5 Cara Asyik Ajari Anak tentang Uang





Mengajari anak tentang Uang sebenarnya tidak sulit . Dengan cara yang sangat sederhana tapi sangat implementatif dan langsung dilakukan seperti membuat permainan. Seorang Konsultan finansial Jim Brown, dari AS mengatakan bahwa cara yang sederhana itu akan lebih cepat diserap oleh anak apabila orangtua ikut terjuan dalam melakukannya . 

 Menurut studi dari Universitas Cambridge, anak-anak sudah siap memahami konsep dasar tentang uang pada usia 3 tahun, dan pada umur 7 tahun, kebiasaan membelanjakan atau menyimpan uang sudah mulai terbentuk. 

Berikut ini tips dari Jim Brown:

 Bermain jual dan beli:

 Anak-anak akan lebih terlibat dalam proses belajar ketika mengalami sendiri dan melakoninya dalam bentuk permainan. Brown bermain jual dan beli dengan anak-anak sejak mereka berusia prasekolah. Untuk bermain, Brown dan istrinya menciptakan minimarket di ruang keluarga, komplet dengan kasir dan buaha-buahan atau sayur-sayuran plastik.

 Harga-harga barang sudah ditentukan terlebih dulu,. Anak-anak dibekali uang mainan. Anak-anak akan bermain peran sebagai penjual dan pembeli dibantu orangtua membayar dan memberi kembalian dengan jumlah yang tepat. Stimulasi ini akan menajamkan kemampuan anak dalam mengenal uang secara matematika dan mengatur anggaran. 

Permainan tebak harga:

 Permainan ini semacam teka-teki dengan pilihan ganda. Cara bermain, orangtua menunjukkan gambar atau menyebutkan barang kepada anak, lalu anak diminta menebak harganya dengan disedikan sejumlah opsi jawaban. Misalnya untuk semangkuk bakso ada pilihan Rp.5.000, Rp.20.000 atau Rp.100.000 sedangkan untuk menonton bisokop RP.10.000, Rp.50.000 atau Rp.100.000 Permainan ini untuk membantu anak memahami nilai relatif beragam produkd an jasa. 

 Jangan berikan uang tak terbatas untuk anak:

 Salah satu kesalahan besar orangtua adalah menarwarkan anak anggaran tak terbatas untuk kebutuhan yang tidak esensial. Brown memberikan uang jajan 6 dollar AS per minggu ketika mereka berusia 6 tahun. Jumlahnya meningkat 1 dollar AS setiap tahun seriring bertambahnya usia mereka. Jika mereka melakukan tindakan baik dalam minggu tertentu mereka akan mendapatkan lebih. Tidak ada patokan berapa banyaknya uang jajan yang mesti kita berikan, itu tergantung kondisi finansial dan ekspektasi kita tentang tanggung jawab anak terhadap uang itu. Konsekuensi memberikan uang jajan tak terbatas kerap tidak langsugn disadari orangtua. Anak-anak yang dibesarkan dengan uang jajan tidak terbatas punya kecenderungan lebih tinggi untuk mengandalkan sumber keuangan tambahan, seperti kartu kredit yang bisa membuat mereka salah perhitungan. 

Membantu anak berpikir soal anggaran: 

Cara termudah mengajari anak tentang anggaran adalah menyusunnya bersama. Ketika anak diundang ke sebuah pesta ulang tahun misalnya orangtua bisa memberikan yang masuk akal dan membantu mereka memilih kado yang sesuai dengan budget. 

Ajari bederma:

 Hal yang penting dipahami anak, uang bisa dipakai untuk membantu mereka berbuat baik untuk orang lain. Keluarga Brown berkomitmen untuk berdonasi seminggu sekali. Ini memberikan contoh kepada anak-anak mereka serta mengajari mereka untuk tidak serakah.. Ketika anak berhasil menabung sejumlah uang, keluarga ini bersama-sama melihat daftar organisasi nonprofit dan memilih salah satu untuk mendukung organisasi tersebut. Ini cara yang terbaik untuk mengajari anak berbagi.

Tidak ada komentar