Plastik Bukan Musuh Kita, Kelola Sampah Plastik dengan Daur Ulang


shutterstock.com


Plastik bukanlah musuh kita. Paradigma sering salah karena dianggap bahwa plastik jadi biang keladi yang membuat matinya lumba-lumba, lingkungan yang rusak, perubahan udara dan sebagainya. 

Ternyata manfaat plastik itu sangat banyak. Kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan plastik. Mulai dari makanan pembungkus, kemasan makanan, sampai banyak alat-alat rumah tangga dan pembungkus kosmetik dan lainnya. 
https://www.facebook.com/AQUALestari


Tak ada yang salah soal plastik karena ternyata selain manfaatnya banyak, juga telah disurvei oleh peneliti bahwa bahan dari pembuatan plastik itu ada yang ramah lingkungan dan tidak membuat rusak lingkungan. Bahkan penggunaan plastik di Eropa jauh lebih besar ketimbang di Asia. Namun, penggunaan plastik di Eropa itu sudah menggunakan system circular economy sehingga tak menimbulkan keresahan atau masalah sampah plastik karena mereka telah mendaur ulang hampir 53% nya. 

https://www.facebook.com/AQUALestari
Sementara di Asia belum melakukan hal itu . Hal ini terkendala dengan infrastruktur pembuangan plastik dan kesadaran dari sampah plastik. Di Asia masih gunakan sistem Linear Economy artinya plastik diproduksi, digunakan dan dibuang tanpa didaur ulang. 

Rupanya penelitian dari Trucost membuktikan bahwa jika kita ingin menggantikan plastik dengan bahan lain seperti kaca, timah, aluminium hasilnya sebagai berikut ini: 

https://www.facebook.com/AQUALestari



  • Dari segi pemeliharaan lingkungan: Plastik lebih baik dibandingkan bahan alternatif , nilainya USD 139 vs USD 533.

  • Dari segi kesehatan manusia dan ekosistem: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif, nilainya USD 63 vs USD 343.

  •  Dari segi perubahan iklim : Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif, nilainya USD 71 vs USD 183.

  •  Dari segi kerusakan laut: Plastik lebih baik dibandingkan dengan bahan alternatif , nilainya USD 5 vs USD 7. 

Jadi dengan adanya bukti di atas, kita harus kembali kepada plastik dan tidak ada yang salah dengan plastik. Hanya satu hal yang penting sekali disadari adalah pengelolaan sampah plastik menjadi masalah besar di Indonesia.

https://www.facebook.com/AQUALestari
Sampah plastik di Indonesia telah mencampai 3,2 juta ton . Berhubung sampah plastik ini tidak dikelola dengan baik maka sebanyak 0,48-1.29 juta ton telah mencemari laut . Sampah plastik yang dikelola dengan daur ulang hanya 9% saja, sisanya hampir 91% dibuang begitu saja dan akhirnya mencemari laut, lingkungan hidup dan mengganggu kesehatan manusia karena polusi.

Bahkan, setiap tahunnya kemasan plastik kehilangan nilai ekonominya sebesar 95% setelah penggunaan pertama. Menyedihkan sekali bukan jika bumi tempat kita berpijak ini dipenuhi dengan sampah plastik dan polusi yang berkepanjangan itu akan mengakibatkan buruknya kesehatan manusia. 

Tapi jangan khawatir salah satu produsen terbesar minuman kemasan atau galon adalah Danone, PT. Tirta Kencana, atau yang dikenal dengan sebutan Danone AQUA sebagai produk yang terkenal. Menyadari tanggung jawabnya sebagai produsen minuman yang menggunakan kemasan plastik, maka Danone pun sudah menggalakan dan mengkampanyekan Daur Ulang Sampah Plastik.

 Pada tahun 1993 Danone Aqua ini sudah menyadari botol-botol yang digunakan oleh konsumen itu akan langsung dibuang oleh konsumen tanpa bisa dilakukan daur ulang. Oleh karena itu bentuk tanggung jawab dari Danone telah melakukan inovasi dan inisiatif AQUA PEDULI (Pengelolaan Daur Ulang Limbah Plastik) .

 Model Social business daur ulang ini dikembangkan di Aceh,Bandung, Tohpati, dan Lepang di Bali, Pasuruan dan Tangerang Selatan dengan bentuk RBU. Di Bali ada dua RBU dan telah diserahhterimakan dan dikembangkan lebih lanjut ke Bali PET pada tahun 2013. 

 Kegiatan PET di Bali itu melibatkan masyarakat pemulung , TPST3R (Tempat Pembungan Sementara Terpadu Reuse,Reduce dan Recyle) dan bank sampah untuk diolah menjadi flake. Mereka juga membangun fasilitas klinik kesehatan dimana pemulung, dan masyarakat sekitar dapat berobat gratis dan mendapatkan akses BPJS. 

Kapasitas RBU mencapai 6000 ton dan mempekerjakan 80 orang pemulung dan masyarakat sekitar. Selain di Bali, Danone Aqua juga menjalin kerja sama dengan PT. Namasindo Plas untuk mengembangkan RBU di Bandung dengan kapasias lebih 6000 ton /per tahun. 

 Kini, dalam bisnis Daur Ulang telah menggunakan teknologi yang dapat menggubah botol bekas kemasan itu menjadi botol daur ulang baru . 

Cara pengelolaan bisnis daur ulang ini awalnya adalah mengumpulkan semua botol bekas oleh pemulung atau siapa saja yang mau ikut berpartisipasi dan menyerahkan ke Unit Bisnis Daur Ulang. Lalu botol itu dipilah-pilah, dicuci dan dimasukkan ke karung. Dikirimkan dan diantarakan ke pabrik biji plastik. Di pabrik , botol itu akan diproses menjadi biji plastik kecil-kecil , lalu dibentuk lagi menjadi botol plastik daur ulang. Botol daur ulang itu kualitasnya sama dengan botol kemasan yang baru, juga kemurnian air minum yang dimasukkan ke dalam botol daur ulang juga tidak terkontaminasi.

 Di tahun 1983 Danone juga telah mendaur ulang kemasan galon menjadi galon baru. Sistem yang digunakan adalah sistem Circular economy, memproduksi galon baru, mengumpulkan bekas galon dan mendaur ulang , lalu membuatnya baru kembali. Ini sudah dilakukan dengan tingkat 70% dari galon yang diproduksi.

 Kampanye #BijakBerplastik

 Danone Aqua bukan hanya mendaur ulang botol kemasan plastik, tetapi juga melakukan kampanye #BijakBerplastik di hampir seluruh Jawa dan Bali. Dalam rangka ikut mensponsori “ Run to race 2019” pada 26-28 Juli 2019 di Bali. Suatu event besar dari para komunitas dalam rangka membantu anak-anak SOS Children’s Villages Indonesia agar mendukung kehidupan lebih baik bagi anak-anak. 

Danone Aqua juga mengedukasi semua peserta agar tidak membuang semua botol kemasan yang telah dibagikan, tetapi bagi mereka yang mengumpulkan 10 kemasan gelas atau 5 kemasan botol bekas Aqua dapat ditukarkan dengan 1 kupon di Booth di Taman Lumintang Denpasar.

 Danone juga menyediakan 15 unit tempat untuk mengumpulkan botol bekas itu .Semua botol-botol itu nantinya akan dikirim dan diantarkan ke Unit bisnis Daur Ulang/Recycling Business Unit (RBU) untuk diproses hingga hancur menjadi cacahan plastik (flakes) dan jadi bahan baku produk baru dari botoll kemasan daur ulang . 

Danone Aqua telah berkomitmen keras agar pada tahun 2018 ini 70% dari seluruh botol plastik kemasan yang dibuang dapat di daur ulang , dan pada tahun 2025 tercapai hampir 100% dari semua botol yang diproduksi akan di daur ulang secara keseluruhan.

 Semua ikut berpartisipasi: 

Pekerjaan daur ulang itu tak mudah dilakukan. Perlu kerjasama dan kontribusi dari pelanggan atau konsumen dan semua masyarakat untuk bersedia mengumpulkan botol bekas kemasan itu ke RBU yang telah ada di kota Anda. Mulai dari hal-hal yang kecil, kita dapat berkontribusi sukseskan menjaga lingkungan dan menyehatkan manusianya. Apabila lingkungan ktia sehat maka manusia yang ada di dalamnya pun ikut sehat dan sejahtera. 

Yuk belajar untuk jaga lingkungan dan lestarikan alam secara berkelanjutan demi membangun manusia sehat , bumi sehat dan ekosistem sehat, “One Planet One Health”.

1 komentar

  1. Makasiih sharingnyaa mbak, banyak banget memang manfaat plastik sayangnya tidak dikelolaa dengan baikk. hehehe kalau saya pribadi ingin menggantikan kegunaan plastik dengan bahan yg lebih tahan lama dan aman digunakan berulang kali seperti tupperware, tas belanja kain, kotak makan, jd tidak sekali pakai. hehhee semogaa banyak juga yg punya keinginan buat mengolah plastik yg dihasilkan, jd tidak berakhir jadi sampah belaka setelah dipakai. Salam kenaaal ya mbaak, blognyaa kece :)

    BalasHapus