rute dari kapal penyeberangan ditentukan di tempat strategis yang mampu membuat mobilisasi orang, perdagangan makin dimudahkan dan dipercepat. 

Kapal Penyeberangan terdiri atas:
Kapal Penyeberangan     Sumber:  dephub.go.id

  •  Kapal Penyeberangan 300 GT Lintas Pulau Laut Timur, Sebu, Kalimantan Selatan Kapasitas 180 penumpang 13 unit kendaraan bermotor.
  •  Kapal Penyeberangan 500GT Lintas Saumlaku – Adaut –Letwurang, Maluku dengan kapasitas 148 penumpang dan 19 unit kendaraan bermotor.
  • Kapal Penyeberangan Roro 300 GT, Lintas Danau Toba Sumatera Utara. Kapsitas 280 penumpang dan 32 unit kendaraan bermotor.
  •  Kapal Penyeberangan Roro 500 GT , Lintas Babang-Sakea, Maluku Utara . Kapasitas 148 penumpang dan 19 unit kendaraan bermotor.
  •  Kapal penyeberangan 750GT , Lintas Kupang-Ndao, Nusa Tenggara Tengah. Kapsitas 196 penumpang dan 25 unit kendaraan bermotor. 

Tak kalah pentingnya selain kapal dan pelabuhan penyeberangan, fasilitas di pelabuhan untuk memperlancar barang logistik yang dibawa kapal untuk bongkar dan muat harus ada fasilitas khusus. 

Dibangunlah Pelabuhan Penyeberangan :
Pelabuhan Penyeberangan     Sumber: dephub.co.id
  •  Kuala Tungkal, Jami, dimana ada 1 dermaga luas 62,75 m x 7m. Menampung kapasitas 500 GT. Pelabuhan ini meningkatkan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan Kuala Tungkal-Tanjung Uban dan Kuala Tungkal-Dabo. 
  • Pelabuhan penyeberangan Penarik, Kepulauan Ria, dermaga sepanjang 60 mter. Mampu menampung total kapasitas 500 GT. Asus logistik ke berbagai kapubaten Kepulauan Riau. 
  •  Pelabuhan Penyeberangan Seba, Nusa Tenggara Timur. Dermaga menampung kapsitas 750GT .Adanya pelabuhan semua transportasi di Pulau Seba dapat dilayani, lintas Waingapu-Seba dan Seba-Bolok. 

Kesimpulannya tol laut dapat dicapai dengan adanya pembanguan menyeluruh mulai dari 6 pembangunan yaitu Pelabuhan Bicoli, Maluku Utara, Pelabuhan Wayabula, Maluku Utara, Pelabuhan Wasior, Papua Barat, Pelabuhan Tapaleo, Maluku Utara, Pelabuhan Atapupu, Nusa Tenggara Timur. 

Dibangun 2 Kapal Perintis yaitu :
Kapal  Perintis.   Sumber:  dephub.co.id
  • Kapal Perintis 2000 GT  wilayah Sulawesi , Nuta Tenggara Barat, Nusa Tengggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
  •  Kapal Perintis 1200 GT wilayah Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimatan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
  •  Kapal Negegara Kelas I sebanyak 20 unit kapal kelas 1 kenavigasian. 5 unit Kapal Ternak yang mengangkut  ternak untuk swasembada daging nasional, menurunkan harga daging.
  • Kapal pelayaran rakyat 24 unit berukuran 35 GT. 

 Perhubungan Udara: 
Pencapaian Pembangunan Infrastruktur Perhubungan Udara  Sumber: dephub.go.id

Transportasi udara perlu didukung dengan pembangunan infrastrukturnya . Pengembangan pariwisata dan pelayanan karena meningkatnya jumlah penumpang terlebih saat hari libur Nasional, maka perlu dibangun bandara baru, peningkatan kapasitas landasan pacu, pengawasan dan pelayanan angkutan udara melalu pembangunan terminal Air Traffic Control (ATC) dan fasilitas lainnya. 
Bandar Udara Komodo.Sumber: dephub.co.id





Bandar Morowali. Sumber: dephub.co.id
 
Pencapaian pembangan sarana dan prasarana angkutan udara dalam lima tahun terakhir sesuai dengan RPJMN 2015-2019, , 15 bandara baru di 16 lokasi yaitu Bandar Udara Letung –Anambas, Badar Udara Tebelian Sintang, Bandar Udara Maratua, Badar Udara Morowali, Bandar Udara Namniwel, Terminal Bandar Udara Melalan Melak, Terminal bandar Udara SM Kaharuddin Sumbawa, Terminal Bandar Udara Aroepala Selayar, Terminal Bandar Udara Bua Luwu
Terminal Bandar Udara.  Sumber: dephub.go.id

 Disamping itu ada rehabilitasi dan pembangunan terminal bandar udara agar peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur transportasi makin efisien, aman, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Beberapa diantara Bandar Udara Internasional Kertajadi, Majalengka ; Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Bandara Matahora, Wakatobi, Bandara Domine, Eduard Osok, Sorong; Bandara Wamena, Puncak JayaBandara Juwata, TarakanBandara Soekarno Hatta, Tangerang, Bandara Aji Pangerang Tumenggung Pranoto, Samarinda dan Bandara Achmad Yani, Semarang. 

Perhubungan Darat:

dephub.co.id



 Peningkatan pelayanan angkutan kereta api jadi prioritas utama untuk efektivitas moda transportasi mobilitas manusia. Untuk itu Pemerintah telah membangun jalur rel double track (DT dan double double track (DDT), modernisasi stasiun, mengembangkan kereta api ringat (LRT), Moda Mass Rapid Transit (MRT), dan elektrifikasi jalur rel untuk Kereta Rel Listrik (KRL). 

 Semua ini untuk mengintegrasikan antarmoda angkutan umum berbasis rel perkotaan, kereta bandara dan ka barang di sejumlah kota dan bagian dari agenda pembangunan moda perkeretapian nasional. 
capaian Pembangunan jalur KA.  Sumber : dephub.go.id

Hasil capaian selama 5 tahun ini adalah 853,65 Km’sp Pembangunan Jalur KA termasuk jalur ganda dan reaktivasi, peningkatan dan rehabilitas jalur KA 394,6 km dan pembangunan stasiun/bangunan operasional kereta api ada 45 unit.

Capaian tahun 207 sebesar 526,77% dari tahun sebelumnya 2016, sampai tahun 2019 pembangunan jalur Kereta Api termasuk reaktivasi sepanjang 853,65 km’sp.
Pembangunan Jalur Kereta Api.  Sumber;dephub.co.id

Pembangunan Jalur Kereta Api jalur Ganda pun telah berhasil diselesaikan yaitu Kereta Bandara Internasional Minangkabau, Jalur Ganda Kereta Api Maja-Rangkasbitung, Banten; Jalur Ganda Kereta Api Solo-Kedungbanteng, Jawa Tengah; Jalur Kereta Api Makassar-Parepare, Sulawesi Leatan; Jalur Ganda kerea api Madiun-Jobang , Jawa Timur; Jalur Ganda Jalur Martapura-Baturaja, Sumater Selatan. 

Kereta api ringan LRT di sumatera Selatan pun telah diselesaikan sepanjang 23,4 Km’sp dimana sangat menunjang penghelatan pelaksanaan Asian Games 2018.
KA Double track   .  Sumber: dephub.co.id

 Jalur Ganda Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, sepanjang 12 Km’s sp ditempuh dalam waktu 45 menit dari stasiun Sudirman. Mampu menampung 3.000 penumpang, Pembangunan LRT Jabotabek wilayah terpadu sepanjang 43 Km’sp menjadikan alternatif pilihan warga Jabotabek untuk berpindah transportasi ke moda LRT sehingga dapat mengurangi kemacetan jalan. 
MRT  & Jalur Ganda  KA   Sumber: dephub.go.id

Keberhasilan selesainya pembangunan MRT sepanjang 16 Km terdiri 10 Km jalur layang dan 6 Km jalur bawah tanah. Menghubungkan 7 stasiun dari Lebak Bulus ke Stasiun Bunderan Hotel Indonesia. Kapasitas MRT 412.000 penumpang per hari dapat mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas. 

Pembangunan Stasiun Kereta Api Double –Double Track (DDT) sepanjang 38 Km Manggarai-Cikarang untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan pelayanan, aksesbilitas dan mobilitas angkutan penumpang barang antar kota maupun provinsi.
Pembangunan Perluasan Stasiun Kereta Api   Sumber: dephub.go.id

Renovasi stasiun Kereta Rel Listrik atau KRL ini perlu terus dilakukan dengan memperluas bangunan karena peningkatan jumlah penumpang perlu dibangun fasilitas khusus penyandang disabilitas, lift, eskalator dan lainnya. Diantaranya Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran, Stasiun Parungpanjang, Stasiun Maja 

 Pembangunan stasiun eletrifikasi jalur kereta seperti KRL Bekasi-Cikarang, Bekasi Timur, Bekasi, Cibitung, Bekasi dilakukan untuk menambah daya tampung penumpang. 

 Pembangunan Sekolah UPT BPSDMP 2015-2018: 
dephub.co.id

Pengembangan lembaga pendidikan dibawah Kementrian Perhubungan perlu dilakukan melalui sarana dan prasarana sekolah-sekolah perhubungan agar SDM makin maju. Capaian Pembangunan Prasarana telah mencapai 10 kampus, 6 kapal latih 6 unit, pengadaan 51 pesawat latih, dan jumlah lulusan sekolah mencapai 1.615.574 
dephub.co.id

Tidak dilupakan juga  pembangunan sumber daya manusia Perhubungan melalui diklat di 28 tempat pendidikan membuat sumber daya manusia Perhubungan makin tangguh dan mumpuni.

Dukungan Pembangunan Pariwisata: 

Kementrian Perhubungan juga mendukung Aksesibilitas Destinasi Wisata Super Prioritas 5 Bali Baru dengan mewujudkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur transportasi Ke5 destinasi Wisata Bali Baru itu yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Pembangunan di kawasan wisata itu memadukan dengan membangun fasilitas pendukung misalnya infrastruktur sarana dan prasarana transportasi. Bandara, pelabuhan, kapal dan fasilitas transportasi lainnya ditargetkan selesai pada tahun 2020 sehingga konektivitas ke tempat destinasi wisata itu makin mudah dan cepat.

Diharapkan dengan adanya transportasi yang terhubung, kedatangan wisatawan asing maupun domestik akan meningkat, pada akhirnya akan mendatangkan devisa dan ekonomi daerah pun meningkat.

 Program tahun 2020 akan melakukan peningkatan kapasitas dan aksesibilitas transportasi laut, darat, perkeretaapian, dan udara di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut dengan rincian, Rp 1,04 Triliun untuk KSPN Danau Toba, Rp 1,25 Triliun untuk KSPN Borobudur, Rp 40,3 Miliar untuk KSPN Mandalika, Rp 435,04 Miliar untuk KSPN Labuan Bajo dan Rp 129,89 Miliar untuk Destinasi Unggulan Likupang, total anggaran mencapai Rp.2,95 triliun melalui APBN maupun peran swasta asing dan lokal.


Diharapkan dengan pencapaian transportasi darat,laut, udara , tidak ada lagi ketimpangan dalam aksesbilitas untuk logistik, perdagangan, pengembangan pariwisata.   Luasnya Indonesia, telah terhubung dengan adanya konektivitas semua jenis transportasi nasional .


Referensi:

Kementrian Perhubungan Republik Indonesia

Tidak ada komentar