Kemandirian Finansial Anak Muda, Tidak Membebani Orangtua

 
shutterstock.com
Siapakah yang disebut dengan “Anak Muda” ? Di Indonesia definisi dari “Anak Muda” menurut Undang Undang tentang “anak muda” tahun 2009, batas usianya untuk lelaki maupun perempuan adalah 16 sampai 30 tahun. 

 Ada yang mengkategorikan anak muda menjadi tiga kategori seperti usia 15-19 tahun adalah usia belajar di Sekolah Menengah Atas, 20-24 adalah sebagai mahasiswa/mahasiswi dan 25-29 tahun adalah bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.

 Dalam survei yang dilakukan oleh seorang jurnalis, ada seorang perempuan berusia 32 tahun melanjutkan studinya “S2” atau “Master’” . Ketika melanjutkan studi , perempuan yang bernama Sri (bukan nama sebenarnya), masih tinggal bersama orangtuanya. Artinya untuk akomodasi dan makan masih ikut bersama orangtuanya. 

Tanpa memberikan kontribusi apa pun Selama studi mengambil S2, semua biaya-biaya kuliah dibiayai oleh orangtuanya. Demikian juga dana untuk operasional sehari-harinya, seperti transportasi, biaya telekomunikasi, biaya pembelian pakaian masih dibiayai oleh kakak lelakinya. Sri hanya melakukan pekerjaan “free lance” selama ada waktu atau libur kuliah. Gaji atau pendapatan “free lance” itu tidak memungkinkan Sri untuk membiayai hidupnya sendiri, atau kuliahnya.

 Jika seandainya orangtua dan kakaknya memutuskan untuk menghentikan biaya kuliah dan semua biaya, maka Sri pun akan meninggalkan kuliahnya. Kehidupan keuangan anak muda di Indonesia tidak tergantung dari usianya karena memang Undang Undang hanya menyatakan tentang usia anak muda , tidak menentukan tentang bagaimana keuangan anak muda dan kemandirian keuangannya. 

Dalam kehidupan sehari-hari, faktor kemandirian keuangan anak muda itu bervariasi polanya. Namun, pada dasarnya orangtua di Indonesia masih memiliki beban atau tanggung jawab atas keuangan anaknya sampai kapan pun. 

Ada yang sudah menikah pun, ikut orangtua dan anak beserta menantunya dalam satu keluarga, tidak memberikan support keuangan kepada orangtuanya. Pola kemandirian keuangan untuk anak muda tidak ada yang standar di Indonesia. 

Tiap keluarga punya pola masing-masing. Seringkali, jika anak yang sudah lulus tetapi belum punya pekerjaan pun jadi beban orangtua. Ketika sudah bekerja, anak masih ikut orangtua, hidup bersama orangtua artinya biaya konsumsi dan akomodasi masih jadi tanggung jawab orangtua.

Sulitnya untuk bisa memberikan satu pola kesadaran kepada orangtua bahwa anak yang sudah bekerja dan menikah , tanggung jawab keuangan bukan lagi jadi beban orangtua. Orangtua juga punya masalah keuangan ketika beban berat itu masih harus dilakukan. Usia orangtua sudah semakin tua dan bahkan sudah pensiun dengan pendapatan tetap tidak ada , tetap harus bertanggung jawab kepada anaknya. 

Mampukah orangtua untuk mendidik anak muda sejak dini bahkan sejak kecil bahwa anak-anak bertanggung jawab penuh atas hidup dan keuangannya saat mereka sudah bekerja. 

Jika ada yang merasa itu bukan budaya timur, barangkali hal itu tidak tepat, budaya timur tidak pernah mengharuskan anak bergantung terus kehidupan keuangannya kepada orangtua. 

Ada beberapa tips bagi orangtua agar anaknya merdeka dalam keuangannya:
  • Orangtua punya tabungan atau asuransi pendidikan untuk anaknya dari SD hingga universitas. 
  • Orangtua mengajarkan “Financial Planning” kepada anaknya dalam mengelola gaji, keuangan, pengeluaran 

The Art of Self Control: 

Seorang anak muda bukan hanya mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan gaji, kebanyakan meeka harus belajar untuk berkompromi dan menguasi “art of self control. Orangtua biasanya mengajarkan kepada mereka bagaimana cara menabung. Kebiasaan menabung ini jadi acuan atau panduan saat Anak muda sudah bekerja. Bagaimana memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. 

Menjadi Bijak ketika meminjam uang: 

Setiap orang perlu meminjam uang untuk suatu kebutuhan mendadak karena tidak ada uang tunai di tangan. Sekarang sudah banyak sekali cara untuk peminjaman uang secara instan, baik melalui kartu kredit maupun melalui Financial Technology. Sebelum mengambil keputusan meminjam uang, selalu teliti keseluruhan apa yang ditawarkan dalam pinjaman misalnya suku bunga, jangka waktu dan pelunasan . Apakah sesuai dengan kemampuan keuangan Anak muda?

 Memantau seluruh Pengeluaran: 

Solusi yang sangat jelas untuk manajemen keuangan yang effektif adalah dengan terus menerus memantau pengeluaran Anda, kemana saja uang itu mengalir. Begitu Anak muda memiliki gaji, segera buatlah budget dan bagilah pendapatan dengan pengeluaran, tabungan dan kebutuhan emergency. Ketika Anda temukan pengeluaran-pengeluaran yang tak penting , harus dikurangi atau dihilangkan agar tidak terjebak pengeluaran yang membengkak.

 Buat Emergency Fund: 

Mulailah dengan membuat “emergency fund” karena hal ini sangat tepat dalam pengaturan /pengeloaan keuangan Anak Muda. Kita semua sudah paham bahwa semakin cepat Anda menabung untuk “emergency fund” maka semakin baik. “Emergency fund” adalah bagian dari budget yang dipisahkan sebagai tabungan dan hanya digunakan khusus untuk “emergency”. 

 Dana khusus ini berbeda dengan tabungan biasa, Anda tidak boleh menggunakan uang itu kecuali sangat penting sekali. 

Mengelola Kekayaan :

 Managemen keuangan sangat penting dalam kehidupan, tidak pernah diajarkan di sekolah maupun di universitas sekali pun. Setiap anak bingung dengan apa yang harus dilakukan dengan uang yang diperolehnya. Hal ini terjadi karena kurangnya “financial planning” yang tepat. Belajarlah untuk mengelola keuangan dan selalu persiapkan diri apabila suatu keadaan yang tidak baik, seperti PHK terjadi. 

Untuk mengelola keuangan yang baik, semua resiko kehidupan baik itu jiwa, kesehatan , investasi harus dikelola dan ditempatkan di keranjang portofolio Anda . Anda dapat membaca atan mengikuti Richard Branson dan Barrent Buffet. Menurut Soho Studios latest blog post, Richard Brancson tidak pernah berhenti menambahkan “new venture” dikombinasikan dengan pola lama seperti kegiatan sosial yang lainnya , melihat orkestera, olahraga dan lain-lainnya

 Menjadi anak muda anda dapat menginvestasi sebagian dari pendapatan di bidang saham, obligasi atau properti yang mungkin dapat menghasilkan profit yang lebih besar.

 Jaga Kesehatan: 

 Menjaga kesehatan adalah utama. Apabila anak muda sekarang ini punya pola hidup yang tidak sehat. Lalu jatuh sakit dan tidak punya asuransi, perusahaan tidak menanggung rumah sakit, maka gaji pun akan habis. Jadi jangan lupa selalu punya asuransi kesehatan dan kecelakaan jika ada bekerja di lapangan. Selalu siapkan yang terbaik di hidupmu.

Tidak ada komentar