Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mematikan dengan 3 Perilaku GERMAS


Indonesia sebagai negara tropis dulu dikenal dengan penyakit menular seperti TBC, Pneumonia, HIV/AIDS, Hepatitis B. Orang lebih takut dengan penyakit menular itu karena biasanya sangat mudah sekali menular dan mematikan. 

Namun,jangan terkejut yach, ternyata sekarang ini penyakit tak menular itu jauh berbahaya dibandingkan dengan penyakit menular. Tiba-tiba saja orang yang kena penyakit tak menular bisa lumpuh tak berdaya atau meninggal seketika atau operasi besar contohnya kanker, jantung , stroke.


Tingkat Kenaikan Jumlah penyakit tak menular di tahun 2018 lebih besar dibandingkan dengan dengan tahun 2013. Data yang sangat representatif dan teruji dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang telah menyelesaikan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menemukan bahwa penyakit kanker ada kenaikan dari 1,4% ( Riskedas 2013) menjadi 1,8%, prevalansi stroke naik dari 7% menjadi 10,9% dan penyakit ginjal kronik dari 2% menjadi 3,8%, demikian juga berdasarkan pemeriksaan gula darah, dibates melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5% dan hasil pengukuran tekanan hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. 

Sebagai orang awam kita akan bingung kenapa penyakit tak menular justru bisa meningkat cukup drastis dibandingkan dengan penyakit menular. Kenaikan prevalansi penyakit tidak menular ini ternyata berkaitan dengan pola hidup, misalnya merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik dan konsumsi buah dan sayur.

Dua orang tetangga saya . Yang pertama adalah seorang ayah yang dari 2 orang putra dan 1 orang putri, bekerja sebagai PNS yang sedang menanjak karirnya sebagai eselon III . Saya sebut dengan A . Usianya masih muda , 38 tahun , tinggal di daerah Tangerang Selatan.

Suatu hari A berdinas di Palembang. Hari terakhir di Palembang dia mengatakan kepada istrinya tidak bisa pulang ke rumah karena harus upacara langsung di Senayan. Lalu sebelum upacara dia masih sempat menelpon istrinya sudah tiba di hotel dekat Senayan dan sebentar lagi akan upacara. Waktu berjalan dan sudah hampir 5 jam, istrinya agak khawatir kenapa tidak ada telpon atau pulang ke rumah? 

 Mencoba menghubungi telpon suami tidak ada jawaban sama sekali. Lalu menelpon staf hotel untuk mengecek. Ternyata ditemukan bahwa Bapak A itu tubuhnya sudah terbujur kaku, membiru dan tak bergerak. Beliau sudah meninggal

 Demikian juga yang kedua, tetangga saya yang lainnya sebut B, seorang ibu yang usianya paruh baya. Suatu hari ditemukan dalam keadaan terkapar jatuh dari kamar mandi dan dari mulutnya keluar buih-buih yang sangat banyak. Segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa ibu B itu mengalami stroke otak yang harus secepatnya dioperasi. Tanpa banyak bicara, tentu keluarga menyetujui . Operasi berjalan lancar.

 Namun, 1 minggu kemudia masih ditemukan gumpalan darah di otak di tempat lain, harus operasi kedua kalinya. Paska operasi kedua, kondisi ibu B menurun dan akhirnya meninggal dunia. 

Siapa saja baik itu muda, tua dapat terkena penyakit tak menular tanpa memandang status sosial atau usia . 

Gejala penyakit tak menular itu tak terlihat oleh kasat mata, oleh karena sulit mengindentifikasi kapan datangnya stroke, jantung, diabet. Semua tergantung dari pola hidup seperti yang telah dijelaskan di atas. Kita harus mampu untuk pengendalian penyakit.

 Sering mendengar slogan bahwa sakit itu mahal. Sebenarnya jika kita sudah jatuh sakit apalagi sakit yang disebut dengan penyakit tak menular, maka biaya besar yang harus ditanggung oleh keluarga maupun negara itu sangat besar. Apalagi jika pasien itu selanjutnya harus melanjutkan pengobatan di rumah dengan biaya rutin yang sangat besar dan tidak bisa produktif bekerja lagi. Biaya besar itu lebih bermanfaat jika kita dapat menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Agar tetap sehat perlu melakukan 3 fokus kegiatan yang disarankan oleh GERMAS. 

Bagaimana kita mencegah atau menghindari penyakit tak menular ?
 Saya perkenalkan kepada Anda semua, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang disingkat GERMAS. GERMAS itu punya tujuan yang sangat jelas yaitu tindakan yang dilakukan dengan sistematis dan terencana di seluruh komponen bangsa, dengan kesadaran dan kemampuan untuk hidup sehat demi peningkatan kualitas hidup. 

Melakukannya dengan cara yang sangat sederhana hanya fokus pada tiga kegiatan yaitu;

  1.   Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari;
  2.   Mengonsumsi buah dan sayur
  3.   Memeriksakan kesehatan (medical check-up) secara rutin (gula darah dan tekanan darah) ,    setiap minggu atau tahun (EKG dll).

www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id/

 Dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dari suatu bangsa Indonesia, saya sekeluarga ikut berpartisipas untuk mensukseskan program GERMAS demi sehatnya keluarga dan nasional. Setiap pagi saya sebagai ibu memberikan contoh kepada keluarga, saya senam TERA Kepodang dengan komunitas tempat tinggal saya. Cukup 1 jam setiap hari kecuali hari Minggu. Hal ini sudah saya lakukan sejak saya pensiun tahun 2005.
Senam Tera diundang RS PRemier.  Sumber: Dokpri
Senam Tera Kepodang. Sumber: Dokpri

 Begitu selesai senam, tugas rutin saya adalah belanja di pasar. Setiap hari menu belanja saya selalu daging/ikan dengan lauk pauk sayur ditambah dengan buah-buahan Makanan sehat yang mengandung cukup nutrisi , karbohidrat kompleks dengan nasi merah dua kali dalam sehari, ikan alias protein untuk membangun inti sel, sayur mayur adalah makan berserat atau fiber untuk mencegah penimbunan lemak, terakhir adalah buah-buahan sebagai vitamin atau antioxidant network untuk menangkal radikal bebas. 
Sayur, buah-buah . Sumber: Dokumen Pribadi

Medical check-up saat masih produktif dilakukan setiap tahun sekali. Sekarang pun saya tiga hari sekali mengecek tensi saya di rumah dengan alat yang saya miliki. Lalu, untuk gula darah, saya bisa mengecek ke gerai toko obat yang menyediakan fasilitas untuk pengecekan gula darah 1-2 minggu sekali. Setahun sekali mengecek ECG/EKG di laboratorium yang terakreditasi, sekali dalam setahun. 
Cek Tensi    Sumber: pribadi

Rahasia Awet Sehat terkini bukan hanya isapan jempol belaka, tapi cukup dengan 3 M : Melakukan aktivitas fisik, Makan Sehat, Melakukan Medical Check-up, akan mengurangi atau menghindari penyakit tak menular. 

Apabila setiap keluarga melakukan GERMAS dengan rutin, diikuti oleh seluruh komunitas , akademisi,  organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi , semua warga di seluruh Indonesia maka  Indonesia akan menjadi kuat karena rakyatnya sehat semua.
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/

Dukungan untuk suksesnya GERMAS juga dilakukan antar lintas sektor salah satunya adalah Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berfokus pada pembangunan akses air minum, sanitasi, dan pemukiman layak huni, yang merupakan infrastruktur dasar yang mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam hal keamanan pangan.

Ayo teman-teman semua, dukung program 3 Perilaku Germas dengan hidup sehat.   Semakin nyata keberhasilan GERMAS: “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia pun Kuat.”

Tidak ada komentar